Rabu, 04 Mei 2011

ketika aku berdebat


"buka mata mu, hari esok itu indah kawan!" teriakku pada sobat bayangku.
namun ia menghardik tajam, "tapi apa yang kau harapkan pada mentari tua yang tak berhenti sinari hari itu? cinta? sayang?"
aku tak berhenti disana, lalu tandasku, "cinta mungkin tak kudapat, namun cinta tak sesempit pandangan hatimu tentang dunia."
ia kembali berpendapat, "cinta macam apa yang kau dapat dari hari yang kau lalui dan kau tinggalkan? puaskah hatimu?"
ku hela nafasku panjang dan berujar, "sobat hatimu tak kan pernah puas akan cinta, tubuhmu tak kan berhenti pikirkan ia, dan imajinasimu selalu tertuju padanya, tapi cinta tak hanya soal kau dipuaskan, cinta adalah bagaimana kau jalani hidup tanpa sesal."
"ah, jawabmu itu terlalu abstrak teman! diriku yang maya ini tak dapat tanggapinya." katanya tajm dan dalam kusadari ia coba goyahkan aku
dengan agak berat kumunculkan senyum itu, dan mulutku mulai berujar, "bagaimana kau menjelaskan bahagia melihat yang kau cinta bahagia? apakah ada sesalmu? atau kau tak lakukan itu?"
ia jawab tergesa, "tentu ku lakukan itu dan tanpa pernah menyesal ku lakukan itu, namun aku tak mampu menggambarkan perasaan itu."
"itulah cinta, ia bukan logika, ia tak mengenal hukum. ia hanya perasaan yang hanya perlu kau jalani dengan senyum." jawabku.
"namun kau menangisi dia yang kau cinta? mengapa?" tanyanya tajam.
aku coba mengenang dan mulai tersenyum haru. kataku lirih, "ketahuilah sobat, akupun manusia, hatiku rapuh, egoku tak terbendung, air mataku mengalir karena ku rasa ketidakadilan."
"lantas dimana.." sebelum ia selesai bertanya ku sela ucapannya.
"perkataanku tentang cinta? itu adalah saat dimana aku mengagungkan cinta, dimana ku rasa ia tak bercacat, namun sisi gelapnya tumpahkan air mataku. ia sadarkan aku, cinta adalah hidup. tak perlu dicintai untuk mencintai."
sobatku termenung, ia menangis. "mengapa denganmu?" tanyaku
"seandainya aku sadar cinta tak hanya untukku saja." ia mulai menyesal.
"sobat", jawabku. "cinta bukan untuk kau sesali. tersenyumlah bagi ia dan kau akan pahami betapa ia mudah dimengerti."
seraya senyumannya sobat bayangku menghilang.

cinta, apa yang kau harapkan darinya?
cinta, ia juga bercela dan bercacat.
cinta, hidupmu adalah cinta, sayang tak kau mengerti itu.
cinta, ia dijalani tak perlu kau berlogika dan berdilema.
cinta, ia bebas. lepaskan ketika ia harapkan pergi.
cinta, tak perlu dicintai untuk dapatkan cinta.
cinta, kaulah yang harus tentukan cinta itu

jika kau rasa cintamu salah, maka lihatlah bahwa salahmu buat cintamu bertumbuh.
tak perlu kau mengerti itu semua, jalanilah tanpa kau sesali.

-aku akan tetap mencintaimu-

Tidak ada komentar: