Selasa, 27 Desember 2011

ada apa setelah hujan?


seperti pelangi sehabis hujan. ini adalah potongan lirik lagu yang cukup mengispirasi saya. ya, meraka bilang selalu ada pelangi sehabis hujan. selalu ada hal baik setelah yang jahat. selalu ada yang menyenangkan setelah kesedihan. masih dalam suasana natal, saya mau mengajak kita semua kembali merenungkan dan memaknai natal dengan baik. apakah natal kali ini benar-benar jadi pelangi indah dalam hidup saudara?

kita lihat dari apa yang benar-benar saya alami. saya sangat jarang melihat pelangi sehabis hujan. lebih parah yang saya lihat adalah banjir dan bencana lain yang menyertai hujan. maka mungkin kita perlu mempertanyakan isi lagu tadi, benarkah ada pelangi setelah hujan? atau jangan-jangan hanya banjir yang datang? ini berarti ketika saya mencoba menyelesaikan beban berat, bukan kelegaan (baca : pelangi) yang saya dapat tapi masalah yang lebih besar (baca : banjir) saya hadapi.

sekarang kita coba merenungkan lebih dalam lagi. jauh lebih intim lagi. seberapa banyak kita mendapat pelangi dalam hidup kita? seberapa banyak masalah kita akhiri dengan senyuman tanpa "banjir" menyertai kita? jika jawaban anda adalah "jarang" atau "tidak pernah" maka mungkin kita harus lihat kisah nuh. di cobai dengan hujan selama 40 hari 40 malam, banjir memenuhi bumi seluruh permukaan bumi, dan rasa putus asa. apa yang didapati nuh? pada akhirnya tetap ada pelangi untuknya.

maka ada hal yang perlu kita pastikan jika kita ingin melihat pelangi di tiap akhir dari pergumulan. pertama bahwa hujan yang berhenti bukan akhir dari masalahmu. kita tetap harus waspada akan bahaya dan masalah lain yang datang atau mungkin kita bisa menyebutnya dengan istilah banjir. jika kita hanya mempersiapkan diri pada bagaimana menanggulangi masalah, maka mungkin kita akan kecewa sebab saat masalah selesai kadang ada masalah lain yang mengekor.

kedua, pelangi tidak tercipta dengan sendirinya. kita butuh matahari. pertanyaannya sudahkah kita mencari matahari itu dalam hidup kita? atau makin hari kita makin jauh dari sang empunya hidup? seberapa dekat anda dengan Dia? jika hari ini kita masih merasakan kehampaan hidup dan pelangi tidak pernah kita temui, mungkin masalahnya karena kita kurang tekun dalam mengikutinya.

apa itu tekun? bukan hanya dengan rajin pelayanan dan absen di rumah ibadah. bukan hanya dengan mengamalkan talenta yang dimiliki. namun lebih dari itu bagaimana kita memaknai hubungan dengan Dia. bagaimana kita menyadari dalam tiap tarik dan hembus nafas kita Dialah yang memiliki kuasa.

maka mungkin kali ini kita harus kembali memaknai diri. apakah benar spirit natal sudah saya miliki? natal tidak sekedar kelahiran sang Juru Selamat bagi kita umat nasrani, natal adalah penggenapan janji. natal adalah bukti bahwa mentari itu bersinar dan akan membawa pelangi bagi kita yang menemukannya.

tak peduli apakah hujan badai dan banjir bandang yang menerpa hidupmu, namun selama kau memiliki matahari itu dalam hidupmu, setelah hujan dan banjir akan selalu datang pelangi. 


selamat natal Tuhan Yesus memberkati!!

Kamis, 08 Desember 2011

puisi cinta

hari ini kita bertemu, itu berarti jalan hidup kita bertemu di persimpangan yang sama. aku akan mulai bicara padamu dan ku harap kau mau membalas ucapanku. bila kita mengenal lebih dekat satu sama lain, maka kita memang berjodoh. namun ini bukan tujuanku, bukan hanya sampai disini.

aku telah lama menemanimu, berusaha mengerti tiap kau marah, menangis dan tertawa. mengenal siapa yang kau kagumi dan bagaimana orang yang kau benci. aku tak tahu, bahkan mungkin aku tidak terlalu peduli apakah kau melakukan hal yang sama, namun satu hal yang aku tahu pasti, caramu mengungkapkan semuanya itu meyakinkanku, kau dan aku pantas untuk menjalani hubungan yang lebih dalam.

hari-hari ku bersamamu adalah hal paling berharga yang pernah ku terima dari sang pencipta. waktu berjalan begitu lambat, dunia ini menjadi sangat menyenangkan. hari ini aku makin yakin kau memang tercipta untukku. aku harap ini akan kujalani selamanya.

bila hari ini aku tidak dapat bersamamu, maafkan aku sebab kau hidupku, namun hidupku tidak hanya untukmu. tidak mengapa jika aku luput dari tawa candamu, setidaknya aku bisa menemanimu saat menangis dan aku menjagamu saat kau khawatir. kau boleh menyalahkanku atas apa yang ku perbuat, sebab aku tidak akan mempersalahkanmu yang telah menudingku. 

bila hari ini aku marah, maka pahamilah aku sebagaimana aku seorang manusia. bila hari ini aku menangis, maka cobalah untuk tidak menyudutkanku. pahami aku, atau teruslah ada disisiku sehingga aku merasa ada seorang pribadi bersama denganku.

hingga hari ini semua berjalan seperti satu rutinitas, aku coba untuk bertahan dan aku yakin kau juga melakukan hal yang sama. namun apalah daya, waktuku bukan waktumu. jalanku bukan jalanmu, kita memang terlahir dalam takdir berbeda. keadaan memaksa ku menjauh darimu. ini menyakitkan ini menjemukan. hari ini aku bagaikan seorang yang tenggelam di lautan tanpa dasar, dan bagian terburuk dari itu semua aku sendirian.

sulit memang. menyakitkan semuanya kurasakan. aku tidak dapat berbuat apa-apa untuk perbaiki keadaan atau setidaknya memutar waktu dan memilih untuk tidak pernah bertemu dengan mu. aku hanya ingin katakan,

bertemu denganmu adalah hal termanis dalam hidupku, namun keadaan memaksa kita untuk berpisah. walaupun sulit aku akan bertahan dan mencoba memahami keadaan. tapi satu permohonanku padamu, jangan paksa aku untuk melupakanmu terlebih membenciku, biarkan sisa-sisa kenanganmu tetap hidup dalam diriku. bukan untuk membuatku jatuh, namun untuk tetap menyadarkanku perjalananku belum berakhir disini. tenanglah, aku tak serapuh apa yang kau bayangkan.
bila hari itu kita tidak pernah bertemu, maka aku bukanlah aku yang sekarang, namun aku tidak mau menyesali diriku yang memilih bertemu denganmu. bila hari ini kita berpisah dan kita berjodoh, maka waktu akan mempertemukan kita kembali. bila hari ini kita berpisah dan kau memang bukan untukku, maka berhentilah mengkhawatirkanku, sebab aku akan terus hidup dengan membawa senyum bahagia bahwa sekalipun aku bukan untukmu, aku pernah menjadi bagian dari dalam dirimu.

tiap hari, segala hal mungkin terjadi dalam hidup kita, mungkin hal yang baik, mungkin hal yang menyakitkan. namun jalani itu dengan hati yang tegar. kau tidak akan dapat sembuhkan luka dengan membuat luka yang baru. biarkan waktu yang menjadi obatmu. berusahalah, namun kau tidak perlu memaksakan kehendakmu. adakalanya segala sesuatu menjadi sangat menyenangkan, namun di lain waktu kau akan mendapati kesedihan, maka jalani dengan kerelaan.

(untuk adikku, terima kasih atas inspirasimu)

Senin, 28 November 2011

memaknai cinta

tersebutlah seorang raja yang terkenal sangat bijaksana. satu hari, seorang pemuda menanyakan satu hal untuk mencobainya. katanya pada sang raja "tuanku, tuanku terkenal sangat bijaksana. banyak orang yang mengagumi anda akan kebijaksanaan anda, maka dari itu hamba datang untuk menanyakan apa yang selama ini menjadi pergumulan hamba."

sang raja menjawab, "baiklah, coba katakan apa yang kau ingin ketahui dariku." sang pemuda berkata menimpali pertanyaan raja, katanya "hamba melihat banyak orang tersesat. bukan dalam perjalanannya menuju satu tempat, namun tersesat dalam perasaannya. perasaan itu disebut cinta. apakah paduka tahu bagaimana memetakan cinta agar banyak orang tidak lagi  tersesat?"

si raja diam sejenak, melihat ke sekelilingnya. setelah beberapa saat senyum mengembang dari wajahnya. saat itu juga ia mengatakan pada si pemuda, katanya "baiklah, besok pagi-pagi sekali sebelum semua orang terjaga, datanglah ke atas bukit, duduklah di tempat paling lapang yang kau temui disana. jangan lakukan apapun kecuali duduk dan memandang sekelilingmu. kembalilah kesini saat semua orang terlelap dan ceritakan apa yang kau temukan disana, maka aku akan memberimu jawab saat itu."

maka sang pemuda datang ke tempat itu sesuai perintah raja. ia duduk sepanjang hari itu mulai dari pagi buta ketika semua orang belum terjaga hingga saat semua orang sudah terlelap. ia duduk menahan haus dan laparnya, menahan rasa kesemutan dan bosannya, dan ketika waktu yang ditentukan sudah habis ia datang kembali pada raja.

kata sang pemuda pada raja "tuanku, sebelumnya hamba datang dengan membawa satu pertanyaan, namun sekarang saya membawa dua pergumulan. pertama mengapa tuanku mengharuskan saya duduk di tempat itu dan yang kedua apa hubungannya dengan pertanyaan saya? sebab saya merasa apa yang saya lakukan tidak menjawab apapun."

sang raja berkata pelan, "sebelumnya mari makan denganku. sebab aku tahu kau sangat kelaparan."

sesampainya di ruang makan, sambil menyantap makanan yang enak sang raja berkata, "ceritakan apa yang kau lihat dan alami." sang pemuda makin penuh dengan pertanyaan dalam batinnya dan ia menceritakan apa yang dilihatnya disana katanya, "tempat yang hamba datangi  sangat mengerikan di saat malam, seakan-akan hamba adalah makhluk lemah dan sesuatu yang buruk akan menimpa hamba. sebelum sang surya terbit hamba sempat ingin beranjak, namun akhirnya hamba urungkan niat itu dan tetap bertahan."

"baiklah, apa yang terjadi kemudian?" tanya sang raja. "ya, mentari akhirnya terbit dan tempat itu menjadi sangat indah. hangatnya mentari menggantikan dinginnya malam. saat itu juga hamba tidak ingin beranjak dan berpikir untuk bertahan selama mungkin. semuanya menjadi menyenangkan saat itu. seandainya paduka ada disana dan menikmatinya"

"apakah hanya itu yang kau dapatkan?" lanjut sang raja. sang pemuda makin semangat bercerita katanya "belum paduka, hamba belum selesai. itu baru awal dari apa yang hamba lihat dan rasakan. tantangan terberat hadir di jam-jam berikutnya. lapar, lelah, dahaga, dan terik menyengat adalah tantangan yang hamba rasakan. lihat paduka kulit hamba terbakar matahari. seharian hamba belum makan sehingga rasanya amat lemas sekarang, mohon maaf jika hamba terlihat serakah."

"hahahahaha.. tidak apa-apa. apakah ada lagi yang kau lihat?" sang raja melanjutkan sambil menyeruput anggur merah dari cawannya. "ya raja, sore menjelang dan semua menjadi gelap, segelap sebelumnya. suasana mencekam kembali saya rasakan. namun ada hal berbeda saat malam datang, bulan yang penuh cahaya seakan menerangi saya. itulah hingga akhirnya saya sampai kemari." begitulah sang pemuda menceritakan akhir pengalamannya.

"baiklah, kini giliranku menjawab pertanyaanmu. dengarkan jawabanku sembari kau selesaikan makanmu." begitu kata sang raja. ia mengambil nafas sejenak dan mulai bercerita, katanya "kau tahu apa yang kau dapati hari ini adalah siklus cinta. keadaan ketika semua orang terlelap adalah keadaan ketika kau belum menemukan apa itu cinta. kau merasa sendirian dan semua hal menakutkan bagimu. mentari pagi adalah ketika kau menemukan cinta dan cintamu berbalas, semuanya menyenangkan. seakan dunia ini adalah tempat yang paling indah. kau tak berpikir untuk memalingkan muka. kau merasa kuat dan ingin bertahan. saat kau merasakan teriknya matahari itulah ketika kau merasakan kebosanan dalam hubunganmu, kau mulai lelah, kau mulai haus akan kasih sayang seakan semuanya sudah mati sekarang. hal yang lebih menyakitkan kadang orang yang kau cinta menyakitimu dan menyebabkan dirimu terluka. ketika senja datang dan malam menyelimuti tempatmu berdiam adalah ketika cinta itu berlalu daripadamu semuanya kembali gelap dan menakutkan, dan bagian terburuknya bukan hanya itu. cintamu mentertawaimu dari tempat lain dan meninggalkan dirimu sendirian, seperti cahaya bulan yang kau rasakan. terang namun tidak menghangatkan."

sang pemuda menanggapi raja katanya "hamba mengerti sekarang, namun adakah cara menghindari itu semua paduka?" sang raja menjawab "kau hanya perlu menjalaninya dengan jujur. cinta adalah satu hal yang bebas. ketika ia datang sambutlah dengan segenap hatimu. ia tumbuh dalammu, maka rawat ia jadikan ia makin baik hari ke hari, dan ketika ia putuskan untuk beranjak darimu bukanlah hak mu untuk menahannya, sebab ketika kau menahan cinta, maka kau hanya akan membuat luka  dalam hatimu sendiri."

sang pemuda beranjak dari tempatnya dan pamit pada raja. sebelum ia meninggalkan tempat itu raja mengatakan satu hal lagi, "hai pemuda, tahukah kau kenapa kulitmu terbakar dan kau merasa lapar?" sang pemuda menjawab "ya paduka, sebab hamba hanya duduk diam tanpa berbuat apa-apa." sang raja tersenyum dan mengatakan, "maka kini kau tahu bagaimana seharusnya menjalani cinta, jangan hanya tinggal diam, namun berbuatlah. jangan hanya tertegun pada satu tempat, namun kau harus melakukan apa yang perlu kau perbuat. jalani cinta dengan dinamis, sebab cinta selalu berubah."

begitulah pengalaman sang pemuda dalam memaknai cintanya saat ini. kau tidak akan tersesat jika kau tahu bagaimana memaknai cinta. selamat mencoba.


Minggu, 27 November 2011

belajar humanistik dari seorang aa' burjo

tahu kenapa burjo (warung yang menyediakan nasi, mie, dan bubur. biasanya di jaga oleh orang sunda. red) selalu bertahan di lingkungan kampus (bandingkan dengan rumah makan lain yang paling banter hanya bertahan 1-2 tahun)? karena selain harga hidangan yang nyaman di kantong, ternyata para pekerjanya menerapkan sistem kerja berbasis humanistik. saya pikir ada baiknya kita menilik bagaimana mereka bekerja, terlebih lagi jika mau bergerak di bidang konseling, psikologi, atau HRD.

pertama kali masuk ke burjo, entah kita pelanggan lama atau orang yang baru pertama kali datang senyum hangat dan sapaan kecil selalu terlontar untuk menyambut. ketahuilah, individu merasa dimanusiakan bukan ketika mendapatkan segala sesuatu yang serba wah, tapi ketika apa yang disajikan dihadapannya dimulai dari senyum dan ketulusan. mana yang lebih anda pilih, pergi ke dokter yang memfonis anda tanpa basa-basi atau ke dukun yang mau mendengarkan keluhan anda dulu? mungkin inilah yang menyebabkan kenapa orang indonesia lebih senang berobat ke pengobatan alternatif (lebih humanis dan ekonomis).

kedua, menanggapi pesanan sekalipun hanya sebatang rokok atau satu potong gorengan dengan serius. ya, ini juga yang menjadi ciri burjo. kita tidak pernah diusir hanya karena numpang duduk dan hanya memesan hal-hal sepele. satu kali saya pernah datang ke burjo, pelanggan datang memesan es teh dan duduk lama berbincang dengan temannya, jika saya yang punya warung mungkin sudah saya usir orang itu (bikin rejeki ga mau dateng), tapi justru disini bedanya. kita tetap dilayani dan disambut. ya mungkin ini yang juga harus kita perhatikan jika nanti mau ngurusin masalah orang, bahwa kadang apa yang mereka alami bukan masalah yang pelik. bahwa mungkin hanya masalah sepele, tapi ketika kita mau menerima dan menanggapi dengan serius saya yakin mereka akan merasa dihargai dan diterima.

ketiga, interaksi. aa' burjo dimanapun yang saya pernah masuki warungnya selalu interakif. mau membaur dan bergabung dalam obrolan pelanggannya. kadang jika ada pelanggan yang datang sendirian dan tidak punya teman ngobrol, merekalah yang mencoba memulai obrolan. hal ini benar-benar menyentuh saya, jika nanti saya jadi therapis saya harus seperti salah satu dari mereka. maksudnya mau tulus membantu orang (sekalipun  mungkin maksud mereka bukan membantu orang sih).

dan yang terakhir burjo available for 24 hours. 7 hari seminggu, 24 jam sehari. hal inilah yang harusnya kita contoh. bahwa sebagai seorang yang humanis dan menyatakan diri humanis, segala kemungkinan bisa menyapa kita. apakah anda tega membiarkan orang yang datang tengah malam dengan keluhan berat? ya jika anda tolak mereka maka saya rasa anda tidak cukup menerapkan sisi humanis anda.

hal inilah yang membuat burjo menjadi tempat yang hommy. saran saya, jika satu hari nanti anda melakukan pekerjaan yang memungkinkan anda bertatap muka dengan banyak orang, maka contohlah aa' burjo. maka saya yakin banyak orang yang akan datang kembali dan kembali lagi pada anda. selamat menjadi humanis!!

Kamis, 17 November 2011

sisi lain

Mungkin salah satu dari hal yang akan saya sebutkan dibawah ini adalah keluhan-keluhan yang kita lontarkan setiap hari (paling tidak beberapa diantaranya pernah saya lakukan).

Kepada orang tua
Kenapa sih papa-mama ku selalu saja menuntutku? Ga boleh keluyuran lah, ga boleh bolos sekolah lah, harus jaga adik lah, harus ngerjain PR sampe bener lah.. ga tau apa jadi anak jaman sekaran susah? Emang enak jadi orang tua, bisanya Cuma ngatur.

Hari ini saya menjadi mahasiswa rantau, dan saya mengerti betapa pentingnya sekolah itu, betapa susahnya mengatur diri sendiri, dan jujur kadang saya rindu diatur oleh orang tua, diingatkan, dan dipaksa melakukan suatu hal. Sisi baiknya, saya terbiasa untuk menjadi lebih baik.

Kepada orang yang lebih tinggi posisinya
Dia mah enak Cuma bisa nyuruh tok. Yang harus njalanin itu yang ga enak. Emang siapa dia ngatur aja? Apa dia pikir gw bawahan yang seenaknya bisa diatur sama dia? Berani bayar berapa dia? Apa gw pura-pura sakit aja ya biar ga ketemu dia?

Hari ini saya merasakan betapa susahnya mengatur orang. Kadang apa yang kita sampaikan bisa dipersepsi lain oleh mereka. tidak hanya itu, menjadi orang  diatas berarti memegang tanggung jawab besar. Tuntutan dari atasan dan cercaan dari bawah adalah hal yang tidak mengenakkan, maka kalau boleh jujur kadang saya mau jadi orang yang ada di bawah lagi.

Kepada orang yang memegang otoritas
Dia itu ga tau ya kepentingan kita? Masak dana segini aja ga disetujuin? Bisa kerja becus ga sih? Kalo ga mending turun aja. Apa perlu di demo biar turun sekalian? Ini tu juga penting buat kita tapi ga ditanggepin positif. Huh, apa-apaan tuh!!

Saya belum pernah memegang otoritas yang sangat tinggi jadi saya tidak bisa membagikan pengalaman saya, namun yang saya ingin bagikan disini seandainya anda ditunjuk jadi orang yang memegan otoritas tinggi itu, apakah anda yakin dapat melakukan pilihan yang baik untuk semua pihak? Saya belajar satu hal, ketika satu pilihan diambil, maka akan ada hal yang dikorbankan. Intinya tidak semua bisa diuntungkan.

Seorang anak tidak akan mengerti bagaimana sulitnya menjadi seorang ayah sampai ia punya anak dan tahu bagaimana sulitnya mengasuh seorang anak. Mungkin kalimat ini yang perlu kita pahami dan resapi. Bahwa kenapa saat ini kita mengeluh, sebabnya kita terlalu egois untuk coba memandang dari sisi yang lain. Buka pandangan dan galilah, maka kita akan sadari menjadi orang yang kita sindir atau cemooh tidak semudah yang kita bayangkan.

Satu hari saat menyusun rencana studi, beberapa teman komplain pada dosen pembibimbing akademik mengenai jadwal kuliah yang dinilai (saya juga merasa demikian) over load. Saya agak lupa bagaimana dosen saya menjawab pertanyaan dan komentar yang terucap, namun intinya beliau menerangkan mengenai kesetiaan dalam menjalani sesuatu sekalipun apa yang dilakukan bukan keinginan kita.

Dari sini saya ingin membagikan satu hal kecil yang saya harap bisa dimaknai lebih besar, ketika kita mau mencoba, kita akan dapat memahami. Saat mulai paham, kita akan mengulangi. Dari proses berulang kita akan menghafalkan. Saat semuanya sudah ada di kepala kita, segala sesuatu akan terlihat mudah bagi kita, namun demikian hal yang terpenting dari semuanya adalah memulai dengan merendahkan diri, mencoba melangkah tanpa mengeluh terlebih dahulu.

-ketika kita belajar melakukan sesuatu, proses dalamnya adalah hal yang sangat tidak mengenakkan. Namun ketika kita berhasil melewatinya dan lulus, maka semua hal tidak mengenakan itu akan terbayar- sebuah refleksi singkat dari pengalaman bapak Agung Santoso ketika belajar di amerika.

Senin, 17 Oktober 2011

ingatlah kau masih punya satu tanggung jawab

mungkin ini kebiasaan orang indonesia secara umum, namun sampai sekarang saya masih berharap pernyataan saya salah. saya akan menceritakan pengalaman saya berdinamika dalam organisasi.

saya adalah salah seorang anggota organisasi tersebut. menyenangkan bagi saya bisa terlibat dan memberikan sesuatu bagi organisasi ini. tidak terkecuali ketika saya harus terlibat dalam rekrutmen dan training organisasi ini. menyenangkan melihat orang-orang memiliki semangat dan motivasi sendiri untuk bergabung dengan organisasi ini.

jawaban yang mereka berikan saat ditanya "apakah kamu akan berkomitmen pada organisasi?" adalah "ya" atau "pasti" dan ditanya mengapa, mereka pasti akan menjawab alasan yang baik mengenai organisasi. dan atas jawaban-jawaban juga kinerja mereka sebelum diterima, sebagai reward mereka berhak atas satu kursi keanggotaan dan berhak ikut berdinamika didalamnya. kursi keanggotaan semacam tahta penuh gengsi, tapi sekali lagi dibalik kekuatan yang besar muncul tanggung jawab besar pula.

organisasi berjalan dan menurut saya ironis mengatakan ini, tapi kenyataan memang tidak selalu sama dengan mimpi. setelah mengikuti rutinitas satu per satu mundur, seorang demi seorang sibuk dengan dunianya dan mereka tidak mau atau mungkin sengaja tidak mau tahu dengan organisasi. sangat disayangkan hal ini terjadi melihat apa yang telah mereka lakukan sebelum bergabung.

organisasi bertahan dengan anggota yang acuh tak acuh sama seperti orang yang hidup namun tidak menghidupi hidupnya. masalah datang, satu, dua, dan bertambah besar. saat masalah bertambah besar salah seorang anggota mengeluh dan mengungkapkan permohonannya. permohonan ini didengar teman-temannya dan mereka menyatakan berbagai hal, menanyakan kok bisa, mengkonfirmasi, sampai memberi saran bodoh.

saya kira, apakah memang harus seperti ini? dalam artian apakah sikap peduli baru muncul ketika ada yang meminta tolong dengan embel-embel keadaan yang parah? ini bukan masalah seberapa besar pertolongan, tapi seberapa peduli. kemana mereka sebelumnya? saya pun mulai mempertanyakan tentang kohesivitas kelompok. kekompakan didalam yang benar-benar mengakar yang tidak dapat digoyahkan ternyata memberikan dampak negatif pada organisasi lain.

akhirnya saya jadi "agak" setuju dengan salah satu mantan anggota yang lebih memilih pergi (walaupun kepergiannya menyebabkan banyak kontraversi), tapi itu lebih jelas daripada masih menyandang keanggotaan namun tidak tahu apa-apa didalam organisasi.

menurut saya benar organisasi tidak boleh mengekang anggotanya untuk berkembang di luar. organisasi seyogyanya malah harus menstimulasi agar tiap anggotanya dapat mengaktualisasikan diri. tapi apakah dibenarkan jika dengan alasan kegiatan lain organisasi jadi korbannya? bukankah akhirnya itu jadi tidak fair?

saya sendiri merasa belum banyak berbuat. saya sendiri merasa masih punya banyak kesalahan yang tidak membuat organisasi maju, tapi saya tidak mau lepas tangan begitu saja. saya memilih bergabung dengan organisasi ini, tahu konsekuensinya dan harus berdinamika didalamnya sampai batas waktunya. dan saya mencoba menjalani itu.

yang saya khawatirkan adalah keadaan organisasi ini justru setelah saya dan kawan-kawan saya meninggalkan organisasi ini. jujur saya senang waktu saya di organisasi tinggal sebentar lagi, namun saya juga sedih karena nampaknya saya tidak menurunkan apa yang baik pada generasi setelah saya. semoga mereka sanggup menghidupi dan menjalankan organisasi dengan lebih baik.

akhirnya saya hanya berpesan pada semua orang yang sempat membaca ini sampai selesai, sebelum memutuskan ingatlah bahwa tiap keputusan akan hasilkan konsekuensi. bila sudah memilih, coba jalani dengan jujur. miliki banyak kegiatan sehingga punya banyak pengalaman, namun jangan sampai kegiatan yang satu merusak dinamika lainnya. saya rasa akan jadi tidak fair untuk yang dirusak. bila tidak sanggup jangan melanjutkan, bukankan semua pilihan ada ditanganmu? pilihlah dan jalani dengan bijak.

Sabtu, 15 Oktober 2011

3 hal

seorang pria berdiri menunggu di malam dingin itu. ia menunggu seseorang yang sudah menutup pintu hatinya. ia menanti orang itu sekalipun ia sadar kunci untuk membuka pintu yang ia tunggui itu telah patah dan tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi.

lama ia mengunggu. lama ia berdiri terpaku. malam makin dingin dan hujan menusuk menambah pilu malam itu. dengan sisa-sisa tenaganya ia coba katakan sesuatu. tertatih ia berkata, "tahu kah kau bahwa ada 3 hal menyakitkan yang akan kau rasakan saat kau menjalani hidup ini. pertama kau akan menunggu untuk ditinggalkan selamanya, kedua kau memutuskan untuk memilih dan kemudian dicampakkan dan tidak diberi alasan, terakhir kau berjalan merasakan semua yang indah untuk kemudian kau sadar kau gagal dan tersesat terlampau jauh."

dia terdiam menyeka air matanya yang berbaur dengan dinginnya hujan. kemudian ia melanjutkan ucapannya, katanya "aku telah merasakan semuanya. aku telah menerima semuanya. dan ketahuilah aku jatuh tertatih sekarang. namun ada satu hal yang harus kau ketahui bahwa aku tidak pernah menyesal. kau tahu kenapa? sebab selama hatiku masih bisa mencintai, aku masih mau berusaha untuk mencintai."

dia melanjutkan "aku sadar bahwa waktu tidak dapat diputar. aku pun sadar kita tidak dapat menghalangi apapun yang seharusnya terjadi. aku hanya manusia. aku-pun sedih saat itu, saat aku tidak dapat berbuat apapun dan saat aku sadar tindakan bodoh ku tak dapat ku ulang. aku mungkin menghilang tapi aku tidak pernah mau mengalihkan pandanganku dari hatimu, setidaknya sekeping hatiku masih milikmu."

"kau tahu mengapa? bukan karena kau segala-galanya, namun karena kau memberi warna dalam hidupku. ketahuilah, mungkin hal itu tidak luar biasa, namun hal itu lebih dari segalanya. aku berjalan terus ke depan, namun sesekali aku menoleh ke belakang untuk mengenang bagaimana dirimu. tahukah kau akan hal itu?" begitu katanya.

ia berlutut kepayahan sebab sudah habis tenaganya. dalam sisa-sisa terakhir tenaganya ia berkata "siapakah yang paling aku sesali? bukan dirimu sebab kita telah bertemu. bukan waktu yang membuat kita terpisah. bukan keadaan yang mempermainkan cinta. tapi diriku.. diriku.. karena aku tidak punya hati yang cukup besar untuk memaafkan semuanya. dan aku tidak punya hati yang cukup lapang untuk merelakanmu."

dia melanjutkan, "namun itulah hidup. aku tetap bahagia menjalaninya. bahwa sakit ini adalah bagian dari diriku, akan tetap kusimpan dan kuingat. agar aku sadar bahwa cinta adalah pedang bermata dua. bahwa kau harus berkorban untuk mendapat. bahwa kau tidak dapat memiliki semua yang kau cinta dan kau harus belajar mencinta apa yang kau miliki. dan terima kasih untuk semua."

dengan sisa-sisa tenaganya pemuda itu, di malam itu menyatakan penyesalannya. mungkin tidak pernah didengar olehnya yang ia tunggu, namun ia lega telah katakan segala hal yang ganjal hatinya.

bila kau harus merasakan sakit atas apa yang kau pilih, maka jalanilah sebab itulah konsekuensi yang harus kau ambil. bila kau masih mau untuk berlari, larilah sekalipun kakimu memberat, sebab ketika kau berhenti kau telah menyerah pada keadaan.
bila kau sadar dirimu dan bodohmu sebabkan sesalmu, maka mungkin kau hanya perlu jalan terus ke depan. jalanlah dengan sisa-sisa kenangan indah di masa lalumu, namun lihatlah pula bagaimana lalumu untuk ingatkan siapa engkau sebelumnya.
bila kau terjebak dalam keadaan yang memaksamu menyerah, mungkin itu bukan karena orang lain. mungkin masalahnya ada pada dirimu. maafkanlah yang lain, mungkin inilah saatnya kau harus menyerah. cobalah untuk cintai yang masih kau miliki, dan perbaiki dirimu.

sebab cinta dapat menghidupkan, namun juga mematikan. cinta dapat memberi bahagia, namun juga mengecewakan. cinta dapat menyembuhkan, namun juga melukai. cinta dapat memberi, namun juga mengambil. cinta ada untuk dihidupi, namun belajarlah untuk menyangkalnya.

Kamis, 06 Oktober 2011

Ketulusan vs Ambisi

ada sesuatu yang lucu saya lihat pada perilaku beberapa orang yang mencalonkan diri sebagai presiden Badan Eksekutif Mahasiswa tempat saya kuliah. mungkin terlihat lucu bagi saya sebab (ini juga yang saya sayangkan) mereka menggunakan topengnya saat mengadakan orasi dan parahnya menurut kabar yang saya dengar, saat debat calon mereka makin marak menggunakan topengnya.

ya, hal yang cukup lucu  untuk saya adalah saat sesi tanya jawab setelah mereka memaparkan visi dan misinya. pertanyaan yang diberikan (menurut saya tidak penting juga ditanyakan saat itu) menyangkut masalah prodi dengan pihak universitas pada periode kepemimpinan sebelumnya. anehnya (dan ini menunjukkan betapa besar mereka mencoba mencari simpati) mereka menjawab apa yang mereka telah lakukan saat itu dan berjanji akan menyelesaikan masalah yang ada (menurut saya hal ini bukan masalah lagi, sebab sudah ada penyelesaian).

pertanyaan lain (harusnya bila salah satu dari mereka membaca ini mereka mencoba kembali merefleksikan jawaban mereka) yang menggelitik mengenai apakah mereka melakukan pencitraan. mereka menjawab bahwa mereka tidak melakukannya, namun apakah benar-benar iya? apakah menjadi lebih sering terlihat di muka publik, mengomentari kegiatan dan orasi sesama mahasiswa, atau lebih (sok) akrab dari biasa merupakan bagian dari pencitraan? yah, saya harap hasil tes kepribadian mereka (jika di tes) tidak menunjukkan kecenderungan agresi, eksibisionis, dan acheivement tinggi bersamaan.

akhirnya saya mencoba merenung. apakah mereka mengajukan diri atas dasar ketulusan atau ambisi, atau mungkin karena tidak ada lagi orang baik di dunia ini atau minimal di kampus yang mampu dan mau untuk mengajukan diri? menurut saya sangat sayang bila hal kecil ini disia-siakan dengan perilaku yang kurang terpuji.

akhirnya saya tahu kenapa pemimpin negara ini hanya bisa omong doang. sebab sejak dari mahasiswa saja (mungkin) mereka melakukan hal seperti diatas. pencitraan tanpa kenyataan atau menghilang tanpa bukti konkret sudah menjadi bagian dari kita. pertanyaannya apakah kita akan meneruskan hal itu?

salah seorang calon mengatakan mengenai pemuda sebagai pelopor, namun sekali lagi apakah dia berkata seperti itu karena tulus dan meresapi hal itu atau hanya karena suasana dan keadaan itu adalah saat pemilu? yah akhirnya saya mau bertanya pada orang itu sebenarnya apakah anda sudah jadi pelopor yang dimaksud itu? maksud saya sebelum mencalonkan diri apa yang sudah dilakukan olehnya.

saya tidak mau menyudutkan satu atau pihak tertentu saja, saya mau tulisan kali ini menjadi perenungan untuk kita. bahwa untuk melakukan sesuatu ambisi mungkin penting karena "without desire" kau tidak lebih dari seorang pemimpi yang tidak siap bekerja, namun ambisi saja tidak cukup. orang yang berambisi hanya akan menjadi koruptor-koruptor (sekalipun mungkin skala yang dikorupsi berbeda). milikilah ketulusan, bahwa apa yang akan dilakukan nanti akan sangat sulit dan menjemukan, namun itu bukan alasan untuk menyerah dan cuci tangan.

semoga para calon yang berlaga membaca dan mencamkan suara rakyat ini. 

Rabu, 21 September 2011

Masalahnya Kita Lupa

Belakangan ini saya cukup tersentak dengan beberapa status di sebuah situs pertemanan yang menyatakan mengenai pendidikan hanya untuk orang kaya atau masalah anak orang kaya dapat beasiswa. Ya, sadar atau tidak, ini lah realita yang terjadi di negara ini. Pendidikan (walaupun tidak hanya dalam soal pendidikan saja) seakan hanya diperuntukkan bagi yang mampu dan parahnya lagi, yang mampu masih mencari lahan mereka yang berkekurangan. Memang benar salah satu tajuk berita yang menyatakan "orang indonesia berebut jadi miskin". Ya. kita harus mengakuinya dengan sportif bahwa hanya disini kita (secara sadar atau tidak) berebut dan bangga jadi orang miskin.

Saya mencoba mencari tahu apa sebenarnya akar permasalahan kita, dan saya menemukan bahwa sebenarnya kita hanya "lupa". Lupa pada apa? Semoga tulisan saya kali ini bisa membuat kita sadar (dalam hal ini termasuk saya).

Pertama, saya ingin menyoroti soal beasiswa beasiswa untuk orang kaya atau lebih tepatnya anak orang kaya. Satu hari saya pernah menulis status yang bernada seperti ini, "apakah tidak ada beasiswa untuk orang "mampu"? Orang tua saya mampu, hanya saja saya mau kuliah dengan usaha saya sendiri". Status ini saya buat karena saya merasa kesal melihat ada tulisan "keterangan tidak mampu dari RT" pada setiap syarat untuk mendapat beasiswa. Bagi saya saat itu; "ayolah, saya bukan pengemis yang ingin minta uang cuma-cuma. Saya mau mendapat sesuatu karena saya pantas mendapatkannya". Ya, bila kita tidak lupa mengendarai apa ke kampus, bila kita tidak lupa makan apa setiap harinya, dan bila kita tidak lupa aksesoris yang melekat di tubuh kita, seharusnya kita malu ikut bersaing memperebutkan beasiswa dengan embel-embel keterangan tidak mampu.

apakah saat ini saya mencari beasiswa, sepertinya pada akhirnya saya merasa saya belum begitu butuh beasiswa, lagipula menurut saya pribadi ada semacam tanggung jawab moral baik untuk instansi yang memberi dana, diri sendiri, dan untuk orang-orang yang kita "khianati" karena hak nya kita ambil (sekalipun ada seleksi dan kompetisi untuk mendapatkannya).

Ya, mungkin bila kita ingin mengambil beasiswa, kita harus mengubah pola berpikir kita, tidak selamanya anak yang mendapat beasiswa itu anak yang berkemampuan sangat baik. saya rasa ini saatnya kita menggunakan hati dalam memilih. jangan asal ikut program beasiswa, tapi sebelum memutuskan ikut kita harus merenungkan lagi apakah kita sasaran diadakannya program itu.


Lagipula, saya pikir akan lebih membanggakan ketika teman ibu kita bertanya "kamu kuliah dapet beasiswa ya?" dan kita menjawab "ya tante, tapi beasiswa berdasar prestasi, bukan beasiswa berdasar kemampuan finansial", dan mungkin akan lebih membanggakan lagi bila jawabanmu "ngga tante, soalnya papa-mama masih sanggup biayain aku. Beasiswanya biar temen ku aja yang ambil. Gengsi dong kalo orang mampu berebut sama orang yang kurang". Terlihat agak narsis memang, namun bukankah ketika menjawab itu ada suatu perasaan seperti derajat keluarga naik? Ya, saya juga sedang belajar membuktikannya.

Mari kita membahas hal kedua, pendidikan tinggi hanya untuk orang kaya. Saya rasa masalahnya kita lupa. Lupa ada istilah berdikari. Lupa bahwa kita tidak sendirian. Lupa bahwa hidup dengan tangan yang tidak membuka ke atas itu lebih baik. Kenapa kita tidak coba belajar dari kasus pryta, bilqis atau kasus KPK? Saat jatuh, saat itulah kita cari dukungan. Ini juga teguran bagi mereka yang menghabiskan jutaan rupiah dalam satu bulan hanya untuk nonton, belanja, atau hang out ke cafe. Bagaimana caranya? buatlah program sederhana mengena seperti program teman asuh.

Bayangkan saya dan 99 orang teman saya (nyatanya saya punya lebih dari 1000 teman di fb) menyisihkan Rp. 1000,- perhari selama satu smester, maka jika hitungan saya tidak salah, saya punya 100 x 1000 x 30 x 6 = sekitar Rp. 18.000.000,-. Bila dalam satu smester di universitas swasta orang menghabiskan dana 4-5 juta, maka kita dapat membantu sekitar 3-4 anak tidak mampu. ini baru dana sekali jalan. Bayangkan jika program ini terus berlanjut, dan dana dikelola dengan baik, seperti di tabungkan, maka saya rasa kita tidak kekurangan dana untuk teman kita yang kesulitan dana ingin kuliah. Bila 1000,- dirasa berat mulai dari 500,-. Masalahnya kita lupa menerapkan apa yang bapak Hatta sudah ajarakan kepada kita, yaitu koperasi. 

sekali lagi belajarlah dari pryta atau ibunya bilqis. jangan merasa sendirian, mintalah bantuan. atau dengan istilah lebih hebat saya mau katakan "bila kita kehilangan kesempatan, kenapa kita tidak mencoba membuat kesempatan baru". menurut saya orang indonesia masih belum kehilangan hati nurani (berapa banyak orang memenangkan program pencarian bakat dengan cara menjual kisah sedih mereka?). jangan lupa bahwa leluhur kita pernah bilang "sebatang lidi mudah dipatahkan, namun seikat lidi tidak.

Tidak perlu ramai-ramai minta pemerintah menurunkan biaya pendidikan, mereka punya banyak agenda tidak penting yang juga harus mereka urus, seperti gedung baru, kenaikan gaji, atau nonton bokep pas rapat (mahasiswa maniak pun tidak akan nonton bokep waktu acara resmi). Jangan juga cuma berdoa. Ingat pesan si joni (haha). ibu teresa (peraih nobel bidang kemanusiaan) juga sudah mengajarkan pada kita satu istilah simpel yang luar biasa "Ora et Labora", yang jika diterjemahkan dalam bahasa kita berdoa dan berusaha

Menurut saya tidak penting juga kita protes dan marah-marah di belakang (salah-salah kita dituding iri dengan mereka karena tidak mendapat beasiswa seperti mereka), kenapa tidak datang pada mereka yang mendapat beasiswa cuma-cuma dan mentololkan mereka di depan umum? memulai dari perbuatan nyata, mungkin hal ini yang belum pernah kita pikirkan. renungkanlah ini, "jika kita tidak bisa memberikan sesuatu pada mereka yang membutuhkan, saya rasa sangat bijak jika kita juga tidak mengambil sebagai gantinya".

Ingat bahwa semangat nasionalisme kita adalah kekeluargaan dan gotong royong, bukan individualis. Kita negara demokratis, kenapa tidak berjuang bersama menghadapi dunia? Yah, akhirnya ini hanya akan jadi tulisan jika tidak ada tindak lanjut, tapi minimal saya memulainya dari sini. Semoga ada yang memulainya dari tindakan nyata.

Senin, 12 September 2011

Jalan Berbeda

mengapa sepertinya tiap pria sulit dimengerti? begitu pertanyaan wanita yang marah pada kekasihnya. sebaliknya, mengapa sepertinya wanita itu selalu ingin dimengerti? begitu perkataan pria yang baru saja bertengkar dengan kekasihnya. lihat, bahkan dari cara kita mencoba memahami satu sama lain saja sudah berbeda.

entah benar atau tidak (semoga nantinya akan ada tanggapan dari postingan ini). tiap wanita merasa penting untuk memahami para pria, namun mereka tidak pernah memahami pria. selalu saja ada alasan dari si pria yang membuat mereka jengkel. entah itu, perilaku, cara berpakaian, pola hidup, apapun bisa jadi alasan bagi wanita untuk marah pada pria.

sebaliknya, pria merasa segala yang ia berikan bagi kekasihnya sudah lebih dari cukup. tidak perlu lagi mengenal lebih jauh dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan hati. cinta sudah cukup, hati dan perasaan urusan lain (ya, mungkin beberapa dari anda akan tidak setuju dengan hal ini). jadi akan sangat menjengkelkan bagi pria untuk mencoba mengerti wanita.

mengapa pria dan wanita berbeda? apakah memang kita berasal dari dunia yang berbeda (mungkin hal ini tidak seratus persen salah)? saya akan mencoba membuka satu per satu apa yang membuat kita sering kali tidak menyadari satu dan lainnya.

wanita adalah hati dan pria adalah otak
dimulai dari sini. wanita disadari atau tidak adalah makhluk yang mengandalkan insting. maka kita mengenai istilah isnting seorang ibu (sebab saya hampir tidak pernah tahu ada insting kebapakan). wanita dibesarkan dengan hati dan perasaan. maka dari itu wanita lebih mudah menangis, sebab hatinya lebih mudah tersentuh. maka dari itu pula wanita lebih cocok dalam urusan mengatur, sebab punya intuisi yang kuat. apakah pria lebih baik? tidak, "bayaran" dari menekan sisi perasaan membuat pria memiliki ketajaman lebih dalam logika. pria berpikir lebih banyak daripada merasakan. pernah melihat pria menangis saat menonton drama asia (mungkin hanya pencilan yang melakukannya), hal itu jarang terjadi sebab proses yang terjadi dalam diri seorang pria adalah lewat mata dipikirkan lama, dan akhirnya disadari bahwa adegan itu konyol. beda dengan wanita yang mendapat informasi lewat mata, kemudian diresapi di hati, dan sekonyol apapun adegan yang muncul, emosi menguasai lebih dulu. karena punya logika yang terasah, sudah seharusnya pria lebih cocok dalam memimpin. hal inilah yang menyebabkan kita sering bertengkar. sebab ketika masalah muncul, wanita akan meresapi dan merasakan apa yang salah, sementara pria akan berpikir siapa yang salah. semua sudah berbeda sejak awal.

wanita mendengarkan dan pria melihat
inilah alasan mengapa wanita sangat suka mendengar rayuan gombal dari para pria. sebab selain wanita mengembangkan sisi afektifnya, wanita di disain untuk lebih banyak menggunakan indra pendengaran. ini pula yang menyebabkan wanita sangat sulit untuk punya banyak teman, karena sisi mereka yang satu ini membuat mereka menjadi sangat-sangat skeptis. namun sisi positifnya akan nampak ketika mereka menjadi seorang ibu. siapapun anda, ketika punya masalah pasti akan mengadu pada ibu, sebab apa? anda tahu hanya ibu yang mau mendengar keluhan anda. bagaimana dengan pria? jujurlah, hal yang pertama kali anda sukai dari kekasih anda adalah wajah dan perawakannya. kenapa? sebab pria lebih banyak melihat. pria sangat senang melihat, namun tidak membeli. inilah kenapa para pria tidak akan mudah tergoda diskon saat windows shoping, sebab melihat saja sudah cukup memuaskan. jadi jangan pernah paksa pria untuk mendengarkanmu, sebab pria akan bosan mendengar ocehanmu. dan jangan paksa wanita untuk melihat segala sesuatu dari sisimu, sebab mereka memandang dengan cara lain.

wanita itu boneka dan pria itu robot
apa maksudnya? mungkin kita harus kembali ke masa sebelum kita mnegenal banyak perbedaan di dunia ini. kapan? masa kanak-kanak. wanita tumbuh dan besar dengan dunia boneka dan pria tumbuh dan besar dengan dunia robot. ini menjadi cikal bakal mengapa wanita lebih baik dari pria dalam pengaturan dan perawatan. bayangkan ketika wanita memainkan bonekanya, hanya ada beberapa pilihan yang mereka lakukan; berperan jadi ibu, memainkan boneka seperti keluarga (ada boneka yang berperan jadi anak, ayah, dan ibu). atau jika mereka bosan dengan boneka, mereka akan mencari teman lainnya untuk bermain pasar-pasaran atau sekolah-sekolahan. lihat permainan yang lebih mengutamakan bagaimana menjaga, merawat, mendidik. inilah sebabnya banyak wanita menganggap kekasihnya seperti seorang yang tidak memiliki atitude yang baik yang harus ditatar. pria besar dengan robotnya. permainan yang mereka lakukan adalah mengadu robot satu dengan lainnya. bila sudah bosan mereka mulai membongkarnya (dan tidak dapat memasangnya kembali). dan bila sudah bosan lagi mereka akan mencari teman sebayanya dan main perang-perangan atau sepak bola. lihat? hal ini membuat kita para pria lebih "kaku" membuat kita menjadi ahli dalam perencanaan dan strategi daripada pengaturan. dengan gaji 10 juta, seorang pria mungkin dapat merencanakan akan kemana uangnya, namun uang itu tidak akan sampai pada pos-posnya, karena kita tidak terbiasa untuk mengatur. pria suka tantangan, dan jujurlah bahwa mendapatkan pujaan hatimu merupakan tantangan terbesar. mereka adalah "buruan" dan kau adalah "pemangsa". itulah salah satu sebab pria sulit dalam menjaga hati wanita, sebab pria akan melupakan pencapaiannya dan beranjak pada pencapaian baru (misal, setelah karir, menikah dan karir jadi tidak terlalu penting lagi).

lihat, ini baru sebagian contoh. maka dari itu saya ingin kita sama-sama merefleksikan dan menyadari. pria itu dari mars dan wanita itu dari venus. pria itu maskulin dan wanita itu feminim. men is house and women is home. pria itu yang dan wanita itu yin. namun perbedaan sebetulnya ada untuk saling melengkapi. bila tidak ada pria, apakah wanita dapat berbuat segalanya (ingat, kebanyakan penemu bahkan penemu alat dapur itu kebanyakan pria, mungkin jika pria tidak ada manusia masih hidup di jaman batu saat ini). bila tidak ada wanita? saya lebih baik tidak ditakdirkan hidup (sekalipun tanpa wanita saya tidak akan pernah lahir). sebab saya membayangkan betapa gersangnya dunia ini.

perbedaan ada untuk kita saling melengkapi. tidak perlu menjadi pria untuk mengerti pria, begitu juga tidak perlu jadi wanita untuk mengerti mereka. kita hanya perlu mengerti bagaimana jalan pikiran mereka, bagaimana mereka memandang dunia dan bagaimana mereka memandang kita lawan jenisnya. ya, perbedaan ada untuk menjadikan saya pria semakin pria dan saya wanita semakin wanita.

masalahnya, kita terlalu egois untuk menyadari bahwa sesungguhnya akar dari tiap masalah kita adalah "kita punya cara berbeda" sadarilah dan kita akan menikmati hidup.

mentertawakan kesedihan

tulisan ini, saya dedikasikan untuk orang yang saya sayangi, namun kini telah tiada untuk selamanya. ia pernah  menulis dalam salah satu postingan di jejaring sosialnya, "apakah saat aku tiada nanti, semua orang akan mengingatku?" dan saya rasa tidak akan ada yang dapat melupakan kenangan bersamanya. sampai kapanpun.

malam ini, saya mencoba melihat kembali track chat saya dengan adik saya, tujuan saya awalnya hanya mengobati rasa kangen saya. namun akhirnya saya mendapat satu lagi pelajaran kehidupan yang sangat berharga darinya. sebuah pelajaran yang ingin saya bagikan juga pada mereka yang sedang kesulitan, merasa sendirian, mengalami beban berat, dan tersingkirkan.

dalam track chat kami, ia mengungkapkan apa yang saat itu dia rasakan (adik saya terkena tumor dan berjuang melawannya lebih kurang 2 tahun). sontak saja yang pertama saya tanyakan adalah mengenai rutinitas obat yang ia minum dan pola hidupnya. ia berkata semua baik-baik saja. ia tidak tahu harus berbuat apa lagi.

sayaa kembali mengkonfirmasi keadaannya saat itu, saya bertanya apakah kondisinya menjadi lebih baik dari sebelumnya. ia (seakan-akan) dengan mudahnya menjawab "yah, gini-gini aja mas. hehehe." jawaban yang saat itu ditimpalinya dengan ucapan, hanya dapat pasrah pada Tuhan. singkat cerita akhirnya saya mencoba membelokkan arus pembicaraan dan memulai topik yang baru hingga akhirnya kami sama-sama off malam itu.

hal itu tidak menjadi spesial, hingga malam ini saya mendapat satu lagi kado manis darinya. setelah ia mengajarkan untuk berjuang dan berharap pada sang Pencipta, kali ini ia mengajarkan pada saya untuk mentertawakan kesedihan. apa maksudnya baru saya renungkan malam hari ini.
ya, masalah. siapapun, kapanpun, dimanapun. selama saya dan anda masih bernafas, selama itu pula masalah akan terus ada berteman dengan kita. tidak ada orang yang dapat lari dari masalah, yang ada hanyalah mereka yang menumpuknya dan membuatnya makin besar. namun bukan itu poinnya, setiap orang punya masalah, itu adalah hal yang lumrah, namun apakah setiap orang punya cara yang baik untuk menyelesaikannya? tunggu dulu, itu hal lainnya.

kali ini saya merefleksikan diri saya dari almarhum adik saya (lihat dua postingan sebelumnya). divonis tumor dan saat semua orang menyerah, ia berjuang. kami keluarganya mungkin membantu lewat doa, perawatan dan semangat, namun ia menanggung beban yang lebih berat dari perjuangan yang kami lakukan dan ketahuilah ia masih sempat meminta maaf pada saya, karena penyakitnya membuat saya harus mengorbankan waktu istirahat. permintaan maaf yang menurut saya lebih terdengar sebagai ucapan "terima kasih ya mas udah jagain aku selama ini."

kembali ke topik, ia menghadapi ini sendirian. saya mungkin tidak tahu berapa kali ia menangis dan mengeluh. saya mungkin tidak menghitung berapa kali ia meringkih kesakitan. namun saya tahu semangatnya untuk sembuh kala itu luar biasa. dan dalam penderitaannya melawan penyakitnya, ia masih dapat mentertawakan kesedihannya dan orang lain disekitarnya.

kenapa? mungkin itu juga yang anda pikirkan, dan malam ini setelah saya merenung, saya rasa saya tahu kenapa. karena masalahmu tidak akan selesai hanya karena kau menangis dan memohon. adalah benar mengeluh, menangis, dan memohon itu membuat kita makin manusia, namun hal itu tidak akan segera menyelesaikan masalahmu. bahkan hanya akan menambah masalahmu.

saya membayangkan, apabila kala itu adik saya menghadapi sakitnya dengan menangis dan menggerutu, pasti penyakitnya akan lebih cepat bertambah parah, namun ia menghadapinya dengan gembira, sebab mungkin menurutnya kala itu tidak ada bedanya bagi sakit yang dialaminya jika ia menghadapinya dengan tangis atau tawa, hanya saja tawa lebih menyenangkan daripada tangis, jadi kenapa harus menghadapinya dengan tangisan.

ya, banyak perkara, sekali lagi banyak perkara yang mungkin tidak dapat kita selesaikan. namun sekali lagi itu bukan alasan untuk menghadapinya dengan tangisan. bila masalah muncul dan kau menggerutu, apakah masalahmu akan selesai atau berlalu? mungkin hanya akan memperparah apa yang kau rasakan. namun bila kau menghadapinya dengan lebih gembira, menurut saya masalah itu akan terasa lebih ringan.

bagaimana caranya? ya, saya seringkali menggerutu pada masalah saya sebab saya merasa tidak ada orang lain yang tahu bagaimana saya hadapi masalah saya, dan itu membuat saya memperparah keadaan. masalah sudah rumit, saya menggerutu, tidak mengerjakannya dengan tulus, akhirnya hasilnya berantakan, dan ya, yang saya dapat hanya celaan dari apa yang saya buat.

hal praktis yang bisa kita lakukan adalah mencoba menyadari bahwa disamping kanan dan kiri kita ada orang-orang yang juga mengalami hal yang sama dengan kita. di belakang kita ada mereka yang (entah secara nyata atau tidak) mau memahami dan mendorong kita. di depan kita ada mereka yang pernah mengalami masalah yang sama yang siap untuk mengajari kita. begitu banyak bantuan, tidakkah itu membuatmu seharusnya lebih bahagia? mungkin masalahnya kita terlalu banyak menggerutu sehingga bantuan itu tidak kita dapatkan. mungkin masalahnya kita terlalu lama menutup mata dan telinga kita.

saya sudah berusaha, namun saya tidak menemukan siapapun untuk membantu saya. dan bila ini jawabanmu, maka mungkin ada satu hal yang kau lupa. dari atas ada Dia yang siap mendengar keluhanmu, menampung amarahmu, dan memberimu pertolongan. siapapun kau, apapun kepercayaanmu, bagaimanapun kau menyebut-Nya.

sekali lagi, esensi dari mentertawakan kesedihan adalah melihat masalah dari sudut pandang yang lebih positif. hal ini akan membuat kita melaluinya dengan lebih enjoy. bila kau tahu masalahmu tidak akan selesai hanya dengan tawa atau tangis, maka mengapa kau tidak memilih tawa dan menjalaninya dengan hati gembira? saya belajar banyak dari almarhum adik saya, dan saya harap saya dapat membagikan semangatnya pada tiap orang yang membaca ini.

-untuk apa kau mencintai mereka yang sudah tiada? sebab mereka yang sudah tiada telah menerima cinta yang luar biasa dari-Nya disana. cintailah mereka yang masih hidup, terutama mereka yang hidup tanpa cinta-

Sabtu, 27 Agustus 2011

kau tak akan pernah puas

kapan manusia merasa puas? kapan ia merasa cukup? jawabannya tidak akan pernah. ada banyak alasan bagi seseorang untuk mencari sesuatu yang dianggapnya lebih baik, pada hal mungkin ia telah mendapatkan sesuatu yang baik.

saat kau mendapat sesuatu, bersyukurlah atas apa yang kau dapat. berterima kasihlah untuk itu. satu hari kau akan merasa tidak puas, itu wajar, namun itu bukan jadi alasan bagimu untuk mencari sesuatu yang lebih baik. orang yang tidak pernah puas seperti seorang yang sudah makan kenyang lewat di depan pesta perkawinan dan memutuskan untuk masuk ke dalam untuk makan lagi.

apa yang terjadi? ia akan merasa puas, namun kepuasannya semu, sebab mungkin disaat itu juga ia merasa sakit perut. mungkin disaat itu juga ia merasa mual. ketika kau tidak puas dengan keadaan mu sekarang dan kau mencari pelampiasan di luar hidupmu, hal itu seperti kau sedang menyalakan sebatang korek api untuk menghangatkan badan.

saat itu kau akan merasa api yang dihasilkan kurang besar untuk menghangatkanmu, maka kau ambil sebatang kayu dan mulai membakarnya, namun kau merasa belum puas, hingga akhirnya ketika kau sadar, seluruh hutan sudah terbakar dan yang dapat kau lakukan hanyalah menyesalinya.

apakah itu artinya saya tidak boleh merasa tidak puas? manusia tidak akan dapat mengontrol rasa puasnya sampai tuntas seperti mengontrol rasa laparnya. kita makan, namun satu hari kita akan merasa lapar lagi. manusia hanya dapat membatasi ketidak-puasannya. kita diberi kontrol penuh pada hidup kita, maka gunakan untuk mensyukuri apa yang ada. bila masih ada perasaan tidak puas, lakukan apa yang kau bisa untuk memperbaikinya, bukan mencari pelampiasan untuk memuaskannya.

Sabtu, 09 Juli 2011

Farewell my Brother

banyak yang saya alami dengan dia. 19 tahun hidupnya selalu bersama dengan saya. saya mengenal dia mulai dari kanak-kanak hingga ia menutup mata. saya berbagi tawa dan duka bersama dia. saya setuju dengan ucapannya dan kadang berkelahi karena tidak sepaham dengannya. dia adalah sosok yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun.

kali ini saya akan menceritakan sisi lain dari dirinya, bagaimana ia menghadapi segala masalahnya dan tetap tegar, bagaimana ia jatuh dan bangkit kembali, bagaimana ia melawan, bagaimana ia mengakhiri perlombaan itu dan saya yakin ia memenangkannya.

pertama yang akan saya tunjukkan adalah video ini, belum lama setelah ia divonis mengidap penyakitnya ia meminta saya mengabadikan dirinya yang sedang menyanyikan lagu gereja. saat itu lagu yang ia pilih adalah lagu "Allah Mengerti" dan hari ini saya paham kenapa, siapapun, siapapun tidak akan sanggup dan tidak akan pernah mengerti apa yang dialaminya hanya Tuhan, dan ia menyerahkan apa yang dialami pada Tuhan, ia tahu dan coba ungkapkan bahwa Tuhanlah yang mengerti dirinya.

video

ya, setiap kali saya melihat video ini saya seakan ingin menangis, sama seperti saat saya merekamnya dulu. balakangan saya menemukan bahwa ia menulis sebaris tweet di akunnya sekitar 4 bulan lalu. ia menulis, "sometime I feel my life is so short.. But no matter how long I can stand at this world, if I do the right thing at God ways that's enough."
sebuah ungkapan yang membuat saya terenyuh. saat biasanya orang mulai mempertanyakan Tuhan, ia malah menyerahkan hidupnya pada Tuhan. ia malah mengatakan siap menghadapi apapun selama berada dalam lindungan Tuhan. ia menyadarkan saya bahwa manusia itu kecil. 

apakah ia berhasil? tidak!! ia gagal, namun itu menurut ukuran kita manusia. ia menyerah, namun itu menurut pandangan kita manusia. pada pukul 3 lewat tanggal 5 juli 2011 ia dipanggil Tuhan, ia mengakhiri perlombaannya dan menerima mahkotanya. ia menyelesaikannya dengan satu hal, kemenangan. ia finish sebagai anak Allah, sebagai orang percaya dan makhluk tebusan. selamat jalan adikku, maaf kakakmu ini tidak bisa berbuat banyak. maaf kakakmu ini punya banyak cela. aku sudah merelakanmu menghadap-Nya.




"bagian terberat dari kesedihan adalah menyadari bahwa air mata bukan penyelesaian masalah. Sudah cukup air mata itu, sekarang lanjutkan semangat hidup yang ia miliki"

Rabu, 08 Juni 2011

Tuhan, Kenapa Begini?

satu malam seorang pemuda yang terkenal dengan sikap emosinya berdoa pada Tuhan. ia berkata dalam doanya, "Tuhan, aku ingin sekali berubah menjadi orang yang sabar. namun aku tidak tahu bagaimana caranya. maka aku mohon pada-Mu, ajarlah aku untuk bersabar. amin."

demikian doa pemuda itu. esoknya ia mendapat pengalaman yang luar biasa, dimana setiap orang yang ia temui marah padanya. sebagian besar ia sadari karena ia pernah berbuat salah pada orang itu sebagian besar lagi ia tidak tahu penyebabnya. apa yang ia lakukan, ia menanggapinya dengan emosi yang tinggi.

malamnya, ia kembali berdoa. katanya "Tuhan, mengapa hari ini aku masih saja menjadi orang yang mudah emosi? ajari aku untuk bersabar ya Tuhan. amin."

apa yang terjadi esoknya? ia mengalami hari yang baginya menjadi hari paling sial. ban motornya bocor, ia terlambat kuliah, tugasnya lupa dibawa, dan saat pulang coba tebak? ia kehujanan. bagaimana ia menghadapinya? masih dengan emosi.

malamnya pemuda ini kembali berdoa. katanya, "Tuhan, hari ini saya mengalami banyak hal yang membuat saya emosi. apakah doa saya kurang tulus? maka saya mohon, jadikan saya orang yang sabar. terima kasih Tuhan, amin."

keesokan harinya yang iya dapati adalah hari yang lebih mengesalkan dari sebelumnya. tanpa tahu apa alasannya ia dipanggil ke kantor dekan. disana akhirnya iya tahu bahwa ia menjadi tertuduh kasus corat-coret tembok kampus. ia menjadi tertuduh dengan alasan catatan sikap buruknya selama ini. ia yang memang tidak melakukannya mencoba menjelaskan, namun ia tetap menjadi tertuduh. ia diharuskan untuk mengecet ulang tembok yang dimaksud. ia marah, namun ia coba untuk tidak meluapkan kemarahannya. dengan menggerutu ia mengerjakan hukuman.

malamnya pemuda ini kembali berdoa. katanya, "Tuhan, saya tidak meminta hal yang muluk-muluk, saya hanya minta jadi orang yang sabar. apakah itu salah? saya mohon Tuhan, jadikan saya orang yang sabar. amin"

besoknya kebetulan hari libur. ia diminta orang tuanya membelikan tiket bus keluar kota. di jalan menuju terminal terdapat genangan air. dengan hati-hati ia coba menghindar, namun mobil dengan kecepatan tinggi melintasi genangan itu, dan cipratannya mengenai bajunya. alhasil bajunya menjadi basah kotor dan bau. ia ingin marah, namun ia rasa tidak pantas baginya untuk marah. sesampainya di loket pembelian tiket ada seorang ibu yang berkomentar negatif tentang penampilannya tanpa tahu alasannya. ia ingin marah, namun baginya tidak ada gunanya marah pada ibu itu. tidak berapa lama antriannya diserobot seorang bapak yang beralasan sangat terburu-buru, ia sekali lagi ingin marah, namun ia pikir bapak itu pasti sangat terburu-buru, maka ia mengurungkan niatnya marah. sesampainya di depan, diinformasikan bahwa tiket habis, dan ia diminta kembali besok. ia ingin marah, namun baginya hanya akan buang-buang tenaga apabila ia marah.

maka malamnya ia berdoa lagi. katanya, "Tuhan, aku sudah sangat bersabar menunggu Kau menjawab doaku. namun apa yang Kau berikan hanyalah hari-hari penuh alasan untukku marah. kenapa kau mengujiku saat aku butuh bantuan? apakah ini tanda bahwa aku tidak bisa bersabar? apakah aku kurang sabar Tuhan? aku mohon kabulkanlah doaku Tuhan. amin."

selepas ia mengucap amin ia menjadi sadar akan satu hal, bahwa sesungguhnya dalam beberapa hari ini ia telah berubah dari orang yang sangat mudah emosi menjadi orang yang sangat sabar. sabar dalam menghadapi orang dan sabar dalam menanti jawaban dari Tuhan.

ada dua hal yang bisa kita simpulkan dalam cerita diatas.
pertama bahwa Tuhan punya cara untuk menjawab doa kita, bahkan lewat hal-hal yang tidak kita sadari. seperti pemuda tadi, mungkin pernah kita meminta yang baik namun hal yang buruk malah kita alami, namun sadarilah setelah yang buruk itu kita lewati, maka hal baik yang kita minta akan terpenuhi bahkan mungkin lebih daripada yang kita bayangkan.
kedua bahwa semuanya butuh proses dan usaha keras. Tuhan bukan jin-nya aladin yang bisa mengabulkan tiap permintaan secara instan. butuh proses sampai doa terwujud. berapa lama? itu rahasia Tuhan. yang terpenting adalah bagaimana kita turut berusaha dalam proses itu.

sadarilah bahwa kita seperti sebuah ember kayu dan Tuhan seperti samudra luas. sebuah ember kayu tidak akan sanggup menampung seluruh isi samudra. maka menurut saya jangan coba untuk mengerti jalan pikiran Tuhan, namun cobalah untuk merasakan apa yang Tuhan mau dalam hidupmu. berproseslah!

Selasa, 07 Juni 2011

doa yang didengar

suatu siang saat menunggu jam kuliah, saya sempat ngobrol dengan suster eflin (yah, namanya juga universitas katholik milik jesuit, jadi suster yang kuliah bersama bukan hal yang aneh). saat itu saya menanyakan perihal doa.   hal berikut ini adalah apa yang saya dapat selama ngobrol dengan beliau.

masalah doa bukan masalah konteks. bukan juga masalah panjang atau pendeknya isi doa, namun masalah ketulusan dalam mengucapnya dan iman dalam mengharapnya. doa tidak berbicara kata-kata yang indah atau rumit melainkan kata-kata sederhana yang berasal dari hati yang bernar-benar berpasrah.

ketika kita selesai berdoa yang perlu kita lakukan adalah berusaha dan berpegang teguh pada pengharapan akan apa yang kita doakan. bukan masalah apabila doa itu dikabulkan hari itu juga atau sepuluh tahun lagi, sebab bagaimanapun Tuhan punya waktunya sendiri, Tuhan punya alasannya sendiri dalam proses pemenuhan doa.

dalam berdoa ingatlah ini, bahwa yang Tuhan kabulkan bukan apa yang paling kita inginkan namun apa yang menjadi kebutuhan kita. jadi apabila dalam doa kita ada hal yang belum terkabul, mungkin itu dikarenakan doa kita penuh dengan keinginan kita. lantas apakah itu berarti selamanya kita tidak akan pernah mendapat pengabulan doa untuk setiap keinginan kita?

jawaban yang saya dapat sangat luar biasa "suatu hari saya meminta banyak hal untuk menikmati hidup, namun Tuhan memberi saya hidup untuk menikmati banyak hal". yah, intinya ketika setiap kebutuhan kita dipenuhi Tuhan, maka kita memiliki 1000 alasan untuk memenuhi keinginan kita dan akhirnya satu jawaban atas dua masalah bukan?

masalah doa adalah masalah pribadimu dengan Tuhan. tidak perlu kau mencari doa tertentu untuk mendoakan sesuatu. tapi ucapkanlah apapun yang menjadi keluhanmu kepada Tuhan. dengan kata-katamu sendiri.

Selasa, 31 Mei 2011

kunci sukses

sebelunya saya berterima kasih pada teman saya Yosua Khamali. kenapa? karena tulisan kali ini saya buat terinspirasi dari obrolan dengannya sesaat sebelum kuliah dimulai. mungkin Yosua adalah salah satu orang bijak di dunia ini ya? hahaha.

baiklah, kita mulai! kemarin saat akan memulai kuliah dinamika kelompok kami membahas sesuatu, hingga akhirnya teman saya yang satu ini memberikan perumpamaan yang bagus sebagai konklusi dari obrolan kami. 

dia mengatakan seperti ini, "ada seorang yang punya mobil bagus. suatu saat mobil itu lecet akbitat diserempet oleh tukang bakso. hari itu dia marah, dia berkata pada temannya bahwa mobilnya dibuat lecet oleh tukang bakso hal ini masih wajar. dua minggu berselang ia bertemu temannya yang lain dan membahas topik yang sama, bahkan satu tahun berikutnya dia masih membahas hal yang sama." intinya ketika dia lebih fokus membesar-besarkan masalah tidak akan ada yang terjadi, tapi bayangkan seandainya dia memperbaiki mobil itu, mungkin ia tidak perlu membesar-besarkan masalah yang ada.

ya, benar juga kata-kata Yosua. kebanyakan dari kita (bahkan saya) lebih suka membesar-besarkan masalah daripada menfokuskan diri pada penyelesaian masalah. lantas saya berpikir kenapa kebanyakan dari kita melakukan hal ini. yah, untuk sementara poin yang saya dapat adalah kita memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk diperhatikan orang lain (sedikit proyeksi yah. hehe), bila caranya tepat bukan masalah, namun menurut saya akan menjadi masalah jika cara yang kita pakai seperti kejadian diatas.

saya merasa beruntunglah kita sebab tidak semua dari kita melakukan seperti ilustrasi diatas. coba saja bayangkan seandainya setiap orang ingin diperhatikan dan menggunakan cara yang "aneh" untuk mendapat perhatian, lantas akan jadi apa dunia ini nantinya (mungkin ini salah satu alasan negara kita terus jadi negara berkembang ya).

yah, rasanya tidak adil apabila hanya menyodorkan masalah. ilustrasi diatas sebenarnya mempunyai arti lebih dalam dari sekedar obrolan dua mahasiswa yang sedang menunggu jam kuliah. ada satu ide luar biasa yang saya dapatkan dari ilustrasi teman saya, bahwa untuk menjadikan sekitar kita menjadi tempat yang lebih baik ada satu cara yang bisa kita gunakan, berhentilah mengeluh dan mulailah selesaikan apa yang masih tersisa, perbaiki apa yang masih salah, dan rapikan apa yang masih berantakan.

saat kita merasa cobaan dalam hidup terlalu berat, semua orang seakan mencibir kita, tugas menumpuk menambah stress dalam hidup, berteriaklah, memakilah, marahlah, proteslah, namun cukupkan hanya untuk hari itu. sisanya? berbuatlah, sebab tanpa perbuatan nyata, sebab bila hanya diisi keluhan, masalahmu tidak akan selesai bahkan akan bertambah besar.

untuk mengakhiri obrolah kita hari ini saya ingin membagikan tag line yang bisa kita gunakan untuk jadikan dunia ini tempat yang lebih baik, sukses berawal saat kita berhenti mengomentari sesuatu dan mulai melakukan banyak hal.

selamat sukses.

Minggu, 29 Mei 2011

dia yang mencintaimu

disekitarmu, entah dimana ada orang yang selalu mencintaimu, masalahnya mungkin kau tidak pernah mengerti dan menyadari siapakah dirinya. namun kau bisa belajar untuk mengenalinya. ketahuilah bahwa...
dia yang mencintaimu bukanlah orang yang rela mati demi engkau, namun dia yang mau tetap hidup dengan membawa cintanya terhadap dirimu.
dia yang mencintaimu tidak mengatakan sayang padamu, namun katakan benci padamu karena kebodohan yang selalu kau lakukan.
dia yang mencintaimu bukan orang yang bahagia melihat kau bersama orang lain, namun sedih dalam hatinya sekalipun tetap tersenyum melihat dirimu.
dia yang mencintaimu bukan mereka yang selalu bermanis-manis padamu, namun mereka yang akan marah padamu sekalipun itu menyakitkan mereka.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu ada untukmu, namun mereka yang selalu mengkhawatirkanmu saat mereka tidak bisa bersamamu.
dia yang mencintaimu bukan tidak selalu menjagamu lewat hadirnya, namun menyebut namamu dalam doanya sehingga sekalipun ia tak ada kau akan selalu merasa aman.
dia yang mencintaimu tidak selalu kabulkan apa yang kau inginkan, namun memikirkan apa yang benar-benar kau butuhkan.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu iba padamu, namun mereka yang mendidikmu sekalipun dengan cambuk agar kau menjadi kuat.
dia yang mencintaimu tidak akan berkata cemburu di depanmu, namun akan berusaha menjadi apa yang kau mau dengan segala yang ia punya.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu kuat di hadapanmu, namun berani menangis karena tahu akan kehilangan dirimu.
dia yang mencintaimu tidak akan membawa bunga untuk nyatakan perhatiannya, namun akan bertanya "mengapa kau menangis" untuk melegakan hatimu.
dia yang mencintaimu tidak akan memberikan hatinya padamu, namun seluruh hidupnya itulah yang akan ia gunakan untuk mencintaimu.
dia yang mencintaimu tidak akan meminta maaf saat berbuat salah padamu, namun akan merenung dan bertanya "mengapa aku menyakitinya".
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu dapat membahagiakanmu, namun ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik darinya untukmu.
dia yang mencintaimu tidak mengarahkanmu sesuai jalan pikirannya, namun menjagamu agar tetap menjadi dirimu sekalipun kau telah bersamanya.
dia yang mencintaimu tidak dapat menerimamu apa adanya, namun belajar untuk mengerti siapa dirimu yang sebenarnya dan menyesuaikan dirinya dengan itu.
dia yang mencintaimu tidak hanya berbahagia bersamamu, namun lebih daripada itu dia akan selalu ada saat kau menangis dan bersedih.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu setia dengan dirimu, namun dia yang mau berusaha untuk melawan cobaan dari ketidak setiaan.
dia yang mencintaimu tidak selalu mengerti dirimu, namun ia mencoba memahami jalan pikiranmu sekalipun ia tahu akan tersesat oleh cintanya padamu.
dia yang mencintaimu tidak akan memujimu di hadapanmu, namun akan membanggakanmu di depan sahabat-sahabatnya.
dia yang mencintaimu bukan orang yang katakan "karena" saat ucapkan alasan cintanya, tapi ia akan berkata "meskipun".  

namun lebih dari itu ada satu hal yang tidak pernah kita sadari dari dia yang mencintaimu, bahwa...
dia yang mencintaimu kadang bukan orang yang kau inginkan, namun ketahuilah dia adalah sosok yang kau butuhkan

(pic : ajiraiya.devianart.com)

Sabtu, 14 Mei 2011

berbahagialah sebab akupun demikian


suatu hari seorang muda datang pada ibunya. sambil menahan air mata ia menopangkan kepalanya dalam pangkuan ibunya. ia bertanya dengan nada kesal, "ibu, apakah mencintai harus selalu seperti ini?"

sang ibu tidak mengerti kenapa anaknya bertanya demikian, lantas ia berkata "ada apa denganmu, anakku? ceritakan apa kau alami."

"ada seorang di luar sana, aku menyayanginya dengan segenap hatiku, namun takdir membuat kami terpisah. waktu membuat kami jauh. jarak membuat kami tak mengenal satu dengan yang lain. kini, aku hanyalah aku sebelum aku mengenal ia." begitulah sang anak menceritakan seluruh masalah yang ia alami pada ibunya.

"sakit ibu, sakit.. saat ini aku hanya dapat berdiri terpaku meratapi masa lalu, dan diam dalam hampa sekalipun terhanyut pada nada-nada tawa." begitulah sang anak melanjutkan keluh kesahnya pada ibuya.

sang ibu memandang mata anaknya yang mulai berkaca-kaca, ia membelai rambut anaknya dan berkata "anakku, kau mungkin pernah mendengar pepatah lama berkata mencintai adalah berbahagia ketika melihat ia yang kau sayang bahagia sekalipun kau tidak pernah ada dalam bahagianya, maka lakukanlah."

"tapi ibu, bukankah itu tindakan bodoh, masakkan kau kau harus berbahagia melihat yang kau sayangi memilih berbahagia dengan orang lain?" tanya sang anak sembari menyeka air matanya yang mulai menetes.

sang ibu mengangkat kepala anaknya agar mereka bisa bertemu pandang. lantas ia bicara dengan nada lembut, katanya "ketahuilah cinta adalah perasaan, kau tidak butuh berpikir untuk merasakan sesuatu. yang perlu kau lakukan adalah merasakannya. biarkan dirimu terhanyut dalam rasamu. saat kau bersedih, menangislah. saat kau bahagia, tertawalah. jangan pernah cari alasan untuk itu."

sang ibu melanjutkan, "ketahuilah bahwa iapun menangis dalam tawanya, bahwa iapun tersesat dalam candanya, bahwa iapun terkadang memikirkan engkau. namun ia yakin kau akan mendapat yang lebih baik. ia ingin kau bahagia bukan hanya untuk dirimu, namun untuknya."

maka dari itu ucapkan ini dalam doamu bagi dia yang kau sayang, "ketika hari ini kau telah menemukan dirimu dalam bahagiamu, berbahagialah sebab akupun demikian. ketika perahumu telah berlabuh dalam rasa suka citamu, berbahagialah sebab akupun demikian. ketika hari ini kau tertidur berselimutkan kedamaian dan bermimpi akan keindahan, berbahagialah sebab akupun demikian."

katakanlah dengan setulus hatimu "berbahagialah, bukan hanya untukmu, tapi juga untukku."

sobat, ketika hari ini kau berbahagia, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya orang yang kau sayang atau mungkin pernah kau sayang sedang mencari bahagianya, bukan hanya untuknya, namun juga untuk dirimu.

14 mei 2011, berbahagialah.

Minggu, 08 Mei 2011

belajar dari abraham

Q:

kamu suka sama seseorang. pertama kali kamu di tolak. tapi kamu ga nyerah. kamu bawa masalahmu dalam doa. kamu tunggu dia. sampe akhirnya dia bilang dia juga sayang sama kamu. kalian jadian. kamu brusaha jadi 'kekasih terbaik' buat dia. sebaliknya menurut kamu dia juga berusaha buat jadi pasangan yang baik buat kamu.

sejauh yang kamu tahu, hubungan kalian baik. akhirnya kamu memutuskan untuk pulang ke kota kalian untuk minta ijin ke orang tua mu dan orang tuanya. kamu ngomong ke ortumu, mereka merestuimu. esoknya kamu pergi ke rumahnya untuk minta ijin ortunya, sampai di depan rumahnya kamu ketemu orang tuanya.

bahkan kamu belum di ijinkan masuk, papanya bertanya maksud kamu. dengan jujur kamu katakan maksud kedatanganmu dan tebak, penolakan kamu terima. kamu tak tahu harus apa sampai akhirnya kamu telpon dia. kamu katakan yg terjadi. dia menangis, dia tak bisa menjawab dan katakan minta waktu berpikir.

oke, kamu kembali menunggu sampai akhirnya dia memilih berpisah. Dia katakan sejujurnya dia tidak mau kehilangan kamu. Tapi orang tuanya terlanjur tidak setuju, dia tidak mau citramu dimata ortunya bertambah buruk bila kalian terus berhubungan.

kamu yang awalny berkeras akhirnya luluh setelah dia memohon. dengan sesak dan tangis tertahan, kamu katakan ya kemudian bilang akan pergi dari hidupnya, tapi hati kamu tetap sakit, sangat.

Selang beberapa waktu kamu berdoa, kamu berusaha mengucap syukur, kamu jujur sama Tuhan. tapi hati kamu masih teriak, apa yang salah? apakah dia bukan orang yang pantas buat kamu? ato sebaliknya? kalo dia bukan jodohmu, kenapa kamu sayang sama dia dan kenapa sayang kamu bertumbuh? kenapa rasanya usaha sama penantian kamu hasilnya cuma segitu?

kamu mau marah, tapi marah pada siapa? Tuhan? namun, kamu berpikir siapa dirimu sampai kamu berhak marah pada Tuhan? kamu akhirnya membayangkan, teman-teman disana pasti cuma bisa mencemooh kamu, membuat ceritamu menjadi bahan bualan mereka. kamu mempertanyakan lagi kenapa keadaan memaksamu begitu?

kamu menangis sejadinya di dalam hati. logikamu bilang, saat inilah Tuhan membentuk hidupmu. namun perasaanmu berkata hal ini tidak adil buatmu. kamu teriak meminta keadilan, namun logikamu bilang semua tidak ada gunanya. bila kamu ada di posisi itu, apa kamu masih mikir dia orang yang salah buatmu?

A:

tidak ad yang salah atau istilah pribadi yang salah. yang salah adalah ketika kamu sengaja menghadapi hal ini dengan cara yang salah. sadarkah kamu bahwa Tuhan (bagaimanapun kau menyebutnya) punya kasih yg lebih besar dari saya dan siapapun di dunia ini. Dia akan melakukan hal yg lebih luar biasa lagi dari apa yang bisa dilakukan oleh siapapun di dunia ini.

Taukah kamu perasaanNya atau pernah kah setidaknya membayangkannya? jadilah 'simple', jadilah polos. menangislah seperti anak kecil yang menangis ketika ayahnya tidak membelikannya mainan yang diingininya, meskipun ia sudah merengek2 berhari2 smp kehabisan suaranya. apapun keputusan seorang ayah, ia tetap ayahmu. dan beliau sedang mendidik kamu. km sedang dididik untuk menjadi lebih kuat.

tidak perlu berpikir saat kamu tidak harus berpikir, tidak perlu gunakan logikamu ketika kamu tak harus berlogika. Rasakan dengan hatimu. bila itu sakit, teriaklah "Tuhan!!! ini sakit!!!", dan jika kamu ingin menangis, menangislah.

saya yakin, Tuhan tidak akan marah. Seperti seorang ayah yang memeluk anaknya ketika sang anak menangis karena kesakitan. Ia akan memelukmu meskipun kamu menangis sambil terus memukulNya.

Dia punya maksud yang besar atas kehidupanmu, dan Ia akan terus menunggu sampai kamu tenang. cukup tenang hingga Dia bisa mengutarakan alasanNya kepadamu kenapa Ia memutuskan hal itu untuk terjadi.

berdoa padanya, ucap syukurlah buat yang kamu alami. berterimakasihlah karena kamu kesakita, berterima kasih karena kamu ga bs berhenti menangis, terima kasih bahkan karena kamu ga mengalami sesuatu yang cukup baik untuk kamu bisa berterima kasih.

terdengar konyol memang, tapi coba kamu lakukan. berterimakasihlah dan ucap syukur kepadaNya sampai damai datang kepadamu. terus rasakan hingga logikamu tunduk dan takluk dibawah hatimu yang telah diperbaharui.

The Secret of Life is Letting Go. Rela lepaskan segalanya demi Tuhan. pikirkan, pernahkah kamu mencintai Dia sampai seperti kamu mencintai kekasihmu? ataukah kamu sedang memaksa Tuhan agar kamu dapat apa yang kau mau?

akan selalu terasa sakit bagi anda jika anda berusaha mati2an mempertahankan sesuatu atau mendapat sesuatu. akan selalu terasa sakit jika hati kita menginginkan dan terikat kepada sesuatu. karena itu "Lepaskanlah, relakan."

belajarlah dari Abraham. setelah ia menunggu puluhan tahun lamanya akhirnya anak yang dijanjikan Tuhan lahir. dan tahukah kamu apa yang Tuhan minta dari Abraham? "persembahkan anakmu." dan Abraham benar-benar menaruh anak yang sangat dikasihinya dan sudah dinantinya selama puluhan tahun ini di atas mezbah korban persembahan. ia benar-benar akan mempersembahkannya, dengan tangannya sendiri.

belajar darinya. persembahkan kepada Tuhan apa yang paling km kasihi saat ini, bahkan tunjukkan kepadaNya bahwa kamu rela mempersembahkannya kapan saja demi Tuhan. karena seperti Tuhan menyelamatkan cinta Abraham kepada anaknya dengan memberikan domba sebagai pengganti korban, demikianlah Tuhan akan menyelamatkan kita dengan segala yang ada pada kita.

Bila apa yang baik menurutmu baik pula menurut Tuhan, maka ada dua kemungkinan ia melakukan sesuatu yang tidak adil menurutmu. Pertama ia ingin menguji kesetiaanmu pada Dia, dan yang kedua dia sedang mendidikmu untuk setia pada-Nya. Bila kau lulus ujian ini, dia akan dikembalikan padamu. Pertanyaannya, maukah kau belajar dari abraham?

Rabu, 04 Mei 2011

ketika aku berdebat


"buka mata mu, hari esok itu indah kawan!" teriakku pada sobat bayangku.
namun ia menghardik tajam, "tapi apa yang kau harapkan pada mentari tua yang tak berhenti sinari hari itu? cinta? sayang?"
aku tak berhenti disana, lalu tandasku, "cinta mungkin tak kudapat, namun cinta tak sesempit pandangan hatimu tentang dunia."
ia kembali berpendapat, "cinta macam apa yang kau dapat dari hari yang kau lalui dan kau tinggalkan? puaskah hatimu?"
ku hela nafasku panjang dan berujar, "sobat hatimu tak kan pernah puas akan cinta, tubuhmu tak kan berhenti pikirkan ia, dan imajinasimu selalu tertuju padanya, tapi cinta tak hanya soal kau dipuaskan, cinta adalah bagaimana kau jalani hidup tanpa sesal."
"ah, jawabmu itu terlalu abstrak teman! diriku yang maya ini tak dapat tanggapinya." katanya tajm dan dalam kusadari ia coba goyahkan aku
dengan agak berat kumunculkan senyum itu, dan mulutku mulai berujar, "bagaimana kau menjelaskan bahagia melihat yang kau cinta bahagia? apakah ada sesalmu? atau kau tak lakukan itu?"
ia jawab tergesa, "tentu ku lakukan itu dan tanpa pernah menyesal ku lakukan itu, namun aku tak mampu menggambarkan perasaan itu."
"itulah cinta, ia bukan logika, ia tak mengenal hukum. ia hanya perasaan yang hanya perlu kau jalani dengan senyum." jawabku.
"namun kau menangisi dia yang kau cinta? mengapa?" tanyanya tajam.
aku coba mengenang dan mulai tersenyum haru. kataku lirih, "ketahuilah sobat, akupun manusia, hatiku rapuh, egoku tak terbendung, air mataku mengalir karena ku rasa ketidakadilan."
"lantas dimana.." sebelum ia selesai bertanya ku sela ucapannya.
"perkataanku tentang cinta? itu adalah saat dimana aku mengagungkan cinta, dimana ku rasa ia tak bercacat, namun sisi gelapnya tumpahkan air mataku. ia sadarkan aku, cinta adalah hidup. tak perlu dicintai untuk mencintai."
sobatku termenung, ia menangis. "mengapa denganmu?" tanyaku
"seandainya aku sadar cinta tak hanya untukku saja." ia mulai menyesal.
"sobat", jawabku. "cinta bukan untuk kau sesali. tersenyumlah bagi ia dan kau akan pahami betapa ia mudah dimengerti."
seraya senyumannya sobat bayangku menghilang.

cinta, apa yang kau harapkan darinya?
cinta, ia juga bercela dan bercacat.
cinta, hidupmu adalah cinta, sayang tak kau mengerti itu.
cinta, ia dijalani tak perlu kau berlogika dan berdilema.
cinta, ia bebas. lepaskan ketika ia harapkan pergi.
cinta, tak perlu dicintai untuk dapatkan cinta.
cinta, kaulah yang harus tentukan cinta itu

jika kau rasa cintamu salah, maka lihatlah bahwa salahmu buat cintamu bertumbuh.
tak perlu kau mengerti itu semua, jalanilah tanpa kau sesali.

-aku akan tetap mencintaimu-