Senin, 07 Maret 2011

bicaralah baru buktikan atau buktikan baru bicaralah?

pengalaman yang luar biasa saya dapatkan lebih kurang seminggu ini. banyak sekali contoh konkret yang saya temukan, nantinya kita akan sampai pada tema kita, tapi sekarang saya mau memberi beberapa contoh.

salah satu teman saya berkata dengan emosi tinggi (begitu bayangan saya) "kalo ga mau digituin sama orang, ya jangan berbuat gitu dong sama orang." kontan saya berkomentar pada orang itu, memangnya kamu diapain sama orang? ya, setelah pembicaraan panjang intinya teman saya itu bilang dia disakiti temannya yang lain. (mungkin saya agak sulit menerangkan, tapi ya dicoba mengerti saja) kembali kepada kata teman saya barusan, saya menarik kesimpulan kalo dia disakiti temannya, itu berarti dia pernah menyakiti temannya. (logis kah?)

contoh berikutnya, ada seorang yang memberi komentar terbuka menyakiti hati tanpa temannya tahu. begitu temannya membaca dan membalas dengan cara yang hampir sama, orang tersebut menjadi emosi. saya membuat kesimpulan lainnya, bukannya ada sebab ada akibat, jika dia tidak memberi komentar pedas, dia takkan dikomentari balik dengan lebih pedas.

baik, sekarang kita masuk ke salah satu teori yang baru-baru ini saya baca, namanya "law of attraction" mudahnya hukum ketertarikan. dari buku itu saya mendapat satu tema besar yang menjadi ide buku itu, bahwa kita selalu mengirimkan "gelombang" tertentu yang akan dikembalikan oleh "dunia". inti mudahnya ketika kita berbuat sesuatu, perbuatan itu akan kembali kepada kita. yah berbuatlah baik, itu mudahnya.

apa kaitannya dengan judul tulisan kali ini? yah yang pertama-tama bahwa ternyata hidup itu harus memikirkan banyak aspek. bahwa bagaimanapun kita hidup di dunia yang sangat sosial dan tiap perbuatan kita dilihat orang banyak. ya, yang seharusnya dan semestinya kita lakukan adalah membuktikan segala sesuatau sebelum kita bicara. bukan berarti kita bisa bicara seenaknya, tapi jagalah.

kata-katamu mencerminkan kepribadianmu. bagaimana penghormatanmu, dan bagaimana orang menilaimu, jadi selamat bertindak...

Tidak ada komentar: