Senin, 03 Mei 2010

belajar dari patah hati

pengalaman yang sangat pahit yang membuat saya jatuh di titik dasar terjadi pada akhir bulan juli 2009. banyak pergumulan dan pertentangan yang terjadi dalam hidup saya. mulai dari kenapa Ia memberikan cobaan ini pada saya sampai apakah benar tidak ada seseorang yang pantas untuk saya? jujur hati saya hancur dan pahit sekali rasanya, akhirnya ini berimbas pada menurunnya kualitas hidup dan rohani saya.

saya mempertanyakan banyak hal sampai saya tidak menyadari saya telah larut dalam patah hati yang teramat sangat dan saya harus bilang, perasaan itu perasaan yang saya benci namun saya suka berada dalamnya. ya, apa tujuan Tuhan mempertemukan saya dengan dia apabila saya yakin Tuhan sudah tahu kami akan berpisah dan perpisahan itu amat menyakitkan bagi saya.

saya remuk saya hancur dan menurut saya semua orang mentertawakan saya. tak peduli seberapa besar perhatian dan dukungan mereka pada saya, yang saya tahu hanya satu, mereka tertawa melihat saya jatuh dan apa yang mereka katakan tidak lebih dari pemanis bibir dan dukungan palsu (ya, ini adalah efek dari patah hati). lebih lanjut, dalam hidup saya mentertawai diri saya sendiri padahal saya melakukannya agar semua orang tidak tahu saya menangis, marah, kecewa, dan merasa semuanya itu omong kosong belaka.

saya merasa dunia ini mempermainkan saya dan hati saya? akan ada luka yang sangat dalam sampai saya yakin bahwa luka itu tidak akan pernah sembuh. benar, saya yakin akan ada dan selalu akan ada luka yang membekas perih dalam hidup saya dan percayalah pada saya rasanya bahkan lebih parah daripada jatuh dari gedung lantai 50. ahahahahahahahahaha....

ternyata, selama ini saya salah. Tuhan, Ia begitu baik. ya, akhirnya saya dapat berterima kasih untuk patah hati yang sangat menyakitkan itu. karena patah hati, saya bertemu dengan seseorang. mungkin bagi banyak orang tidak ada yang luar biasa dari dirinya, namun bagi saya ada yang berbeda darinya. ya, dia mau menyusun kembali keping yang telah hancur itu dan ia memberikan kepada saya harapan lagi.

mungkin akan terlihat seperti anak perempuan jika saya bilang harapan saya hidup lagi, namun itu yang saya rasakan. perlahat tapi pasti saya bisa memaafkan keadaan, sesuatu yang selama ini saya sesali dan saya ratapi. sedikit demi sedikit saya tidak lagi memperdulikan hal menyakitkan apa yang telah banyak orang berikan pada saya.

saya menemuakan dan merasakan bahwa hidup ini lebih baik tanpa ratap dan sesal dan saya menemukan jawaban itu setelah saya bertemu dia. saya berterima kasih pada Tuhan atas itu dan saya pahami satu hal bahwa komitmen adalah sesuatu yang harus dijunjung tinggi, bukan hanya main-main. bukan untuk kandas ketika ada masalah besar terjadi.

patah hati adalah hal yang biasa, namun yang menjadikannya luar biasa adalah ketika kita mau belajar ada hal yang lebih penting dari meratap. ada sesorang disana yang mengobati kita. hanya saja siapa dan kapan itu yang tidak akan terjawab. banyak hal terjadi di belakang sana dan saya tahu, hal bodoh apa yang telah saya perbuat sehingga saya harus mendapat sakit yang teramat sangat. setidaknya saya tidak akan mencoba mengulanginya dan berusaha melakukan hal yang lebih bahkan terbaik dari saya.

dan saya hanya ingin mengudapkan sebuah pesan buat seseorang yang saya tak perlu saya sebut namanya. dimanapun kamu berada, saya berterimakasih untuk itu, untuk perih itu, bukan karena akhirnya saya membenci kamu, namun karena saya rasa itu memang jalan terbaik, dan terimakasih untuk waktu yang singkat itu. sakit memang tapi saya mencoba memaafkan semuanya. semoga jika satu hari kamu membaca ini ada perdamaian diantara kita sekalipun saya masih belum tahu apa yang menjadi kesalahan saya. akhirnya semoga Tuhan memberkati kamu. hehehehehehehe.....

terima kasih terbesar pada Dia sang pencipta yang telah mempertemukan saya dengan Monica Ardiana. banyak pandangan saya yang Kau ubahkan lewat dia. sekarang saya hanya mau menjalaninya dengan hati yang jujur. semuanya saya mau serahkan ke dalam tangan-Mu. ya, masa depan saya dan apa yang terjadi esok hari biar hanya Engkau yang merancangnya bagi saya... hehehehehehehe.....

dan buat banyak pihak yang merasa pernah terlibat dalam masalah saya dengan masa lalu saya, hanya ucapan maaf dan terima kasih untuk sakit hati, pengorbanan dan banyak hal lainnya. ya saya terlalu bodoh atau lebih tepatnya terlalu sakit untuk mau mengerti. banyak waktu yang terbuang untuk ucapkan terima kasih atau minimal ucapan maaf...

ya, hidup ini penuh misteri dan saya adalah bagian dalamnya. bukan saya yang mengontrol hari depan. akhirnya kunci dari semuanya adalah lakukan bagian kita dan sisanya serahkan pada Tuhan, sebab Ia tahu yang terbaik. ada benarnya bahwa rancangan kita terkadang bukan rerncana-Nya. nikmati hidup, itu yang Ia mau dan cinta? cinta hanya sebagian kecil bonus dari rasa syukur... hehehehehehe ^_^

Tidak ada komentar: