Sabtu, 15 Oktober 2011

3 hal

seorang pria berdiri menunggu di malam dingin itu. ia menunggu seseorang yang sudah menutup pintu hatinya. ia menanti orang itu sekalipun ia sadar kunci untuk membuka pintu yang ia tunggui itu telah patah dan tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi.

lama ia mengunggu. lama ia berdiri terpaku. malam makin dingin dan hujan menusuk menambah pilu malam itu. dengan sisa-sisa tenaganya ia coba katakan sesuatu. tertatih ia berkata, "tahu kah kau bahwa ada 3 hal menyakitkan yang akan kau rasakan saat kau menjalani hidup ini. pertama kau akan menunggu untuk ditinggalkan selamanya, kedua kau memutuskan untuk memilih dan kemudian dicampakkan dan tidak diberi alasan, terakhir kau berjalan merasakan semua yang indah untuk kemudian kau sadar kau gagal dan tersesat terlampau jauh."

dia terdiam menyeka air matanya yang berbaur dengan dinginnya hujan. kemudian ia melanjutkan ucapannya, katanya "aku telah merasakan semuanya. aku telah menerima semuanya. dan ketahuilah aku jatuh tertatih sekarang. namun ada satu hal yang harus kau ketahui bahwa aku tidak pernah menyesal. kau tahu kenapa? sebab selama hatiku masih bisa mencintai, aku masih mau berusaha untuk mencintai."

dia melanjutkan "aku sadar bahwa waktu tidak dapat diputar. aku pun sadar kita tidak dapat menghalangi apapun yang seharusnya terjadi. aku hanya manusia. aku-pun sedih saat itu, saat aku tidak dapat berbuat apapun dan saat aku sadar tindakan bodoh ku tak dapat ku ulang. aku mungkin menghilang tapi aku tidak pernah mau mengalihkan pandanganku dari hatimu, setidaknya sekeping hatiku masih milikmu."

"kau tahu mengapa? bukan karena kau segala-galanya, namun karena kau memberi warna dalam hidupku. ketahuilah, mungkin hal itu tidak luar biasa, namun hal itu lebih dari segalanya. aku berjalan terus ke depan, namun sesekali aku menoleh ke belakang untuk mengenang bagaimana dirimu. tahukah kau akan hal itu?" begitu katanya.

ia berlutut kepayahan sebab sudah habis tenaganya. dalam sisa-sisa terakhir tenaganya ia berkata "siapakah yang paling aku sesali? bukan dirimu sebab kita telah bertemu. bukan waktu yang membuat kita terpisah. bukan keadaan yang mempermainkan cinta. tapi diriku.. diriku.. karena aku tidak punya hati yang cukup besar untuk memaafkan semuanya. dan aku tidak punya hati yang cukup lapang untuk merelakanmu."

dia melanjutkan, "namun itulah hidup. aku tetap bahagia menjalaninya. bahwa sakit ini adalah bagian dari diriku, akan tetap kusimpan dan kuingat. agar aku sadar bahwa cinta adalah pedang bermata dua. bahwa kau harus berkorban untuk mendapat. bahwa kau tidak dapat memiliki semua yang kau cinta dan kau harus belajar mencinta apa yang kau miliki. dan terima kasih untuk semua."

dengan sisa-sisa tenaganya pemuda itu, di malam itu menyatakan penyesalannya. mungkin tidak pernah didengar olehnya yang ia tunggu, namun ia lega telah katakan segala hal yang ganjal hatinya.

bila kau harus merasakan sakit atas apa yang kau pilih, maka jalanilah sebab itulah konsekuensi yang harus kau ambil. bila kau masih mau untuk berlari, larilah sekalipun kakimu memberat, sebab ketika kau berhenti kau telah menyerah pada keadaan.
bila kau sadar dirimu dan bodohmu sebabkan sesalmu, maka mungkin kau hanya perlu jalan terus ke depan. jalanlah dengan sisa-sisa kenangan indah di masa lalumu, namun lihatlah pula bagaimana lalumu untuk ingatkan siapa engkau sebelumnya.
bila kau terjebak dalam keadaan yang memaksamu menyerah, mungkin itu bukan karena orang lain. mungkin masalahnya ada pada dirimu. maafkanlah yang lain, mungkin inilah saatnya kau harus menyerah. cobalah untuk cintai yang masih kau miliki, dan perbaiki dirimu.

sebab cinta dapat menghidupkan, namun juga mematikan. cinta dapat memberi bahagia, namun juga mengecewakan. cinta dapat menyembuhkan, namun juga melukai. cinta dapat memberi, namun juga mengambil. cinta ada untuk dihidupi, namun belajarlah untuk menyangkalnya.

Tidak ada komentar: