Selasa, 30 Maret 2010

Bila Dia Bernyanyi

beberapa waktu yang lalu saya memainkan lagu krispatih dengan gitar saya. ketika saya menelaah lagi lirik yang saya nyanyikan, saya mulai berpikir. kita, manusia sangat mudah patah hati. sedikit saja terluka langsung menyanyi lagu serupa. saya lantas bertanya, apakah Tuhan menyanyikannya melihat kita yang berdosa ini atau bagaimana jika Ia menyanyikan lagu yang biasa kita nyanyikan? mungkin anda akan menilai orang yang nulis ini agak nyeleneh, tapi saya membagikan ini dengan maksud agar kita merenungkan semua yang telah kita perbuat selama kita ada di dunia.

lirik lagu yang saya maksud adalah lagu "bila rasaku rasamu" (semoga ga salah judul). kira-kira ini liriknya..
aku memang terlanjur mencintaimu..
sobat, sadarkah kita betapa Bapa amat mencintai kita? tak pernah memandang siapa kita kita terlanjur berharga bagi-Nya. kita adalah biji mata-Nya.

dan tak pernah ku sesali itu..
ketahui pula bahwa Ia tak pernah menyesal menjadikan kita di dunia. Ia rela lakukan apapun bagi kita bahkan mati bagi kita (hehe... bentar lagi paskah..).

seluruh jiwa telah ku serahkan..
seperti kata-kata saya di atas. bukan hanya jiwa dan raga, bahkan nyawa-Nya pun Ia berikan untuk tebus dosa-dosa kita.

menggenggam janji setiaku..
benar. Ia setia akan janji-Nya dan apa yang telah Ia gariskan pada kita akan digenapi-Nya, namun kita lupa akan itu.

ku mohon jangan jadikan semua ini..
bahkan ketika Tuhan meminta pada kita untuk tetep setia apa yang kita lakukan?

alasan kau menyakitiku..
kita jadikan kesetiaan, kasih dan pengorbanan Bapa sebagai pembenaran dan alasan kita melakukan tiap dosa dan kesalahan yang menyakitkan hati-Nya.

meskipun cintamu tak hanya untukku..
hey, Bapa sadar kita tak sempurna. Bapa tahu kadang kita menduakannya tapi bapa meminta kita untuk...

tapi cobalah sejenak mengerti..
ya, untuk sejenak saja mengerti apa yang Ia mau. sejenak saja mendengar apa yang Ia ingin sampaikan. pernahkah kita lakukan itu atau seberapa sering kita melakukannya?

bila rasaku ini rasamu..
coba sobat, bayangkan seandainya kita dikhianati. apa rasanya? sekarang ranungkan berapa kali Ia kita khianati demi kekasih, harta, kedudukan, dan hal duniawi lainnya?

sanggupkah engkau menahan sakitnya..
seandainya Tuhan kita jahat, Ia akan paksa kita menerima apa yang selama ini Ia pendam, namun Ia adalah Bapa yang baik yang mau mendengar anak-Nya sekalipun anak-Nya berdosa pada-Nya.

terkhianati cinta yang kau jaga..
rasakan bagaimana jika kita tersakiti? dikhianati? sakit bukan? itu yang sering terjadi. kita mengkhianati hati-Nya, namun Ia tetap baik pada kita.

coba bayangkan kembali..
sekali lagi bayangkan sobat... sekali lagi renungkan...

betapa hancurnya hati ini, kasih..
benar, seandainya Bapa kita perhitungan, Ia akan berkata "SAKIT anak-Ku, SAKIT.." namun Ia tidak pernah memperhitungkan semuanya itu. Ia memberi damai bagi tiap orang yang mencari hadir-Nya

semua telah terjadi..
benar, semuanya telah terjadi. Ia telah mati di kayu salib untuk hapus dosa kita. untuk tebus kesalahan kita. tidak ada lagi yang Ia perhitungkan.

sobat..
betapa baiknya Bapa kita. namun kita seringkali lupa akan itu. kita khianati cinta-Nya seakan kita tak butuh pada-Nya. ingat bagaimana kita memohon pada-Nya? tapi bagaimana cara kita membalasnya? kita menduakan Dia dan terfokus pada apa yang kita cari. lupakah kita Dia adalah sumber segalanya?

mungkin terlihat bercanda ketika sobat melihat prolog posting ini, namun itu tidak menjadi masalah jika kita mau kembali melihat ke dalam dan menyadari kita harus banyak membenahi diri.

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya pada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal" (yoh 3:16)

Bapa sayang pada saya, anda, mereka, siapapun kita. jangan sia-siakan kematian-Nya di kayu salib.

selamat paskah, Tuhan selalu memberkati..



(thanks to Bapa atas inspirasi-Nya dan kerispatih atas lagunya)

Sebuah Pesan

tersebutlah seorang pemuda teramat mencintai kekasihnya, kasihnya begitu dalam hingga ia rela melakukan apapun demi kekasihnya. hubungan mereka berjalan begitu mesra, namun ternyata keadaan memaksa mereka untuk berpisah. sang pemuda tak rela, namun kekasihnya telah menentukan untuk berpisah, maka ia menerimanya. tanpa diketahui kekasihnya, sehari sebelum mereka berpisah sang pemuda menulis sebuah surat. pesan yang menjadi ungkapan hatinya. sebuah surat yang tak pernah tersampaikan bahkan hingga hari ini..

untukmu yang kucintai,
entah apakah saat kau baca pesan sudah ada jawaban atas masalah kita...
namun satu hal yang ku ingin kau tahu dan kau harus tahu...
selama apapun aku akan tetap menanti sebab aku yakin ada jawaban atas semua...
jika aku boleh bertanya...
apakah masih mungkin jika aku mohon jangan pernah berhenti mengasihiku...
ketahuilah apapun jawabmu...
aku akan terus sayang padamu dan tak akan ada yang dapat merubah itu...
terima kasih atas semua...
sekalipun kau tak berikan apapun padaku...
namun kau adalah alasanku tersenyum dan bahagia...
dan kasih mu padaku itu melebihi harta apapun di dunia...
aku tahu keadaanlah yang memaksa kita berpisah...
dan aku akan belajar memaafkan keadaan seperti ingin mu...
aku sangat mencintaimu...
dan aku yakin kau percaya akan itu...
oleh karenanya tetaplah tersenyum...
sebab itu yang buat aku bahagia...
dariku yang mencintaimu.

pemuda itu masih menanti, seperti janjinya dalam surat. sekalipun surat itu tak pernah terkirim. sekalipun hanya pemuda itu yang tahu surat itu. sekalipun surat itu tak pernah dibaca oleh seorang yang ia cintai, permata hati yang hilang dari mahkota jiwanya.

pemuda itu merasa bodoh. ia memendam perasaan dan menjalani kisahnya sendiri. ia merasa lakukan hal yang benar. ia tidak pernah dan tidak akan pernah tahu apa yang dirasakan kekasihnya. ia hanya akan merasa sendiri tanpa mengerti kenyataan bahwa ada seseorang di sana yang sedang menanti sama sepertinya menanti. menanti sang pemuda berkata "tetaplah di sisiku, keadaan tak dapat pisahkan kita!!"

sobat, terkadang kita melakukan hal yang sama. kita memendam perasaan dan merasa melakukan hal yang benar. sadarlah, sampaikanlah perasaanmu sekarang, selagi ada kesempatan. tak perlu kau pikirkan hasilnya, sebab kita tak akan pernah tahu sebelum mencoba. ketahuilah adalah lebih terhormat seseorang yang maju berpetang dan kalah daripada orang yang selalu lari dari peperangan.

apa yang kau rasa bukan hal yang pantas kau pendam. bagaimana kau tahu perasaannya jika kau sendiri tak pernah mengungkapkannya? tak tahukah engkau, terkadang ia menanti ucapan dari bibirmu? ia menanti kau datang dan berkata "berjalanlah di sisiku"

jangan sia-siakan semuanya dan menanti bagai seorang bodoh.

Rabu, 24 Maret 2010

masa itu


berapa umurmu sekarang? apakah kau merasa orang yang paling hebat? apa kau merasa kamu dapat berdiri sendiri? mari kita kembali ke dimana semua tidak seperti yang kau bayangkan, dimana kau adalah makhluk paling lemah.

ketika lahir,
kau rapuh, bahkan dinginnya udara dapat membunuhmu. tidak ada hal yang dapat kau lakukan, dan kedua orang tuamu, mereka memberimu kehangatan lewat dekapan dan kasih sayangnya. ingatkah apa yang kamu lakukan saat itu? kau membalasnya dengan tangis tanpa kenal waktu.

ketika balita,
banyak hal yang kau pelajari. bagaimana berbicara, bagaimana melangkah, dan bagaimana berbagi. kedua orang tuamu, merekalah yang menjadi guru terbaikmu. bukan hanya dua jam mereka mengajarimu dalam kelas kehidupan, tapi sepanjang usia mereka. mereka menjagaimu agar tak terluka kamu dan mencegah kalau-kalau kau berlaku buruk. ingatkah apa yang kau lakukan? kau berlari dari mereka ketika kau dapat berlari, kau marah pada mereka ketika kau dapat berbicara, kau tinggalkan mereka.

ketika anak-anak,
kau mulai bergaul dan menemukan teman baru, kau semakin banyak belajar dan mengenal dunia luar. orang tuamu, mereka menasehatimu dan memilihkan apa yang baik untukmu. ingatkah apa yang kau lakukan? kau merasa telah mempelajari banyak hal dan berkata, aku lebih tahu dari kalian.

ketika remaja,
kau mulai jatuh cinta. kau terjebak asmara. kau mulai bergaul dengan banyak orang. ketika orang tuamu berkata, sabarlah nak, ada banyak kesempatan untuk itu. kau berkata mengapa kalian begitu kolot? ketika orang tuamu berkata, hati-hati akan apa yang kau pilih, nak. kau menghardik dan berkata mengapa kalian tidak tahu kebutuhanku?

ketika menjadi seorang pemuda,
kau merasa hebat dan memutuskan memilih jalanmu sendiri. kau lupa bahkan mungkin tidak pernah memikirkan apa yang mereka perbuat bagi dirimu. kau anggap pencapaianmu adalah usahamu. kau merasa hebat. kau lupa ada tempat untuk pulang ketika kau mendapat masalah besar. kau lupa ada tempat untuk berbagi ketika kau terluka. kau merasa dapat lakukan semua sendirian. orang tuamu? mereka tidak pernah meninggalkan engkau. mereka selalu mengingat engkau dalam tiap doanya. mereka menghubungi engkau hanya untuk tahu apa kabarmu. mereka selalu ada.

pernahkah kau memikirkan itu? apa yang mereka perbuat untukmu lebih daripada apa yang kau perbuat bagi mereka. kau merengek ketika mereka meminta usahamu. ketahuilah, mereka tegar ketika kau menuntut banyak dari mereka. kau mengharuskan mereka menjadi orang tua yang terbaik lewat tangis sakit hatimu, namun apakah kau sadar, ketika mereka tahu kau tak bisa jadi yang terbaik bagi mereka, mereka akan selalu bangga untuk berkata "dia anak ku!"

pernahkah kau bayangkan jika suatu hari kau mendapat kabar bahwa orang tuamu pergi meninggalkanmu untuk selamanya tanpa sempat kau berterimakasih atas semua pengorbanan mereka? apa yang akan kau lakukan saat itu? menangiskah? semua telah terlambat jika itu terjadi.

ketika Tuhan menempatkan engkau di dunia, Ia tahu kau tak akan dapat melangkah sendirian, maka Ia menempatkan engkau di sisi kedua orang tuamu. bukan untuk kau maki layaknya atasan pada bawahan, bukan untuk kau suruh layaknya tuan pada pembantu, namun untuk kau taati dan kau hormati. untuk kau sayangi dan kau hargai.

dirimu tidak akan menjadi seorang hebat tanpa orang tua yang selalu mendukung dibelakang, menyemangati, dan memberikan contoh. berterimakasih lah pada mereka. atas apa yang mereka telah kerjakan dalam hidupmu. atas pelajaran yang begitu berharga dalam hatimu. atas cinta yang kau dapat.

semua belum terlambat sekarang, jangan tunggu hingga waktu pisahkan kalian. ingatlah masa itu..

Jumat, 19 Maret 2010

Kadang Tak Butuh Alasan


"kenapa sih dia bisa sayang sama aku? aku ngerasa dia terlalu baik buat aku. kenapa dia ga nyari orang lain buat dia sayangin? kenapa harus aku?"kira-kira inilah yang dikatakan seorang gadis pada sahabatnya ketika ia mempertanyakan alasan mengapa ada seorang pemuda yang menurutnya terlalu baik untuknya mau mencintainya.

mengapa dia bisa mencintaiku? ketika kita mempertanyakan hal ini, sama halnya dengan kita memepertanyakan kenapa Tuhan begitu baik pada manusia yang berdosa? kadang kita tidak butuh alasan untuk melakukan sesuatu, terutama untuk mencintai.

menurut saya, cinta pada dasarnya adalah suatu perasaan yang tulus. ketulusan cinta tidak membutuhkan alasan. cinta adalah perasaan tanpa syarat, inilah yang mendasari pendapat saya mengapa orang tidak butuh alasan untuk sebuah cinta.

mungkin masih ada yang menganjal, "kalo ga butuh alesan, kenapa kita bikin kriteria? bukannya kriteria ini adalah alesan kenapa kita bisa suka sama si A ato si B?" memang benar, tiap orang mencari kesempurnaan, itu sebabnya mereka terkadang membuat kriteria. namun kita tidak boleh menutup mata kita. cek lagi berapa kali anda pacaran, dan apabila di cek lebih dalam lagi apakah tiap pacar anda sudah sesuai dengan kriteria anda? saya bisa pastikan jawabannya tidak. lantas kenpa kita masih bisa jatuh cinta pada dia?

semakin dicari alasannya, saya rasa semakin tidak akan ketemu jawabnya. ya, cinta tidak butuh alasan untuk dilakukan. cinta tidak butuh dipertanyakan. ketika kita memiliki alasan mencintai seseorang, sebaiknya kita cek lagi apakah itu benar-benar cinta? apakah itu bukan nafsu kita atau alasan kita untuk melarikan diri?

seorang teman berkata "Cinta itu bukan karena, namun sekalipun". bukan karena kamu sempurna maka aku mencintaimu, namun sekalipun kau penuh kekurangan, aku kan tetap mencintaimu. cinta yang tulus tidak butuh alasan.

cinta yang tulus hanya perlu dijalani. sebab hakekat cinta sejati bukan mencari orang yang tepat namun kita hanya perlu belajar bagaimana menjadi orang yang tepat. permasalahannya apakah kita mau belajar menjadi orang yang tepat? itulah mengapa terkadang ketika kita bertanya mengapa dia memilihku, aku bukan orag yang tepat. nyatanya tidak ada orang yang tepat, namun bagaimana menjadi orang yang tepat.

sekarang renungkan lagi, perlukah kamu bertanya mengapa dia mencintai saya? saya yakin hanya Sang Pemberi Cinta yang tahu alasannya, jadi apakah sekarang semua butuh alasan? menurut saya bahakan sebuah cinta tak butuh itu.

Kamis, 11 Maret 2010

Bila Dunia Tanpa Agama


menjadi atheis adalah pilihan terbaik bagi kita. gimana enggak, agama modern sekarang ga ubahnya media untuk mengkotak-kotakkan kita. semacam pemberian "kasta" baru dan lebih ekstrim lagi pendapat bahwa agama hanya menjadi alasan perang dan permusuhan. tapi apakah benar begitu? apakah dunia tanpa agama akan jadi lebik baik? apakah dunia tanpa konsep dosa dan amal akan jadi lebih indah? apakah bila kita tidak pernah tahu ada tempat seperti surga dan neraka semua akan baik-baik saja?

banyak pandangan yang saya dapat. mulai pandangan bahwa Tuhan itu tidak pernah ada, sebab manusia dipengaruhi masa lalu dan alam bawah sadarnya, hingga konsep dosa adalah sebuah mind set yang sengaja dibuat untuk membatasi perilaku buruk manusia. tapi apa benar demikian?

kita mulai dari kata agama. diambil dari bahasa sanskerta yang berarti tidak ada kekacauan. maka seharusnya kita dapat manarik kesimpulan bahwa alasan kenapa agama ada di dunia ini adalah untuk menghilangkan kekacauan. lantas mengapa agama malah menimbulkan "kekacauan" baru? dan kenapa banyak orang yang hidup tanpa agama terlihat lebih baik?

menurut saya agama memang harus ada di dunia, namun saya memandang penganut agama sudah mengalihkan fungsi agama. agama sekarang ini lebih menjadi sarana pembuktian yang menurut saya terkadang tidak terlalu penting untuk melakukannya. alasan kenapa agama menimbulkan konflik, sebab penganut agama lupa akan perannan agama sebagai pemberi pedoman. agama sekarang berubah menjadi wadah komersil dimana ketika agamaku terlihat lebih baik dari agamamu ada kepuasan tersendiri dalam hati pemeluknya. pemeluk agama lupa akan dasar tiap agama universalitas yang seharusnya ditunjukkan lewat kasih. kekacauan baru timbul karena kesombongan tiap agama modern.

"jadikanlah seluruh bangsa murid-Ku" apakah ayat ini membuat kita terfokus untuk menjadikan semua orang sepaham dengan kita? saya rasa kita tidak boleh lupa dua hal. pertama tiap orang memiliki kehendak bebas, maka bukan hak kita untuk memaksa. kedua, terapkan hukum kasih, jika apa yang kita perbuat baik dan didasari motivasi yang benar, saya rasa banyak orang akan sepaham dengan kita pada akhirnya nanti.

sekarang beralih ke atheis, apakah jadi atheis lebih baik? saya rasa tidak. tidak percaya pada Tuhan, berarti tidak yakin akan iman dan pengharapan. mungkin akan terasa lebih baik menjadi atheis, namin apakah akan menjadi nyama ketika dunia ini dipenuhi orang yang tidak percaya pada Tuhan? lantas bagaimana mereka menjelaskan tentang terjadinya dunia? apakah semua terjadi begitu saja? apakah mereka percaya akan masa depan yang dipenuhi pengharapan? kepada siapa mereka akan berpegang ketika terjatuh? mereka mempertanyakan Tuhan, namun apakah mereka tahu semakin mereka mencari kebenaran bahwa Dia tak ada, semakin mereka menemukan bukti baru bahwa Dia ada dan selalu ada.

lantas apa yang harus saya pilih? memilih beragama atau tidak beragama punya konsekuensi masing-masing. ketika kita memilih beragama tanpa memiliki stendar hidup "mangasihi" saya rasa tak ada bedanya kita dengan seorang yang berkata terpujilah Tuhan dengan mulutnya namun menyatakan saya tak yakin Ia mendengar dengan hatinya. demikian pula ketika menentukan menjadi atheis, mungkin terlihat lebih baik, namun apakah demikian adanya?

saya sendiri mengakui, agama bukanlah hal utama yang menentukan kita akan masuk surga atau tidak, bukan mereka yang berteriak "Tuhan.. Tuhan" dengan mulutnya, namun mereka yang melakukan kehendak Bapa-lah yang akan masuk kerajaan surga. salah satu ayat kitab suci agama saya menuliskan hal yang kurang lebih begitu. bukan dengan beragama lalu otomatis kita masuk surga, bukan dengan beragama lantas otomatis kita terbebas dari kesengsaraan, tapi kita harus punya usaha untuk menjadi lebih baik dan mencoba menelaah apa yang Tuhan mau dalam hidup.

saya pribadi memandang kita hidup di dunia ini seperti seorang yang tersesat di hutan belantara. untuk mencapai kota terdekat (baca keselamatan abadi) kita membutuhkan peta, dan agama adalah peta itu. agama hanya bertugas memberikan arah pada kita hingga akhirnya mencapai kota, namun keberhasilan kita tergantung pada diri kita sendiri. bagaimana kita melangkah dan kemauan kita untuk melangkah.

inti dari obrolan kita kali ini, ada atau tidaknya sebuah agama tidak pernah menentukan keadaan suatu tempat. kitalah yang menentukannya sendiri. akhirnya kita harus merenungkan lebih jauh, apakah dunia tanpa agama lebih indah? Tuhan memberkati.

Minggu, 07 Maret 2010

tak banyak waktu


pernah kamu hitung tiap jam yang kamu lewatin? pernah kamu renungin apa yang udah kamu lakuin selama itu? pernah kamu mikirin waktu yang kamu punya terus berkurang? pernah kamu bayangin seandainya malam ini adalah malam terakhir? apa yang udah kamu siapin buat hidup ke depan nanti?

hari ini ada satu pelajaran yang sangat berharga saya dapat. bukan dari mereka yang masih hidup, tapi dari seseorang yang telah pulang ke rumah Bapa. ya, dia mengingatkan saya betapa waktu kita ga banyak dan ga pernah banyak. celakanya kita hanya membuang waktu seakan besok selalu ada matahari yang bersinar.

penyakit menggerogoti tubuhnya dan dia harus dipanggil Bapa lebih cepat dari teman-teman sebayanya. mungkin bagi kalian itu wajar, tapi saya rasa pengalamannya memberi arti begitu besar bagi saya. bukan ketika ia meninggal yang spesial, tapi dampak setelah ia meninggal. yang saya pelajari adalah bagaimana teman-temannya memberi apresiasi begitu besar baginya. mengenang tiap hal baik darinya dan bagaimana sosoknya mampu mengubah banyak pribadi.

pertanyaan bagi kita, waktu kita sama sedikitnya dengan dia. tak ada yang tahu kapan giliran kita dipanggil, apakah nanti setelah menulis di blog saya, saya meninggal? tidak ada yang tahu kecuali Dia. namun lebih dari itu, apa yang telah kita lakukan selama Ia masih memberi pada kita waktu di dunia ini? bagaimana dengan mereka yang ada di dekat kita? apakah mereka mendapat pengalaman manis? dan bagaimana dengan "bekal" kita? apa itu sudah cukup?

kematian adalah hal yang wajar, tapi bukan itu point yang mau saya bagikan. bagaimana kita menghargai waktu yang ada dengan mengisi tiap hari yang kita punya dengan hal baik bagi kita, orang disekeliling kita dan bagi Dia, itu yang penting. bagaimana kita menghargai tiap detiknya hingga satu saat ketika waktu kita habis, mereka yang mengenal kita berkata "aku bangga pernah mengenalnya".

waktu kita terus berlari mengejar kita dan percayalah siap atau tidak waktu akan habis, bagi saya, kamu, dia, mereka, siapapun. tak ada yang mampu ubah itu. yang dapat kita usahakan adalah bagaimana di waktu yang tak banyak ini kita memberikan sedikit hal yang berarti.

dan satu pesan saya sebelum menutup tulisan singkat yang mungkin tak bermakna ini, tak ada banyak waktu.

(tulisan ini didedikasikan untuk seseorang di sebuah jejaring sosial yang di panggil Bapa pada 10 februari 2010. saya mungkin tidak mengenal anda, namun anda mengajarkan saya banyak hal.)