Sabtu, 12 Maret 2011

gagal dalam banyak hal

seleksi apapun dan dalam kondisi bagaimanapun tetap saja akan membuat banyak orang gagal. hanya segelintir yang akan lolos (dan mungkin akan digagalkan langkahnya dalam seleksi-seleksi berikutnya). saya kemudian berpikir mengapa terjadi kesenjangan sosial, apakah ini salah satu dampak dari seleksi? ya, kegagalan seleksi dapat membuat orang kecewa sehingga akhirnya dirinya merasa tidak berkualitas dan.. tebak apa, kesenjangan. itu dalam bayangan saya.

saya menonton film dan menemukan kata-kata ini "apa yang baik dan apa yang buruk bertumbuh bersama di alam tanpa pembedaan. baik buruknya kualitas seseorang bukan berasal dari orang itu, namun berasal dari orang lain." intinya bahwa ketika kita gagal dalam seleksi bukan berarti kita tidak berkualitas, sebab penilaian akan kita akan berasal dari orang yang menyeleksi dan se-obyektif apapun cara seleksinya tetap akan ada unsur subyektifitas.

dari situ saya menarik kesimpulan pertama bahwa sekalipun kita gagal dalam satu seleksi, tidak serta-merta merepresentasikan tingkat kualitas kita. mungkin benar kita gagal karena bidang tempat kita mengikuti seleksi bukan bidanng yang unggul dari kita, namun bukan berarti kita tidak berguna atau terlahir gagal. tetap ada kualitas individu yang kita miliki.

kemudian saya membaca berita tentang orang-orang sukses. pemuda-pemuda terkaya di dunia. yang terekspose media bukan kegagalan mereka, tapi keberhasilan mereka. saya juga membaca biografi beberapa orang terkenal seperti albert einstein atau helen keller. yang orang banyak tahu sekarang adalah mereka-mereka itu genius dan ahli yang mungkin lahir 1x dalam 1 abad, tapi saya berani bertaruh tidak banyak dari kita yang tahu bahhwa mereka pernah gagal dan digagalkan dalam seleksi alam. seperti einstein yang dianggap "idiot", bos pixar yang pernah di drop out dari universitasnya, atau mungkin kisah kaka yang divonis tidak dapat bermain sepak bola selamanya karena penyakitnya di masa kecil, dan banyak kegagalan lainnya.

dari situ saya menemukan kesimpulan kedua, bahwa seribu kali kau gagal bukan masalah. bertahan, mencoba bagkit dan kembali mengejar cita-cita sampai kau sukses itu yang terpenting. kenapa? sebab 1000 bahkan 10000 kegagalanmu seketika akan tertutup oleh kesuksesanmu. contoh konkretnya, ketika saya selalu menerima hasil buruk dalam ulangan harian dan dengan usaha keras berhasil meraih nilai tinggi dalam ujian akhir, rasanya kegagalan yang kemarin tidak pernah ada. sukses bukan berarti selalu berhasil, kadang kita harus gagal bahkan dalam seleksi yang paling sederhana sekalipun.

saya juga pernah menyaksikan acara "golden ways" di salah satu tv nasional. disitu saya mendengar satu statement yang sangat luar biasa, "gagal-lah dalam banyak hal sebab kita pasti akan berhasil dalam satu hal." ya masih tentang kegagalan, bahkan bapak mario teguh berkata begitu. apa maksudnya? setelah beliau memberi penjelasan, saya menjadi paham maksudnya. saya mengambil pendidikan S1 jurusan psikologi. untuk memilih menjadi psikologi, itu artinya saya harus rela dan pasti gagal menjadi seorang dokter atau guru. itu berarti bahkan dalam hidup pun kita mengalami banyak kegagalan jika ingin melanjutkan mimpi atau mendapat harapan kita.

dan ini membawa kita pada kesimpulan berikutnya, bahwa kadang kita memang ditakdirkan gagal, bukan karena kita terlahir gagal (tidak ada ciptaan-Nya yang gagal) tapi karena lewat kegagalan itu kita akan memperoleh keberhasilan. bahasa rohaninya kegagalan kitalah yang akan menunjukkan betapa hebat dan setia Dia (yang kita sebut dengan berbagai nama dan kita sembah dengan berbagai cara) pada ciptaannya.

dari banyak hal yang telah kita bicarakan dari awal tadi saya akan membuat suatu kesimpulan yang menjadi goal dari tulisan ini, bahwa gagal bukan berarti kau lemah atau tidak punya kualitas, mungkin kau hanya perlu mencari sesuatu yang cocok dengan kualifikasimu. kegagalan mu akan satu hal akan membawamu kepada hal lainnya yang mungkin lebih besar dari sebelumnya, ingat pepatah ini "kadang kita tidak melihat pintu kesempatan lain, sebab kita terpaku pada pintu yang sudah tertutup." gagal bukan akhir sobat, lanjutkan hidupmu. yah, semuanya itu akhirnya bermuara pada satu statement yang mungkin baik apabila kita jadikan pola pikir, bahwa 1000 kegagalan akan membuatmu makin mahir. makin banyak gagal akan membuatmu makin kuat dan membuatmu tidak canggung akan keberhasilan. keberhasilanmu akan menutupi semua kegagalanmu.

banyak orang yang berhenti melakukan sesuatu karena ia selalu gagal, bodohnya ia tidak pernah tahu betapa dekatnya ia dengan keberhasilan. jadi gagalah dalam banyak hal, namun kau harus pastikan kau akan berhasil memperoleh sesuatu.

Tidak ada komentar: