Sabtu, 25 Desember 2010

Natal dan Keajaiban






seorang anak bertanya pada ayahnya, katanya 'ayah, kenapa semua orang berbahagia menyambut natal? apakah karena Sang Penebus lahir bagi kita, yah?'

sang ayah menjawab, 'benar jawabmu itu, nak. hanya saja lebih dari itu natal penuh dengan keajaiban.' melihat kebingungan di raut wajah anaknya, sang ayah berkata 'satu saat kau akan mengerti'

natal berikutnya tiba. sang anak merasa tahu maksud keajaiban natal berkata, 'ayah, keajaiban natal adalah kebahagiaan yang hadir.' sang ayah tersenyum dan berkata 'lebih dari itu, nak. satu saat kau akan mengerti.'

memendam bingung si anak mencari jawaban, natal berikutnya tiba. ia merasa yakin berkata 'ayah, keajaiban natal adalah kasih yang tulus.' si ayah hanya tersenyum dan berkata 'tak hanya itu nak, satu saat kau akan mengerti.'

begitu pula natal tahun berikutnya ia kembali menjawab, 'ayah, keajaiban natal adalah semangat dan keikhlasan.' si ayah tersenyum dan berkata 'suatu saat kau akan paham.'

tahun berganti tiap natal berlalu sang anak mengutarakan jawabnya. namun si ayah hanya menjawab kau akan mengerti.

suatu saat muncullah masalah dimana si anak harus memilih antara sahabat dan kekasihnya. dia membuat pilihan yang salah dan akhirnya membuat keduanya hilang.

pada saat natal, sang ayah mendekati anaknya dan berkata, 'ini saatnya bagimu untuk mengerti apa itu keajaiban natal. ikuti kata hatimu.' tanpa banyak memberi petunjuk sang ayah pergi dan membungkam mulutnya.

berbekal kata-kata ikuti kata hati, sang anak mencoba memperbaiki hubungannya, namun tak ada jawaban dan ia hanya berserah pada keajaiban natal.

hingga akhirnya, ketika natal, saat semua harapan seakan pupus, ada jawaban yang sedikit melegakannya dan akhirnya sang anak tahu apa itu keajaiban natal. ia pun menulis

natal bukan hanya soal kasih, semangat, kegembiraan, atau keikhlasan. lebih dari pada itu natal mau ajarkan kita apa itu pengharapan.

Yesus lahir untuk memperbaharui apa yang telah ada. mungkin hubunganmu, kariermu, sekolahmu, keluargamu, bahkan hidupmu hancur dan untuk itulah Ia datang. bukan untuk memperbaikinya, namun untuk merancangnya kembali.

dan kata kunci dari itu semua bukanlah semangat, bahagia, ikhlas, atau kasih sebab itu adalah hasil dari keajaiban natal. natal mengajarkan kita untuk PERCAYA dan BERHARAP

sang ayah tersenyum puas melihat tulisan sang anak dan berkata 'ia telah mengerti.'

dan si anak? ia sadar hubungannya mungkin tak sebaik dulu, namun ia yakin ada rancangan yang lebih baik.

Selasa, 21 Desember 2010

Telunjuk vs Ibu Jari


ya, sebuah status di salah satu situs pertemanan membuat saya mendapat insight (pencerahan) mengenai tulisan ini. setelah membaca status itu, saya membayangkan dua perilaku yang biasa kita lakukan sehari-hari menggunakan dua jari kita, ibu jari dan telunjuk. saya mencoba merenung lebih dalam dan saya ingin berbagi dengan teman-teman.

pertama saya membayangkan orang yang menggunakan jari telunjuknya. hal pertama yang saya bayangkan adalah seorang atasan yang otoriter. dia dengan mudah mengacungkan jarinya. terbayang jelas dalam lamunan saya seorang yang dengan kejam menunjuk orang dan membeberkan kesalahannya. membuat orang yang ia tunjuk dengan telunjuknya menjadi malu bercampur takut dan geram dalam hati. dalam bayangan saya orang ini menjadi ditakuti orang disekitarnya.

kemudian tampak jelas dalam bayangan saya orang yang menggunakan ibu jarinya. seorang atasan yang lebi demokratis tergambar dalam benak saya. dia tahu anak buahnya melakukan kesalahan, namun ia tidak menyalahkan anak buahnya itu. ia berkata "kerja yang baik (sambil mengangkat ibu jari), namun kamu bisa lebih baik dan memperbaiki beberapa hal." suasana disana lebih "ayem" menurut imajinasi saya. orang ini menjadi disegani oleh orang disekitarnya.

yang saya mau bagikan kali ini adalah filosofi kecil dari hal kecil yang biasa kita kerjakan. saya mempelajari sebagian kecil materi psikologi sehingga saya mengerti betul pentingnya penghargaan terhadap individu dan pentingnya penguatan. sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mencari dan menikmati kenyamanan, seseorang akan bekerja baik apabila berada dalam mood yang baik, dan bagaimana punishment berpengaruh kuat pada kinerja seseorang (mungkin masih terlalu dangkal ya..)

ya, benar. manusia cenderung suka kenyamanan. kita suka apabila di-ada-kan (dianggap ada), maka dari itu menurut saya dsari hal-hal kecil yang kita lakukan kita bisa mulai untuk menghormati orang lain, memanusiakan mereka sebagaimana adanya mereka. dari sini saya mengerti mengapa ibu jari menang melawan telunjuk(sementara hilangkan unsur kelingking). alasannya bukan karena ibu jari lebih besar, tapi sesuai insight yang saya dapat lebih karena "sikap mulia" yang dimilikinya.

yah, sebagian besar dari tulisan ini mungkin hanya bualan karena bagaimanapun ini adalah hasil dari imajinasi saya, namun sebelum tulisan singkat ini saya akhiri, ada satu pesan penting yang ingin saya bagikan "mudah untuk ditakuti oleh orang banyak, namun tak semudah itu untuk dihormati orang disekitarmu" bagaimana caranya agar saya dihormati orang lain? orang dulu bilang hormati orang lain sebagaimana kamu hormati dirimu, dan saya mau bilang manusiakan mereka, dan kamu akan diberi tempat tertinggi di hati mereka.

Senin, 29 November 2010

Jadilah Bernilai Bukan Ber-Nilai


Judul yang agak aneh jika diucapkan dengan bahasa Indonesia, namun maksud saya adalah ketika kalimat ini diucapkan dengan bahasa inggris. Kira-kira yang saya maksud adalah be valuable not score-able. Ya jadilah bernilai (valuable) bukan bernilai (score-able). Dalam kata score-able saya member tanda “-“ karena saya mencari di kamus manapun tidak ada kata scoreable. Benar, tidak ada atau lebih tepatnya belum ada kata atau istilah scoreable (siapa tahu setelah ditulis di blog ini jadi ada istilah scoreable), namun kita sering melakukan tindakan itu lebih sering dari yang kita sadari. Melakukan hal yang tidak ada dalam dunia nyata sama dengan sia-sia bukan.

Apa maksud saya melakukannya? Bukan hanya anda, saya-pun melakukannya. Tindakan ber-nilai (score-able) lebih sering kita lakukan daripada bernilai (valuable). Saya menonton kembali film “3 idiots” dan akhirnya saya menemukan pesan yang sangat luar biasa yang ingin disampaikan lewat film itu, jadilah bernilai. Bernilai yang valuable bukan yang score-able.

Mungkin anda bingung dengan maksud saya mengenai value dan score, maka sekarang kita akan coba gali satu per satu. Kedua kata dalam bahasa inggris tersebut memiliki arti yang sama “NILAI”. Perbedaan diantara kata yang merujuk arti nilai ini adalah (inilah kenapa saya suka beberapa kata dalam bahasa inggris, sangat filosofis) dalam penggunaannya.

Pertama score (siap-siaplah tersentil) inilah yang biasa kita (saya dan anda) kejar dalam hidup. Score disini adalah nilai yang nampak. “yah, saya tidak lagi sekolah jadi saya tidak lagi mengejar score.” Pertanyaan saya berapa banyak anda mengejar kekayaan daripada kebahagiaan? Berapa lama anda mengejar popularitas di banding sosialisasi? Lihat? Siapapun kita tetap mengejar score. Saya berada di bangku kuliah sekarang dan yang namanya indeks prestasi, sertifikat, posisi, apapun itu jadi “tujuan utama” beberapa di antara kami dan percaya atau tidak itulah realitas yang ada.

Sementara value adalah nilai yang cenderung tidak nampak, berada di dalam diri tiap manusia dan sifatnya cenderung kekal. Tiap manusia memiliki value dalam dirinya. Value bias berasala dari mana saja pengajaran, informasi, pengalaman, apapun. Ketika kita datang ke kampus, hidup di masyarakat, atau bercengkrama dengan keluarga aka ada nilai yang kita dapat. Nilai (value) di sini bukan seberapa baiknya rankingmu ketika berada di satu jenjang pendidikan, namun lebih ke bagaimana pribadimu setelah menerima suatu pendidikan.

Kembali ke paragraf pertama. Ya, saya sarankan anda menonton film “3 idiots” (jarang-jarang saya menyarankan nonton film india). Karena percaya atau tidak saat ini kita terkungkum dalam persaingan mencari nilai (score) bukan untuk mendapat nilai (value). Inilah kenapa lulusan S1 kita cerdas secara akademik namun tidak peka terhadap realita di lapangan. Kita sudah terdoktrin untuk kuliah 4 tahun, IP minimal 3,5; cum-laude, mendapat pekerjaan yang luar biasa, mengumpulkan uang. Bukan berarti itu impian yang buruk, namun kita tetap bias memiliki nilai (score) tanpa melupakan unsure nilai (value). Pertanyaannya maukah kita melakukannya?

Seorang teman pernah mengatakan hasil akhir tidak penting, namun bagaimana prosesnya. Kalimat ini (makasih mas komenk) sebenarnya mau mengatakan hal yang sama percuma kamu mengejar score (10 tahun lagi, ilmu yang anda punya udah kadaluarsa), kejarlah value. Kenapa? Value yang anda miliki membuat anda menjadi berkarakter. Mungkin score yang anda miliki tidak terlalu tinggi, tidak apa-apa karena justru dengan value-lah anda diterima bekerja (lihat film itu dan perhatikan scene kedua teman tokoh utama mendapat pekerjaan).

Ini bukan salah pemerintah yang memaksakan system pendidikan. Bukan juga salah kita yang terdoktrin untuk itu. Ini bukan salah dekan atau dosen. Keadaan ini memang ada dan sudah demikian adanya. Ayah saya pernah berkata “jangan menyalahkan keadaan karena percuma, ga aka nada yang berubah kalo Cuma nyalahin keadaan”. Intinya, berbuatlah sesuatu. Akhirnya pesan terakhir dari tulisan ini, kejarlah nilai (value) bukan nilai (score) dan jadilah bernilai (valuable) bukan ber-nilai (score-able).

Kamis, 04 November 2010

Dua Jenis Orang

beberapa hari sebelumnya ada seseorang tanpa identitas mengirimkan sms pada saya. intinya orang ini bertanya bagaimana caranya melupakan orang yang membuat kita patah hati, terlebih ketika kita masih sayang pada dirinya? bukan jawaban saya yang menjadi penting, sebab 1000x orang bertanya caranya, saya hanya akan menjawab, "belajarlah untuk merelakan." tidak akan ada jawaban lain yang akan saya berikan.

yang menjadi menarik adalah ketika akhirnya saya berpikir dan merenung dari hal itu. dari pengalaman si mr/ms X saya menyimpulkan dua jenis orang di dunia ini. menurut saya hanya ada dua jenis kategori orang bodoh dalam hal cinta. yah, mungkin yang akan saya bahas kali ini kurang mendalam, mungkin nanti kita bisa menambahkannya.

tipe pertama adalah mereka yang menunggu cinta. yang mereka lakukan adalah berharap akan cinta. mungkin mereka sadar cinta yang mereka tunggu tidak pernah akan mereka dapatkan, namun dengan bodohnya mereka menunggu. mereka percaya akan kekuatan cinta dan hasil dari keteguhan akan penantian. mereka tidak menyerak atau mungkin lebih tepatnya terlalu bodoh untuk mengerti bahwa terkadang ci nta tak harus memiliki, bahwa cinta adalah hubungan timbal balik dua manusia dan cinta bukan hanya soal memberi namun juga menerima.

bila kamu membaca paragraf diatas dan merasa tersentil maka hemat saya, sadarilah bahwa cinta tidak sesempit ruang di rongga kepalamu. cinta bukan hanya soal setia. cinta juga bagaimana kita diterima dan dihargai. ribuan tahun kau coba menunggu tanpa kepastian, yakin lah yang didapat hanyalah kesia-siaan.

"menunggu kan bukti kesetiaan." ya, itu benar. tidak ada yang salah dari menunggu, yang salah adalah ketika kau hanya menunggu dan tidak pernah mendapat kepastian. tunggulah dia yang kau sayang, namun carilah kepastian darinya. dan ketika dia bilang "aku ga bisa" atau "ini tidak mungkin" maka buanglah kesempatan itu. bukan berarti merelakan kesempatan sesuatu yang mudah, namun pilihan itu bisa jadi lebih bijaksana. ketika kau merelakan ia yang selama ini kau tunggu ingatlah kata-kata ini "mungkin ia bangga telah mencampakkan mu, namun ia akan menyesal dan ketika ia menyesal nanti kau sudah mendapat cinta sejatimu dan ia akan kecewa lebih dari yang kau rasa" sebab seseorang tidak akan tahu apa yang ia punya sampai ia kehilangan sesuatu.

orang tipe kedua adalah mereka yang mencari cinta tanpa henti, berkelana dan dengan sombong berkata "sebelum aku bertemu dengan orang yang seperti "X" aku tidak akan berhenti". orang tipe kedua ini akan merasa sangat populer dan pasti mencampakan orang yang mencoba tulus mencintainya, bukan karena orang yang datang padanya tidak layak untuk dicintai, namun karena orang tipe ke dua merasa layak mendapat lebih.

jika kau baca paragraf diatas dan merasa cocok dengan dirimu, maka sadarilah hal ini; cinta kadang bukan mencari pribadi yang tepat, cinta adalah bagaimana menjadi pribadi yang tepat. sejauh kau mencari, sejauh itu juga kau akan tersesat dan tidak pernah menemukan. cobalah buka mata, kadang tak perlu berlari mengerjar apa yang dinamakan cinta, sebab cinta terkadang ada disekitarmu. hanya saja kadang kau tidak pernah mau menerimanya dan membuangnya dari hidupmu.

"aku pantas dapatkan yang terbaik" itu benar, namun ketahuilah tidak ada manusia yang ada dalam idemu. buatlah kriteria tentang ia yang pantas jadi kekasihmu dan coba cari. saya berani bertaruh 1000 orang yang kau temui tidak ada satupun yang bakal cocok dengan kriteriamu 100%. atau jika secara kebetulan kau bertemu orangnya, mungkin hanya masalah waktu sampai kau merasa bosan dan akhirnya kecewa pada pilihanmu. jika selama ini kau mencampakan mereka yang mendekatimu dan tidak pernah untuk sekali saja memberikan mereka kesempatan maka ingat kata-kata ini "kita tidak akan pernah bisa mendapat semua hal yang kita cintai, maka cintailah apa yang telah kita miliki". cobalah beri kesempatan bagi mereka yang coba dekati dirimu, dan ketika mereka bukan kriteriamu cukup katakan "maaf, belum saatnya". kadang mereka bukannya tidak cocok denganmu, namun kesempatan kadang tidak diberikan pada mereka.

intinya adalah, mencintai bukan hanya sekedar menunggu dengan bodoh atau mencari tanpa perhitungan. mencintai adalah menggabungkan antara hati dan otak. gunakan perasaanmu untuk membuat cinta bersemi, namun jangan lupa pakai logikamu agar cintamu tidak menjadi cinta yang bodoh. mungkin tulisan ini tidak memiliki makna yang jelas, namun bisa jadi kau mempelajari sesuatu darinya. akhirnya, tiap orang pantas mendapat cinta, maka cintailah orang yang pantas mendapatkannya. tak perlu lama mencari atau menunggu hanya sadari bahwa ada mereka yang pantas untukmu.

Sabtu, 11 September 2010

Pikirkan Lagi

belakangan ini saya agak tersentil, sebabnya bukan karena nilai yang hancur atau tindakan yang menyalahi aturan, tapi tentang memaknai cinta. menurut saya (mungkin karena ada jiwa melan), cinta itu harus didefinisikan dan saya bangga atas definisi saya seakan saya adalah ahli dalam hal ini. nyatanya?

percaya atau tidak, saya harus mengakui bahwa selama ini saya bukan ahli, tapi sok ahli. mendefinisikan cinta, mengekspresikan, dan mempublikasikannya tidak lebih dari cara saya menutupi that I was the real looser dan mencoba mendapat perhatian. celakanya!

saya tenggelam dalam hal itu dan tak pernah sadar. menjadi 'dewa cinta' adalah zona nyaman saya yang justru membuat kualitas saya sebagai pria 'multitalent' (bukan narsis, namun itu adanya) berkurang. ibaratnya saya seperti orang yang mengenal hal itu sampai mengakar, nyatanya bahkan kulit luar dari benda yang bernama cinta pun belum saya kenal. lantas?

seorang teman berkata bahwa saya dan definisi seputar cinta tak ubahnya gelas yang penuh dengan air. otak saya menjadi 'bebal' dan sulit menerima masukan sebab sudah fully loaded. teman saya menyarankan kosongkan gelasmu sehingga 'air' yang lebih bermutu dapat menempatinya. yep, mungkin itu yang membuat saya terlihat bodoh, ketika saya tak ubahnya tong kosong bersuara nyaring ketika ditanya soal cinta. jadi?

resolusi dan follow up ke depan, saya akan berusaha menjauh dari paradigma saya selama ini. kemudian mencoba mengisi hidup saya dengan hal yang lebih penting daripada cinta (love is important, but there's something urgent than love). dan cinta, satu hal yang saya kejar dulu (mungkin karena iri dan ingin membuktikan saya juga bisa) biarlah berjalan dengan apa adanya. saya diam bukan berarti tidak berbuat apa-apa to? lantas?

ya, tidak ada kata lain yang lebih tepat untuk mengakhiri curhatan saya ini dengan kata maaf. tapi jika satu kali sahabat dari 'you know who' sempat baca note ga jelas ini sampe kelar, satu pesen saya buat dia, 'gw minta maaf dan mulai detik ini gw mau komit buat ngerelain lu. terima kasih buat semuanya.'

pesen saya, belajarlah dari realita. do not expect more if you didn't have good competence. jadi 'orang' dulu barulah kita bicara soal cinta. kita masih muda, manfaatkan itu dengan hal positif not only talk about love. saya pribadi ngerasa masih 'kere' entah pengalaman, kepandaian, dan kemapanan. jadi, mau nonjolin apa? wajah yang bakal jadi tua kah? pikirin lagi.

semoga bisa jadi pelajaran

Jumat, 03 September 2010

saya dan Tuhan


sebenarnya halaman ini sudah saya persiapkan sejak lama, namun baru sekarang sempat untuk menyelesaikannya. sekali lagi saya belajar dari apa yang terjadi saat ini. dari keprihatinan saya mengenai hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Plural adalah kata yang mudah sekali diucapkan dan dijadikan tema suatu pembicaraan, namun pada akhirnya plural hanya menjadi kata kosong tak bermakna sebab kita tidak pernah mencoba mencari dan memahami maksud plural itu sendiri.

entah ini anugerah atau musibah. negara kita menjadi negara yang memiliki beragam budaya, bahasa, suku bangsa, dan agama. tidak ada yang salah dari tiap hal yang saya sebutkan tadi, hanya banyak dari kita justru terkotak-kotak karena menjunjung tinggi salah satu dari banyak hal yang saya sebutkan tadi.

sebelum pembicaraan makin meluas, maka ijinkan saya untuk membatasi pembicaraan pada masalah ke-Tuhan-an. hari ini saya mendapat satu statemen yang menegasi statemen sebelumnya. pernyataan tersebut "hanya ada 1 agama yang menuju pada Tuhan, sementara yang lainnya tidak." pernyataan yang saya dapatkan jauh sebelum saya mendengar ini adalah "agama adalah jalan untuk sampai pada Tuhan (yang sama)."

sebelum masuk lebih jauh saya harus katakan bahwa saya tidak akan mencari yang mana yang salah dan yang mana yang benar. saya tidak akan menuding agama mana yang menghina agama mana. saya hanya ingin mengungkapkan pandangan saya dan saya mempersilakan pada siapa saja yang ingin sharing dengan saya masalah postingan saya kali ini untuk memberi komentar.

baik, kembali kepada statemen. saya lantas mengerti mengapa seorang dari teman saya bangga menyatakan diri sebagai seorang atheis. alasannya simpel, sebab agama justru membuat segala sesuatu menjadi lebih buruk dan agama memberi batas ruang dan waktu bagi tiap individu. ya, kali ini ada benarnya ucapan teman saya ini.

agama sekali lagi menjadi tembok penghalang bagi saya dengan teman saya, saya dengan atasan saya, bahkan saya dengan orang yang saya sayang sekalipun. lantas tidak heran kalau banyak orang di luaran sana bertanya tentang siapa Tuhan. sebab ada Tuhan lah ada agama, dan karena agama lah ada batas. pada akhirnya banyak orang yang lebih memilih menghilangkan konsep Tuhan dari dirinya dengan harapan dunia akan jadi tempat lebih baik (namun apakah begitu?).

agama, apapun itu sudah tidak lagi menilik konsep dasarnya. agama seharusnya menjadi penuntun manusia untuk menyelesaikan masalahnya sekarang menjadi alat hukum yang bahkan lebih kejam dari undang-undang untuk menyalahkan manusia. mau bukti? berapa kali anda dan agama anda dikecam agama lain? atau berapa banyak waktu yang anda habiskan hanya untuk mencari pembenaran agama anda? atau berapa kali anda mengatakan orang beragama lain akan masuk neraka? berapa kali anda menghakimi orang atas nama Tuhan? akhirnya agama justru memecah belah saya, kamu, kita, dan kalian.

saya percaya pada Yesus, namun saya mencoba untuk tidak membedakan orang berdasarkan siapa atau apa yang ia percaya. menurut yang saya tangkap dalam kepercayaan saya, ada dua hal yang paling utama di dunia ini. pertama adalah mengasihi Dia yang kau sebut Tuhan dengan cara dan nama apapun, dan yang kedua adalah mengasihi sesama mu manusia (inilah konsep dari salib - vertikal pada Tuhan dan horisontal untuk sesama manusia).

dari ajaran itu saya tidak mendapat konsep agama. memang benar pada akhirnya agama adalah sarana bagi kita untuk menyembah Dia, tapi apakah selamanya begitu? dalam perumpamaan lain dikisahkan orang yang mengasihi sesamanya bukan orang yang beragama, tapi seorang yang tidak mengenal Tuhan (sekali lagi perumpamaan yang menginspirasi ini keluar di postingan saya). kenapa begitu? sebab bukan imanmu semata yang menyelamatkanmu tetapi juga apa yang kau perbuat bagi sesamamu manusia.

"jadi apakah lebih baik saya tidak beragama namun berbuat baik?" saya pikir semua tidak harus ditelan mentah-mentah. kita harus memikirkan segala sesuatunya benar-benar sebelum menentukan.

yang akan saya sharingkan saat ini adalah pandangan saya. bahwa urusan beragama atau tidak itu adalah urusan saya pribadi dengan Pencipta saya, bukan urusan orang di sekitar saya. ketika saya memeluk agama A, saya bisa bilang agama Z berisi pendosa karena beribu alasan, tapi apakah alasan itu didapat karena Tuhan mengatakannya secara langsung dan ada bukti autentik seperti saat musa menunjukkan hukum taurat?

jika jawabannya, itu menurut tafsir atau itu menurut pandangan kami. maka menurut saya akan lebih bijak jika kita menilik lagi, kalau-kalau itu cara kita untuk menghambat orang lain yang akan beribadah dengan caranya. "lantas kita membiarkan dia jatuh dalam dosa?" dosa atau tidak bukan manusia yang menentukan tapi Tuhan. adalah benar kita mengingatkan, namun bukan hak kita menghakimi sebab ada tertulis penghakiman adalah bagian Tuhan.

kembali ke konsep dosa, apa bedanya saya dengan pembunuh jika saya mau seorang pembunuh mati di tangan saya? saya tidak ubahnya seorang pembunuh yang berkata "aku membunuh demi kebenaran." dosakah? mungkin tidak bagi kita, namun bagi Tuhan?

mengapa di negara kita yang katanya kaya ini masih terjadi banyak krisis multidimensi? ya sebab masalah personal masih kita bawa ke forum. dan dalam forum masalah personal melibatkan banyak pihak. jadi hemat saya, bagaimana saya menyembah Tuhan adalah urusan saya pribadi dengan-Nya, jika anda terlalu sibuk memikirkan urusan saya dengan Tuhan, pikirkan lagi apakah urusan anda dengan Dia sudah baik?

kemudian, masalah kepada sesama, ada istilah reli-gare dan reli-gere. keduanya merujuk pada hubungan manusia kepada Tuhan. dari istilah itu, disimpulkan bahwa ketika hubungan manusia dengan Tuhan baik, maka hubungan manusia dengan sesamanya juga pasti baik, maka sekarang kita coba refleksikan baik-baik apakah selama ini saya berbuat baik dengan sesama saya atau sebaliknya? kemudian kita cek lagi apakah saya sudah berhubungan baik dengan Tuhan atas perilaku saya?

Tuhan tidak pernah membatasi manusia dengan konteks agama. manusialah yang membatasi dirinya dengan menciptakan tembok baru bernama agama. tulisan ini tidak bertujuan untuk mengatakan bahwa agama itu hal yang buruk, namun lebih ingin mengajak agar kita yang ngakunya punya Tuhan dan beragama, merenungkan semua dan melihat jauh ke dalam, jangan hanya tahu kulitnya lalu menyerang orang lainnya.

agama berarti keadaan dimana tidak ada kekacauan, apakah itu sudah anda alami? renungkanlah.

Minggu, 30 Mei 2010

Love is not beautiful

yes, love is not beautiful and will not become beautiful. cinta hanyalah sebuah kata singkat dan tidak ada alasan sama sekali untuk menyebutkan cinta itu indah. cinta bukan suatu keindahan. cinta adalah anugerah. cinta adalah proses. cinta adalah pelajaran dan didalamnya tidak ada yang indah.

apa yang membuat banyak orang terjebak dalam cinta adalah karena mereka menilai cinta hanya sebatas permainan antara dua manusia yang berakhir ketika cinta telah hilang. padahal cinta lebih dalam dari itu. cinta bukan karya seni yang pantas dikagumi. bagaimana kita menjaganya itulah seni dari menjalin cinta.

pendewasaan dan pelajaran adalah anugerah terbesar yang kita dapat dari cinta. mengenal dan mengerti adalah hal luarbiasa yang hanya bisa jika ada cinta dalam hatimu. siapa bilang proses itu menyenangkan? siapa bilang proses itu indah? bahkan hal yang paling menyakitkan akan kau temui ketika kau mencoba bermain dengan cinta.

ya, itulah cinta. pertanyaan yang hanya dapat dijawab oleh dirimu sendiri akankah semuanya itu tidak kau alami hanya karerna kau mengerti bawasannya cinta tidak indah? percayalah hanya ada kerugian dan penyesalan ketika proses itu tidak kau alami.

kau mungkin bertanya "apa yang ku dapat dari cinta jika hanya patah hati dan sakit yang aku dapat?" ya, justru disitulah kau akan sadar, kau mempunyai banyak bahkan terlampau banyak cinta hingga sekalipun kau terjatuh, sakit, dan perih kau masih tegar dalam tangismu dan cinta yang membuatmu mengerti semuanya baik-baik saja.

bagaimanapun juga tidak ada yang indah dari cinta. namun hadiah luarbiasa dibaliknya adalah hal yang menjadikannya berharga. ada keyakinan dan pengharapan yang akan selalu menyertai cinta dan akan selalu begitu.

bahkan pujangga ternama berkata "ikutilah cinta sekalipun pedang dibalik sayapnya menghunusmu." sakit memang, namun cinta membuat kita tetap berdiri sampai sekarang. cinta membuat kita ada disini. cinta membuat kita bertemu banyak orang.

jika hidupmu berjalan tanpa cinta, lantas dimana damai itu kau temukan? love is not beautiful, but love make everythings better. percayalah...

Minggu, 09 Mei 2010

Iman bagian I

Iman percaya. sesuatu yang abstrak dan sulit digambarkan, namun jika kita mau jeli melihat, kita bisa mengumpamkannya dengan banyak hal di sekitar kita. dengan hal-hal yang tidak pernah kita batangkan sebelumnya.

iman percaya, bisa kita umpamakan seperti sebutir telur. ia sederhana, hanya benda berwarna cokelat muda berbentuk lonjong. seperti telur, terkadang bisa dikatakan biasa saja. tak ada yang hebat darinya untuk di banggakan.

seperti telur, kulit luarnya rapuh dan mudah pecah akibat benturan. coba lihat isinya, yang kita temukan hanya cairan bening berbau berbau amis dan kuning telur di tengahnya. kerapuhannya membuat kita sulit untuk mejaganya.

lantas mengapa dia begitu spesial? bukankah tanpanya kita akan baik-baik saja? ya, mungkin saja benar pendapat itu, tapi pernahkah terpikir oleh kita apa yang terjadi setelah seekor induk ayam bersusah payah menjaga dan menghangatkan sebutir telur biasa yang rapuh, biasa saja, dan hanya berisi cairan amis? muncul keajaiban yang biasa kita sebut kehidupan baru.

itulah iman. sekilas iman itu biasa saja, tapi jika kita mau terus menjaga iman percaya kita pada Tuhan, yang terjadi adalah muncul kehidupan. ada janji-Nya yang akan digenapi dalam hidup kita. ada rancangan luar biasa yang menanti.

masalahnya cukup sabar dan tangguhkah kita menjaga iman kita dan tidak berniat menukarnya dengan apapun? beranikah kita untuk berkata ya, Tuhan aku mau setia? jawabannya ada pada masing-masing pribadi kita. jagalah iman mu jangan biarkan ia goyah. Gbu

dari share bersama gideon kristi dengan sedikit tambahan.

Jumat, 07 Mei 2010

Tribute To Our Best Friend

rasanya baru saja kemarin saya mengenal sosoknya. rasanya baru saja kemarin saya, mas ardian dan dia bercanda di angkringan. semua begitu cepat. bahkan hari ini saya masih belum bisa percaya teman satu kost, kakak angkatan, saudara, sahabat atau apalah sebutannya telah berpulang ke rumah Bapa kemarin, tanggal 6 mei 2010.

aura sedih mungkin tidak kami tunjukkan diantara kami, namun dari obrolan dan apa yang dilakukan hari ini, saya tahu bahwa sosoknya begitu mengena. bukan hanya teman-teman yang telah lama tinggal satu kost, bahkan bagi saya seorang yang baru saja setahun kurang berada di kost. ada hal yang saya rasa akan hilang. orang yang akan memainkan gitar di depan komputer, orang yang akan bercanda dengan tawanya yang khas.

hari ini sekali lagi saya belajar bahwa hidup ini berharga. bahwa hidup ini hanya sekali. yang terpenting bukan apa yang kita lakukan untuk kita. hari ini sekali lagi saya belajar, bahwa hidup ini akan berarti bukan ketika kita puas pada diri kita, namun ketika banyak orang yang mengenal sosok kita dengan baik. saya mulai merenung, apa yang akan orang banyak katakan saat nanti saya berpulang? apakah saya akan di cap sebagai penjahat atau di hormati seperti seorang saudara?

kedua, kita tak akan pernah tau waktunya, makan dari itu isilah hidup kita dengan kebaikan. dengan kesan mulia, sehingga suatu hari ketika waktunya tiba akan ada banyak pribadi yang merindukan kita. akan ada banyak orang yang mengerti betapa baiknya kita dan itu akan meutupi apa yang kurang dari kita.

tak banyak yang dapat saya sampaikan, selamat jalan sahabat, saudara, teman, kakak, apapun kita boleh menyebutnya. tawamu akan kami rindukan. selamat jalan mas septian. akhirnya hanya sebaris doa dan penghormatan terakhir yang bisa saya berikan.

Senin, 03 Mei 2010

belajar dari patah hati

pengalaman yang sangat pahit yang membuat saya jatuh di titik dasar terjadi pada akhir bulan juli 2009. banyak pergumulan dan pertentangan yang terjadi dalam hidup saya. mulai dari kenapa Ia memberikan cobaan ini pada saya sampai apakah benar tidak ada seseorang yang pantas untuk saya? jujur hati saya hancur dan pahit sekali rasanya, akhirnya ini berimbas pada menurunnya kualitas hidup dan rohani saya.

saya mempertanyakan banyak hal sampai saya tidak menyadari saya telah larut dalam patah hati yang teramat sangat dan saya harus bilang, perasaan itu perasaan yang saya benci namun saya suka berada dalamnya. ya, apa tujuan Tuhan mempertemukan saya dengan dia apabila saya yakin Tuhan sudah tahu kami akan berpisah dan perpisahan itu amat menyakitkan bagi saya.

saya remuk saya hancur dan menurut saya semua orang mentertawakan saya. tak peduli seberapa besar perhatian dan dukungan mereka pada saya, yang saya tahu hanya satu, mereka tertawa melihat saya jatuh dan apa yang mereka katakan tidak lebih dari pemanis bibir dan dukungan palsu (ya, ini adalah efek dari patah hati). lebih lanjut, dalam hidup saya mentertawai diri saya sendiri padahal saya melakukannya agar semua orang tidak tahu saya menangis, marah, kecewa, dan merasa semuanya itu omong kosong belaka.

saya merasa dunia ini mempermainkan saya dan hati saya? akan ada luka yang sangat dalam sampai saya yakin bahwa luka itu tidak akan pernah sembuh. benar, saya yakin akan ada dan selalu akan ada luka yang membekas perih dalam hidup saya dan percayalah pada saya rasanya bahkan lebih parah daripada jatuh dari gedung lantai 50. ahahahahahahahahaha....

ternyata, selama ini saya salah. Tuhan, Ia begitu baik. ya, akhirnya saya dapat berterima kasih untuk patah hati yang sangat menyakitkan itu. karena patah hati, saya bertemu dengan seseorang. mungkin bagi banyak orang tidak ada yang luar biasa dari dirinya, namun bagi saya ada yang berbeda darinya. ya, dia mau menyusun kembali keping yang telah hancur itu dan ia memberikan kepada saya harapan lagi.

mungkin akan terlihat seperti anak perempuan jika saya bilang harapan saya hidup lagi, namun itu yang saya rasakan. perlahat tapi pasti saya bisa memaafkan keadaan, sesuatu yang selama ini saya sesali dan saya ratapi. sedikit demi sedikit saya tidak lagi memperdulikan hal menyakitkan apa yang telah banyak orang berikan pada saya.

saya menemuakan dan merasakan bahwa hidup ini lebih baik tanpa ratap dan sesal dan saya menemukan jawaban itu setelah saya bertemu dia. saya berterima kasih pada Tuhan atas itu dan saya pahami satu hal bahwa komitmen adalah sesuatu yang harus dijunjung tinggi, bukan hanya main-main. bukan untuk kandas ketika ada masalah besar terjadi.

patah hati adalah hal yang biasa, namun yang menjadikannya luar biasa adalah ketika kita mau belajar ada hal yang lebih penting dari meratap. ada sesorang disana yang mengobati kita. hanya saja siapa dan kapan itu yang tidak akan terjawab. banyak hal terjadi di belakang sana dan saya tahu, hal bodoh apa yang telah saya perbuat sehingga saya harus mendapat sakit yang teramat sangat. setidaknya saya tidak akan mencoba mengulanginya dan berusaha melakukan hal yang lebih bahkan terbaik dari saya.

dan saya hanya ingin mengudapkan sebuah pesan buat seseorang yang saya tak perlu saya sebut namanya. dimanapun kamu berada, saya berterimakasih untuk itu, untuk perih itu, bukan karena akhirnya saya membenci kamu, namun karena saya rasa itu memang jalan terbaik, dan terimakasih untuk waktu yang singkat itu. sakit memang tapi saya mencoba memaafkan semuanya. semoga jika satu hari kamu membaca ini ada perdamaian diantara kita sekalipun saya masih belum tahu apa yang menjadi kesalahan saya. akhirnya semoga Tuhan memberkati kamu. hehehehehehehe.....

terima kasih terbesar pada Dia sang pencipta yang telah mempertemukan saya dengan Monica Ardiana. banyak pandangan saya yang Kau ubahkan lewat dia. sekarang saya hanya mau menjalaninya dengan hati yang jujur. semuanya saya mau serahkan ke dalam tangan-Mu. ya, masa depan saya dan apa yang terjadi esok hari biar hanya Engkau yang merancangnya bagi saya... hehehehehehehe.....

dan buat banyak pihak yang merasa pernah terlibat dalam masalah saya dengan masa lalu saya, hanya ucapan maaf dan terima kasih untuk sakit hati, pengorbanan dan banyak hal lainnya. ya saya terlalu bodoh atau lebih tepatnya terlalu sakit untuk mau mengerti. banyak waktu yang terbuang untuk ucapkan terima kasih atau minimal ucapan maaf...

ya, hidup ini penuh misteri dan saya adalah bagian dalamnya. bukan saya yang mengontrol hari depan. akhirnya kunci dari semuanya adalah lakukan bagian kita dan sisanya serahkan pada Tuhan, sebab Ia tahu yang terbaik. ada benarnya bahwa rancangan kita terkadang bukan rerncana-Nya. nikmati hidup, itu yang Ia mau dan cinta? cinta hanya sebagian kecil bonus dari rasa syukur... hehehehehehe ^_^

Senin, 26 April 2010

Itu Pasti Sakit


hari ini adalah saat dimana kita anak-anak kelas 3 sma menerima hal yang paling menakutkan. hari ini kita sama-sama menerima hasil ujian negara. sebuah pembatas dimana kemampuan dan usaha kita selama tiga tahun hanya bergantung pada sebuah kertas jawaban, pensil 2b dan waktu 2 jam. tidak adil memang, tapi kita harus tetap menerimanya.

amplop itu dibuka dan ya, hanya ada dua jawaban dalamnya dan apa yang terjadi setelah membacanya selalu sama, tangisan dan ait mata. bedanya tangis gembira atau sedih. baik, kita abaikan mereka yang menangis gembira, sebab dalam tangisnya mereka akan bersyukur dan berkata ya, aku layak menerima ini. aku telah berusaha dan inilah hasil semuanya itu.

lantas, bagaimana dengan mereka yang harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal? mereka menempuh usaha dan meluangkan waktu yang sama. mereka menjalaninya dengan air mata dan cucuran keringat. hasilnya "anda TIDAK LULUS" apa itu adil bagi mereka? apa itu pantas buat mereka?

ketika kita berhasil kita akan berkata "sudahlah, ini bukan akhir segalanya." kita bisa berkata begitu karena kita memang berhasil. mudah bagi kita, tapi apakah demikian bagi mereka? tidak. jawabannya selalu tidak dan nyatanya sakit memang. kenyataan itu memang perih dan membekas bahkan lebih dalam dari luka fisik.

ketika kau tahu kenyataan itu pahit dan kau ingin menangis, menangislah. ketika kau ingin teriak dunia ini tak adil, teriaklah. ketika kau ingin mencaci semua orang, lakukan itu. tapi ingat, kau tetap harus bangkit. menangis, marah, mencaci, semua tak berguna dan tidak akan pernah berguna. kau harus tetap bangun dari mimpi burukmu dan hadapi hari.

itu pasti sakit, tapi bukan berarti kau tak dapat menyembuhkannya. bukan berarti itu menguasaimu. katakan pada dunia dan dirimu sendiri, kali ini kau jatuh. kali ini kau menangis dan kali ini kau kecewa, tapi kau akan bangkit, melawan keterpurukan dan kau akan berhasil. ketahuilah, kabar baiknya Tuhan mempersiapkan engkau dengan kemampuan melampaui batasan.

ketika kali ini kenyataan membatasi engkau, maka biarlah itu terjadi. namun bukan berarti kau harus terus jaruh, ada titik dimana kau harus bangun. jangan dengarkan mereka yang menyemangatimu, karena semua akan percuma ketika hatimu terluka. itu hanya akan menambah luka dihatimu. tapi bertekadlah untuk bangkit dengan kekuatanmu, maka kau akan sadar, mereka yang menyemangatimu adalah mereka yang sayang padamu

Senin, 19 April 2010

Ayah dan Motor Kesayangannya

seorang ayah memiliki barang yang amat dia sayangi. sebuah sepeda motor sport yang belum lama ini yang ia beli dengan hasil kerja kerasnya. ia sangat menjaga motor ini. tiap hari ia bersihkan motor ini dan ia jaga agar tidak ada goresan sedikitpun pada badan motor. ia mencintai motor itu lebih dari apapun sebab ada sesuatu yang akan ia lakukanterhadap motor itu.

sang anak, yang merasa sudah dewasa hari demi hari merengek pada ayahnya agar diijinkan mengendarai motor itu untuk sekali saja. tentu saja sang ayah yang sangat mencintai motornya tidak mengijinkannya. sampai suatu sore, sang anak memohon dengan sangat untuk diijinkan mengendarai motor tersebut sebab ia akan pergi bersama teman-temannya.

pada saat itu perasaan sang ayah berperang. di satu sisi ia tak mau motornya rusak, karena ia tahu anaknya bukanlah tipe anak yang terlalu berhati-hati, tapi di sisi lainnya ia tidak mau anaknya merasa malu karena anak seusianya seharusnya sudah mengendarai motor pribadi.

akhirnya, dengan sangat berat hati, sang ayah menyerahkan kunci dan surat-surat motor. sebuah pesan agar berhati-hati ia selipkan sambil menyerahkannya. ia tagu betapa anaknya bahagia, tapi ia juga khawatir jika motor kesayangannya lecet.

dua.. tiga... empat jam berlalu, namun sang anak belum kembali hingga telepon rumah berdering. sang ayah mengangkatnya dan suara yang ia dengar adalah permohonan maaf dari sang anak sambil menahan air matanya. ia tergelincir dan motor itu bukan hanya lecet, namun rusak ringan. sang ayah menarik nafas panjang dan berkata, "kamu bagaimana, nak?" sang anak bersikeras berkata aku ga apa-apa pah, tapi motor papa.. sang ayah berkata, "yang terpenting kamu ga apa-apa"

sesudah kejadian itu, sang anak merasa amat menyesal dan tidak pernah berani lagi meminjam motor ayahnya. hingga suatu sore, sang ayah memanggilnya dan berkata, "nak, sekarang ini waktu yang tepat. sekarang motor ini jadi milikmu. tapi jangan jatuh lagi. hehehehe..."
sang ayah ingin menghadiahkan motor itu pada anaknya, namun ia ingin memberikannya saat anaknya benar-benar siap. ia ingin sang anak sabar menanti, itulah mengapa ia tidak rela motor itu lecet atau cacat sebab ia ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya

ya, benar... begitupula Tuhan. karir, cinta, harta, masa depan kita adalah "motor" milik Tuhan yang selalu Ia rawat. Ia terus menjaganya sampai dengan sombongnya kita merasa kita bisa menjalankannya sendiri dan akhirnya memintanya agar kita bisa berkuasa penuh atas itu. ketika kita berjalan sendirian dan kita sadar kita jatuh dalam dosa, kita hanya bisa menangis dan memohon ampun atas itu. apakah Ia bisa marah? apakah Ia bisa berkata itulah mengapa Aku tidak menijinkanmu.. Dia bisa, namun Ia tidak melakukannya. Ia menghela nafas panjang dan memperbaiki semuanya. tidak sampai disana, Ia mengampuni kita bahkan sampai ke akar dosa kita. Ia ingin kita taat dan setia sampai pada akhirnya Ia memberikan pada kita apa yang seharusnya kita dapat.

Ia tahu ketika anda dan saya berjalan sendirian tanpa Dia, kita mungkin terjatuh. mungkin anda bertanya, lantas mengapa Ia membiarkannya? mungkin kita harus merenungkan kembali, berapa kali suara dalam hati kita berkata ikutlah Dia? mungkin kita harus mengecek lagi berapa kali kita berotak? Ia biarkan kita berjalan sendirian bukan untuk membiarkan kita jatuh, tapi agar kita dapat memilih hidup macam apa yang ingin kita jalani, Bapa menciptakan kita selayaknya manusia, bukan robot. Ia ingin kita belajar betapa Ia siap akan segala konsekuensi dan tetap setia menjaga kita. Ia ingin kita sadar betapa berharganya apa yang kita minta, namun tidak ada yang lebih berharga daripada diri kita sendiri.

ya, Tuhan cinta saya, anda dan kita semua. ada "motor" yang disimpan Tuhan bagi kita sampai kita benar-benar siap, namun nyatanya kita merengek untuk mendapatkannya sebelum waktunya dan merusak semua rencana-Nya. jadi, apakah anda masih berpikir Ia adalah Tuhan yang jahat? Ia sangat baik, bahkan Ia memperhitungkan semuanya. sobat, ada saat dimana kita menaruh harapan, tapi bukan memaksakan kehendak. lakukan apa yang jadi bagianmu dan Dia akan menyelesaikan apa yang jadi bagian-Nya.
Tuhan memberkati...

Minggu, 18 April 2010

Hingga Titik Jenuh

hari ini sebagian dari kita mungkin sedang "enjoy" dengan apa yang sedang kita lakukan. hobby, sekolah, pekerjaan, bahkan hubungan kita, seakan hidup kita lengkap dan kita tak butuh apa-apa. tapi pernahkah kita mencoba melihat jauh ke depan dimana disana ada kemungkinan bagi kita mengalami titik jenuh dan kebosanan.

"yah, yang terpenting sekarang kita jalani dulu. masalah nanti biar diurus nanti." jawaban yang bagi saya sangat tidak bijak. menurut saya banyak hal yang harus kita antisipasi sejak sebelum hal itu terjadi. tentu saja berserah itu penting, namun usaha yang kita lakukan juga tidak kalah penting.

banyak orang yang gagal menghadapi masa depannya karena mereka tidak pernah sadar akan adanya masa-masa jenuh atau mereka sebenarnya mengerti namun tidak mau tahu akan itu. ini akan mempengaruhi banyak hal jika kita tidak mengantisipasinya terlebih dahulu.

sebagai contoh, bayangkan ketika saat ini anda kuliah dan semester depan titik jenuh itu muncul, anda akan melarikan diri pada hal yang membuat anda "lebih enjoy" dan akhirnya kuliah terbengkalai. atau ketika saat ini anda sedang asyik-asyiknya menjalin hubungan dengan kekasihnya dan anda sengaja menutup mata akan titik jenuh, ketika masa itu datang akan ada kemungkinan anda putus dengan kekasih anda dengan alasan tidak cocok, padahal mungkin bukan tidak cocok, hanya saja anda sedang jenuh, dan ketika anda sadar dari kejanuhan, selamat... kekasih anda telah hilang.

lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindar dari masa jenuh?

bersiaplah...
semua tidak akan mungkin jika anda tidak mempersiapkan diri anda. jika anda tidak mau melakukannya jika anda tidak aware dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. jadi langkah pertama persiapkan diri anda, sadari masa itu "pasti" datang.

berencanalah...
ya, buatlah perencanaan yang jelas menganai apa yang akan anda kerjakan. usahakan apa yang anda rancang untuk anda kerjakan bukan hal yang monoton, sehingga mengurangi efek kejenuhan.

beralihlah...
benar jika dalam 7 hari anda hanya berkutat pada kuliah atau pekerjaan atau mungkin kekasih anda, mengapa anda tidak mencoba meluangkan sedikit waktu saja. alaihkan perhatian anda dari semua yang anda kerjakan sekarang. ini bukan berarti anda lari dari tanggung jawab, melainkan menyegarkan diri untuk berkutat kembali dengan itu.

berefleksilah...
ya, renungkan kembali apa yang telah anda lakukan sebelum menemui masa jenuh. cek poin yang telah anda kumpulkan dan periksa apa-apa saja yang kurang. siapa tahu anda akan menemukan kenapa anda merasa jenuh atau anda menemukan kembali alasan untuk semangat.

berserahlah...
akhirnya, semuanya harus dan semestinya kita gantungkan pada yang kuasa. jadi tips terakhir saya, serahkan hidup anda pada Tuhan. segalanya yang kita rancangkan terkadang bukan rencana yang Ia mau. jadi berserahlah, sebab tanpa Dia semuanya sia-sia.

ya, titik jenuh pasti ada, namun kita manusia diberi kemampuan untuk menghindarinya atau minimal memanipulasinya. pertanyaannya sekarang maukah kita melakukannya atau membiarkan hidup kita dipegaruhi rutinitas sehingga kejanuhan menjerat kita satu saat nanti?? ya hanya anda yang tahu jawabnya.

Jumat, 02 April 2010

kedewasaan iman

masalah ini selalu teringiang di kepala saya. apalagi kalau saya mengingat-ingat tentang kedewasaan iman yang menjadi tolak ukur kedekatan kita dengan Tuhan. yang menjadi dan selau menjadi pertanyaan saya apakah yang dimaksud dewasa secara iman, dan apakah semakin dewasa iman kita menjadi indikasi kedekatan kita dengan Tuhan?

saya mulai dari pengalaman saya. beberapa aliran kekristenan menganggap orang yang dewasa secara iman adalah orang yang mampu menggunakan bahasa roh, mampu "menjala" banyak jiwa, dan selalu memiliki semangat berkobar dalam memuji Tuhan (semoga saya salah). ini membuat mereka yang mampu berbuat begitu dengan mudah menghakimi temannya tidak dewasa secara rohani, namun apakah demikian?

ya, saya mau memberikan pandangan saya tentang dewasa secara rohani. menurut saya kedewasaan iman kita tidak serta merta ditunjukkan dengan berapa banyak jiwa yang kita kristenkan atau seberapa lihai kita dalam penggunaan bahasa roh. lebih dari itu, saya rasa kedewasaan rohani lebih merujuk pada hati yang mau melayani dan merendah. pada perbuatan real.

saya mau mengkritisi penggunaan bahasa roh dan ibadah yang berkobar-kobar. saya percaya akan bahasa roh dan saya setuju akan semangat dalam beribadah, namun lebih jauh saya ingin menanyakan, apakah jika anda berbahasa roh, anda benar-benar yakin itu bahasa roh, atau anda hanya ikut-ikutan orang di depan anda? pada saat anda meloncat, menangis, dan berteriak memuji Allah, apakah karena anda memiliki hati dan kerinduan untuk itu atau hanya sekedar hanya euforia belaka? ya, kita harus melihat lagi jauh ke dalam. itu kenapa saya terkadang bingung melihat orang yang berbahasa roh (maksudnya dia benar bisa atau hanya ikut-ikut).

sekarang mengenai menjaring manusia. ada firman pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku. ini menjadi patokan kita untuk berlomba-lomba menjala banyak jiwa ikut kekristenan, sampai kita lupa bahwa kristen adalah agama yang mengutamakan pengalaman perjumpaan dengan Allahs sendiri. adalah benar tahun-tahun ini adalah tahun tuaian, tapi jika mereka yang kita tuai belim punya hati dan pengalaman dengan Allah, iman mereka hanya seperti biji yang jatuh bukan di tanah subur. saya rasa yang harus kita lakukan untuk menjala banyak jiwa adalah dengan memberi pengalaman langsung pada mereka. memberi pelayanan menyeluruh. bukan dengan memaksa mereka ke gereja, mereka di baptis dan kita tinggalkan. menurut saya mereka tidak punya dasar yang cukup kenapa mereka harus ikut Yesus.

kembali lagi ke dewasa secara rohani atau dewasa iman. saya berpendapat orang yang dewasa secara rohani adalah mereka yang menjalani perintah Tuhan dengan sebaik-baiknya. perkara mereka "terjatuh", itu bukan masalah, sebab nyatanya daging kita ini lemah. ini bukan berarti saya membenarkan mereka yang kembali berdosa setelah mengaku percaya. yang ingin saya tekankan, jatuh dalam lumpur lagi tidak masalah asal kita mau mencoba bangkit, mandi dan berusaha tidak tergelincir lagi.

masih menurut saya, orang yang dewasa imannya bukan mereka yang "ngoyo" dalam pelayanan. bukan mereka yang merasa harus hidup selalu benar. menurut saya ketika kita "ngoyo" tapi tidak dibarengi dengan hati, saya khawatir motivasi kita salah. ketika kita menanggap semuanya itu dosa dan tidak boleh dilakukan, saya takut kita tidak dapat menikmati hidup (kakak rohani saya bilang Tuhan mau kita menikmati hidup seperti yang telah Ia gariskan). ya, saya pikir Ia tidak menuntut banyak kok. saya melihat orang-orang ekstrim yang menjauh dari hal-hal kedagingan merasa telah mendapat surga. hey, nyatanya ketika Ia mati di kayu salib surga itu menjadi hak kita. menurut saya cukup dengan kita mengusahakan dan berbuat yang terbaik, bukan berlaku apatis dengan semua hal.

ya, yang terpenting dari semua itu adalah hati. coba cek lagi perumpamaan tentang orang samaria yang menolong orang yahudi yang dirampok. saya melihat Tuhan mau bicara banyak. bukan hanya tentang sesamamu manusia, tapi lebih dari itu Tuhan mau menunjukkan bahwa ketaatanmu, pasion, keuletan, atau apapun itu saat beribadah tidak pernah menjamin ketika kau tidak berbuat banyak demi orang lain. Tuhan mau bilang, bahkan seorang kafir melakukan hal yang lebih terpuji.

jadi seberapa dewasa iman kita? masih kita berpatok pada banyaknya jumlah pelayanan, banyaknya jumlah jiwa yang dibawa (lalu ditinggalkan), pada bahasa roh "tingkat tinggi", pada semua itu kah? saya rasa patokan kita adalah seberapa besar hati kita terbuka untuk menerima karya penyelamatan-Nya.

Selasa, 30 Maret 2010

Bila Dia Bernyanyi

beberapa waktu yang lalu saya memainkan lagu krispatih dengan gitar saya. ketika saya menelaah lagi lirik yang saya nyanyikan, saya mulai berpikir. kita, manusia sangat mudah patah hati. sedikit saja terluka langsung menyanyi lagu serupa. saya lantas bertanya, apakah Tuhan menyanyikannya melihat kita yang berdosa ini atau bagaimana jika Ia menyanyikan lagu yang biasa kita nyanyikan? mungkin anda akan menilai orang yang nulis ini agak nyeleneh, tapi saya membagikan ini dengan maksud agar kita merenungkan semua yang telah kita perbuat selama kita ada di dunia.

lirik lagu yang saya maksud adalah lagu "bila rasaku rasamu" (semoga ga salah judul). kira-kira ini liriknya..
aku memang terlanjur mencintaimu..
sobat, sadarkah kita betapa Bapa amat mencintai kita? tak pernah memandang siapa kita kita terlanjur berharga bagi-Nya. kita adalah biji mata-Nya.

dan tak pernah ku sesali itu..
ketahui pula bahwa Ia tak pernah menyesal menjadikan kita di dunia. Ia rela lakukan apapun bagi kita bahkan mati bagi kita (hehe... bentar lagi paskah..).

seluruh jiwa telah ku serahkan..
seperti kata-kata saya di atas. bukan hanya jiwa dan raga, bahkan nyawa-Nya pun Ia berikan untuk tebus dosa-dosa kita.

menggenggam janji setiaku..
benar. Ia setia akan janji-Nya dan apa yang telah Ia gariskan pada kita akan digenapi-Nya, namun kita lupa akan itu.

ku mohon jangan jadikan semua ini..
bahkan ketika Tuhan meminta pada kita untuk tetep setia apa yang kita lakukan?

alasan kau menyakitiku..
kita jadikan kesetiaan, kasih dan pengorbanan Bapa sebagai pembenaran dan alasan kita melakukan tiap dosa dan kesalahan yang menyakitkan hati-Nya.

meskipun cintamu tak hanya untukku..
hey, Bapa sadar kita tak sempurna. Bapa tahu kadang kita menduakannya tapi bapa meminta kita untuk...

tapi cobalah sejenak mengerti..
ya, untuk sejenak saja mengerti apa yang Ia mau. sejenak saja mendengar apa yang Ia ingin sampaikan. pernahkah kita lakukan itu atau seberapa sering kita melakukannya?

bila rasaku ini rasamu..
coba sobat, bayangkan seandainya kita dikhianati. apa rasanya? sekarang ranungkan berapa kali Ia kita khianati demi kekasih, harta, kedudukan, dan hal duniawi lainnya?

sanggupkah engkau menahan sakitnya..
seandainya Tuhan kita jahat, Ia akan paksa kita menerima apa yang selama ini Ia pendam, namun Ia adalah Bapa yang baik yang mau mendengar anak-Nya sekalipun anak-Nya berdosa pada-Nya.

terkhianati cinta yang kau jaga..
rasakan bagaimana jika kita tersakiti? dikhianati? sakit bukan? itu yang sering terjadi. kita mengkhianati hati-Nya, namun Ia tetap baik pada kita.

coba bayangkan kembali..
sekali lagi bayangkan sobat... sekali lagi renungkan...

betapa hancurnya hati ini, kasih..
benar, seandainya Bapa kita perhitungan, Ia akan berkata "SAKIT anak-Ku, SAKIT.." namun Ia tidak pernah memperhitungkan semuanya itu. Ia memberi damai bagi tiap orang yang mencari hadir-Nya

semua telah terjadi..
benar, semuanya telah terjadi. Ia telah mati di kayu salib untuk hapus dosa kita. untuk tebus kesalahan kita. tidak ada lagi yang Ia perhitungkan.

sobat..
betapa baiknya Bapa kita. namun kita seringkali lupa akan itu. kita khianati cinta-Nya seakan kita tak butuh pada-Nya. ingat bagaimana kita memohon pada-Nya? tapi bagaimana cara kita membalasnya? kita menduakan Dia dan terfokus pada apa yang kita cari. lupakah kita Dia adalah sumber segalanya?

mungkin terlihat bercanda ketika sobat melihat prolog posting ini, namun itu tidak menjadi masalah jika kita mau kembali melihat ke dalam dan menyadari kita harus banyak membenahi diri.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (yoh 3:16)

Bapa sayang pada saya, anda, mereka, siapapun kita. jangan sia-siakan kematian-Nya di kayu salib.

selamat paskah, Tuhan selalu memberkati..



(thanks to Bapa atas inspirasi-Nya dan kerispatih atas lagunya)

Sebuah Pesan

tersebutlah seorang pemuda teramat mencintai kekasihnya, kasihnya begitu dalam hingga ia rela melakukan apapun demi kekasihnya. hubungan mereka berjalan begitu mesra, namun ternyata keadaan memaksa mereka untuk berpisah. sang pemuda tak rela, namun kekasihnya telah menentukan untuk berpisah, maka ia menerimanya. tanpa diketahui kekasihnya, sehari sebelum mereka berpisah sang pemuda menulis sebuah surat. pesan yang menjadi ungkapan hatinya. sebuah surat yang tak pernah tersampaikan bahkan hingga hari ini..

untukmu yang kucintai,
entah apakah saat kau baca pesan sudah ada jawaban atas masalah kita...
namun satu hal yang ku ingin kau tahu dan kau harus tahu...
selama apapun aku akan tetap menanti sebab aku yakin ada jawaban atas semua...
jika aku boleh bertanya...
apakah masih mungkin jika aku mohon jangan pernah berhenti mengasihiku...
ketahuilah apapun jawabmu...
aku akan terus sayang padamu dan tak akan ada yang dapat merubah itu...
terima kasih atas semua...
sekalipun kau tak berikan apapun padaku...
namun kau adalah alasanku tersenyum dan bahagia...
dan kasih mu padaku itu melebihi harta apapun di dunia...
aku tahu keadaanlah yang memaksa kita berpisah...
dan aku akan belajar memaafkan keadaan seperti ingin mu...
aku sangat mencintaimu...
dan aku yakin kau percaya akan itu...
oleh karenanya tetaplah tersenyum...
sebab itu yang buat aku bahagia...
dariku yang mencintaimu.

pemuda itu masih menanti, seperti janjinya dalam surat. sekalipun surat itu tak pernah terkirim. sekalipun hanya pemuda itu yang tahu surat itu. sekalipun surat itu tak pernah dibaca oleh seorang yang ia cintai, permata hati yang hilang dari mahkota jiwanya.

pemuda itu merasa bodoh. ia memendam perasaan dan menjalani kisahnya sendiri. ia merasa lakukan hal yang benar. ia tidak pernah dan tidak akan pernah tahu apa yang dirasakan kekasihnya. ia hanya akan merasa sendiri tanpa mengerti kenyataan bahwa ada seseorang di sana yang sedang menanti sama sepertinya menanti. menanti sang pemuda berkata "tetaplah di sisiku, keadaan tak dapat pisahkan kita!!"

sobat, terkadang kita melakukan hal yang sama. kita memendam perasaan dan merasa melakukan hal yang benar. sadarlah, sampaikanlah perasaanmu sekarang, selagi ada kesempatan. tak perlu kau pikirkan hasilnya, sebab kita tak akan pernah tahu sebelum mencoba. ketahuilah adalah lebih terhormat seseorang yang maju berpetang dan kalah daripada orang yang selalu lari dari peperangan.

apa yang kau rasa bukan hal yang pantas kau pendam. bagaimana kau tahu perasaannya jika kau sendiri tak pernah mengungkapkannya? tak tahukah engkau, terkadang ia menanti ucapan dari bibirmu? ia menanti kau datang dan berkata "berjalanlah di sisiku"

jangan sia-siakan semuanya dan menanti bagai seorang bodoh.

Rabu, 24 Maret 2010

masa itu


berapa umurmu sekarang? apakah kau merasa orang yang paling hebat? apa kau merasa kamu dapat berdiri sendiri? mari kita kembali ke dimana semua tidak seperti yang kau bayangkan, dimana kau adalah makhluk paling lemah.

ketika lahir,
kau rapuh, bahkan dinginnya udara dapat membunuhmu. tidak ada hal yang dapat kau lakukan, dan kedua orang tuamu, mereka memberimu kehangatan lewat dekapan dan kasih sayangnya. ingatkah apa yang kamu lakukan saat itu? kau membalasnya dengan tangis tanpa kenal waktu.

ketika balita,
banyak hal yang kau pelajari. bagaimana berbicara, bagaimana melangkah, dan bagaimana berbagi. kedua orang tuamu, merekalah yang menjadi guru terbaikmu. bukan hanya dua jam mereka mengajarimu dalam kelas kehidupan, tapi sepanjang usia mereka. mereka menjagaimu agar tak terluka kamu dan mencegah kalau-kalau kau berlaku buruk. ingatkah apa yang kau lakukan? kau berlari dari mereka ketika kau dapat berlari, kau marah pada mereka ketika kau dapat berbicara, kau tinggalkan mereka.

ketika anak-anak,
kau mulai bergaul dan menemukan teman baru, kau semakin banyak belajar dan mengenal dunia luar. orang tuamu, mereka menasehatimu dan memilihkan apa yang baik untukmu. ingatkah apa yang kau lakukan? kau merasa telah mempelajari banyak hal dan berkata, aku lebih tahu dari kalian.

ketika remaja,
kau mulai jatuh cinta. kau terjebak asmara. kau mulai bergaul dengan banyak orang. ketika orang tuamu berkata, sabarlah nak, ada banyak kesempatan untuk itu. kau berkata mengapa kalian begitu kolot? ketika orang tuamu berkata, hati-hati akan apa yang kau pilih, nak. kau menghardik dan berkata mengapa kalian tidak tahu kebutuhanku?

ketika menjadi seorang pemuda,
kau merasa hebat dan memutuskan memilih jalanmu sendiri. kau lupa bahkan mungkin tidak pernah memikirkan apa yang mereka perbuat bagi dirimu. kau anggap pencapaianmu adalah usahamu. kau merasa hebat. kau lupa ada tempat untuk pulang ketika kau mendapat masalah besar. kau lupa ada tempat untuk berbagi ketika kau terluka. kau merasa dapat lakukan semua sendirian. orang tuamu? mereka tidak pernah meninggalkan engkau. mereka selalu mengingat engkau dalam tiap doanya. mereka menghubungi engkau hanya untuk tahu apa kabarmu. mereka selalu ada.

pernahkah kau memikirkan itu? apa yang mereka perbuat untukmu lebih daripada apa yang kau perbuat bagi mereka. kau merengek ketika mereka meminta usahamu. ketahuilah, mereka tegar ketika kau menuntut banyak dari mereka. kau mengharuskan mereka menjadi orang tua yang terbaik lewat tangis sakit hatimu, namun apakah kau sadar, ketika mereka tahu kau tak bisa jadi yang terbaik bagi mereka, mereka akan selalu bangga untuk berkata "dia anak ku!"

pernahkah kau bayangkan jika suatu hari kau mendapat kabar bahwa orang tuamu pergi meninggalkanmu untuk selamanya tanpa sempat kau berterimakasih atas semua pengorbanan mereka? apa yang akan kau lakukan saat itu? menangiskah? semua telah terlambat jika itu terjadi.

ketika Tuhan menempatkan engkau di dunia, Ia tahu kau tak akan dapat melangkah sendirian, maka Ia menempatkan engkau di sisi kedua orang tuamu. bukan untuk kau maki layaknya atasan pada bawahan, bukan untuk kau suruh layaknya tuan pada pembantu, namun untuk kau taati dan kau hormati. untuk kau sayangi dan kau hargai.

dirimu tidak akan menjadi seorang hebat tanpa orang tua yang selalu mendukung dibelakang, menyemangati, dan memberikan contoh. berterimakasih lah pada mereka. atas apa yang mereka telah kerjakan dalam hidupmu. atas pelajaran yang begitu berharga dalam hatimu. atas cinta yang kau dapat.

semua belum terlambat sekarang, jangan tunggu hingga waktu pisahkan kalian. ingatlah masa itu..

Jumat, 19 Maret 2010

Kadang Tak Butuh Alasan


"kenapa sih dia bisa sayang sama aku? aku ngerasa dia terlalu baik buat aku. kenapa dia ga nyari orang lain buat dia sayangin? kenapa harus aku?"kira-kira inilah yang dikatakan seorang gadis pada sahabatnya ketika ia mempertanyakan alasan mengapa ada seorang pemuda yang menurutnya terlalu baik untuknya mau mencintainya.

mengapa dia bisa mencintaiku? ketika kita mempertanyakan hal ini, sama halnya dengan kita memepertanyakan kenapa Tuhan begitu baik pada manusia yang berdosa? kadang kita tidak butuh alasan untuk melakukan sesuatu, terutama untuk mencintai.

menurut saya, cinta pada dasarnya adalah suatu perasaan yang tulus. ketulusan cinta tidak membutuhkan alasan. cinta adalah perasaan tanpa syarat, inilah yang mendasari pendapat saya mengapa orang tidak butuh alasan untuk sebuah cinta.

mungkin masih ada yang menganjal, "kalo ga butuh alesan, kenapa kita bikin kriteria? bukannya kriteria ini adalah alesan kenapa kita bisa suka sama si A ato si B?" memang benar, tiap orang mencari kesempurnaan, itu sebabnya mereka terkadang membuat kriteria. namun kita tidak boleh menutup mata kita. cek lagi berapa kali anda pacaran, dan apabila di cek lebih dalam lagi apakah tiap pacar anda sudah sesuai dengan kriteria anda? saya bisa pastikan jawabannya tidak. lantas kenpa kita masih bisa jatuh cinta pada dia?

semakin dicari alasannya, saya rasa semakin tidak akan ketemu jawabnya. ya, cinta tidak butuh alasan untuk dilakukan. cinta tidak butuh dipertanyakan. ketika kita memiliki alasan mencintai seseorang, sebaiknya kita cek lagi apakah itu benar-benar cinta? apakah itu bukan nafsu kita atau alasan kita untuk melarikan diri?

seorang teman berkata "Cinta itu bukan karena, namun sekalipun". bukan karena kamu sempurna maka aku mencintaimu, namun sekalipun kau penuh kekurangan, aku kan tetap mencintaimu. cinta yang tulus tidak butuh alasan.

cinta yang tulus hanya perlu dijalani. sebab hakekat cinta sejati bukan mencari orang yang tepat namun kita hanya perlu belajar bagaimana menjadi orang yang tepat. permasalahannya apakah kita mau belajar menjadi orang yang tepat? itulah mengapa terkadang ketika kita bertanya mengapa dia memilihku, aku bukan orag yang tepat. nyatanya tidak ada orang yang tepat, namun bagaimana menjadi orang yang tepat.

sekarang renungkan lagi, perlukah kamu bertanya mengapa dia mencintai saya? saya yakin hanya Sang Pemberi Cinta yang tahu alasannya, jadi apakah sekarang semua butuh alasan? menurut saya bahakan sebuah cinta tak butuh itu.

Kamis, 11 Maret 2010

Bila Dunia Tanpa Agama


menjadi atheis adalah pilihan terbaik bagi kita. gimana enggak, agama modern sekarang ga ubahnya media untuk mengkotak-kotakkan kita. semacam pemberian "kasta" baru dan lebih ekstrim lagi pendapat bahwa agama hanya menjadi alasan perang dan permusuhan. tapi apakah benar begitu? apakah dunia tanpa agama akan jadi lebik baik? apakah dunia tanpa konsep dosa dan amal akan jadi lebih indah? apakah bila kita tidak pernah tahu ada tempat seperti surga dan neraka semua akan baik-baik saja?

banyak pandangan yang saya dapat. mulai pandangan bahwa Tuhan itu tidak pernah ada, sebab manusia dipengaruhi masa lalu dan alam bawah sadarnya, hingga konsep dosa adalah sebuah mind set yang sengaja dibuat untuk membatasi perilaku buruk manusia. tapi apa benar demikian?

kita mulai dari kata agama. diambil dari bahasa sanskerta yang berarti tidak ada kekacauan. maka seharusnya kita dapat manarik kesimpulan bahwa alasan kenapa agama ada di dunia ini adalah untuk menghilangkan kekacauan. lantas mengapa agama malah menimbulkan "kekacauan" baru? dan kenapa banyak orang yang hidup tanpa agama terlihat lebih baik?

menurut saya agama memang harus ada di dunia, namun saya memandang penganut agama sudah mengalihkan fungsi agama. agama sekarang ini lebih menjadi sarana pembuktian yang menurut saya terkadang tidak terlalu penting untuk melakukannya. alasan kenapa agama menimbulkan konflik, sebab penganut agama lupa akan perannan agama sebagai pemberi pedoman. agama sekarang berubah menjadi wadah komersil dimana ketika agamaku terlihat lebih baik dari agamamu ada kepuasan tersendiri dalam hati pemeluknya. pemeluk agama lupa akan dasar tiap agama universalitas yang seharusnya ditunjukkan lewat kasih. kekacauan baru timbul karena kesombongan tiap agama modern.

"jadikanlah seluruh bangsa murid-Ku" apakah ayat ini membuat kita terfokus untuk menjadikan semua orang sepaham dengan kita? saya rasa kita tidak boleh lupa dua hal. pertama tiap orang memiliki kehendak bebas, maka bukan hak kita untuk memaksa. kedua, terapkan hukum kasih, jika apa yang kita perbuat baik dan didasari motivasi yang benar, saya rasa banyak orang akan sepaham dengan kita pada akhirnya nanti.

sekarang beralih ke atheis, apakah jadi atheis lebih baik? saya rasa tidak. tidak percaya pada Tuhan, berarti tidak yakin akan iman dan pengharapan. mungkin akan terasa lebih baik menjadi atheis, namin apakah akan menjadi nyama ketika dunia ini dipenuhi orang yang tidak percaya pada Tuhan? lantas bagaimana mereka menjelaskan tentang terjadinya dunia? apakah semua terjadi begitu saja? apakah mereka percaya akan masa depan yang dipenuhi pengharapan? kepada siapa mereka akan berpegang ketika terjatuh? mereka mempertanyakan Tuhan, namun apakah mereka tahu semakin mereka mencari kebenaran bahwa Dia tak ada, semakin mereka menemukan bukti baru bahwa Dia ada dan selalu ada.

lantas apa yang harus saya pilih? memilih beragama atau tidak beragama punya konsekuensi masing-masing. ketika kita memilih beragama tanpa memiliki stendar hidup "mangasihi" saya rasa tak ada bedanya kita dengan seorang yang berkata terpujilah Tuhan dengan mulutnya namun menyatakan saya tak yakin Ia mendengar dengan hatinya. demikian pula ketika menentukan menjadi atheis, mungkin terlihat lebih baik, namun apakah demikian adanya?

saya sendiri mengakui, agama bukanlah hal utama yang menentukan kita akan masuk surga atau tidak, bukan mereka yang berteriak "Tuhan.. Tuhan" dengan mulutnya, namun mereka yang melakukan kehendak Bapa-lah yang akan masuk kerajaan surga. salah satu ayat kitab suci agama saya menuliskan hal yang kurang lebih begitu. bukan dengan beragama lalu otomatis kita masuk surga, bukan dengan beragama lantas otomatis kita terbebas dari kesengsaraan, tapi kita harus punya usaha untuk menjadi lebih baik dan mencoba menelaah apa yang Tuhan mau dalam hidup.

saya pribadi memandang kita hidup di dunia ini seperti seorang yang tersesat di hutan belantara. untuk mencapai kota terdekat (baca keselamatan abadi) kita membutuhkan peta, dan agama adalah peta itu. agama hanya bertugas memberikan arah pada kita hingga akhirnya mencapai kota, namun keberhasilan kita tergantung pada diri kita sendiri. bagaimana kita melangkah dan kemauan kita untuk melangkah.

inti dari obrolan kita kali ini, ada atau tidaknya sebuah agama tidak pernah menentukan keadaan suatu tempat. kitalah yang menentukannya sendiri. akhirnya kita harus merenungkan lebih jauh, apakah dunia tanpa agama lebih indah? Tuhan memberkati.

Minggu, 07 Maret 2010

tak banyak waktu


pernah kamu hitung tiap jam yang kamu lewatin? pernah kamu renungin apa yang udah kamu lakuin selama itu? pernah kamu mikirin waktu yang kamu punya terus berkurang? pernah kamu bayangin seandainya malam ini adalah malam terakhir? apa yang udah kamu siapin buat hidup ke depan nanti?

hari ini ada satu pelajaran yang sangat berharga saya dapat. bukan dari mereka yang masih hidup, tapi dari seseorang yang telah pulang ke rumah Bapa. ya, dia mengingatkan saya betapa waktu kita ga banyak dan ga pernah banyak. celakanya kita hanya membuang waktu seakan besok selalu ada matahari yang bersinar.

penyakit menggerogoti tubuhnya dan dia harus dipanggil Bapa lebih cepat dari teman-teman sebayanya. mungkin bagi kalian itu wajar, tapi saya rasa pengalamannya memberi arti begitu besar bagi saya. bukan ketika ia meninggal yang spesial, tapi dampak setelah ia meninggal. yang saya pelajari adalah bagaimana teman-temannya memberi apresiasi begitu besar baginya. mengenang tiap hal baik darinya dan bagaimana sosoknya mampu mengubah banyak pribadi.

pertanyaan bagi kita, waktu kita sama sedikitnya dengan dia. tak ada yang tahu kapan giliran kita dipanggil, apakah nanti setelah menulis di blog saya, saya meninggal? tidak ada yang tahu kecuali Dia. namun lebih dari itu, apa yang telah kita lakukan selama Ia masih memberi pada kita waktu di dunia ini? bagaimana dengan mereka yang ada di dekat kita? apakah mereka mendapat pengalaman manis? dan bagaimana dengan "bekal" kita? apa itu sudah cukup?

kematian adalah hal yang wajar, tapi bukan itu point yang mau saya bagikan. bagaimana kita menghargai waktu yang ada dengan mengisi tiap hari yang kita punya dengan hal baik bagi kita, orang disekeliling kita dan bagi Dia, itu yang penting. bagaimana kita menghargai tiap detiknya hingga satu saat ketika waktu kita habis, mereka yang mengenal kita berkata "aku bangga pernah mengenalnya".

waktu kita terus berlari mengejar kita dan percayalah siap atau tidak waktu akan habis, bagi saya, kamu, dia, mereka, siapapun. tak ada yang mampu ubah itu. yang dapat kita usahakan adalah bagaimana di waktu yang tak banyak ini kita memberikan sedikit hal yang berarti.

dan satu pesan saya sebelum menutup tulisan singkat yang mungkin tak bermakna ini, tak ada banyak waktu.

(tulisan ini didedikasikan untuk seseorang di sebuah jejaring sosial yang di panggil Bapa pada 10 februari 2010. saya mungkin tidak mengenal anda, namun anda mengajarkan saya banyak hal.)

Minggu, 21 Februari 2010

harapan itu ada atau tidak??


ya, pertanyaan yang juga mengelitik buat saya. apa ada yang namanya pengharapan? jika ada kenapa sepertinya harapan saya tidak pernah jadi kenyataan? hanya jadi impian kosong? lantas apakah pantas kita tetap berharap? berharap pada apa?

jujur, saya tidak menyalahkan jika ada diantara kita yang berpendapat seperti diatas. mempertanyakan tentang pengharapan dan merasa bahwa harapan itu hanya mainan anak perempuan dan tidak universal, namun saya mau memberitahukan fakta bahwa jika ada diantara kita yang masih berpikir berharap adalah hal bodoh, ketahuilah itu salah.

hal terbaik dari berharap, Tuhan tidak pernah memungut se-sen-pun ketika kita berharap. sebesar apapun harapan dan impian kita semua gratis. bahkan Tuhan sendiri yang menanamkan harapan-harapan pada tiap hati kita. masalahnya, kenapa sepertinya harapan kita hanya menjadi seperti harapan kosong belaka?

ya, sebetulnya harapan yang menjadi kosong karena kita tidak melakukan follow up. apa itu? ya, langkah ke depan dimana kita "harus" (garis bawahi itu) melakukan sesuatu yang nantinya makin mendekatkan kita pada harapan kita. dalam hal "follow up" itu tergantung dari kemauan kita untuk memulai. selama kita tidak ada usaha memulai, harapan itu tak akan terwujud.

hey, saya sudah melakukan semuanya untuk mencapai impian saya, tapi saya hanya menjadi orang yang berharap tanpa ada kenyataan, kenapa?

ketahuilah, Tuhan memberikan manual book untuk hidup kita. ya, alkitab (sebab saya seorang kristen) pernah membaca 1 korintus 13 : 13? "demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." disana di singgung tentang 3 hal, dan "eureka" salah satunya menyinggung pengharapan.

saya mencoba menyimpulkan apakah ada hubungan antara ketiganya dan kenapa kasih menjadi yang terbesar dari ketiganya, dan akhirnya saya menyadari sebuah kunci. kunci yang nantinya juga akan menjawab kenapa pengharapan yang kita usahakan "follow up" nya pun tidak pernah berjalan mulus.

saya akan mulai menjelaskan pendapat saya.
menurut saya mengapa kasih diberikan porsi terbesar, sebab kasih adalah dasar dari semuanya. (hey, bahkan dasar pengajaran Tuhan kita Yesus Kristus adalah kasih.) ya, kasih adalah dasar atas semuanya. tanpa kasih yang benar-benar pure, iman kita menjadi kosong. tanpa iman dan percaya, mustahil orang akan memiliki perngharapan. kalaupun ia punya pengharapan, harapannya menjadi semu, sebab ia tak punya rasa percaya akan terwujudnya harapan itu.

jadi intinya, milikilah kasih yang sejati sebelum kita punyai harapan. menurut saya sehebat apapun langkah lanjut kita dalam mawujudkan harapan kita, tanpa kasih dalam menjalaninya, akan sulit untuk mewujudkannya.

dan diatas semuanya saya ingin mengajak semuanya milikilah harapan yang luas, melangkahlah menuju harapan itu, namun jangan lupakan dasar dari semuanya, kasih. semoga harpanmu, apapun itu, sebesar apapun itu, semustahil apapun itu di matamu, selama ada kasih yang melandasinya, pasti ada jalan.

selamat berharap dan mewujudkannya, Tuhan memberkati!!

Jumat, 12 Februari 2010

kenapa jatuh ke lubang yang sama??


bayangkan ini,
ada seorang yang sedang tertimpa masalah berat, seorang teman yang penuh aura 'charming' memberi bantuan dan berkata, "ayo bangkit, semua akan indah pada waktunya, contohnya aku!!" dan orang itu percaya tanpa tahu adanya perbedaan pada mereka. yang di lakukannya adalah bangkit dari keterpuurkan ytanpa tahu akan mengalami kegagalan lagi.

saya hanya bisa tertawa sinis melihat realita di atas. apa benar usaha sekeras apapun untuk bangkit seakan tidak ada gunanya dan orang yang mencoaba akan tetap terjatuh? orang akan berpendapat demikaian, "mana mungkin gagal? tiap ada usaha pasti ada jalan." pemikiran seperti ini benar tapi kita harus sedikit memodifikasinya. kenapa? kita menganggap tiap usaha pasti membuahkan hasil, tapi pernahkah kita merenungkan hal ini, bahwa usaha yang salah pun membawa kita pada jalan kegagalan yang sama. jadi masih percaya pada pepatah?

orang yang membantu orang lain memberi contoh dirinya sendiri, sebab contoh konkrit akan memberi efek persuasi lebih kuat. alantas kenapa kegagalan yang dialami orang yang 'ditolong' cenderung berulang? sebetulnya alasanya mudah.

pernah mendengar kalimat seperti ini, "ah santai aja, kalo udah waktunya pasti dapet. jodoh ga bakal kemana kok. aku aja nyantai trus jadian"

kenapa si a (sebut aja gitu) memberi contoh keberhasilannya, dan ketika si b percaya dan mulai menerapkannya hasilnya hanya kegagalan?

sebab si b tidak punya key word nya. 'charming' tanpa harus berusaha, prince charming akan mudah melewati masalah, sebab tiap orang membantunya yang notabene menjadi pusat alam semesta (lebay). bandingkan dengan poor begar, yang orang aja jijik buat deket-deket, apa lagi nolong. jadi sudah jelas sekarang percauma mendengar omongan orang lain jika kita ga punya "modal" untuk bangkit.

jadi intinya ada dua.
pertama buat orang-orang yang lebih dalam segala hal, usahakan untuk tidak sok menasehati dan bantu terlebih pake contoh keberhasilan diri, soalnya mereka yang lagi jatoh bukan pengemis yang minta dikasihani mereaka adalah orang yang sedang jatuh dan berusaha bangkit. jangan pernah anggep mereka sama denganmu. inget, pengalaman tiap orang beda. cukup bilang ayo semangat. ga usah pake embel kata si a, si b, si c, ato liat aku. hentikan bullshit-an kalian.

kedua, buat orang yang lagi terpuruk, bangunlaha dan berhentilah menatap keberhasilan orang, cari sendiri keberhasilanmu, ahargai sendiri usahamu. kamu berbeda dengan orang lain. asah sisi charming mu, dan jadilah hebat dengan caramu sendiri. meleklah sama realita.

menolong boleh, namun jangan berikan impan kosong pada orang yang kamu tolong. di tolong oke, tapi kamu harus sadar kamu hidup di duniamu, bukan dunia mereka yang nolong kamu. jadi ada baiknya kan kita sadar untuk tidak terjatuh lagi??

Minggu, 31 Januari 2010

apa itu yang dinamakan cinta?

seorang gadis menangis di hadapan sahabatnya. sang sahabat bertanya pada si gadis, "kenapa kamu menangis?" si gadis menjawab, "pacarku mutusin aku!!" si sahabat berusaha bijak berkata, "tiap hal ada waktunya. kalo udah waktunya putus ya udah lah.."

tangisan si gadis makin kuat. "tapi aku ga mau putus dari dia." katanya. "kenapa?" tanya temannya lagi. "aku terlalu sayang dia. aku ga mau kehilangan dia dan aku ga bakal mungklin bisa ngelupain dia." jawab si gadis. "ya, kalo kamu siap mencintai, kamu harus siap juga buat patah hati. jangan lupain dia, tapi belajarlah buat ngerelain."

merasa temannya tidak memberikan penguatan si gadis mulai jujur, ia pun berteriak katanya, "bukan itu masalahnya. masalahnya aku udah ngelakuin "itu" sama dia. ga adil dong kalo aku doang yang ngerasain paitnya." si sahabat terkejut. betapa kagetnya ia mendengar ungkapan si gadis. "kamu lakuin itu dengan sadar? kamu udah tau konsekuensi dari semua pilihan kamu itu?" tanya sang sahabat.

"udah. aku ngelakuin itu dengan sadar. tapi semua itu karena cinta." jawab si gadis sambil mengusap air matanya. si sahabat hanya bisa diam dan menyayangkan apa yang diperbuat si gadis.

apakah itu yang dinamakan cinta ketika karenanya kita dibutakan? apakah itu yang dinamakan cinta ketika kita kehilangan apa yang berharga dan tidak dapat dibeli dengan apapun? apakah itu yang dinamakan cinta ketika kata "cinta" hanya menjadi alasan untuk membenarkan tindakan bodoh kita?

sadarlah, bahwa apa yang kita pilih harus kita pertanggung jawabkan. bangunlah dan berhentilah terjebak dari "cinta" yang salah. kita mungkin tertawa atau menyalahkan tokoh gadis dalam cerita di atas, tapi ketahuilah kadang kita juga melakukan kesalahan yang sama.

semoga kisah di atas dapat menjadikan kita lebih bijak dalam melangkah. bukan cinta alasannya ketika kita harus mengorbankan harta yang palng berharga dari diri kita. sebab tiap pilihan kita ada konsekuensinya, bukan saatnya menyalahkan dan melempar tanggung jawab, tapi hadapai secara jantan. maka pilihlah semuanya dengan lebih hati-hati. pikirkan baik buruknya. dan jika hari ini kita telah jauh melangkah, kembalilah ke tempat dimana seharusnya kita berada.

kenapa kamu sok menggurui? sebab dunia ini mulai berubah. dunia ini menuju kehancuran celakanya tindakan kita memperparah semuanya itu. melalaikan nilai-nilai dan bangga atas tindakan bodoh yang kita perbuat, semua itu tidak akan menyelamatkan kita. semoga kita mau merenungkan lagi, apa itu yang dinamakan cinta?

Minggu, 24 Januari 2010

Cintai Pribadi yang Tepat


pernah mikir kayak gini?
aku ga minta banyak cuma minta dia bales cintaku, kenapa cintaku kandas? kenapa bukan si A yang jelas-jelas playboy/playgirl atau si B yang cuma modal uang yang ngerasain? aku ga minta semua orang suka sama aku, cukup dia aja. apa itu salah? kenapa si A bisa dapet 10 pacar sekali lirik dan aku? cuma orang yang seakan diciptain cuma buat memohon biar dilirik. dosaku apa?

mungkin agak lebay kalo liat kalimat di atas, tapi sadar ato ga itu yang sering terjadi sama kita. kadang kita mikir, aku ga butuh "segunung emas" (baca cinta), aku cuma minta "segenggam emas" (baca cinta). tapi kenapa Tuhan ga kasih sama aku? trus dari situ mulai deh banyak pihak kita salahin mulai dari Tuhan, si A, si B, ortu, orang yang yg ditaksir, bahkan diri sendiri. sering ngalamin itu? kalo ya, selamat soalnya kamu lagi kena syndrom "mengasihani diri" yang ujung-ujungnya pembenaran pada diri sambil nyalahin orang.

mungkin kamu mikir lagi..
aku cuma minta satu pacar yang setia, apa aku salah ga minta yang neko-neko? cuma dia aja. kenapa kayaknya ga ada cinta diciptain buat aku? apa aku kurang deket sama Tuhan sampe doaku ga didenger? semua yang terjadi sekarang tu salahku ya?

menurut saya ga ada yang salah. saya mau share sedikit. beberapa waktu lalu saya sempet menjalin satu hubungan dengan seseorang. ga lama kita putus karena satu sebab. tahu apa yang terjadi? saya ga lebih dari orang yang mulai mengasihani diri sendiri. saya ngerasa dunia ga adil dimana di luar sana banyak mereka yang "gampang" mempermainkan arti sebuah cinta, sementara saya harus susah payah cuma buat satu cinta. hal itu terus berlanjut sampe saya mulai menyalahkan banyak pihak termasuk Tuhan (siapa gw, nyalahin Tuhan?)

sampe akhirnya seorang temen bilang gini, "cintai pribadi yang tepat'. jujur saya agak emosi dan ngerasa tertampar, soalnya buat saya dia orang yang tepat buat saya. dia "seiman" dan sudah masuk kualifikasi saya, dan yang terpenting dari semua, saya punya "cinta" buat dia. dengan segala pembenaran itu saya secara tidak langsung berteriak pada temen saya itu, "hey, lu siapa? yang jalanin semua itu gw bukan lu!!"
ga itu aja, soalnya ga lama setelah itu temen yang laen lagi bilang, "lepaslah emas digenggaman soalnya emas itu bakal dituker sama permata." saya jawab, "hoi, gw ga butuh permata. gw cuma mau emas, apa itu salah?" ternyata ada paradigma dalam hidup saya yang harus dibenahi tentang merelakan.

kedua temen saya sebenernya mau bilang hal yang sama, kamu ga salah mencintai orang, tapi ada waktunya buat melepas. maka belajarlah buat ngerelain, soalnya waktu ada kerelaan bakal ada orang yang tepat yang diciptain buat kamu cintai. mungkin kamu bingung? ya, selama ini kita mempergumulkan kenapa Tuhan ga ngasih kita sama jalan sama si A ato si B yang masuk kualifikasi kita. menurut saya, itu terjadi bukan karena kita ga disayang Tuhan, tapi minimal ada dua sebab:

pertama, mungkin dia yang kamu taksir mungkin baik menurut kamu, tapi cek lagi. apakah kita udah nanya dan mempergumulkan tentang si dia sama Tuhan? hey, Tuhan kita tu luar biasa baik. Dia ga akan ngasih yang baik aja. Dia bakal ngasih yang terbaik buat anak-Nya, pertanyaannya mau ga kita sabar dan merelakan yang baik biar yang terbaik bisa hadir? soalnya hati kita ga mungkin diisi sama dua pribadi.
ato mungkin alesan kedua, mungkin si dia yang kamu taksir adalah orang yang tepat buat kamu dan Tuhan, tapi inget Tuhan kita adalah Tuhan yang pencemburu. tau ga, Dia mau tau kita lebih cinta sama siapa, Tuhan ato orang yang kita taksir. jangan-jangan ntar abis dikasih "hadiah" (baca : jadian) kita malah makin jauh ato cenderung lupa sama Tuhan. (kayaknya terjadi pada saya, hehe)


jadi, menurut saya ga salah kita marah, nangis, kecewa waktu Tuhan ga ngijinin kita deket sama seseorang, toh Tuhan juga ga pernah nyiptain "robot". Dia nyiptain manusia yang punya free will dan itu bisa digunakan buat marah, nangis atau kecewa waktu apa yang kita inginkan ga tercapai. tapi saran saya, kita harus ngecek lagi apa alesan kita marah tepat? apa kita udah denger alesan Tuhan? apa cinta itu sesuatu yang kita butuhkan atau hanya sekedar keinginan? ya, tiap manusia butuh cinta (cinta nunjukin kita punya sifat Bapa), tapi Tuhan ga pernah maen-maen sama cinta, soalnya cinta tu bukan perkara gw suka dia, dia jadi pacar gw, trus life happily ever after, hey, cinta lebih rumit dari itu butuh persiapan dan kematangan buat itu. tapi denger, kabar baiknya Tuhan udah nyiapin "pribadi yang tepat". eits, tunggu dulu. semua ga gratis. Dia mau kita belajar buat "cinta sama pribadi yang tepat"

berhentilah mengeluh, nyalahin banyak pihak, dan kecewa. tetep setia dan sabar menunggu, relain yang baik menurutmu. btw, kalo yang baik menurut kita baik juga buat Tuhan, pasti dibalikin kok. daripada semuanya itu ilang, apa ga lebih baik kita serahkan bukan cuma "penghapus" tapi "pensil" kita ke tangan-Nya. biar Dia ga cuma bisa ngoreksi kwsalahan kita, tapi biar Dia yang tulis jalan hidup kita, soalnya cuma Dia yang tau waktu dan pribadi yang terbaik yang tentunya tepat buat kita.

jadi intinya, jangan buang cintamu dengan percuma, tapi bersiaplah untuk mencintai pribadi yang tepat.

Tuhan memberkati!!

Siapa yang Paling Bahagia??


pertanyaan yang mungkin ga pernah ada di benak kita selama ini. kenapa? karena ketika kita ada dalam masalah berat, ketika kita mengalami musibah, atau menangisi sesuatu, kita cenderung berpikir 'aku tahu siapa yang paling malang di dunia ini.. aku!'

paradigma bodoh seperti itu (setidaknya bagi saya), seharusnya kita ubah. pernahkah kita berpikir 'siapa yang paling bahagia' saat ada dalam kesedihan yang teramat sangat? saya berani bertaruh jawabannya TIDAK. kenapa tidak? sebab kita 'kecanduan' akan kesedihan dan masalah. dan ketahuilah kita mengalami syndrom 'mengasihani diri'.

kabar baik yang ingin saya bagikan adalah, mulailah mencari tahu siapa orang yang paling bahagia. bukan mereka yang bergelimang harta, sebab harta menimbulkan kecemasan. bukan pula mereka yang berkedudukan, sebab makin tinggi suatu ranting makin keras angin yang menerpanya. apalagi orang yang mendewakan cinta, sebab cinta tak bisa penuhi segalanya. lantas apa? pertanyaan yang bagus. orang yang paling berbahagia ialah mereka yang mengerti tujuan mereka diciptakan. mereka yang bangkit dari keterpurukan. mereka yang menerobos badai hidup.

orang yang paling berbahagia ialah mereka yang punya mental juara sejati, bukan sekedar mental baja. juara boleh saja gagal, kalah, atau jatuh, tapi mereka akan bangkit, menatap ke depan dan berlari hingga garis finish. orang yang paling bahagia bukan mereka yang 'mengasihani diri' dengan berkata akulah orang paling malang. orang yang paling bahagia adalah mereka yang 'mengasihi dirinya' dan berkata aku akan bangkit.

kenapa mereka paling berbahagia? sebab mereka 'keras' pada diri mereka dan implikasinya dunia akan 'lunak' bagi mereka. mereka melatih diri mereka dan suatu hari garis akhir akan mereka dapat. dan ketahuilah orang yang paling bahagia adalah orang yang tersenyum di akhir, puas akan usahanya, dan berkata 'dulu aku tak tahu siapa yang paling bahagia, tapi sekarang aku tahu akulah orangnya. aku akan bangkit dan kembali berlari' meskipun masalah dan tangis di pundaknya.

apakah kamu salah satunya?! jadilah orang yang paling bahagia. Tuhan memberkati!!

Apa yang Kau Cari?

temen saya nulis status di salah satu situs pertemanan kira-kira begini, "apa tujuan hidupmu? uangkah itu? apakah dengan uang hidupmu indah?" dan status ini bikin saya tergelitik buat ngomen disana.

pertama-tama banget saya mau ngasih tau ada 3 hal yang bisa bikin hidup kita kacau kalo kita terlalu ngejar itu. ketiganya adalah harta, tahta, dan cinta. catetan penting, kaum pria lebih rentan terjerat salah satu dari arus itu.

harta..
kalo yang ini sih penjabarannya gampang. segala sesuatu yang berbau materi dikejar dan ditimbun. banyak orang mikir uang bisa beli semuanya dan dengan uang hidup jadi mudah. apa ini tujuan hidupmu?

tahta..
tahta di sini bisa disamain dengan kedudukan. biasanya pas pemilu tahta direbutin, senggol kanan kiri buat dapetin itu. kalo kamu bilang kamu ga bakal masuk kriteria ini, soalnya ga ada niat jadi pejabat, tunggu dulu. lebih jauh lagi, tahta atau kedudukan juga menyangkut title kita. biar keliatan hebat, sekolah terus sampe namanya dipenuhin s kayak kereta, ato di dunia kerja, gimana caranya cepet naek pangkat. orang kadang mikir pangkat, kedudukan, atau title tadi adalah nilai jual, makin tinggi pangkat, makin disegani kita. apakah ini tujuan hidupmu?

cinta..
paling sering orang terjerumus disini. soalnya cinta ga mandang status, kekayaan, dan kedudukan. semua orang bisa kena. mereka yang ngejar cinta ga bakal tenang, soalnya mereka ngerasa ada yang kurang dan selalu aja kurang. ketika orang terlalu ngoyo sama cinta, hati-hati cinta bisa berubah jadi obsesi, akhirnya nafsu. ugh, amit-amit dah. apakah ini tujuan hidupmu?

satu fakta yang harus kita ketahui, bahwa harta, tahta, dan cinta ga bakal bikin hidup kita 100% bahagia, soalnya mereka itu sifatnya sementara dan terbatas ruang dan waktu. parahnya lagi ketika udah mendapat, bukannya tenang mereka malah bikin kita paranoid. takut hartanya ilang kek, tahtanya kurang tinggi kek, cintanya pudar kek, dan kek-kek yang laen. pernah ga liat, ada orang kaya luar biasa tapi hidupnya ga tentrem? ato penggede tapi hidupnya amburadul? soalnya mereka terjerat 'arus' tujuan hidup yang salah. makanya bukan kedamaian, malah ketidak nyamanan yang mereka dapet.

trus??
di salah satu status di akun saya, saya nulis gini, "kalo dunia ini ga adil, kenapa kamu bangga sama hidupmu yang duniawi itu?" di situ saya mau negesin, kita udah tau yang salah, tapi kita tetep ambil itu. celakanya lagi, kita bangga akan itu. jadi, carilah yang tak akan dibatasi apapun. kenali Dia, cari tahu rencana-Nya. itulah tujuan kita di ciptain. GBU

Apakah Tuhan Peduli Pada Patah Hati


pertanyaan 'apakah Ia peduli pada hatiku yang patah?' belum sepenuhnya terjawab. tiap kali share sama orang tentang masalah ini, mereka bilang 'Tuhan peduli' ato 'semua akan indah pada waktunya'. jujur separuh hati saya ga terima kata-kata klise itu. dalam hati saya mencibir, 'coba kalian tahu rasanya'. oke ga usah bahas itu karena ga penting.

kamu ga yakin Tuhan peduli? kalo kalian nge-judge kayak gitu kalian salah. sebab pada dasarnya saya yakin Ia angkat beban saya. Ia tertawa bersama saya dan menangis untuk saya. hanya saja pertanyaan yang masih mendongkol adalah tentang 'mana bukti kalo Tuhan peduli sama hati yang patah?'

pertanyaan ini tetep aja jadi misteri sampe akhirnya siang tadi (waktu kuliah agama katolik), di video berjudul 'God's love letter' saya temukan jawabanya. disana tertulis dalam bahasa inggris, inti artinya 'Aku peduli saat kau patah hati' dan hebatnya disana tertulis referensi ayatnya (mazmur 34 : 19).

ternyata benar Tuhan peduli, Ia sungguh peduli. Ia berkata "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." betapa saya disadarkan oleh ayat ini. tidak puas dengan satu ayat, saya mencoba search engine di alkitab ponsel saya. saya ketik key word 'patah hati' dan hasilnya ada 4 ayat yang menyinggung patah hati. namun yang mengena untuk saya hanya 3.

selain mazmur 34 : 19, masih ada ulangan 31 : 8 dan mazmur 147 : 3. kesemuanya menyinggung posisi Bapa saat kita patah hati dan janji-Nya ketika kita patah hati.

saya patah hati, tapi kenapa saya sakit? mazmur 147 : 3 berkata "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka" tapi ketahuilah, bagaimana lukamu dibalut kalo kamu aja ga pernah dateng ke dokter yang megang perban? ketika patah hati (sebenernya sih tiap saat) dan kita ngerasa sakit, jangan segan untuk datang pada Bapa dan minta Ia rawat lukamu. mungkin ga akan sembuh instan, mungkin perihnya ga langsung ilang, tapi ketahuilah, kita udah nyerahin masalah ke Pribadi yang tepat.

intinya adalah, siapa bilang Tuhan ga peduli? Ia peduli bahkan amat peduli. seperti tertulis di ulangan 31 : 8 "Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." bukti kepedulian-Nya adalah penyertaan-Nya dan janjinya mengobati luka kita, jadi masih berpikir Ia tak peduli hatimu yang patah? pikirkan lagi. Gbu!