Minggu, 18 April 2010

Hingga Titik Jenuh

hari ini sebagian dari kita mungkin sedang "enjoy" dengan apa yang sedang kita lakukan. hobby, sekolah, pekerjaan, bahkan hubungan kita, seakan hidup kita lengkap dan kita tak butuh apa-apa. tapi pernahkah kita mencoba melihat jauh ke depan dimana disana ada kemungkinan bagi kita mengalami titik jenuh dan kebosanan.

"yah, yang terpenting sekarang kita jalani dulu. masalah nanti biar diurus nanti." jawaban yang bagi saya sangat tidak bijak. menurut saya banyak hal yang harus kita antisipasi sejak sebelum hal itu terjadi. tentu saja berserah itu penting, namun usaha yang kita lakukan juga tidak kalah penting.

banyak orang yang gagal menghadapi masa depannya karena mereka tidak pernah sadar akan adanya masa-masa jenuh atau mereka sebenarnya mengerti namun tidak mau tahu akan itu. ini akan mempengaruhi banyak hal jika kita tidak mengantisipasinya terlebih dahulu.

sebagai contoh, bayangkan ketika saat ini anda kuliah dan semester depan titik jenuh itu muncul, anda akan melarikan diri pada hal yang membuat anda "lebih enjoy" dan akhirnya kuliah terbengkalai. atau ketika saat ini anda sedang asyik-asyiknya menjalin hubungan dengan kekasihnya dan anda sengaja menutup mata akan titik jenuh, ketika masa itu datang akan ada kemungkinan anda putus dengan kekasih anda dengan alasan tidak cocok, padahal mungkin bukan tidak cocok, hanya saja anda sedang jenuh, dan ketika anda sadar dari kejanuhan, selamat... kekasih anda telah hilang.

lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindar dari masa jenuh?

bersiaplah...
semua tidak akan mungkin jika anda tidak mempersiapkan diri anda. jika anda tidak mau melakukannya jika anda tidak aware dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. jadi langkah pertama persiapkan diri anda, sadari masa itu "pasti" datang.

berencanalah...
ya, buatlah perencanaan yang jelas menganai apa yang akan anda kerjakan. usahakan apa yang anda rancang untuk anda kerjakan bukan hal yang monoton, sehingga mengurangi efek kejenuhan.

beralihlah...
benar jika dalam 7 hari anda hanya berkutat pada kuliah atau pekerjaan atau mungkin kekasih anda, mengapa anda tidak mencoba meluangkan sedikit waktu saja. alaihkan perhatian anda dari semua yang anda kerjakan sekarang. ini bukan berarti anda lari dari tanggung jawab, melainkan menyegarkan diri untuk berkutat kembali dengan itu.

berefleksilah...
ya, renungkan kembali apa yang telah anda lakukan sebelum menemui masa jenuh. cek poin yang telah anda kumpulkan dan periksa apa-apa saja yang kurang. siapa tahu anda akan menemukan kenapa anda merasa jenuh atau anda menemukan kembali alasan untuk semangat.

berserahlah...
akhirnya, semuanya harus dan semestinya kita gantungkan pada yang kuasa. jadi tips terakhir saya, serahkan hidup anda pada Tuhan. segalanya yang kita rancangkan terkadang bukan rencana yang Ia mau. jadi berserahlah, sebab tanpa Dia semuanya sia-sia.

ya, titik jenuh pasti ada, namun kita manusia diberi kemampuan untuk menghindarinya atau minimal memanipulasinya. pertanyaannya sekarang maukah kita melakukannya atau membiarkan hidup kita dipegaruhi rutinitas sehingga kejanuhan menjerat kita satu saat nanti?? ya hanya anda yang tahu jawabnya.

Tidak ada komentar: