Jumat, 07 Mei 2010

Tribute To Our Best Friend

rasanya baru saja kemarin saya mengenal sosoknya. rasanya baru saja kemarin saya, mas ardian dan dia bercanda di angkringan. semua begitu cepat. bahkan hari ini saya masih belum bisa percaya teman satu kost, kakak angkatan, saudara, sahabat atau apalah sebutannya telah berpulang ke rumah Bapa kemarin, tanggal 6 mei 2010.

aura sedih mungkin tidak kami tunjukkan diantara kami, namun dari obrolan dan apa yang dilakukan hari ini, saya tahu bahwa sosoknya begitu mengena. bukan hanya teman-teman yang telah lama tinggal satu kost, bahkan bagi saya seorang yang baru saja setahun kurang berada di kost. ada hal yang saya rasa akan hilang. orang yang akan memainkan gitar di depan komputer, orang yang akan bercanda dengan tawanya yang khas.

hari ini sekali lagi saya belajar bahwa hidup ini berharga. bahwa hidup ini hanya sekali. yang terpenting bukan apa yang kita lakukan untuk kita. hari ini sekali lagi saya belajar, bahwa hidup ini akan berarti bukan ketika kita puas pada diri kita, namun ketika banyak orang yang mengenal sosok kita dengan baik. saya mulai merenung, apa yang akan orang banyak katakan saat nanti saya berpulang? apakah saya akan di cap sebagai penjahat atau di hormati seperti seorang saudara?

kedua, kita tak akan pernah tau waktunya, makan dari itu isilah hidup kita dengan kebaikan. dengan kesan mulia, sehingga suatu hari ketika waktunya tiba akan ada banyak pribadi yang merindukan kita. akan ada banyak orang yang mengerti betapa baiknya kita dan itu akan meutupi apa yang kurang dari kita.

tak banyak yang dapat saya sampaikan, selamat jalan sahabat, saudara, teman, kakak, apapun kita boleh menyebutnya. tawamu akan kami rindukan. selamat jalan mas septian. akhirnya hanya sebaris doa dan penghormatan terakhir yang bisa saya berikan.

1 komentar:

Art_D_End mengatakan...

hmmmm.....
Bener juga katamu niel
yang ga terlupakan tu tawanya yang khass
hehehe

yah tp mo gimana lg niel
semua tlah terjadi...
dan Qt juga ga bisa berbuat apa apa...

jujur, berat banget buat Q tuk melepas kepergiannya..
bener bener ga nyangka secepat itu..

yah mulai saat ini mari Qt coba tuk merelakan kepergiannya...
dengan senantiasa memberikan doa kepada nya agar dia bisa selalu tertawa dengan gaya tertawanya yang khas d sisi Tuhan....

"Ardian"