Selasa, 30 Maret 2010

Sebuah Pesan

tersebutlah seorang pemuda teramat mencintai kekasihnya, kasihnya begitu dalam hingga ia rela melakukan apapun demi kekasihnya. hubungan mereka berjalan begitu mesra, namun ternyata keadaan memaksa mereka untuk berpisah. sang pemuda tak rela, namun kekasihnya telah menentukan untuk berpisah, maka ia menerimanya. tanpa diketahui kekasihnya, sehari sebelum mereka berpisah sang pemuda menulis sebuah surat. pesan yang menjadi ungkapan hatinya. sebuah surat yang tak pernah tersampaikan bahkan hingga hari ini..

untukmu yang kucintai,
entah apakah saat kau baca pesan sudah ada jawaban atas masalah kita...
namun satu hal yang ku ingin kau tahu dan kau harus tahu...
selama apapun aku akan tetap menanti sebab aku yakin ada jawaban atas semua...
jika aku boleh bertanya...
apakah masih mungkin jika aku mohon jangan pernah berhenti mengasihiku...
ketahuilah apapun jawabmu...
aku akan terus sayang padamu dan tak akan ada yang dapat merubah itu...
terima kasih atas semua...
sekalipun kau tak berikan apapun padaku...
namun kau adalah alasanku tersenyum dan bahagia...
dan kasih mu padaku itu melebihi harta apapun di dunia...
aku tahu keadaanlah yang memaksa kita berpisah...
dan aku akan belajar memaafkan keadaan seperti ingin mu...
aku sangat mencintaimu...
dan aku yakin kau percaya akan itu...
oleh karenanya tetaplah tersenyum...
sebab itu yang buat aku bahagia...
dariku yang mencintaimu.

pemuda itu masih menanti, seperti janjinya dalam surat. sekalipun surat itu tak pernah terkirim. sekalipun hanya pemuda itu yang tahu surat itu. sekalipun surat itu tak pernah dibaca oleh seorang yang ia cintai, permata hati yang hilang dari mahkota jiwanya.

pemuda itu merasa bodoh. ia memendam perasaan dan menjalani kisahnya sendiri. ia merasa lakukan hal yang benar. ia tidak pernah dan tidak akan pernah tahu apa yang dirasakan kekasihnya. ia hanya akan merasa sendiri tanpa mengerti kenyataan bahwa ada seseorang di sana yang sedang menanti sama sepertinya menanti. menanti sang pemuda berkata "tetaplah di sisiku, keadaan tak dapat pisahkan kita!!"

sobat, terkadang kita melakukan hal yang sama. kita memendam perasaan dan merasa melakukan hal yang benar. sadarlah, sampaikanlah perasaanmu sekarang, selagi ada kesempatan. tak perlu kau pikirkan hasilnya, sebab kita tak akan pernah tahu sebelum mencoba. ketahuilah adalah lebih terhormat seseorang yang maju berpetang dan kalah daripada orang yang selalu lari dari peperangan.

apa yang kau rasa bukan hal yang pantas kau pendam. bagaimana kau tahu perasaannya jika kau sendiri tak pernah mengungkapkannya? tak tahukah engkau, terkadang ia menanti ucapan dari bibirmu? ia menanti kau datang dan berkata "berjalanlah di sisiku"

jangan sia-siakan semuanya dan menanti bagai seorang bodoh.

Tidak ada komentar: