Jumat, 12 Februari 2010

kenapa jatuh ke lubang yang sama??


bayangkan ini,
ada seorang yang sedang tertimpa masalah berat, seorang teman yang penuh aura 'charming' memberi bantuan dan berkata, "ayo bangkit, semua akan indah pada waktunya, contohnya aku!!" dan orang itu percaya tanpa tahu adanya perbedaan pada mereka. yang di lakukannya adalah bangkit dari keterpuurkan ytanpa tahu akan mengalami kegagalan lagi.

saya hanya bisa tertawa sinis melihat realita di atas. apa benar usaha sekeras apapun untuk bangkit seakan tidak ada gunanya dan orang yang mencoaba akan tetap terjatuh? orang akan berpendapat demikaian, "mana mungkin gagal? tiap ada usaha pasti ada jalan." pemikiran seperti ini benar tapi kita harus sedikit memodifikasinya. kenapa? kita menganggap tiap usaha pasti membuahkan hasil, tapi pernahkah kita merenungkan hal ini, bahwa usaha yang salah pun membawa kita pada jalan kegagalan yang sama. jadi masih percaya pada pepatah?

orang yang membantu orang lain memberi contoh dirinya sendiri, sebab contoh konkrit akan memberi efek persuasi lebih kuat. alantas kenapa kegagalan yang dialami orang yang 'ditolong' cenderung berulang? sebetulnya alasanya mudah.

pernah mendengar kalimat seperti ini, "ah santai aja, kalo udah waktunya pasti dapet. jodoh ga bakal kemana kok. aku aja nyantai trus jadian"

kenapa si a (sebut aja gitu) memberi contoh keberhasilannya, dan ketika si b percaya dan mulai menerapkannya hasilnya hanya kegagalan?

sebab si b tidak punya key word nya. 'charming' tanpa harus berusaha, prince charming akan mudah melewati masalah, sebab tiap orang membantunya yang notabene menjadi pusat alam semesta (lebay). bandingkan dengan poor begar, yang orang aja jijik buat deket-deket, apa lagi nolong. jadi sudah jelas sekarang percauma mendengar omongan orang lain jika kita ga punya "modal" untuk bangkit.

jadi intinya ada dua.
pertama buat orang-orang yang lebih dalam segala hal, usahakan untuk tidak sok menasehati dan bantu terlebih pake contoh keberhasilan diri, soalnya mereka yang lagi jatoh bukan pengemis yang minta dikasihani mereaka adalah orang yang sedang jatuh dan berusaha bangkit. jangan pernah anggep mereka sama denganmu. inget, pengalaman tiap orang beda. cukup bilang ayo semangat. ga usah pake embel kata si a, si b, si c, ato liat aku. hentikan bullshit-an kalian.

kedua, buat orang yang lagi terpuruk, bangunlaha dan berhentilah menatap keberhasilan orang, cari sendiri keberhasilanmu, ahargai sendiri usahamu. kamu berbeda dengan orang lain. asah sisi charming mu, dan jadilah hebat dengan caramu sendiri. meleklah sama realita.

menolong boleh, namun jangan berikan impan kosong pada orang yang kamu tolong. di tolong oke, tapi kamu harus sadar kamu hidup di duniamu, bukan dunia mereka yang nolong kamu. jadi ada baiknya kan kita sadar untuk tidak terjatuh lagi??

Tidak ada komentar: