Minggu, 31 Januari 2010

apa itu yang dinamakan cinta?

seorang gadis menangis di hadapan sahabatnya. sang sahabat bertanya pada si gadis, "kenapa kamu menangis?" si gadis menjawab, "pacarku mutusin aku!!" si sahabat berusaha bijak berkata, "tiap hal ada waktunya. kalo udah waktunya putus ya udah lah.."

tangisan si gadis makin kuat. "tapi aku ga mau putus dari dia." katanya. "kenapa?" tanya temannya lagi. "aku terlalu sayang dia. aku ga mau kehilangan dia dan aku ga bakal mungklin bisa ngelupain dia." jawab si gadis. "ya, kalo kamu siap mencintai, kamu harus siap juga buat patah hati. jangan lupain dia, tapi belajarlah buat ngerelain."

merasa temannya tidak memberikan penguatan si gadis mulai jujur, ia pun berteriak katanya, "bukan itu masalahnya. masalahnya aku udah ngelakuin "itu" sama dia. ga adil dong kalo aku doang yang ngerasain paitnya." si sahabat terkejut. betapa kagetnya ia mendengar ungkapan si gadis. "kamu lakuin itu dengan sadar? kamu udah tau konsekuensi dari semua pilihan kamu itu?" tanya sang sahabat.

"udah. aku ngelakuin itu dengan sadar. tapi semua itu karena cinta." jawab si gadis sambil mengusap air matanya. si sahabat hanya bisa diam dan menyayangkan apa yang diperbuat si gadis.

apakah itu yang dinamakan cinta ketika karenanya kita dibutakan? apakah itu yang dinamakan cinta ketika kita kehilangan apa yang berharga dan tidak dapat dibeli dengan apapun? apakah itu yang dinamakan cinta ketika kata "cinta" hanya menjadi alasan untuk membenarkan tindakan bodoh kita?

sadarlah, bahwa apa yang kita pilih harus kita pertanggung jawabkan. bangunlah dan berhentilah terjebak dari "cinta" yang salah. kita mungkin tertawa atau menyalahkan tokoh gadis dalam cerita di atas, tapi ketahuilah kadang kita juga melakukan kesalahan yang sama.

semoga kisah di atas dapat menjadikan kita lebih bijak dalam melangkah. bukan cinta alasannya ketika kita harus mengorbankan harta yang palng berharga dari diri kita. sebab tiap pilihan kita ada konsekuensinya, bukan saatnya menyalahkan dan melempar tanggung jawab, tapi hadapai secara jantan. maka pilihlah semuanya dengan lebih hati-hati. pikirkan baik buruknya. dan jika hari ini kita telah jauh melangkah, kembalilah ke tempat dimana seharusnya kita berada.

kenapa kamu sok menggurui? sebab dunia ini mulai berubah. dunia ini menuju kehancuran celakanya tindakan kita memperparah semuanya itu. melalaikan nilai-nilai dan bangga atas tindakan bodoh yang kita perbuat, semua itu tidak akan menyelamatkan kita. semoga kita mau merenungkan lagi, apa itu yang dinamakan cinta?

Minggu, 24 Januari 2010

Cintai Pribadi yang Tepat


pernah mikir kayak gini?
aku ga minta banyak cuma minta dia bales cintaku, kenapa cintaku kandas? kenapa bukan si A yang jelas-jelas playboy/playgirl atau si B yang cuma modal uang yang ngerasain? aku ga minta semua orang suka sama aku, cukup dia aja. apa itu salah? kenapa si A bisa dapet 10 pacar sekali lirik dan aku? cuma orang yang seakan diciptain cuma buat memohon biar dilirik. dosaku apa?

mungkin agak lebay kalo liat kalimat di atas, tapi sadar ato ga itu yang sering terjadi sama kita. kadang kita mikir, aku ga butuh "segunung emas" (baca cinta), aku cuma minta "segenggam emas" (baca cinta). tapi kenapa Tuhan ga kasih sama aku? trus dari situ mulai deh banyak pihak kita salahin mulai dari Tuhan, si A, si B, ortu, orang yang yg ditaksir, bahkan diri sendiri. sering ngalamin itu? kalo ya, selamat soalnya kamu lagi kena syndrom "mengasihani diri" yang ujung-ujungnya pembenaran pada diri sambil nyalahin orang.

mungkin kamu mikir lagi..
aku cuma minta satu pacar yang setia, apa aku salah ga minta yang neko-neko? cuma dia aja. kenapa kayaknya ga ada cinta diciptain buat aku? apa aku kurang deket sama Tuhan sampe doaku ga didenger? semua yang terjadi sekarang tu salahku ya?

menurut saya ga ada yang salah. saya mau share sedikit. beberapa waktu lalu saya sempet menjalin satu hubungan dengan seseorang. ga lama kita putus karena satu sebab. tahu apa yang terjadi? saya ga lebih dari orang yang mulai mengasihani diri sendiri. saya ngerasa dunia ga adil dimana di luar sana banyak mereka yang "gampang" mempermainkan arti sebuah cinta, sementara saya harus susah payah cuma buat satu cinta. hal itu terus berlanjut sampe saya mulai menyalahkan banyak pihak termasuk Tuhan (siapa gw, nyalahin Tuhan?)

sampe akhirnya seorang temen bilang gini, "cintai pribadi yang tepat'. jujur saya agak emosi dan ngerasa tertampar, soalnya buat saya dia orang yang tepat buat saya. dia "seiman" dan sudah masuk kualifikasi saya, dan yang terpenting dari semua, saya punya "cinta" buat dia. dengan segala pembenaran itu saya secara tidak langsung berteriak pada temen saya itu, "hey, lu siapa? yang jalanin semua itu gw bukan lu!!"
ga itu aja, soalnya ga lama setelah itu temen yang laen lagi bilang, "lepaslah emas digenggaman soalnya emas itu bakal dituker sama permata." saya jawab, "hoi, gw ga butuh permata. gw cuma mau emas, apa itu salah?" ternyata ada paradigma dalam hidup saya yang harus dibenahi tentang merelakan.

kedua temen saya sebenernya mau bilang hal yang sama, kamu ga salah mencintai orang, tapi ada waktunya buat melepas. maka belajarlah buat ngerelain, soalnya waktu ada kerelaan bakal ada orang yang tepat yang diciptain buat kamu cintai. mungkin kamu bingung? ya, selama ini kita mempergumulkan kenapa Tuhan ga ngasih kita sama jalan sama si A ato si B yang masuk kualifikasi kita. menurut saya, itu terjadi bukan karena kita ga disayang Tuhan, tapi minimal ada dua sebab:

pertama, mungkin dia yang kamu taksir mungkin baik menurut kamu, tapi cek lagi. apakah kita udah nanya dan mempergumulkan tentang si dia sama Tuhan? hey, Tuhan kita tu luar biasa baik. Dia ga akan ngasih yang baik aja. Dia bakal ngasih yang terbaik buat anak-Nya, pertanyaannya mau ga kita sabar dan merelakan yang baik biar yang terbaik bisa hadir? soalnya hati kita ga mungkin diisi sama dua pribadi.
ato mungkin alesan kedua, mungkin si dia yang kamu taksir adalah orang yang tepat buat kamu dan Tuhan, tapi inget Tuhan kita adalah Tuhan yang pencemburu. tau ga, Dia mau tau kita lebih cinta sama siapa, Tuhan ato orang yang kita taksir. jangan-jangan ntar abis dikasih "hadiah" (baca : jadian) kita malah makin jauh ato cenderung lupa sama Tuhan. (kayaknya terjadi pada saya, hehe)


jadi, menurut saya ga salah kita marah, nangis, kecewa waktu Tuhan ga ngijinin kita deket sama seseorang, toh Tuhan juga ga pernah nyiptain "robot". Dia nyiptain manusia yang punya free will dan itu bisa digunakan buat marah, nangis atau kecewa waktu apa yang kita inginkan ga tercapai. tapi saran saya, kita harus ngecek lagi apa alesan kita marah tepat? apa kita udah denger alesan Tuhan? apa cinta itu sesuatu yang kita butuhkan atau hanya sekedar keinginan? ya, tiap manusia butuh cinta (cinta nunjukin kita punya sifat Bapa), tapi Tuhan ga pernah maen-maen sama cinta, soalnya cinta tu bukan perkara gw suka dia, dia jadi pacar gw, trus life happily ever after, hey, cinta lebih rumit dari itu butuh persiapan dan kematangan buat itu. tapi denger, kabar baiknya Tuhan udah nyiapin "pribadi yang tepat". eits, tunggu dulu. semua ga gratis. Dia mau kita belajar buat "cinta sama pribadi yang tepat"

berhentilah mengeluh, nyalahin banyak pihak, dan kecewa. tetep setia dan sabar menunggu, relain yang baik menurutmu. btw, kalo yang baik menurut kita baik juga buat Tuhan, pasti dibalikin kok. daripada semuanya itu ilang, apa ga lebih baik kita serahkan bukan cuma "penghapus" tapi "pensil" kita ke tangan-Nya. biar Dia ga cuma bisa ngoreksi kwsalahan kita, tapi biar Dia yang tulis jalan hidup kita, soalnya cuma Dia yang tau waktu dan pribadi yang terbaik yang tentunya tepat buat kita.

jadi intinya, jangan buang cintamu dengan percuma, tapi bersiaplah untuk mencintai pribadi yang tepat.

Tuhan memberkati!!

Siapa yang Paling Bahagia??


pertanyaan yang mungkin ga pernah ada di benak kita selama ini. kenapa? karena ketika kita ada dalam masalah berat, ketika kita mengalami musibah, atau menangisi sesuatu, kita cenderung berpikir 'aku tahu siapa yang paling malang di dunia ini.. aku!'

paradigma bodoh seperti itu (setidaknya bagi saya), seharusnya kita ubah. pernahkah kita berpikir 'siapa yang paling bahagia' saat ada dalam kesedihan yang teramat sangat? saya berani bertaruh jawabannya TIDAK. kenapa tidak? sebab kita 'kecanduan' akan kesedihan dan masalah. dan ketahuilah kita mengalami syndrom 'mengasihani diri'.

kabar baik yang ingin saya bagikan adalah, mulailah mencari tahu siapa orang yang paling bahagia. bukan mereka yang bergelimang harta, sebab harta menimbulkan kecemasan. bukan pula mereka yang berkedudukan, sebab makin tinggi suatu ranting makin keras angin yang menerpanya. apalagi orang yang mendewakan cinta, sebab cinta tak bisa penuhi segalanya. lantas apa? pertanyaan yang bagus. orang yang paling berbahagia ialah mereka yang mengerti tujuan mereka diciptakan. mereka yang bangkit dari keterpurukan. mereka yang menerobos badai hidup.

orang yang paling berbahagia ialah mereka yang punya mental juara sejati, bukan sekedar mental baja. juara boleh saja gagal, kalah, atau jatuh, tapi mereka akan bangkit, menatap ke depan dan berlari hingga garis finish. orang yang paling bahagia bukan mereka yang 'mengasihani diri' dengan berkata akulah orang paling malang. orang yang paling bahagia adalah mereka yang 'mengasihi dirinya' dan berkata aku akan bangkit.

kenapa mereka paling berbahagia? sebab mereka 'keras' pada diri mereka dan implikasinya dunia akan 'lunak' bagi mereka. mereka melatih diri mereka dan suatu hari garis akhir akan mereka dapat. dan ketahuilah orang yang paling bahagia adalah orang yang tersenyum di akhir, puas akan usahanya, dan berkata 'dulu aku tak tahu siapa yang paling bahagia, tapi sekarang aku tahu akulah orangnya. aku akan bangkit dan kembali berlari' meskipun masalah dan tangis di pundaknya.

apakah kamu salah satunya?! jadilah orang yang paling bahagia. Tuhan memberkati!!

Apa yang Kau Cari?

temen saya nulis status di salah satu situs pertemanan kira-kira begini, "apa tujuan hidupmu? uangkah itu? apakah dengan uang hidupmu indah?" dan status ini bikin saya tergelitik buat ngomen disana.

pertama-tama banget saya mau ngasih tau ada 3 hal yang bisa bikin hidup kita kacau kalo kita terlalu ngejar itu. ketiganya adalah harta, tahta, dan cinta. catetan penting, kaum pria lebih rentan terjerat salah satu dari arus itu.

harta..
kalo yang ini sih penjabarannya gampang. segala sesuatu yang berbau materi dikejar dan ditimbun. banyak orang mikir uang bisa beli semuanya dan dengan uang hidup jadi mudah. apa ini tujuan hidupmu?

tahta..
tahta di sini bisa disamain dengan kedudukan. biasanya pas pemilu tahta direbutin, senggol kanan kiri buat dapetin itu. kalo kamu bilang kamu ga bakal masuk kriteria ini, soalnya ga ada niat jadi pejabat, tunggu dulu. lebih jauh lagi, tahta atau kedudukan juga menyangkut title kita. biar keliatan hebat, sekolah terus sampe namanya dipenuhin s kayak kereta, ato di dunia kerja, gimana caranya cepet naek pangkat. orang kadang mikir pangkat, kedudukan, atau title tadi adalah nilai jual, makin tinggi pangkat, makin disegani kita. apakah ini tujuan hidupmu?

cinta..
paling sering orang terjerumus disini. soalnya cinta ga mandang status, kekayaan, dan kedudukan. semua orang bisa kena. mereka yang ngejar cinta ga bakal tenang, soalnya mereka ngerasa ada yang kurang dan selalu aja kurang. ketika orang terlalu ngoyo sama cinta, hati-hati cinta bisa berubah jadi obsesi, akhirnya nafsu. ugh, amit-amit dah. apakah ini tujuan hidupmu?

satu fakta yang harus kita ketahui, bahwa harta, tahta, dan cinta ga bakal bikin hidup kita 100% bahagia, soalnya mereka itu sifatnya sementara dan terbatas ruang dan waktu. parahnya lagi ketika udah mendapat, bukannya tenang mereka malah bikin kita paranoid. takut hartanya ilang kek, tahtanya kurang tinggi kek, cintanya pudar kek, dan kek-kek yang laen. pernah ga liat, ada orang kaya luar biasa tapi hidupnya ga tentrem? ato penggede tapi hidupnya amburadul? soalnya mereka terjerat 'arus' tujuan hidup yang salah. makanya bukan kedamaian, malah ketidak nyamanan yang mereka dapet.

trus??
di salah satu status di akun saya, saya nulis gini, "kalo dunia ini ga adil, kenapa kamu bangga sama hidupmu yang duniawi itu?" di situ saya mau negesin, kita udah tau yang salah, tapi kita tetep ambil itu. celakanya lagi, kita bangga akan itu. jadi, carilah yang tak akan dibatasi apapun. kenali Dia, cari tahu rencana-Nya. itulah tujuan kita di ciptain. GBU

Apakah Tuhan Peduli Pada Patah Hati


pertanyaan 'apakah Ia peduli pada hatiku yang patah?' belum sepenuhnya terjawab. tiap kali share sama orang tentang masalah ini, mereka bilang 'Tuhan peduli' ato 'semua akan indah pada waktunya'. jujur separuh hati saya ga terima kata-kata klise itu. dalam hati saya mencibir, 'coba kalian tahu rasanya'. oke ga usah bahas itu karena ga penting.

kamu ga yakin Tuhan peduli? kalo kalian nge-judge kayak gitu kalian salah. sebab pada dasarnya saya yakin Ia angkat beban saya. Ia tertawa bersama saya dan menangis untuk saya. hanya saja pertanyaan yang masih mendongkol adalah tentang 'mana bukti kalo Tuhan peduli sama hati yang patah?'

pertanyaan ini tetep aja jadi misteri sampe akhirnya siang tadi (waktu kuliah agama katolik), di video berjudul 'God's love letter' saya temukan jawabanya. disana tertulis dalam bahasa inggris, inti artinya 'Aku peduli saat kau patah hati' dan hebatnya disana tertulis referensi ayatnya (mazmur 34 : 19).

ternyata benar Tuhan peduli, Ia sungguh peduli. Ia berkata "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." betapa saya disadarkan oleh ayat ini. tidak puas dengan satu ayat, saya mencoba search engine di alkitab ponsel saya. saya ketik key word 'patah hati' dan hasilnya ada 4 ayat yang menyinggung patah hati. namun yang mengena untuk saya hanya 3.

selain mazmur 34 : 19, masih ada ulangan 31 : 8 dan mazmur 147 : 3. kesemuanya menyinggung posisi Bapa saat kita patah hati dan janji-Nya ketika kita patah hati.

saya patah hati, tapi kenapa saya sakit? mazmur 147 : 3 berkata "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka" tapi ketahuilah, bagaimana lukamu dibalut kalo kamu aja ga pernah dateng ke dokter yang megang perban? ketika patah hati (sebenernya sih tiap saat) dan kita ngerasa sakit, jangan segan untuk datang pada Bapa dan minta Ia rawat lukamu. mungkin ga akan sembuh instan, mungkin perihnya ga langsung ilang, tapi ketahuilah, kita udah nyerahin masalah ke Pribadi yang tepat.

intinya adalah, siapa bilang Tuhan ga peduli? Ia peduli bahkan amat peduli. seperti tertulis di ulangan 31 : 8 "Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." bukti kepedulian-Nya adalah penyertaan-Nya dan janjinya mengobati luka kita, jadi masih berpikir Ia tak peduli hatimu yang patah? pikirkan lagi. Gbu!

Cinta ?

satu hal yang bikin saya bingung adalah ketika banyak anak muda terjebak dalam hal yang satu ini (saya akui, saya juga sempet terjebak, lama lagi.. hehe..), hal yang saya maksud ga laen dan ga bukan adalah "cinta". ga usah nyangkal, soalnya bagi semua anak muda, hal yang berhubungan dengan cinta adalah hal yang sangat penting dan riskan. cinta adalah kebutuhan bagi tiap manusia, itu bener, tapi apa yang membedakan dengan cinta anak muda sampe saya bilang itu riskan?

kaum muda cenderung menganggap urusan cinta adalah urusan yang sangat penting. ga bisa disanggah bahwa cinta emang penting, tapi hasrat untuk mencari arti cinta dan gaya hidup yang seakan mengharuskan orang berpacaranlah yang membuatnya teramat mengerikan. seharusnya kita ga boleh tutup mata sama realita bahwa banyak hal yang lebih penting daripada cinta terabaikan ketika kita kenal yang namanya cinta. cintalah yang terkadang membutakan kita sama sekolah, Tuhan, teman, dan hal positif laen yang justru ga kalah pentingnya dari cinta.

jadi cinta tu jahat ya? trus kita ga boleh ya kenal sama cinta? kok nggak banget sih? saya pribadi ga bilang "ada yang melarang kita kenal yang namanya cinta", itulah yang harus kita garis bawahi, karena pada usia belasan kita baru "seneng-seneng"nya cari jati diri dan cinta adalah bentuk pengenalan kita akan siapa kita. tapi yang bikin salah kaparah dari remaja saat ini adalah kecenderungan cinta buta (ada yang bilang cinta katarak, soalnya cinta ga sepenuhnya buta.. whatever). cinta karena obsesi dan didasari hasrat-lah yang menghiasi dunia remaja dan boleh percaya ato nggak kita suka nyebut itu dengan kata "true love" (so sweet) tapi apa bener itu true love? saya lebih seneng nyebutnya passion love (cinta karena hasrat)

kok bisa disebut passion love? soalnya kita sering lakukan siklus berikut, curi pandang - suka - smsan/telpon - jadian - ga cocok - putus - cari baru - kembali ke curi pandang (ngaku hayo). pertanyaan saya, apakah pacaran dengan dasar cinta tujuannya cuma putus, trus cari baru, putus, balik, trus putus lagi, dst? mana true lovenya? itu sih bukan cinta karena dasar cinta, tapi cinta sesaatnya remaja yang orang dulu bilang cinta monyet, masak kita mau disamain sama monyet?? hahaha.

tapi kan pacaran tahap pengenalan, jadi sah-sah aja dong kalo mau putus nyambung? pertanyaan bagus tapi bodoh. ada dua hal yang mendasari perkataan saya bahwa pertanyaan tadi bodoh.

pertama, apakah mengenal orang dapat kita lakukan sesaat? apakah ketika kita putus kita bisa lebih mengenal pribadinya?
kedua, pernah ga sih kita mikir, semakin banyak mantan berarti semakin banyak juga musuh kita? (saya ngalamin lho..) apakah kita bisa ngertiin orang yang udah jadi musuh kita? 100% ga bakal, ato kalo mungkin pun akan susah banget, apa lagi kita remaja yang masih mikir dengan mengutamakan ego.

lantas, apa yang harus kita lakukan? ada beberapa langkah penting untuk "menguji" cinta kita pada seseorang:
pertama, bikin komitmen jangan mudah bilang cinta sama orang, sekalipun kamu yakin seyakin-yakinnya kalo dia orang yang tepat.
dua, bikin kriteria tentang siapa co/ce impian kamu, kriteria yang dimaksud bukan kriteria yang lebay (ex, saya mau co saya kayak gu jun pyo. jelas ga bakal dapet) bikin kriteria yang sesuai.
tiga, bawa ini dalem doa. minta visi dari Dia. ketika Tuhan bilang kamu harus ubah kriteria kamu, ubahlah. kalo udah dapet visi dari Tuhan, saatnya bergerak
empat, cari orang yang sesuai visi dari Tuhan, jangan pernah tambahkan/kurangkan itu. waktu ketemu orang yang dirasa tepat, belajarlah untuk mengenal dia luar dalem, terus bawa dalem doa. kalo kamu kebelet, inget langkah pertama.
lima, kalo udah cocok luar dalem baru dah jadian. jadian ga bakal mudah, pasti banyak halangannya. jadi sebisa mungkin jangan pernah putus. tahap mengenal karakter bukan cuma pas PDKT, tapi juga selama pacaran, sukur-sukur sampe nikah hahahaha...

trus kalo ga dapet-dapet gimana? jangan pernah ubah komitmen dan kriteria kamu. kriteria nunjukkin seberapa gede harga diri kamu, kalo kamu ubah itu dimana harga diri kamu? bawa terus dalem doa. Tuhan bakal nunjukkin orang-orang yang tepat, kita tinggal milih. problemnya, kita sabar apa ngga? kita berserah dan percaya apa ngga. jadi jangan menyerah.

dan yang terpenting, cinta bukan masalah suka, jadian, terus semua berjalan lancar. cinta tu kompleks. bahkan orang dewasa pun sering terjebak liku-likunya. apa lagi anak muda. jadi kesimpulannya, cinta ga salah, pacaran ga dosa, tapi pikirkan. karena pilihanmu sekarang menentukan masa depanmu. kalo menurutmu aku masih muda ga penting ngurusin itu, kamu salah. justru selagi muda pikirin apa yang mau kamu lakuin buat hari depanmu. dan cinta adalah salah satunya. jangan pernah terjebak cinta. Gbu.

Tuhan Itu Adil

Sebagai manusia biasa, ada kalanya kita merasa Tuhan tak adil. Itu juga yang saya alami belum lama ini. Saya merasa orang lain yang nampaknya jauh dari Tuhan mendapat kesempatan yang lebih baik. Sesak? saya akui sesak dan sakit melihat itu semua. Banyak pergumulan dan perasaan tak menentu melihat hal itu. Yah, mungkin itulah yang namanya manusia, Kita baru akan merasa adil ketika apa yang kita "inginkan" terwujud.

Banyak pergumulan dan share dengan beberapa teman dan pembimbing rohani yang akhirnya mengarahkan saya pada satu pernyataan yang tak bisa di bantah siapapun bahwa "Tuhan itu baik, sangat baik". pernyataan yang akan sangat sulit diterima dan dicerna oleh pribadi yang sedang dalam kegalauan hati. Saya akui itu, karena untuk mencapai titik ini saya membutuhkan banyak pertentangan batin.

Apa dasar saya berkata Tuhan itu baik? pada dasarnya Ia menyediakan semua yang kita "butuhkan" tanpa kita minta. pernahkah dalam doa kita berkata "Tuhan semoga hari ini ada cukup udara agar saya bernafas" atau "oh Tuhan, biarkan matahari terbit hari ini" hal penting yang kadang dengan mudah kita anggap sepele. tapi Dia memang Tuhan yang baik bukan? semua sudah Tuhan siapkan, Tapi pikirkan, apa balasan kita? kiata merasa Ia tak adil ketika "keinginan" kita tak terwujud.

Bahkan begitu baiknya Tuhan hingga Ia tak segan memberikan berkat bagi kita yang mau parcaya pada-Nya, baik bukan? pikirkan lagi. Problem yang pernah saya alami adalah saya tidak bisa melepas apa yang saya cintai untuk Tuhan, padahal jika kita mau menarik lebih jauh lagi semua yang kita miliki bahkan apa yang kita cintai semua disediakan oleh Tuhan. Jadi pikirkan lagi apakah pantas jika kita bersungut-sungut ketika apa yang kita miliki, sayangi, cintai diminta kembali? Saya rasa akan lebih baik jika kita berserah pada Tuhan.

Jadi, saya rasa akan sangat logis dan pantas jika Ia meminta hati kita sepenuhnya tanpa diduakan sebagai "balasannya". sebab semua yang kita miliki adalah milik-Nya.,jadi akan lebih baik jika kita serahkan jiwa, raga, hati, roh bahkan hanya untuk-Nya. Tuhan kita bukan Tuhan yang perhitungan dalam memberi berkat, bahkan orang jahat pun diberkati-Nya, apalagi jika kita mau berserah, memuji, memuliakan dan menyembahnya dengan segenap hati, budi, dan hidup kita. Pernah bayangkan apa yang bisa Tuhan berikan sebagai "bonus" bagi kita?

Satu kutipan dari renungan pagi mengenai bonus, terkadang kita lebih menginginkan "jaket dan helm" yang menjadi hadiah dari pembelian motor daripada menginginkan "motornya". Sama dengan hidup kita, terkadang kita lebih haus akan berkat yang Tuhan sediakan dariapada mendekatkan diri pada penyedia berkat. Jadi sekarang, siapakah yang membuat hidup kita tak adil?

Ketika saya menulis ini sebenarnya ini adalah pembelajaran juga bagi saya, karena tidak mudah untuk mempelajarinya dan mengaplikasikannya dalam hidup. tapi satu pesan saya Tuhan itu baik, Ia begitu adil, apa yang Ia lakukan dalam hidupmu bukan karena Ia ingin menghancurkanmu, tapi Ia mau kau belajar beserah dan percaya pada-Nya. Jangan pikirkan berkat yang akan kau terima dari-Nya tapi usahakan agar hatimu tertuju pada-Nya.

Tulisan ini saya buat untuk di sharing-kan bersama, mohon berikan pendapat saudara, semoga dapat menjadi berkat buat kita semua. Tuhan memberkati.

Waktu

pernah berpikir kenapa manusia dibatasi waktu? kenapa ia mengencet ruang gerak kita? kenapa ia begitu singkat? kenapa kita tak bisa lepas darinya dan selalu ikut alirannya? dan kenapa ia selalu maju dan enggan kembali?

waktu adalah pembatas yang tidak bisa di tembus dan tidak dapat diputar ulang. waktu terus mwngejar kita, tapi justru karena ada waktu yang mengekang kita, maka kita dapat melakukan terobosan, dapat menemukan, dapat merevisi, dapat menginovasi, lakukan hal hebat di luar nalar kita, bahkan karena ada waktu yang tak dapat kembali maka manusia belajar untuk menghargai, berusaha untuk bangkit, mencoba untuk tidak berbuat salah lagi, dan punya cita-cita besar.

coba bayangkan jika tidak ada waktu yg mengekang kita, tak ada usia yang menghambat kita, tak ada jenjang yang mendesak kita? apa kita akan terpacu untuk lakukan hal besar? apa kita tergerak untuk belajar dari kesalahan? saya rasa tidak, karena kita akan berpikir "toh waktu saya tak terbatas"

jadi, kenapa kita berpikir seandainya waktu dapat diulang atau seandainya saya punya waktu lebih panjang. hey, justru karena waktu kita sedikit, sempit, dan tidak dapat diulang kembali maka belajarlah untuk hargai waktu. berusahalah untuk mengejar impianmu selagi waktumu masih ada.

berpaculah dengan waktu maka akan kau dapati kesenangan yang tidak dapat dibeli dengan apapun. nikmati waktumu karena kau tak tahu kapan akan berhenti ia. belajarlah dari waktu yang sudah lalu untuk waktu yang akan datang. ingat waktu kita di sini singkat.

suatu hari nanti saat merasa waktumu sudah dekat, coba lihat apa yang telah kau capai dimasa lalu dan pastikan kau akan tersenyum gembira karena tak ada waktu yang terbuang olehmu. hargai waktumu maka kau akan dapati bahwa waktu membantumu untuk jadi lebih baik.

jadi, masih berfikir waktu harus diulang atau bahkan dihapuskan? pikirkan lagi..