Minggu, 24 Januari 2010

Tuhan Itu Adil

Sebagai manusia biasa, ada kalanya kita merasa Tuhan tak adil. Itu juga yang saya alami belum lama ini. Saya merasa orang lain yang nampaknya jauh dari Tuhan mendapat kesempatan yang lebih baik. Sesak? saya akui sesak dan sakit melihat itu semua. Banyak pergumulan dan perasaan tak menentu melihat hal itu. Yah, mungkin itulah yang namanya manusia, Kita baru akan merasa adil ketika apa yang kita "inginkan" terwujud.

Banyak pergumulan dan share dengan beberapa teman dan pembimbing rohani yang akhirnya mengarahkan saya pada satu pernyataan yang tak bisa di bantah siapapun bahwa "Tuhan itu baik, sangat baik". pernyataan yang akan sangat sulit diterima dan dicerna oleh pribadi yang sedang dalam kegalauan hati. Saya akui itu, karena untuk mencapai titik ini saya membutuhkan banyak pertentangan batin.

Apa dasar saya berkata Tuhan itu baik? pada dasarnya Ia menyediakan semua yang kita "butuhkan" tanpa kita minta. pernahkah dalam doa kita berkata "Tuhan semoga hari ini ada cukup udara agar saya bernafas" atau "oh Tuhan, biarkan matahari terbit hari ini" hal penting yang kadang dengan mudah kita anggap sepele. tapi Dia memang Tuhan yang baik bukan? semua sudah Tuhan siapkan, Tapi pikirkan, apa balasan kita? kiata merasa Ia tak adil ketika "keinginan" kita tak terwujud.

Bahkan begitu baiknya Tuhan hingga Ia tak segan memberikan berkat bagi kita yang mau parcaya pada-Nya, baik bukan? pikirkan lagi. Problem yang pernah saya alami adalah saya tidak bisa melepas apa yang saya cintai untuk Tuhan, padahal jika kita mau menarik lebih jauh lagi semua yang kita miliki bahkan apa yang kita cintai semua disediakan oleh Tuhan. Jadi pikirkan lagi apakah pantas jika kita bersungut-sungut ketika apa yang kita miliki, sayangi, cintai diminta kembali? Saya rasa akan lebih baik jika kita berserah pada Tuhan.

Jadi, saya rasa akan sangat logis dan pantas jika Ia meminta hati kita sepenuhnya tanpa diduakan sebagai "balasannya". sebab semua yang kita miliki adalah milik-Nya.,jadi akan lebih baik jika kita serahkan jiwa, raga, hati, roh bahkan hanya untuk-Nya. Tuhan kita bukan Tuhan yang perhitungan dalam memberi berkat, bahkan orang jahat pun diberkati-Nya, apalagi jika kita mau berserah, memuji, memuliakan dan menyembahnya dengan segenap hati, budi, dan hidup kita. Pernah bayangkan apa yang bisa Tuhan berikan sebagai "bonus" bagi kita?

Satu kutipan dari renungan pagi mengenai bonus, terkadang kita lebih menginginkan "jaket dan helm" yang menjadi hadiah dari pembelian motor daripada menginginkan "motornya". Sama dengan hidup kita, terkadang kita lebih haus akan berkat yang Tuhan sediakan dariapada mendekatkan diri pada penyedia berkat. Jadi sekarang, siapakah yang membuat hidup kita tak adil?

Ketika saya menulis ini sebenarnya ini adalah pembelajaran juga bagi saya, karena tidak mudah untuk mempelajarinya dan mengaplikasikannya dalam hidup. tapi satu pesan saya Tuhan itu baik, Ia begitu adil, apa yang Ia lakukan dalam hidupmu bukan karena Ia ingin menghancurkanmu, tapi Ia mau kau belajar beserah dan percaya pada-Nya. Jangan pikirkan berkat yang akan kau terima dari-Nya tapi usahakan agar hatimu tertuju pada-Nya.

Tulisan ini saya buat untuk di sharing-kan bersama, mohon berikan pendapat saudara, semoga dapat menjadi berkat buat kita semua. Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar: