Senin, 12 September 2011

Jalan Berbeda

mengapa sepertinya tiap pria sulit dimengerti? begitu pertanyaan wanita yang marah pada kekasihnya. sebaliknya, mengapa sepertinya wanita itu selalu ingin dimengerti? begitu perkataan pria yang baru saja bertengkar dengan kekasihnya. lihat, bahkan dari cara kita mencoba memahami satu sama lain saja sudah berbeda.

entah benar atau tidak (semoga nantinya akan ada tanggapan dari postingan ini). tiap wanita merasa penting untuk memahami para pria, namun mereka tidak pernah memahami pria. selalu saja ada alasan dari si pria yang membuat mereka jengkel. entah itu, perilaku, cara berpakaian, pola hidup, apapun bisa jadi alasan bagi wanita untuk marah pada pria.

sebaliknya, pria merasa segala yang ia berikan bagi kekasihnya sudah lebih dari cukup. tidak perlu lagi mengenal lebih jauh dan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan hati. cinta sudah cukup, hati dan perasaan urusan lain (ya, mungkin beberapa dari anda akan tidak setuju dengan hal ini). jadi akan sangat menjengkelkan bagi pria untuk mencoba mengerti wanita.

mengapa pria dan wanita berbeda? apakah memang kita berasal dari dunia yang berbeda (mungkin hal ini tidak seratus persen salah)? saya akan mencoba membuka satu per satu apa yang membuat kita sering kali tidak menyadari satu dan lainnya.

wanita adalah hati dan pria adalah otak
dimulai dari sini. wanita disadari atau tidak adalah makhluk yang mengandalkan insting. maka kita mengenai istilah isnting seorang ibu (sebab saya hampir tidak pernah tahu ada insting kebapakan). wanita dibesarkan dengan hati dan perasaan. maka dari itu wanita lebih mudah menangis, sebab hatinya lebih mudah tersentuh. maka dari itu pula wanita lebih cocok dalam urusan mengatur, sebab punya intuisi yang kuat. apakah pria lebih baik? tidak, "bayaran" dari menekan sisi perasaan membuat pria memiliki ketajaman lebih dalam logika. pria berpikir lebih banyak daripada merasakan. pernah melihat pria menangis saat menonton drama asia (mungkin hanya pencilan yang melakukannya), hal itu jarang terjadi sebab proses yang terjadi dalam diri seorang pria adalah lewat mata dipikirkan lama, dan akhirnya disadari bahwa adegan itu konyol. beda dengan wanita yang mendapat informasi lewat mata, kemudian diresapi di hati, dan sekonyol apapun adegan yang muncul, emosi menguasai lebih dulu. karena punya logika yang terasah, sudah seharusnya pria lebih cocok dalam memimpin. hal inilah yang menyebabkan kita sering bertengkar. sebab ketika masalah muncul, wanita akan meresapi dan merasakan apa yang salah, sementara pria akan berpikir siapa yang salah. semua sudah berbeda sejak awal.

wanita mendengarkan dan pria melihat
inilah alasan mengapa wanita sangat suka mendengar rayuan gombal dari para pria. sebab selain wanita mengembangkan sisi afektifnya, wanita di disain untuk lebih banyak menggunakan indra pendengaran. ini pula yang menyebabkan wanita sangat sulit untuk punya banyak teman, karena sisi mereka yang satu ini membuat mereka menjadi sangat-sangat skeptis. namun sisi positifnya akan nampak ketika mereka menjadi seorang ibu. siapapun anda, ketika punya masalah pasti akan mengadu pada ibu, sebab apa? anda tahu hanya ibu yang mau mendengar keluhan anda. bagaimana dengan pria? jujurlah, hal yang pertama kali anda sukai dari kekasih anda adalah wajah dan perawakannya. kenapa? sebab pria lebih banyak melihat. pria sangat senang melihat, namun tidak membeli. inilah kenapa para pria tidak akan mudah tergoda diskon saat windows shoping, sebab melihat saja sudah cukup memuaskan. jadi jangan pernah paksa pria untuk mendengarkanmu, sebab pria akan bosan mendengar ocehanmu. dan jangan paksa wanita untuk melihat segala sesuatu dari sisimu, sebab mereka memandang dengan cara lain.

wanita itu boneka dan pria itu robot
apa maksudnya? mungkin kita harus kembali ke masa sebelum kita mnegenal banyak perbedaan di dunia ini. kapan? masa kanak-kanak. wanita tumbuh dan besar dengan dunia boneka dan pria tumbuh dan besar dengan dunia robot. ini menjadi cikal bakal mengapa wanita lebih baik dari pria dalam pengaturan dan perawatan. bayangkan ketika wanita memainkan bonekanya, hanya ada beberapa pilihan yang mereka lakukan; berperan jadi ibu, memainkan boneka seperti keluarga (ada boneka yang berperan jadi anak, ayah, dan ibu). atau jika mereka bosan dengan boneka, mereka akan mencari teman lainnya untuk bermain pasar-pasaran atau sekolah-sekolahan. lihat permainan yang lebih mengutamakan bagaimana menjaga, merawat, mendidik. inilah sebabnya banyak wanita menganggap kekasihnya seperti seorang yang tidak memiliki atitude yang baik yang harus ditatar. pria besar dengan robotnya. permainan yang mereka lakukan adalah mengadu robot satu dengan lainnya. bila sudah bosan mereka mulai membongkarnya (dan tidak dapat memasangnya kembali). dan bila sudah bosan lagi mereka akan mencari teman sebayanya dan main perang-perangan atau sepak bola. lihat? hal ini membuat kita para pria lebih "kaku" membuat kita menjadi ahli dalam perencanaan dan strategi daripada pengaturan. dengan gaji 10 juta, seorang pria mungkin dapat merencanakan akan kemana uangnya, namun uang itu tidak akan sampai pada pos-posnya, karena kita tidak terbiasa untuk mengatur. pria suka tantangan, dan jujurlah bahwa mendapatkan pujaan hatimu merupakan tantangan terbesar. mereka adalah "buruan" dan kau adalah "pemangsa". itulah salah satu sebab pria sulit dalam menjaga hati wanita, sebab pria akan melupakan pencapaiannya dan beranjak pada pencapaian baru (misal, setelah karir, menikah dan karir jadi tidak terlalu penting lagi).

lihat, ini baru sebagian contoh. maka dari itu saya ingin kita sama-sama merefleksikan dan menyadari. pria itu dari mars dan wanita itu dari venus. pria itu maskulin dan wanita itu feminim. men is house and women is home. pria itu yang dan wanita itu yin. namun perbedaan sebetulnya ada untuk saling melengkapi. bila tidak ada pria, apakah wanita dapat berbuat segalanya (ingat, kebanyakan penemu bahkan penemu alat dapur itu kebanyakan pria, mungkin jika pria tidak ada manusia masih hidup di jaman batu saat ini). bila tidak ada wanita? saya lebih baik tidak ditakdirkan hidup (sekalipun tanpa wanita saya tidak akan pernah lahir). sebab saya membayangkan betapa gersangnya dunia ini.

perbedaan ada untuk kita saling melengkapi. tidak perlu menjadi pria untuk mengerti pria, begitu juga tidak perlu jadi wanita untuk mengerti mereka. kita hanya perlu mengerti bagaimana jalan pikiran mereka, bagaimana mereka memandang dunia dan bagaimana mereka memandang kita lawan jenisnya. ya, perbedaan ada untuk menjadikan saya pria semakin pria dan saya wanita semakin wanita.

masalahnya, kita terlalu egois untuk menyadari bahwa sesungguhnya akar dari tiap masalah kita adalah "kita punya cara berbeda" sadarilah dan kita akan menikmati hidup.

Tidak ada komentar: