Kamis, 04 November 2010

Dua Jenis Orang

beberapa hari sebelumnya ada seseorang tanpa identitas mengirimkan sms pada saya. intinya orang ini bertanya bagaimana caranya melupakan orang yang membuat kita patah hati, terlebih ketika kita masih sayang pada dirinya? bukan jawaban saya yang menjadi penting, sebab 1000x orang bertanya caranya, saya hanya akan menjawab, "belajarlah untuk merelakan." tidak akan ada jawaban lain yang akan saya berikan.

yang menjadi menarik adalah ketika akhirnya saya berpikir dan merenung dari hal itu. dari pengalaman si mr/ms X saya menyimpulkan dua jenis orang di dunia ini. menurut saya hanya ada dua jenis kategori orang bodoh dalam hal cinta. yah, mungkin yang akan saya bahas kali ini kurang mendalam, mungkin nanti kita bisa menambahkannya.

tipe pertama adalah mereka yang menunggu cinta. yang mereka lakukan adalah berharap akan cinta. mungkin mereka sadar cinta yang mereka tunggu tidak pernah akan mereka dapatkan, namun dengan bodohnya mereka menunggu. mereka percaya akan kekuatan cinta dan hasil dari keteguhan akan penantian. mereka tidak menyerak atau mungkin lebih tepatnya terlalu bodoh untuk mengerti bahwa terkadang ci nta tak harus memiliki, bahwa cinta adalah hubungan timbal balik dua manusia dan cinta bukan hanya soal memberi namun juga menerima.

bila kamu membaca paragraf diatas dan merasa tersentil maka hemat saya, sadarilah bahwa cinta tidak sesempit ruang di rongga kepalamu. cinta bukan hanya soal setia. cinta juga bagaimana kita diterima dan dihargai. ribuan tahun kau coba menunggu tanpa kepastian, yakin lah yang didapat hanyalah kesia-siaan.

"menunggu kan bukti kesetiaan." ya, itu benar. tidak ada yang salah dari menunggu, yang salah adalah ketika kau hanya menunggu dan tidak pernah mendapat kepastian. tunggulah dia yang kau sayang, namun carilah kepastian darinya. dan ketika dia bilang "aku ga bisa" atau "ini tidak mungkin" maka buanglah kesempatan itu. bukan berarti merelakan kesempatan sesuatu yang mudah, namun pilihan itu bisa jadi lebih bijaksana. ketika kau merelakan ia yang selama ini kau tunggu ingatlah kata-kata ini "mungkin ia bangga telah mencampakkan mu, namun ia akan menyesal dan ketika ia menyesal nanti kau sudah mendapat cinta sejatimu dan ia akan kecewa lebih dari yang kau rasa" sebab seseorang tidak akan tahu apa yang ia punya sampai ia kehilangan sesuatu.

orang tipe kedua adalah mereka yang mencari cinta tanpa henti, berkelana dan dengan sombong berkata "sebelum aku bertemu dengan orang yang seperti "X" aku tidak akan berhenti". orang tipe kedua ini akan merasa sangat populer dan pasti mencampakan orang yang mencoba tulus mencintainya, bukan karena orang yang datang padanya tidak layak untuk dicintai, namun karena orang tipe ke dua merasa layak mendapat lebih.

jika kau baca paragraf diatas dan merasa cocok dengan dirimu, maka sadarilah hal ini; cinta kadang bukan mencari pribadi yang tepat, cinta adalah bagaimana menjadi pribadi yang tepat. sejauh kau mencari, sejauh itu juga kau akan tersesat dan tidak pernah menemukan. cobalah buka mata, kadang tak perlu berlari mengerjar apa yang dinamakan cinta, sebab cinta terkadang ada disekitarmu. hanya saja kadang kau tidak pernah mau menerimanya dan membuangnya dari hidupmu.

"aku pantas dapatkan yang terbaik" itu benar, namun ketahuilah tidak ada manusia yang ada dalam idemu. buatlah kriteria tentang ia yang pantas jadi kekasihmu dan coba cari. saya berani bertaruh 1000 orang yang kau temui tidak ada satupun yang bakal cocok dengan kriteriamu 100%. atau jika secara kebetulan kau bertemu orangnya, mungkin hanya masalah waktu sampai kau merasa bosan dan akhirnya kecewa pada pilihanmu. jika selama ini kau mencampakan mereka yang mendekatimu dan tidak pernah untuk sekali saja memberikan mereka kesempatan maka ingat kata-kata ini "kita tidak akan pernah bisa mendapat semua hal yang kita cintai, maka cintailah apa yang telah kita miliki". cobalah beri kesempatan bagi mereka yang coba dekati dirimu, dan ketika mereka bukan kriteriamu cukup katakan "maaf, belum saatnya". kadang mereka bukannya tidak cocok denganmu, namun kesempatan kadang tidak diberikan pada mereka.

intinya adalah, mencintai bukan hanya sekedar menunggu dengan bodoh atau mencari tanpa perhitungan. mencintai adalah menggabungkan antara hati dan otak. gunakan perasaanmu untuk membuat cinta bersemi, namun jangan lupa pakai logikamu agar cintamu tidak menjadi cinta yang bodoh. mungkin tulisan ini tidak memiliki makna yang jelas, namun bisa jadi kau mempelajari sesuatu darinya. akhirnya, tiap orang pantas mendapat cinta, maka cintailah orang yang pantas mendapatkannya. tak perlu lama mencari atau menunggu hanya sadari bahwa ada mereka yang pantas untukmu.

Tidak ada komentar: