Sabtu, 11 September 2010

Pikirkan Lagi

belakangan ini saya agak tersentil, sebabnya bukan karena nilai yang hancur atau tindakan yang menyalahi aturan, tapi tentang memaknai cinta. menurut saya (mungkin karena ada jiwa melan), cinta itu harus didefinisikan dan saya bangga atas definisi saya seakan saya adalah ahli dalam hal ini. nyatanya?

percaya atau tidak, saya harus mengakui bahwa selama ini saya bukan ahli, tapi sok ahli. mendefinisikan cinta, mengekspresikan, dan mempublikasikannya tidak lebih dari cara saya menutupi that I was the real looser dan mencoba mendapat perhatian. celakanya!

saya tenggelam dalam hal itu dan tak pernah sadar. menjadi 'dewa cinta' adalah zona nyaman saya yang justru membuat kualitas saya sebagai pria 'multitalent' (bukan narsis, namun itu adanya) berkurang. ibaratnya saya seperti orang yang mengenal hal itu sampai mengakar, nyatanya bahkan kulit luar dari benda yang bernama cinta pun belum saya kenal. lantas?

seorang teman berkata bahwa saya dan definisi seputar cinta tak ubahnya gelas yang penuh dengan air. otak saya menjadi 'bebal' dan sulit menerima masukan sebab sudah fully loaded. teman saya menyarankan kosongkan gelasmu sehingga 'air' yang lebih bermutu dapat menempatinya. yep, mungkin itu yang membuat saya terlihat bodoh, ketika saya tak ubahnya tong kosong bersuara nyaring ketika ditanya soal cinta. jadi?

resolusi dan follow up ke depan, saya akan berusaha menjauh dari paradigma saya selama ini. kemudian mencoba mengisi hidup saya dengan hal yang lebih penting daripada cinta (love is important, but there's something urgent than love). dan cinta, satu hal yang saya kejar dulu (mungkin karena iri dan ingin membuktikan saya juga bisa) biarlah berjalan dengan apa adanya. saya diam bukan berarti tidak berbuat apa-apa to? lantas?

ya, tidak ada kata lain yang lebih tepat untuk mengakhiri curhatan saya ini dengan kata maaf. tapi jika satu kali sahabat dari 'you know who' sempat baca note ga jelas ini sampe kelar, satu pesen saya buat dia, 'gw minta maaf dan mulai detik ini gw mau komit buat ngerelain lu. terima kasih buat semuanya.'

pesen saya, belajarlah dari realita. do not expect more if you didn't have good competence. jadi 'orang' dulu barulah kita bicara soal cinta. kita masih muda, manfaatkan itu dengan hal positif not only talk about love. saya pribadi ngerasa masih 'kere' entah pengalaman, kepandaian, dan kemapanan. jadi, mau nonjolin apa? wajah yang bakal jadi tua kah? pikirin lagi.

semoga bisa jadi pelajaran

Tidak ada komentar: