Minggu, 21 Februari 2010

harapan itu ada atau tidak??


ya, pertanyaan yang juga mengelitik buat saya. apa ada yang namanya pengharapan? jika ada kenapa sepertinya harapan saya tidak pernah jadi kenyataan? hanya jadi impian kosong? lantas apakah pantas kita tetap berharap? berharap pada apa?

jujur, saya tidak menyalahkan jika ada diantara kita yang berpendapat seperti diatas. mempertanyakan tentang pengharapan dan merasa bahwa harapan itu hanya mainan anak perempuan dan tidak universal, namun saya mau memberitahukan fakta bahwa jika ada diantara kita yang masih berpikir berharap adalah hal bodoh, ketahuilah itu salah.

hal terbaik dari berharap, Tuhan tidak pernah memungut se-sen-pun ketika kita berharap. sebesar apapun harapan dan impian kita semua gratis. bahkan Tuhan sendiri yang menanamkan harapan-harapan pada tiap hati kita. masalahnya, kenapa sepertinya harapan kita hanya menjadi seperti harapan kosong belaka?

ya, sebetulnya harapan yang menjadi kosong karena kita tidak melakukan follow up. apa itu? ya, langkah ke depan dimana kita "harus" (garis bawahi itu) melakukan sesuatu yang nantinya makin mendekatkan kita pada harapan kita. dalam hal "follow up" itu tergantung dari kemauan kita untuk memulai. selama kita tidak ada usaha memulai, harapan itu tak akan terwujud.

hey, saya sudah melakukan semuanya untuk mencapai impian saya, tapi saya hanya menjadi orang yang berharap tanpa ada kenyataan, kenapa?

ketahuilah, Tuhan memberikan manual book untuk hidup kita. ya, alkitab (sebab saya seorang kristen) pernah membaca 1 korintus 13 : 13? "demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih." disana di singgung tentang 3 hal, dan "eureka" salah satunya menyinggung pengharapan.

saya mencoba menyimpulkan apakah ada hubungan antara ketiganya dan kenapa kasih menjadi yang terbesar dari ketiganya, dan akhirnya saya menyadari sebuah kunci. kunci yang nantinya juga akan menjawab kenapa pengharapan yang kita usahakan "follow up" nya pun tidak pernah berjalan mulus.

saya akan mulai menjelaskan pendapat saya.
menurut saya mengapa kasih diberikan porsi terbesar, sebab kasih adalah dasar dari semuanya. (hey, bahkan dasar pengajaran Tuhan kita Yesus Kristus adalah kasih.) ya, kasih adalah dasar atas semuanya. tanpa kasih yang benar-benar pure, iman kita menjadi kosong. tanpa iman dan percaya, mustahil orang akan memiliki perngharapan. kalaupun ia punya pengharapan, harapannya menjadi semu, sebab ia tak punya rasa percaya akan terwujudnya harapan itu.

jadi intinya, milikilah kasih yang sejati sebelum kita punyai harapan. menurut saya sehebat apapun langkah lanjut kita dalam mawujudkan harapan kita, tanpa kasih dalam menjalaninya, akan sulit untuk mewujudkannya.

dan diatas semuanya saya ingin mengajak semuanya milikilah harapan yang luas, melangkahlah menuju harapan itu, namun jangan lupakan dasar dari semuanya, kasih. semoga harpanmu, apapun itu, sebesar apapun itu, semustahil apapun itu di matamu, selama ada kasih yang melandasinya, pasti ada jalan.

selamat berharap dan mewujudkannya, Tuhan memberkati!!

Jumat, 12 Februari 2010

kenapa jatuh ke lubang yang sama??


bayangkan ini,
ada seorang yang sedang tertimpa masalah berat, seorang teman yang penuh aura 'charming' memberi bantuan dan berkata, "ayo bangkit, semua akan indah pada waktunya, contohnya aku!!" dan orang itu percaya tanpa tahu adanya perbedaan pada mereka. yang di lakukannya adalah bangkit dari keterpuurkan ytanpa tahu akan mengalami kegagalan lagi.

saya hanya bisa tertawa sinis melihat realita di atas. apa benar usaha sekeras apapun untuk bangkit seakan tidak ada gunanya dan orang yang mencoaba akan tetap terjatuh? orang akan berpendapat demikaian, "mana mungkin gagal? tiap ada usaha pasti ada jalan." pemikiran seperti ini benar tapi kita harus sedikit memodifikasinya. kenapa? kita menganggap tiap usaha pasti membuahkan hasil, tapi pernahkah kita merenungkan hal ini, bahwa usaha yang salah pun membawa kita pada jalan kegagalan yang sama. jadi masih percaya pada pepatah?

orang yang membantu orang lain memberi contoh dirinya sendiri, sebab contoh konkrit akan memberi efek persuasi lebih kuat. alantas kenapa kegagalan yang dialami orang yang 'ditolong' cenderung berulang? sebetulnya alasanya mudah.

pernah mendengar kalimat seperti ini, "ah santai aja, kalo udah waktunya pasti dapet. jodoh ga bakal kemana kok. aku aja nyantai trus jadian"

kenapa si a (sebut aja gitu) memberi contoh keberhasilannya, dan ketika si b percaya dan mulai menerapkannya hasilnya hanya kegagalan?

sebab si b tidak punya key word nya. 'charming' tanpa harus berusaha, prince charming akan mudah melewati masalah, sebab tiap orang membantunya yang notabene menjadi pusat alam semesta (lebay). bandingkan dengan poor begar, yang orang aja jijik buat deket-deket, apa lagi nolong. jadi sudah jelas sekarang percauma mendengar omongan orang lain jika kita ga punya "modal" untuk bangkit.

jadi intinya ada dua.
pertama buat orang-orang yang lebih dalam segala hal, usahakan untuk tidak sok menasehati dan bantu terlebih pake contoh keberhasilan diri, soalnya mereka yang lagi jatoh bukan pengemis yang minta dikasihani mereaka adalah orang yang sedang jatuh dan berusaha bangkit. jangan pernah anggep mereka sama denganmu. inget, pengalaman tiap orang beda. cukup bilang ayo semangat. ga usah pake embel kata si a, si b, si c, ato liat aku. hentikan bullshit-an kalian.

kedua, buat orang yang lagi terpuruk, bangunlaha dan berhentilah menatap keberhasilan orang, cari sendiri keberhasilanmu, ahargai sendiri usahamu. kamu berbeda dengan orang lain. asah sisi charming mu, dan jadilah hebat dengan caramu sendiri. meleklah sama realita.

menolong boleh, namun jangan berikan impan kosong pada orang yang kamu tolong. di tolong oke, tapi kamu harus sadar kamu hidup di duniamu, bukan dunia mereka yang nolong kamu. jadi ada baiknya kan kita sadar untuk tidak terjatuh lagi??