Sabtu, 25 Desember 2010

Natal dan Keajaiban






seorang anak bertanya pada ayahnya, katanya 'ayah, kenapa semua orang berbahagia menyambut natal? apakah karena Sang Penebus lahir bagi kita, yah?'

sang ayah menjawab, 'benar jawabmu itu, nak. hanya saja lebih dari itu natal penuh dengan keajaiban.' melihat kebingungan di raut wajah anaknya, sang ayah berkata 'satu saat kau akan mengerti'

natal berikutnya tiba. sang anak merasa tahu maksud keajaiban natal berkata, 'ayah, keajaiban natal adalah kebahagiaan yang hadir.' sang ayah tersenyum dan berkata 'lebih dari itu, nak. satu saat kau akan mengerti.'

memendam bingung si anak mencari jawaban, natal berikutnya tiba. ia merasa yakin berkata 'ayah, keajaiban natal adalah kasih yang tulus.' si ayah hanya tersenyum dan berkata 'tak hanya itu nak, satu saat kau akan mengerti.'

begitu pula natal tahun berikutnya ia kembali menjawab, 'ayah, keajaiban natal adalah semangat dan keikhlasan.' si ayah tersenyum dan berkata 'suatu saat kau akan paham.'

tahun berganti tiap natal berlalu sang anak mengutarakan jawabnya. namun si ayah hanya menjawab kau akan mengerti.

suatu saat muncullah masalah dimana si anak harus memilih antara sahabat dan kekasihnya. dia membuat pilihan yang salah dan akhirnya membuat keduanya hilang.

pada saat natal, sang ayah mendekati anaknya dan berkata, 'ini saatnya bagimu untuk mengerti apa itu keajaiban natal. ikuti kata hatimu.' tanpa banyak memberi petunjuk sang ayah pergi dan membungkam mulutnya.

berbekal kata-kata ikuti kata hati, sang anak mencoba memperbaiki hubungannya, namun tak ada jawaban dan ia hanya berserah pada keajaiban natal.

hingga akhirnya, ketika natal, saat semua harapan seakan pupus, ada jawaban yang sedikit melegakannya dan akhirnya sang anak tahu apa itu keajaiban natal. ia pun menulis

natal bukan hanya soal kasih, semangat, kegembiraan, atau keikhlasan. lebih dari pada itu natal mau ajarkan kita apa itu pengharapan.

Yesus lahir untuk memperbaharui apa yang telah ada. mungkin hubunganmu, kariermu, sekolahmu, keluargamu, bahkan hidupmu hancur dan untuk itulah Ia datang. bukan untuk memperbaikinya, namun untuk merancangnya kembali.

dan kata kunci dari itu semua bukanlah semangat, bahagia, ikhlas, atau kasih sebab itu adalah hasil dari keajaiban natal. natal mengajarkan kita untuk PERCAYA dan BERHARAP

sang ayah tersenyum puas melihat tulisan sang anak dan berkata 'ia telah mengerti.'

dan si anak? ia sadar hubungannya mungkin tak sebaik dulu, namun ia yakin ada rancangan yang lebih baik.

Tidak ada komentar: