Minggu, 07 Maret 2010

tak banyak waktu


pernah kamu hitung tiap jam yang kamu lewatin? pernah kamu renungin apa yang udah kamu lakuin selama itu? pernah kamu mikirin waktu yang kamu punya terus berkurang? pernah kamu bayangin seandainya malam ini adalah malam terakhir? apa yang udah kamu siapin buat hidup ke depan nanti?

hari ini ada satu pelajaran yang sangat berharga saya dapat. bukan dari mereka yang masih hidup, tapi dari seseorang yang telah pulang ke rumah Bapa. ya, dia mengingatkan saya betapa waktu kita ga banyak dan ga pernah banyak. celakanya kita hanya membuang waktu seakan besok selalu ada matahari yang bersinar.

penyakit menggerogoti tubuhnya dan dia harus dipanggil Bapa lebih cepat dari teman-teman sebayanya. mungkin bagi kalian itu wajar, tapi saya rasa pengalamannya memberi arti begitu besar bagi saya. bukan ketika ia meninggal yang spesial, tapi dampak setelah ia meninggal. yang saya pelajari adalah bagaimana teman-temannya memberi apresiasi begitu besar baginya. mengenang tiap hal baik darinya dan bagaimana sosoknya mampu mengubah banyak pribadi.

pertanyaan bagi kita, waktu kita sama sedikitnya dengan dia. tak ada yang tahu kapan giliran kita dipanggil, apakah nanti setelah menulis di blog saya, saya meninggal? tidak ada yang tahu kecuali Dia. namun lebih dari itu, apa yang telah kita lakukan selama Ia masih memberi pada kita waktu di dunia ini? bagaimana dengan mereka yang ada di dekat kita? apakah mereka mendapat pengalaman manis? dan bagaimana dengan "bekal" kita? apa itu sudah cukup?

kematian adalah hal yang wajar, tapi bukan itu point yang mau saya bagikan. bagaimana kita menghargai waktu yang ada dengan mengisi tiap hari yang kita punya dengan hal baik bagi kita, orang disekeliling kita dan bagi Dia, itu yang penting. bagaimana kita menghargai tiap detiknya hingga satu saat ketika waktu kita habis, mereka yang mengenal kita berkata "aku bangga pernah mengenalnya".

waktu kita terus berlari mengejar kita dan percayalah siap atau tidak waktu akan habis, bagi saya, kamu, dia, mereka, siapapun. tak ada yang mampu ubah itu. yang dapat kita usahakan adalah bagaimana di waktu yang tak banyak ini kita memberikan sedikit hal yang berarti.

dan satu pesan saya sebelum menutup tulisan singkat yang mungkin tak bermakna ini, tak ada banyak waktu.

(tulisan ini didedikasikan untuk seseorang di sebuah jejaring sosial yang di panggil Bapa pada 10 februari 2010. saya mungkin tidak mengenal anda, namun anda mengajarkan saya banyak hal.)

Tidak ada komentar: