Selasa, 31 Mei 2011

kunci sukses

sebelunya saya berterima kasih pada teman saya Yosua Khamali. kenapa? karena tulisan kali ini saya buat terinspirasi dari obrolan dengannya sesaat sebelum kuliah dimulai. mungkin Yosua adalah salah satu orang bijak di dunia ini ya? hahaha.

baiklah, kita mulai! kemarin saat akan memulai kuliah dinamika kelompok kami membahas sesuatu, hingga akhirnya teman saya yang satu ini memberikan perumpamaan yang bagus sebagai konklusi dari obrolan kami. 

dia mengatakan seperti ini, "ada seorang yang punya mobil bagus. suatu saat mobil itu lecet akbitat diserempet oleh tukang bakso. hari itu dia marah, dia berkata pada temannya bahwa mobilnya dibuat lecet oleh tukang bakso hal ini masih wajar. dua minggu berselang ia bertemu temannya yang lain dan membahas topik yang sama, bahkan satu tahun berikutnya dia masih membahas hal yang sama." intinya ketika dia lebih fokus membesar-besarkan masalah tidak akan ada yang terjadi, tapi bayangkan seandainya dia memperbaiki mobil itu, mungkin ia tidak perlu membesar-besarkan masalah yang ada.

ya, benar juga kata-kata Yosua. kebanyakan dari kita (bahkan saya) lebih suka membesar-besarkan masalah daripada menfokuskan diri pada penyelesaian masalah. lantas saya berpikir kenapa kebanyakan dari kita melakukan hal ini. yah, untuk sementara poin yang saya dapat adalah kita memiliki kebutuhan yang sangat besar untuk diperhatikan orang lain (sedikit proyeksi yah. hehe), bila caranya tepat bukan masalah, namun menurut saya akan menjadi masalah jika cara yang kita pakai seperti kejadian diatas.

saya merasa beruntunglah kita sebab tidak semua dari kita melakukan seperti ilustrasi diatas. coba saja bayangkan seandainya setiap orang ingin diperhatikan dan menggunakan cara yang "aneh" untuk mendapat perhatian, lantas akan jadi apa dunia ini nantinya (mungkin ini salah satu alasan negara kita terus jadi negara berkembang ya).

yah, rasanya tidak adil apabila hanya menyodorkan masalah. ilustrasi diatas sebenarnya mempunyai arti lebih dalam dari sekedar obrolan dua mahasiswa yang sedang menunggu jam kuliah. ada satu ide luar biasa yang saya dapatkan dari ilustrasi teman saya, bahwa untuk menjadikan sekitar kita menjadi tempat yang lebih baik ada satu cara yang bisa kita gunakan, berhentilah mengeluh dan mulailah selesaikan apa yang masih tersisa, perbaiki apa yang masih salah, dan rapikan apa yang masih berantakan.

saat kita merasa cobaan dalam hidup terlalu berat, semua orang seakan mencibir kita, tugas menumpuk menambah stress dalam hidup, berteriaklah, memakilah, marahlah, proteslah, namun cukupkan hanya untuk hari itu. sisanya? berbuatlah, sebab tanpa perbuatan nyata, sebab bila hanya diisi keluhan, masalahmu tidak akan selesai bahkan akan bertambah besar.

untuk mengakhiri obrolah kita hari ini saya ingin membagikan tag line yang bisa kita gunakan untuk jadikan dunia ini tempat yang lebih baik, sukses berawal saat kita berhenti mengomentari sesuatu dan mulai melakukan banyak hal.

selamat sukses.

Minggu, 29 Mei 2011

dia yang mencintaimu

disekitarmu, entah dimana ada orang yang selalu mencintaimu, masalahnya mungkin kau tidak pernah mengerti dan menyadari siapakah dirinya. namun kau bisa belajar untuk mengenalinya. ketahuilah bahwa...
dia yang mencintaimu bukanlah orang yang rela mati demi engkau, namun dia yang mau tetap hidup dengan membawa cintanya terhadap dirimu.
dia yang mencintaimu tidak mengatakan sayang padamu, namun katakan benci padamu karena kebodohan yang selalu kau lakukan.
dia yang mencintaimu bukan orang yang bahagia melihat kau bersama orang lain, namun sedih dalam hatinya sekalipun tetap tersenyum melihat dirimu.
dia yang mencintaimu bukan mereka yang selalu bermanis-manis padamu, namun mereka yang akan marah padamu sekalipun itu menyakitkan mereka.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu ada untukmu, namun mereka yang selalu mengkhawatirkanmu saat mereka tidak bisa bersamamu.
dia yang mencintaimu bukan tidak selalu menjagamu lewat hadirnya, namun menyebut namamu dalam doanya sehingga sekalipun ia tak ada kau akan selalu merasa aman.
dia yang mencintaimu tidak selalu kabulkan apa yang kau inginkan, namun memikirkan apa yang benar-benar kau butuhkan.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu iba padamu, namun mereka yang mendidikmu sekalipun dengan cambuk agar kau menjadi kuat.
dia yang mencintaimu tidak akan berkata cemburu di depanmu, namun akan berusaha menjadi apa yang kau mau dengan segala yang ia punya.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu kuat di hadapanmu, namun berani menangis karena tahu akan kehilangan dirimu.
dia yang mencintaimu tidak akan membawa bunga untuk nyatakan perhatiannya, namun akan bertanya "mengapa kau menangis" untuk melegakan hatimu.
dia yang mencintaimu tidak akan memberikan hatinya padamu, namun seluruh hidupnya itulah yang akan ia gunakan untuk mencintaimu.
dia yang mencintaimu tidak akan meminta maaf saat berbuat salah padamu, namun akan merenung dan bertanya "mengapa aku menyakitinya".
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu dapat membahagiakanmu, namun ia yang selalu berusaha memberi yang terbaik darinya untukmu.
dia yang mencintaimu tidak mengarahkanmu sesuai jalan pikirannya, namun menjagamu agar tetap menjadi dirimu sekalipun kau telah bersamanya.
dia yang mencintaimu tidak dapat menerimamu apa adanya, namun belajar untuk mengerti siapa dirimu yang sebenarnya dan menyesuaikan dirinya dengan itu.
dia yang mencintaimu tidak hanya berbahagia bersamamu, namun lebih daripada itu dia akan selalu ada saat kau menangis dan bersedih.
dia yang mencintaimu bukan orang yang selalu setia dengan dirimu, namun dia yang mau berusaha untuk melawan cobaan dari ketidak setiaan.
dia yang mencintaimu tidak selalu mengerti dirimu, namun ia mencoba memahami jalan pikiranmu sekalipun ia tahu akan tersesat oleh cintanya padamu.
dia yang mencintaimu tidak akan memujimu di hadapanmu, namun akan membanggakanmu di depan sahabat-sahabatnya.
dia yang mencintaimu bukan orang yang katakan "karena" saat ucapkan alasan cintanya, tapi ia akan berkata "meskipun".  

namun lebih dari itu ada satu hal yang tidak pernah kita sadari dari dia yang mencintaimu, bahwa...
dia yang mencintaimu kadang bukan orang yang kau inginkan, namun ketahuilah dia adalah sosok yang kau butuhkan

(pic : ajiraiya.devianart.com)

Sabtu, 14 Mei 2011

berbahagialah sebab akupun demikian


suatu hari seorang muda datang pada ibunya. sambil menahan air mata ia menopangkan kepalanya dalam pangkuan ibunya. ia bertanya dengan nada kesal, "ibu, apakah mencintai harus selalu seperti ini?"

sang ibu tidak mengerti kenapa anaknya bertanya demikian, lantas ia berkata "ada apa denganmu, anakku? ceritakan apa kau alami."

"ada seorang di luar sana, aku menyayanginya dengan segenap hatiku, namun takdir membuat kami terpisah. waktu membuat kami jauh. jarak membuat kami tak mengenal satu dengan yang lain. kini, aku hanyalah aku sebelum aku mengenal ia." begitulah sang anak menceritakan seluruh masalah yang ia alami pada ibunya.

"sakit ibu, sakit.. saat ini aku hanya dapat berdiri terpaku meratapi masa lalu, dan diam dalam hampa sekalipun terhanyut pada nada-nada tawa." begitulah sang anak melanjutkan keluh kesahnya pada ibuya.

sang ibu memandang mata anaknya yang mulai berkaca-kaca, ia membelai rambut anaknya dan berkata "anakku, kau mungkin pernah mendengar pepatah lama berkata mencintai adalah berbahagia ketika melihat ia yang kau sayang bahagia sekalipun kau tidak pernah ada dalam bahagianya, maka lakukanlah."

"tapi ibu, bukankah itu tindakan bodoh, masakkan kau kau harus berbahagia melihat yang kau sayangi memilih berbahagia dengan orang lain?" tanya sang anak sembari menyeka air matanya yang mulai menetes.

sang ibu mengangkat kepala anaknya agar mereka bisa bertemu pandang. lantas ia bicara dengan nada lembut, katanya "ketahuilah cinta adalah perasaan, kau tidak butuh berpikir untuk merasakan sesuatu. yang perlu kau lakukan adalah merasakannya. biarkan dirimu terhanyut dalam rasamu. saat kau bersedih, menangislah. saat kau bahagia, tertawalah. jangan pernah cari alasan untuk itu."

sang ibu melanjutkan, "ketahuilah bahwa iapun menangis dalam tawanya, bahwa iapun tersesat dalam candanya, bahwa iapun terkadang memikirkan engkau. namun ia yakin kau akan mendapat yang lebih baik. ia ingin kau bahagia bukan hanya untuk dirimu, namun untuknya."

maka dari itu ucapkan ini dalam doamu bagi dia yang kau sayang, "ketika hari ini kau telah menemukan dirimu dalam bahagiamu, berbahagialah sebab akupun demikian. ketika perahumu telah berlabuh dalam rasa suka citamu, berbahagialah sebab akupun demikian. ketika hari ini kau tertidur berselimutkan kedamaian dan bermimpi akan keindahan, berbahagialah sebab akupun demikian."

katakanlah dengan setulus hatimu "berbahagialah, bukan hanya untukmu, tapi juga untukku."

sobat, ketika hari ini kau berbahagia, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya orang yang kau sayang atau mungkin pernah kau sayang sedang mencari bahagianya, bukan hanya untuknya, namun juga untuk dirimu.

14 mei 2011, berbahagialah.

Minggu, 08 Mei 2011

belajar dari abraham

Q:

kamu suka sama seseorang. pertama kali kamu di tolak. tapi kamu ga nyerah. kamu bawa masalahmu dalam doa. kamu tunggu dia. sampe akhirnya dia bilang dia juga sayang sama kamu. kalian jadian. kamu brusaha jadi 'kekasih terbaik' buat dia. sebaliknya menurut kamu dia juga berusaha buat jadi pasangan yang baik buat kamu.

sejauh yang kamu tahu, hubungan kalian baik. akhirnya kamu memutuskan untuk pulang ke kota kalian untuk minta ijin ke orang tua mu dan orang tuanya. kamu ngomong ke ortumu, mereka merestuimu. esoknya kamu pergi ke rumahnya untuk minta ijin ortunya, sampai di depan rumahnya kamu ketemu orang tuanya.

bahkan kamu belum di ijinkan masuk, papanya bertanya maksud kamu. dengan jujur kamu katakan maksud kedatanganmu dan tebak, penolakan kamu terima. kamu tak tahu harus apa sampai akhirnya kamu telpon dia. kamu katakan yg terjadi. dia menangis, dia tak bisa menjawab dan katakan minta waktu berpikir.

oke, kamu kembali menunggu sampai akhirnya dia memilih berpisah. Dia katakan sejujurnya dia tidak mau kehilangan kamu. Tapi orang tuanya terlanjur tidak setuju, dia tidak mau citramu dimata ortunya bertambah buruk bila kalian terus berhubungan.

kamu yang awalny berkeras akhirnya luluh setelah dia memohon. dengan sesak dan tangis tertahan, kamu katakan ya kemudian bilang akan pergi dari hidupnya, tapi hati kamu tetap sakit, sangat.

Selang beberapa waktu kamu berdoa, kamu berusaha mengucap syukur, kamu jujur sama Tuhan. tapi hati kamu masih teriak, apa yang salah? apakah dia bukan orang yang pantas buat kamu? ato sebaliknya? kalo dia bukan jodohmu, kenapa kamu sayang sama dia dan kenapa sayang kamu bertumbuh? kenapa rasanya usaha sama penantian kamu hasilnya cuma segitu?

kamu mau marah, tapi marah pada siapa? Tuhan? namun, kamu berpikir siapa dirimu sampai kamu berhak marah pada Tuhan? kamu akhirnya membayangkan, teman-teman disana pasti cuma bisa mencemooh kamu, membuat ceritamu menjadi bahan bualan mereka. kamu mempertanyakan lagi kenapa keadaan memaksamu begitu?

kamu menangis sejadinya di dalam hati. logikamu bilang, saat inilah Tuhan membentuk hidupmu. namun perasaanmu berkata hal ini tidak adil buatmu. kamu teriak meminta keadilan, namun logikamu bilang semua tidak ada gunanya. bila kamu ada di posisi itu, apa kamu masih mikir dia orang yang salah buatmu?

A:

tidak ad yang salah atau istilah pribadi yang salah. yang salah adalah ketika kamu sengaja menghadapi hal ini dengan cara yang salah. sadarkah kamu bahwa Tuhan (bagaimanapun kau menyebutnya) punya kasih yg lebih besar dari saya dan siapapun di dunia ini. Dia akan melakukan hal yg lebih luar biasa lagi dari apa yang bisa dilakukan oleh siapapun di dunia ini.

Taukah kamu perasaanNya atau pernah kah setidaknya membayangkannya? jadilah 'simple', jadilah polos. menangislah seperti anak kecil yang menangis ketika ayahnya tidak membelikannya mainan yang diingininya, meskipun ia sudah merengek2 berhari2 smp kehabisan suaranya. apapun keputusan seorang ayah, ia tetap ayahmu. dan beliau sedang mendidik kamu. km sedang dididik untuk menjadi lebih kuat.

tidak perlu berpikir saat kamu tidak harus berpikir, tidak perlu gunakan logikamu ketika kamu tak harus berlogika. Rasakan dengan hatimu. bila itu sakit, teriaklah "Tuhan!!! ini sakit!!!", dan jika kamu ingin menangis, menangislah.

saya yakin, Tuhan tidak akan marah. Seperti seorang ayah yang memeluk anaknya ketika sang anak menangis karena kesakitan. Ia akan memelukmu meskipun kamu menangis sambil terus memukulNya.

Dia punya maksud yang besar atas kehidupanmu, dan Ia akan terus menunggu sampai kamu tenang. cukup tenang hingga Dia bisa mengutarakan alasanNya kepadamu kenapa Ia memutuskan hal itu untuk terjadi.

berdoa padanya, ucap syukurlah buat yang kamu alami. berterimakasihlah karena kamu kesakita, berterima kasih karena kamu ga bs berhenti menangis, terima kasih bahkan karena kamu ga mengalami sesuatu yang cukup baik untuk kamu bisa berterima kasih.

terdengar konyol memang, tapi coba kamu lakukan. berterimakasihlah dan ucap syukur kepadaNya sampai damai datang kepadamu. terus rasakan hingga logikamu tunduk dan takluk dibawah hatimu yang telah diperbaharui.

The Secret of Life is Letting Go. Rela lepaskan segalanya demi Tuhan. pikirkan, pernahkah kamu mencintai Dia sampai seperti kamu mencintai kekasihmu? ataukah kamu sedang memaksa Tuhan agar kamu dapat apa yang kau mau?

akan selalu terasa sakit bagi anda jika anda berusaha mati2an mempertahankan sesuatu atau mendapat sesuatu. akan selalu terasa sakit jika hati kita menginginkan dan terikat kepada sesuatu. karena itu "Lepaskanlah, relakan."

belajarlah dari Abraham. setelah ia menunggu puluhan tahun lamanya akhirnya anak yang dijanjikan Tuhan lahir. dan tahukah kamu apa yang Tuhan minta dari Abraham? "persembahkan anakmu." dan Abraham benar-benar menaruh anak yang sangat dikasihinya dan sudah dinantinya selama puluhan tahun ini di atas mezbah korban persembahan. ia benar-benar akan mempersembahkannya, dengan tangannya sendiri.

belajar darinya. persembahkan kepada Tuhan apa yang paling km kasihi saat ini, bahkan tunjukkan kepadaNya bahwa kamu rela mempersembahkannya kapan saja demi Tuhan. karena seperti Tuhan menyelamatkan cinta Abraham kepada anaknya dengan memberikan domba sebagai pengganti korban, demikianlah Tuhan akan menyelamatkan kita dengan segala yang ada pada kita.

Bila apa yang baik menurutmu baik pula menurut Tuhan, maka ada dua kemungkinan ia melakukan sesuatu yang tidak adil menurutmu. Pertama ia ingin menguji kesetiaanmu pada Dia, dan yang kedua dia sedang mendidikmu untuk setia pada-Nya. Bila kau lulus ujian ini, dia akan dikembalikan padamu. Pertanyaannya, maukah kau belajar dari abraham?

Rabu, 04 Mei 2011

ketika aku berdebat


"buka mata mu, hari esok itu indah kawan!" teriakku pada sobat bayangku.
namun ia menghardik tajam, "tapi apa yang kau harapkan pada mentari tua yang tak berhenti sinari hari itu? cinta? sayang?"
aku tak berhenti disana, lalu tandasku, "cinta mungkin tak kudapat, namun cinta tak sesempit pandangan hatimu tentang dunia."
ia kembali berpendapat, "cinta macam apa yang kau dapat dari hari yang kau lalui dan kau tinggalkan? puaskah hatimu?"
ku hela nafasku panjang dan berujar, "sobat hatimu tak kan pernah puas akan cinta, tubuhmu tak kan berhenti pikirkan ia, dan imajinasimu selalu tertuju padanya, tapi cinta tak hanya soal kau dipuaskan, cinta adalah bagaimana kau jalani hidup tanpa sesal."
"ah, jawabmu itu terlalu abstrak teman! diriku yang maya ini tak dapat tanggapinya." katanya tajm dan dalam kusadari ia coba goyahkan aku
dengan agak berat kumunculkan senyum itu, dan mulutku mulai berujar, "bagaimana kau menjelaskan bahagia melihat yang kau cinta bahagia? apakah ada sesalmu? atau kau tak lakukan itu?"
ia jawab tergesa, "tentu ku lakukan itu dan tanpa pernah menyesal ku lakukan itu, namun aku tak mampu menggambarkan perasaan itu."
"itulah cinta, ia bukan logika, ia tak mengenal hukum. ia hanya perasaan yang hanya perlu kau jalani dengan senyum." jawabku.
"namun kau menangisi dia yang kau cinta? mengapa?" tanyanya tajam.
aku coba mengenang dan mulai tersenyum haru. kataku lirih, "ketahuilah sobat, akupun manusia, hatiku rapuh, egoku tak terbendung, air mataku mengalir karena ku rasa ketidakadilan."
"lantas dimana.." sebelum ia selesai bertanya ku sela ucapannya.
"perkataanku tentang cinta? itu adalah saat dimana aku mengagungkan cinta, dimana ku rasa ia tak bercacat, namun sisi gelapnya tumpahkan air mataku. ia sadarkan aku, cinta adalah hidup. tak perlu dicintai untuk mencintai."
sobatku termenung, ia menangis. "mengapa denganmu?" tanyaku
"seandainya aku sadar cinta tak hanya untukku saja." ia mulai menyesal.
"sobat", jawabku. "cinta bukan untuk kau sesali. tersenyumlah bagi ia dan kau akan pahami betapa ia mudah dimengerti."
seraya senyumannya sobat bayangku menghilang.

cinta, apa yang kau harapkan darinya?
cinta, ia juga bercela dan bercacat.
cinta, hidupmu adalah cinta, sayang tak kau mengerti itu.
cinta, ia dijalani tak perlu kau berlogika dan berdilema.
cinta, ia bebas. lepaskan ketika ia harapkan pergi.
cinta, tak perlu dicintai untuk dapatkan cinta.
cinta, kaulah yang harus tentukan cinta itu

jika kau rasa cintamu salah, maka lihatlah bahwa salahmu buat cintamu bertumbuh.
tak perlu kau mengerti itu semua, jalanilah tanpa kau sesali.

-aku akan tetap mencintaimu-

Minggu, 01 Mei 2011

dengarkan dan dukung

sering dalam hidup kita mendengar banyak cerita, mendengar banyak tanggapan, dan banyak curahan hati. dari banyak pengalaman, kita akhirnya terbiasa memberi masukan, memberi sanggahan, atau alasan. kita merasa sudah ahli dalam hal itu kita merasa sudah biasa dan bisa melakukannya, namun tak banyak dari kita yang sadar bahwa sedikit banyak kita melakukan kesalahan.

saat seorang bicara mengenai masalah atau memberi pandangannya atas sesuatu, banyak diantara kita (bahkan saya pun sering) yang memberi pendapat dan masukan berdasarkan apa yang pernah kita alami atau apa yang sedang kita rasakan. padahal mungkin hal itu bukan hal yang mereka butuhkan. mungkin yang mereka inginkan hanya didengar dan didukung.

pertama-tama sebelum memulai segala sesuatu, kita harus menyadari bahwa tiap orang hidup dalam pengalamannya sendiri. mungkin hal yang dialami sama, namun hal yang didapat dari masalah akan sangat tergantung dari pribadi masing-masing. jadi sebelum menentukan akan memberi tanggapan balik ada baiknya kita menyadari hal itu.

selanjutnya, yang harus kita latih terus adalah kepekaan kita untuk mendegarkan dan mendukung. bayangkan ketika kita punya masalah besar,kadang yang kita butuhkan bukan nasihat orang lain, bukan pula orang lain menyalahkan apa yang kita pilih. kadang yang kita butuhkan hanya didengar. begitu pula ketika orang lain dengan masalahnya datang padamu, kadang yang mereka butuhkan adalah orang yang mendengar dan mendukung, bukan penasehat.

jika kedua hal itu sudah kita pegang dan kita terapkan, maka ada baiknya ketika kita menerima orang yang memiliki masalah datang pada kita, dengarkan ia, dukung ia, jangan hakimi atau menyela apa yang ia ungkapkan. cukup perhatikan ia, bayangkan jika kau berada di posisinya. jadilah seakan-akan kau dirinya.

apakah aku tidak dapat memberinya masukan? tentu saja bisa, hanya harus ada dua kondisi yang harus dan wajib untuk dilihat. pertama, apakah ia yang bercerita padamu butuh untuk diberi masukan? jika dan hanya jika ia meminta masukan darimu, maka kau baru boleh memberinya masukan.

kedua kembali lagi bahwa saya, kamu, dia, kita, mereka berbeda. segala sesuatu dalam hidup sangat berhantung pada pengalaman dan kemampuan tiap individu. maka akan sangat bijaksana untuk tidak memasukkan apa yang pernah kau dapat dari pengalamanmu atau apa yang kau lakukan saat ada dalam posisi orang itu dalam memberi saran. tapi ungkapkanlah "seandainya aku adalah kamu (atau) seandainya aku yang mengalami masalah itu aku akan.."

jika kita telah berhasil melakukannya, selamat kita telah lulus dalam penerapan empati. orang bermasalah tidak butuh dihakimi atau dinasehati, sebab mereka sudah terlalu banyak mendapat nasihat dan terlalu jenuh dihukum oleh masalah mereka. mereka hanya butuh didengar, dimengerti, dan didukung. jadi, siapkah anda mendukung mereka?