Senin, 24 Desember 2012

bapak di dunia

lebih kurang dua minggu dari hari ini, saya dan teman kos saya harus datang ke rumah sakit pada dini hari. hal ini dikarenakan salah satu rekan kami mengalami kecelakaan yang sangat parah. ia mengalami patah tulang dan belakangan ia juga divonis mengalami pendarahan pada otak. kejadian itu memang cukup memukul.

tak lama, orang tuanya yang berasal dari luar pulau datang ke kota kami berkuliah. si ibu dan bapak ini dengan penuh kesabaran dan kasih sayang merawat teman kami yang sendang sakit ini. ia berontak. tak jarang makian keluar dari mulutnya. saya coba memahaminya, mungkin dikarenakan luka yang sangat parah dan rasa sakit yang luar biasa, belum lagi sulitnya menerima keadaan mungkin menjadi penyebab dirinya menjadi begitu emosional.

hal yang justru saya soroti bukan pada anak ini, tapi pada ayahnya. disaat saya dan teman-teman menjenguk, saya melihat betapa seorang ayah sangat tegar menghadapi anaknya. jika saya yang berada di posisi si ayah, saya akan marah besar. bagaimana tidak, apa yang terjadi seperti menodai tanggung jawab yang dipercayakan. saya mungkin berpikir, "disekolahin, buat belajar malah main malem, kecelakaan lagi." belum lagi perilaku anak yang berontak kadang memaki dan biaya yang harus ditanggung, pasti membebani secara fisik, finansial, dan psikis. jika saya diposisi itu pasti saya tidak akan sesabar itu.

yah, saya tidak pernah tahu sedalam apa cinta seorang ayah pada anaknya karena toh saya belum punya anak. mungkin nanti ketika saya punya saya akan tahu. tapi yang jelas saya merasakan lewat kejadian itu betapa seorang ayah memiliki kasih sayang yang sangat dalam pada anaknya. ia merangkul bukan mengusir. ia mungkin marah, namun memilih memeluk. mengingatkan saya pada kisah anak yang hilang, salah satu perumpamaan (dalam agama kristen) yang dibuat Yesus.

di momen natal ini, saya mau berbagi dengan saudara. bahwa ayah di bumi bisa sedalam itu mengasihi anaknya, coba anda bayangkan betapa dalamnya kasih Ayah di surga? pastinya sangat dalam. Ia rela menjelma menjadi manusia dan menebus dosa manusia. mematahkan belenggu iblis. dan menjauhkan setiap orang yang percaya pada-Nya dari kematian kekal. luar biasa bukan?

natal, seperti arti katanya yaitu kelahiran merupakan hari yang ditunggu umat Kristiani di seluruh dunia. karena pada momen inilah, Sang Juruselamat dilahirkan, dan nubuat mengenai penebusan dosa digenapi. pada momen inilah, setiap orang akan merasakan betapa besar Kasih Allah, bahkan Yesus mengatakan sendiri, "jika bapa mu di bumi tahu apa yang baik untuk anaknya, lebih lagi Bapamu yang di Sorga". ya, Bapa melakukan sesuatu yang sangat baik, dan kadang perilaku kita tidak jauh beda dengan teman saya tadi, memberontak kadang memaki. atau seperti si bungsu yang menghamburkan uang bapa nya.

pada momen natal ini, kita juga harus berusaha lahir kembali. caranya dengan mencoba mengambil waktu dan tempat tersendiri untuk kita, melihat kembali apa yang terjadi selama ini, merenungkan hal-hal yang masih kurang berkenan, membuat janji dan menepatinya di tahun berikutnya. natal bukan hanya sekedar perayaan, tapi juga perenungan, sudahkah anda, saya, kita semua lahir kembali? sudahkah kita memaknai natal dengan sungguh-sungguh?

selamat natal, Tuhan Yesus memberkati!!

Rabu, 31 Oktober 2012

konsep peduli

peduli merupakan sebuah kata sederhana, namun kata sederhana ini memiliki banyak makna. mengapa? karena ketika menanyakan kata peduli pada 10 orang maka kita akan mendapatkan jawaban yang relatif bervariasi.

pada kesempatan kali ini saya ingin menulis mengenai kepedulian. saya awali dari alasan saya. suatu ketika dalam debat kandidat calon gubernur di fakultas saya, saya mendengar statemen dari salah seorang audiens. ia mengatakan jumlah warga fakultas yang datang pada saat itu menunjukkan tingkat kepedulian mahasiswa yang rendah. di lain kesempatan saya membaca salah satu iklan layanan masyarakat yang cukup menarik. isi slogan dalam iklan itu kira-kira "peduli bukan berarti memberi" ya, itu adalah iklan layanan yang intinya melarang pengguna jalan untuk memberikan uang kepada pengemis dan pengamen.

kembali ke konsep peduli. apa itu peduli? Kamus Besar Bahasa Indonesia mencatat arti peduli sebagai mengindahkan, menghiraukan, dan memperhatikan. berarti jika seseorang peduli akan sesuatu, ia akan memperhatikan sesuatu dan mulai memikirkannya. ia tidak akan ambil sikap tak acuh atas sesuatu. pertanyaannya apakah selamanya demikian?

kampus saya memiliki dinamika yang cukup menarik. ada orang-orang yang aktif berorganisasi dan terlihat begitu semangat mengkritisi isu dan problematika seputar kampus.  sementara di sisi lain, ada orang-orang yang lebih senang berdinamika hanya dalam lingkup kelas. selesai kelas mereka lebih memilih pulang. sebutan untuk orang jenis kedua adalah mahasiswa kupu-kupu. ketika saya masuk ke tempat saya kuliah saat ini, ada satu statemen dari senior saya. ia menghimbau pada kami (maba saat itu) untuk tidak jadi mahasiswa kupu-kupu. kesan yang saya terima saat itu bahwa mahasiswa kupu-kupu adalah mahasiswa yang tidak peduli. saya akui kesan itu begitu kuat. itu yang membuat saya kala itu menjadi cukup apatis melihat rekan saya sesama mahasiswa tidak meluangkan waktunya untuk berorganisasi atau minimal meluangkan waktunya lebih lama di kampus untuk mendiskusikan hal-hal (yang mungkin) penting.

kembali lagi, akhirnya semakin jauh saya melangkah, semakin banyak pengalaman yang saya dapat selama kuliah dan berorganisasi, saya mulai mempertanyakan apakah mahasiswa yang katanya peduli hanya diukur dari jumlah kehadirannya di lingkungan kampus? apakah mahasiswa yang peduli hanya dilihat dari seberapa banyak mereka datang ke acara-acara yang diadakan?

pertanyaan ini terjawab dari pernyataan salah seorang teman saya. ia mengatakan bahwa mahasiswa memiliki kebutuhan dan pasion mereka masing-masing. semisal, ada mahasiswa yang lebih menganggap penting sisi akademis, maka ia dikatakan peduli ketika ia bisa bertanggung jawab pada bidang akademisnya. ada juga mahasiswa yang lebih tertarik mengembangkan bakat, maka kepeduliannya dapat dilihat dari bagaimana ia berkontribusi membawa nama fakultas lewat bakan yang dikembangkannya. di sisi lain ada juga mereka yang terfokus pada organisasi dan memikirkan isu yang beredar di sekitar, maka kepedulian mereka akan nampak dari perubahan yang mereka lakukan lewat organisasi yang mereka tunggangi.

intinya, konsep peduli tidak sesempit seorang yang datang ketika diundang ke acara yang melibatkan banyak pihak. jika demikian, akan nampak lebih banyak orang yang tidak peduli daripada orang yang peduli. sekedar mengingatkan lagi, beberapa waktu yang lalu (ketika isu BBM sedang booming) saya sempat membuat tulisan yang saya dasarkan pada statemen seseorang. kala itu orang yang saya maksud menghimbau pada seluruh mahasiswa untuk demo. baginya demo merupakan bentuk kepedulian, tapi sekali lagi saya ingin menekankan bahwa peduli itu tidak harus dilakukan secara direktif. seperti slogan mengenai anti memberi pada pengemis, kepedulian dapat dilakukan dengan cara lain.

apakah orang yang membuat sekolah gratis dan menyekolahkan anak terlantar dan pengamen dikatakan tidak peduli? jika jawabannya tidak maka sebenarnya memberi uang receh secara langsung bukan satu-satunya jalan menunjukkan kepedulian. apakah mahasiswa yang lebih memilih belajar, agar cepat lulus, bekerja, dan meningkatkan pendapatan perkapita dikatakan tidak mau tahu pada isu BBM? jika jawabannya tidak maka sebenarnya demo bukanlah alat mutlak menunjukkan kepedulian.

intinya kembali lagi, peduli memang mengindahkan, memperhatikan, memikirkan, dan bahkan memecahkan sesuatu, namun bukan berarti dilakukan dengan sangat direktif. peduli adalah konsep yang sangat personal. tiap orang memiliki caranya untuk peduli. jadi pertanyaannya, bagaimana cara anda menunjukkan kepedulian?

Kamis, 25 Oktober 2012

Pemuda dan Doanya

Suatu hari seorang pemuda berdoa. "Tuhan, kurasa sudah cukup dewasa aku untuk mengenal cinta, bolehkah ku mendekat padanya?" Tuhan memandang wajah penuh ingin pemuda itu. Ia terdiam sejenak dan mengembangkan senyum pada pemuda itu. pemuda itu menjawab, 'Tuhan, kau tersenyum padaku, apakah itu artinya iya? terima kasih Tuhan". tanpa sempat Tuhan membalas, si pemuda terlelap pada rasa gembiranya dan mengejar cinta, sebab pemuda itu berpikir Tuhan telah memberi ijin padanya untuk berperang.

tak lama setelah itu si pemuda kembali berdoa. Tuhan gembira melihatnya kembali. "Tuhan, aku sudah berusaha, tapi kenapa aku gagal mendapatkan cinta? tunjukkan padaku jalan-Mu", doanya.
Tuhan tersenyum melihatnya, dan menunjuk hati pemuda itu. "ternyata gunakan hati, terima kasih Tuhan", katanya berusaha menjawab. tanpa sempat Tuhan menjelaskan sesuatu padanya, si pemuda telah pergi seakan telah mendapat 'pedang dan prisai' dari Tuhan untuk menangkan perang.

tak lama berselang sang pemuda kembali lagi berlutut dan berdoa. Tuhan gembira melihat ia, namun... "Tuhan! apa kurangnya aku? mengapa sulit bagiku dapati cinta itu? segala perintah-Mu ku lakukan, tapi mengapa mereka yang tak berdoa pada-Mu boleh kenal cinta?" mendengar omelan sang pemuda, Tuhan luluh. Ia berikan cinta pada pemuda itu. "Terima kasih Tuhan", jawab si pemuda. tanpa sempat Tuhan memberitahu siapa cinta itu, si pemuda pergi dengan bahagianya, seakan Tuhan telah memenangkan perang baginya.

lama, lama Tuhan menunggu, sang pemuda tak kunjung kembali, akhirnya Tuhan perintahkan cinta untuk menghilang dari pemuda itu. benar saja, tak lama si pemuda datang dan menangis pedih bagai kehilangan nyawa. katanya. "Tuhan, kenapa kau ijinkan aku miliki cinta tapi kau ambil cinta itu? kenapa kau kejam dan tega padaku? aku tak minta harta atau tahta, aku hanya mohon cinta! tapi kenapa kau ambil itu saat aku mulai mencinta? kenapa? jawab aku Tuhan!"

mendengar itu tersenyumlah Tuhan. belum lagi Tuhan menjawab si pemuda menghardik. "aku tak butuh senyum-Mu, kenapa Kau kenalkan aku padanya jika aku harus sakit?" dengan lembut Tuhan berkata, "pernahkah kau dengarkan Aku katakan tunggu nak? tidak, sebab kau pergi melihat senyum-Ku. pernahkah kau dengar Aku berkata mungkin kau sudah dewasa, namun hatimu masih terlalu rapuh? tidak, sebab kau pergi setelah Aku tunjuk hatimu. cinta kusimpan hingga kau kuat, namun kau minta itu, maka itu Kuberikan padamu agar kau sadar, namun kau menjauh." mendengar itu menangis ia sadar betapa ia berdosanya ia.

begitulah kita. kita berdoa, namun sebelum dengar jawab dari-Nya kita pergi seakan telah dapati jawab yang pasti.ketika apa yang kita ingini tak tercapai, kita bertanya, namun belum sempat kita dengar Tuhan jawab kita, kita melangkah dengan argumen kita.
ketika kita putus asa, kita buat Ia iba pada kita, kadang permintaan kita tak sesuai rancangan-Nya, namun luar biasa baiknya Tuhan ia kabulkan itu dengan konsekuensi ubah hidup kita. ketika kita mendapat, kita menjauh dan berpikir tak butuhkan Ia. dan ketika Ia ambil yang kita telah perjuangkan, kita menyalahkannya atas semua itu.
ada pepatah orang bijak tak kan jatuh ke lubang yang sama, tapi apa? kita menyesal untuk kemudian kembali mengulangi kesalahan yang sama, dan celakanya kita bangga akan itu.
Tuhan kita luar biasa baik, tapi Tuhan bukan jin botol yang kabulkan tiap permohonan kita. Tuhan lebih hebat dari itu! Tuhan lebih luar biasa! 
memohonlah pada-Nya namun dengarkan Dia, sebab Dia tahu yang terbaik. pasrahkan hidupmu pada-Nya.

antara 10% dan BEMU

menghilang agak lama dari dunia bloging, ya memang saya butuh waktu lama untuk rehat, karena disamping ide yang sedang mentok, tugas-tugas kuliah cukup menyita perhatian (maklum makin "tua"). baik, sudahi perbincangan soal kuliah dan tua. saya mau berbagi pengalaman menarik yang baru saya dapat kemarin.

kampus saya sedang melakukan event besar tahunan. apa lagi kalau bukan pemilu presiden dan wakil presiden BEMU, agenda tahunan yang sesuatu banget, alasannya sederhana, dari tahun ke tahun semua terbaca. visi-misi yang mengawang, proker yang njelimet, dan realisasi yang nihil. saya jadi berpikir mungkin ini yang membuat pemimpin kita jadi PHP (pemberi harapan palsu). waktu mahasiswa mereka senang ngobral janji dan susah menepati. ya kalo ga bisa mending ga usah to.

yang saya mau bahas bukan masalah janji-janji yang mereka buat waktu nyalon jadi presiden BEMU, tapi pertanyaan dari rekan mahasiswa mengenai kenaikan uang SKS sebanyak 10% per semester. yap, ini adalah fakta di kampus saya, bahwa tiap semester ada kebijakan uang SKS naik 10% mungkin ini juga terjadi di kampus pembaca? saya tidak tahu namun inilah topik saya kali ini.

pertanyaan dari rekan mahasiswa cukup membuat banyak orang tersadar dan dalam hati akan berkata "iya ya, kemana mereka (BEMU)??" dia mengawali pertanyaannya dari calon presiden dan wakil presiden seharusnya mengerti seluk-beluk BEMU dan embel-embelnya (saya agak lupa persis kalimatnya). intinya BEMU cuma jadi EO (event organizer), bukan badan eksekutif. dia menambahkan daripada repot mengurusi cup dan kegiatan lainnya kenapa tidak berjuang ketika ada kebijakan kenaikan 10% per sks yang diterapkan universitas? intinya dia mempertanyakan kemana BEMU.

saya setuju akan dua hal. pertama bahwa BEMU hanya jadi EO dan (seakan) tidak peduli dengan keadaan mahasiswa yang teriak-teriak karena (seakan) uangnya disedot habis suatu lembaga pendidikan. kedua saya juga setuju bahwa kebijakan kenaikan uang SKS memberatkan. bagi saya yang berasal dari keluarga menengah atas saja itu cukup memberatkan, apalagi yang tidak. tapi jujur saya memiliki pandangan yang berbeda mengenai kebijakan ini.

saya akan mengawalinya dari perkataan salah seorang pembicara saat saya mengikuti inisiasi masuk universitas dulu. dia bilang "selamat datang di dunia pendidikan yang mahal!" ya, pendidikan memang mahal, entah negri atau swasta, pendidikan memang butuh biaya. orang yang berani melangkahkan kaki di gerbang suatu lembaga pendidikan harus mempersiapkan keadaan fisik, psikologis, dan finansial. pendidikan adalah investasi jangka panjang dan yang namanya berinvestasi berarti harus siap dengan resiko yang muncul, termasuk kenaikan harga di tengah jalan.

tapi poinnya bukan itu. saya merasa terbeban ketika harus bilang ke orang tua saya bahwa semester ini saya harus membayarkan uang yang jumlahnya lebih besar karena adanya kenaikan harga SKS, tapi saya rasa kebijakan ini cukup baik. minimal ada dua hal yang bisa saya dapat dari diberlakukannya kebijakan ini.

pertama, kenaikan 10% membuat saya berpikir bahwa jika saya berlama-lama ada di kampus, saya harus membayar lebih mahal. kebijakan ini memaksa saya untuk bekerja lebih giat agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan lebih cepat. salah satu alasan yang membuat orang menjadi malas lulus cepat adalah uang SKS yang murah. saya pernah bertanya pada kakak angkatan 2003 berapa uang SKSnya dan angka yang dia sebutkan sangat mengejutkan. uang 1 SKS saya bisa membayar 3 SKSnya. ya, kalau uang SKSnya murah seperti itu, mau lulus 20 tahun lagi saya tidak akan keberatan membayar, toh biaya sangat murah. jika ada orang yang mempermasalahkan biaya pendidikan yang tinggi, berarti  orang itu lupa bahwa ada beasiswa disediakan bagi mahasiswa yang kuat secara akademis namun lemah secara finansial. atau mungkin mereka adalah tipe mahasiswa yang sadar akan lulus lama, dan merasa enggan membayar lebih banyak.

kedua, kenaikan 10% harus dipandang dari kacamata lainnya. bahwa tiap tahun harga kebutuhan naik. tiap tahun tuntutan berkembang. tiap tahun ada perubahan. mungkin inilah yang juga tidak boleh luput dari pandangan kita. uang SKS digunakan untuk biaya opreasional kampus dan juga menafkahi dosen dan karyawan. sejauh universitas yang kita tempati adalah universitas swasta, maka saya rasa wajar biaya yang dikeluarkan jadi lebih banyak. karena mereka melakukan pendanaan sendiri. kalau universitas negri melakukan hal yang sama, demolah ke gedung DPR minta menteri pendidikan dicopot dari jabatannya. yang harus kita kritisi bukan kenaikan harga yang diterapkan, tapi menurut saya out come yang muncul. apakah setelah kenaikan 10% di tiap SKS kita mendapat sesuatu yang lebih baik dari sebelumnya ; semisal fasilitas yang bertambah atau mungkin metode pengajaran yang lebih baik atau mungkin pelayanan yang lebih memuaskan? sekedar tambahan, banyak orang protes mengenai fasilitas dan pelayanan karena sebenarnya mereka tidak menggunakannya dengan baik. contoh konkrit adalah orang yang ikut kegiatan kemahasiswaan atau perpustakaan padahal itu adalah wadah (fasilitas) yang didanai dengan cukup tinggi. kesempatan bertanya dan berdiskusi di kelas maupun di luar kelas padahal itu adalah pelayanan yang seharusnya bisa kita tuntut. atau jangan-jangan bayangan kita akan fasilitas dan pelayanan tidak seperti yang saya gambarkan? coba sekali lagi renungkan. barulah jika kita merasa tidak ada yang berbeda bahkan segala sesuatunya berjalan lebih buruk dari sebelumnya, protes perlu dilakukan. bahkan jika buktinya kuat saya siap pasang badan untuk ikut berdemo.

intinya simpel, kenaikan 10% sebenarnya adalah hal yang sepele. mungkin yang terjadi kita terlalu sering membesarkan masalah yang sebenarnya jalan keluarnya simpel. daripada memikirkan kenapa uang SKS saya naik, kenapa kita tidak memikirkan bagaimana caranya saya lulus cepat dan tidak membebani orang tua dengan biaya lagi (sukur-sukur bisa ikut membantu yang berkekurangan). banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menghadapi masalah, selama kita tidak terlalu fokus pada masalah yang kita hadapi. ada kata bijak, kadang kita tidak melihat pintu kesempatan lain (jalan keluar) terbuka, karena kita terlalu sibuk menatap pintu (masalah) yang sudah tertutup dan terkunci dari dalam.

o ya, ada satu hal lagi BEMU. bagaimana dengan lembaga eksekutif ini? ya jangan terlalu banyak berharap. bahwa salah seorang kandidatnya saja bilang bahwa dia adalah pemimpi. yang kita butuhkan bukan pemimpi, tapi pewujud impian. kenaikan 10% bahkan ketika BEMU turun tangan menyuarakan aspirasi, saya rasa  keadaan tidak akan banyak berubah.

akhir kata, saya mau katakan masalah ada bukan untuk kita hindari atau kita pertanyakan, tapi untuk kita hadapi. kenapa kita tidak mulai mencoba mencari pemecahan masalah daripada sibuk mencari pembenaran diri?

Sabtu, 09 Juni 2012

Di mana Jawabannya??

suatu hari saya berdoa. doa saya ga muluk-muluk. saya juga doakan itu dengan sungguh-sungguh dan berlanjut, tapi kok kayaknya doa saya ga pernah ada jawabannya. putus asa? untungnya belom sampe titik itu. tapi yang jelas satu hari saya sempet nanya, dimana jawaban doa saya, kok lama banget ga dijawab-jawab.

akhirnya walaupun telat, saya sadar ternyata Tuhan langsung jawab doa saya, ga pake lama. ternyata Tuhan jawab doa kita lewat suara hati kita. suaranya pelan, lembut, namun menggambarkan kejujuran. kadang kita susah bedain antara suara itu sama ego kita sendiri.

terus kenapa kita susah bedain? kenapa kamu ga denger jawabannya? ada minimal 2 alesan yang bikin jawaban doa kita keliatan susah banget di denger. pertama, suara kita (dalam hal ini doa) kadang terlalu keras, ngalahin suara hati yang pada dasarnya lembut. kedua, ego kita ngusain kita, kadang susah bedain logika dan ego, hati kita juga bakal kalah sama ego kita sendiri. atau yang parah dan paling sering terjadi, kita udah tau jawabannya, tapi karena jawabannya ga sesuai keinginan kita, kita sengaja tutup telinga dan bilang, "ga, bukan itu jawabannya"

percaya ato ga itulah realita yang terjadi. minimal saya ngerasain itu. terus apa yang harus kita lakuin? deket dong ma Tuhan (klise banget ya jawabannya), tapi bener itu satu-satunya cara yang bisa kita lakuin. mau denger dan kenal suara orang, seenggaknya kita harus kenal dulu siapa orang itu. kalo mau tau suara Tuhan, kita harus kenal siapa Dia kan??

caranya? cara yang efektif buat kenal siapa Tuhan kita adalah dengan membaca tentang pribadi-Nya, apa yang Ia mau. satu-satunya media yang ada adalah alkitab. cuma itu? ga.. sediain waktu yang paling intim sama Dia, ungkapin semua uneg-uneg kamu, jujur sama Dia, tapi jangan pernah tutup telinga kamu atas jawaban dari-Nya.

kok susah ya? "susah bukan berarti ga mungkin" itu yang harusnya kita pegang. kamu sendiri dah ngejalanin itu belom? hehehe... pedang bermata dua ya... jujur belom 100%. tapi semua berawal dari mencoba kan...

intinya adalah, doamu selalu di dengar oleh-Nya. Ia juga jawab doamu (ada yang bilang jawabannya ada 3. ya, tidak, tunggu.) yang jadi permasalahan sudahkah kita mengenal suara Tuhan? jika yakin sudah, pertanyaan berikutnya adakah kita menutup telinga kita dari jawaban yang ada dan meneriaki "Tuhan kok gitu sih!!" waktu jawaban yang kita terima ga sesuai?

temen-temen, Dia tahu apa yang terbaik buat kita. kayaknya kalimat itu klise banget, tapi memang itulah adanya. susah nerima kata-kata diatas, ya jangan diterima pake akal, tapi pake hati. kuncinya cuma satu, ketika jawabannya ya, bersyukurlah sewajarnya. ketika jawabannya tidak, berhentilah menghujat, tapi carilah apa yang sebenarnya Ia mau. ketika jawabannya tunggu, maka sabarlah, percayalah, dan pasrahkanlah semuanya pada Tuhan.

ga tau kenapa, tapi saya terdorong buat nulis ini. sekali lagi, saya nulis ini untuk kita share kan bersama.. kasih komentar temen-temen ya... Gbu.

Senin, 14 Mei 2012

sulit untuk diungkapkan

banyak orang mungkin berkata mudah untuk mengungkapkan apa yang akan saya sampaikan berikut ini. tapi ketahuilah, ketika kita coba mengungkapkannya dengan sungguh-sungguh, maka hal-hal berikut menjadi sulit untuk diungkapkan. minimal saya mengalaminya.

cinta. katakanlah "aku mencintaimu, sungguh mencintaimu." pada orang yang sangat kau sayangi, namun tak dapat lagi kau sentuh. masih kau cinta namun sudah tak lagi ada dalam jangkauanmu, maka ungkapan itu akan jadi sangat menyulitkan, bahkan lebih menyulitkan daripada ketika pertama kau menyatakan perasaanmu padanya.

maaf. kata ini terucap setiap hari, setiap kita bersalah, hingga kadang kita lupa kata ini memiliki arti dalam. pernahkah kau katakan, "maafkan aku atas semua salahku." pada dia yang memutuskan untuk meninggalkanmu? atau ketika kau melakukan kesalahan yang teramat besar hingga semua hartamu tak cukup untuk membayarnya? percayalah hal itu sangat sulit.

tolong. ya kita mungkin pernah berkata tolong tiap harinya. tapi pernahkah kau mengatakan "tolong jangan tinggalkan aku. tetaplah di sisiku." kepada ia yang akan pergi tinggalkan dirimu untuk selamanya? percayalah sulit untuk mengatakannya.

dan selain ketiga hal itu ada hal lainnya yang juga sulit diungkapkan, terima kasih. berterima kasih untuk berkat atau prestasi adalah hal yang sangat mudah. namun pernahkah kau berterima kasih untuk rasa sakit? rasa pahit? kekecewaan? berterima kasih ketika semuanya berjalan tidak sesuai dengan rencanamu? cobalah dan rasakan betapa sulit kau mengungkapkannya.

maka dari itu, kali ini.. ya, hari ini saya ingin ungkapkan, "sampai sekarang aku masih menyayangimu, maaf jika aku pernah bertindak bodoh dan menyakitimu, tolong jangan pernah melupakan aku, dan terima kasih untuk selama ini, untuk semuanya."

Selasa, 01 Mei 2012

Hal menanti


alkisah seorang pemuda diusir keluar dari sebuah kerajaan oleh seorang raja yang tak senang melihat cinta sang pemuda pada putrinya. namun karena ia yakin sang putri mencintainya, maka ia menanti di depan gerbang.

lama ia menanti hingga datang seorang saudagar. sang saudagar senang melihat bagaimana pemuda itu bertutur. setelah merasa cukup mengenal sang pemuda saudagar itu berkata, "ikutlah aku hai pemuda maka akan ku perkenalkan kau pada anak gadisku dam kau akan mewarisi hartaku." si pemuda acuh dan berkata "aku masih menanti sang putri." mendengar jawab sombong itu, sang saudagar pergi meninggalkan pemuda itu.

lama ia menunggu, hingga lewatlah seorang bijak. senang melihat betapa bijak sang pemuda dan merasa cukup ia mengenalnya, iapun berkata, "ikutlah aku hai pemuda, maka akan ku pertemukan kau dengan muridku. sebab ku rasa ia pantas diperistri pemuda bijak seperti engkau." sang pemuda berkata "aku masih menanti sang putri." jawaban itu melukai sang bijak yang akhirnya pergi meninggalkan pemuda itu.

lama menanti datanglah rombongan putri raja dari negri lain, sang putri terpesona pada pemuda dan tanpa banyak basa-basi ia berkata. "maukah kau memintaku atas ayahandaku? dan memerintah atas kerajaan ayahku kelak" si pemuda tak bergeming dan hanya menanti. membiarkan sang putri lewat.

ia menanti hingga akhirnya ia bosan. dalam kebosanannya ia marah pada Tuhan dan berkata, "Tuhan aku setia menanti, tapi kenapa pintu istana tak dibuka untuk ku? percumakah setiaku?" Tuhan menjawab, "kesetiaanmu telah kujawab. namun kemana kau saat banyak hati Ku buka untuk mu? kemana kau saat Aku berikan padamu banyak pilihan?"

"bukankah itu godaan dari-Mu agar aku berpaling?" sanggah si pemuda. maka jawab Tuhan, "mengapa kau berkutat pada akal sehatmu sendiri? mengapa tak kau serahkan semua pada Ku?"

menanti itu baik, setia itu bagus, tapi terpaku 'pintu' yang dikunci dari dalam ditambah lagi kunci pembuka gembok telah dipatahkan, untuk apa?

pepatah lama mengatakan, janganlah engkau terpaku pada pintu yang telah terkunci bagimu, sebab jika kau lakukan itu kau tak kan pernah sadar ada pintu lain yang telah dibukakan hanya bagimu.

masakan hati lain yang telah terbuka harus tertutup lagi hanya karena kita terpaku pada hati yang beku pada kita?

pikirkan lagi!!

Selasa, 10 April 2012

Manusia dan Pilihannya


beberapa hari belakangan saya mulai berpikir, "hey, banyak banget pilihan yang kita ambil dalam hidup!" ya, banyak hal yang harus kita pilih mulai dari pilihan yang sepele sampai pilihan yang riskan. dan akhirnya saya mulai berpikir lagi, apakah opsi yang saya pilih hanya berlalu dengan begitu saja tanpa ada efek pada diri saya? lantas kenapa saya diharuskan memilih kalau tidak ada efek apapun pada apa yang saya pilih?

mungkin sebagian dari kita pernah berpikir, "hari ini gw milih pake baju merah dan ga ada efek apa-apa tuh." atau "biasa aja, gw milih buat tidur malem tapi tetep bangun pagi." intinya apapun pilihan tidak akan berakibat apapun pada hidup. tapi apakah selamanya demikian? saya punya pemikiran yang sedikit berbeda mengenai pilihan. menurut saya, apapun yang kita pilih, sekecil apapun hal yang harus kita tentukan akan berpengaruh pada hidup kita.

tapi kenapa pilihan "kecil" saya seakan ga ada pengaruhnya buat hidup. dengan atau tanpa memilih itu saya biasa aja tuh. ya, mungkin pilihan kecil seperti pake baju apa atau tidur lebih awal atau nggak sekilas ga memberi dampak pada hidup, tapi pernahkah kita coba berpikir seandainya saya menggunakan pakaian B, apakah hasilnya sama dengan pakaian A? seandainya saya menyisir rambut, apakah ada perubahan? (ya, kita ga akan tau jawabannya sampe kita nyoba)

menurut saya (lagi) pasti ada hal yang berbeda ketika kita memilih hal yang berbeda tapi kita sering menyepelekan itu dengan berpikir "ah, toh cuma masalah kecil." atau "ah, ga ada ngaruhnya." hey manusia diberikan tanggung jawab besar ketika ia mau peduli dengan hal-hal sepele. mungkin ini yang harus jadi perenungan kita, kenapa kadang "tanggung jawab" yang bisa kita tanggung diberikan pada orang lain yang menurut kita tidak memiliki kapasitas seperti kita.

ada kemungkinan karena kita cenderung menyepelekan pilihan kecil. padahal orang melihat kita bukan dimulai dari hal muluk-muluk yang bisa kita lakukan, tapi dimulai dari bagaimana kita peduli pada detail, pada apa yang kebanyakan orang anggap sepele. kita harus bealajar untuk memulai untuk bijak dari pilihan kecil sebelum menawarkan diri atas pilihan besar. hey, bagaimana orang mau mempercayakan hal besar kalau untuk hal kecil saja kita tidak mau berusaha lebih bijak.

dan inti dari pembicaraan yang panjang lebar ini adalah cobalah untuk memilih dengan lebih bijaksana, sebab tiap pilihan kita menentukan siapa kita di masa depan. berpikirlah 10x lebih banyak sebelum memutuskan ssuatu (tentu aja kalo pilihannya cuma pake baju merah ato biru ga usah sampe 3 jam). pilihlah dengan hati-hati. siapa tahu pilihan "berbeda" yang kita lakukan hari ini mengantar kita pada "hal baik".

iman bagian II

lagi-lagi aku terinspirasi nulis sesuatu buat di share-kan. terima kasih buat jeff lee yang udah bikin aku terusik buat nulis ini. kok bisa aku?? hehehe, bener jeff, soalnya statusmu bikin aku inget sama salah satu sessi youth camp. mungkin akan sedikit berbeda dengan apa yang dulu pernah dibahas di camp ato akan sangat berbeda dengan maksud jeffrey nulis statusnya, tapi ini yang mau aku bagiin.

kalo kita inget, (kecuali yang ga ikut hehehe) bukan masalah respon dan penggilan, tapi mengenai iman, pembicara saat itu nyuruh kita buat milih, kita tu tipe iman yang kayak apa, telor apa telo? dengan penjelasan lebih baik jika kita memiliki iman seperti telo, kenapa?? sekarang kita ambil telo dan telor dan beri perlakuan yang sama, direbus, maka hasilnya...

jika iman kita seperti telur, awalnya kita lunak dan mudah dibentuk, tapi setelah mendapat cobaan dan ujian pendewasaan iman (direbus) iman kita mengeras. berbeda dengan telo, ketika kita punya iman seperti telo, mungkin awalnya kita keraskan hati kita, tapi setelah di uji dan di dewasakan lewat masalah, kita jadi lunak. (maap kalo ada yang salah hehe)

yang mau aku bagiin kali ini, sebenernya udah lumayan lama mau aku bagiin, tapi kelupaan dan akhirnya di ingetin sama jeffrey lee ( dan terima kasih buat kuliah dari salah satu dosen psikologi). aku dapet satu hal yang menarik, milikilah iman yang seperti kopi. kanapa kopi? kopi di sini bukan biji kopi, tapi kopi bubuk. ambil kopi dan berikan perlakuan sama seperti telo dan telor. hasilnya...

kopi awalnya bubuk, orang yang memiliki iman seperti kopi tidak mengeraskan hatinya, hatinya juga tidak terlalu lunak. ketika masalah dateng, ujian pendewasaan di terima, hasilnya... kita gak akan liat kopi yang mengeras atau melunak. kopi bercampur dengan air mendidih dan memberikan wangi yang enak.

intinya ketika kita menentukan iman percaya kita, jangan hanya punya awal yang baik tapi berakhir mengeras, atau awal yang biasa saja dan berakhir dengan hanya mudah di bentuk, tapi jadilah seperti kopi. awalnya tak pernah keras, mengalami cobaan yang sama, hasilnya, ia tak hanya mudah dibentuk (dijadikan beragam jenis minuman), tapi juga memberi rasa dan aroma pada dunia.

di salah satu KKR, pembicara saat itu berkata ketika kita berbicara di depan orang percaya tentang kebesaran Tuhan, maka hasilnya tidak akan maksimal (inget mereka orang yang juga udah percaya, apapun yang kita omongin tentang Tuhan akan mereka iyakan), tapi pernahkah kita coba bergerak dan berbicara banyak tentang Tuhan kita di hadapan orang yang belum mengaku percaya? bayangkan pendapat mereka, apakah mereka akan sepenuhnya berkata iya??

ingat tugas kita adalah menjadikan seluruh bangsa murid-Nya, dan ingat tuntutan seorang kristiani adalah menjadi garam dan terang dunia. hehe, kayaknya waktu saya nulis ini dan nge-tag ke temen-temen GKI, sama aja aku jilat ludah sendiri, tapi aku rasa hal ini penting buat kita share-kan bersama..

kasih komentar ya, GBU

Bila Yesus Hidup di Indonesia Sekarang

BBM dan isu seputarnya memang begitu luar biasa. Semua kalangan membicarakannya dan saya sekalipun tidak terlalu aktif (karena terbatasnya media) mencoba untuk terus memantau perkembangannya. Beberapa hari yang lalu di sebuah situs pertemanan, saya membaca sebuah note. Ya, teman saya membuat sebuah note yang sangat luar biasa mengenai fakta-fakta seputar kenaikan harga BBM. Saya juga membuatnya (lihat postingan sebelumnya), namun isi note kami sangat bertolak belakang. Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan, sebab perbedaan ideologi itu baik dan lagi saya juga setuju dengan beberapa bagian note nya. 

Yang membuat hati kecil saya tergekitik bukan note yang dibuat teman saya itu, namun justru komentar salah seorang pembaca note itu. Anda pastu penasaran kan? Kira-kira begini bunyinya "Yesus datang dan melakukan revolusi dengan mematahkan ajaran lama (besar kemungkinan merujuk pada hukum taurat). Seandainya Dia ada di indonesia sekarang, mungkin Dia akan ikut berdemo." saya kurang begitu ingat kalimat terakhirnya, namun kira-kira isi kalimat terakhir dari pernyataannya mencoba mempertanyakan umat (dalam hal ini khususnya mahasiswa) nasrani yang katanya pengikut Yesus, tapi tidak revolusioner (dengan tidak berani ikut demo di jalan). 
Pernyataan ini membuat saya merenung. Pertama, karena saya memberi diri di baptis secara Kristen yang artinya saya mengaku diri sebagai Kristiani. Kedua, saya menjadi tergelitik untuk mencari jawaban mengenai apakah benar demikian yang akan terjadi bila Yesus (atau Nabi Isa Almasih) ada di negara kita saat ini. 
Perenungan saya sampai pada dua kesimpulan. Pertama, saya akhirnya sadar bahwa sekalipun saya mengaku sebagai Kristen, saya masih jauh dari Kristen sejati (masih banyak dosa dan pelanggaran yang saya lakukan, bahkan ketika merampungkan tulisan ini). Kedua saya pikir saya bisa berbagi sesuatu dari komentar mengelitik tadi, apakah bila Yesus benar-benar ada di indonesia yang sudah mulai kacau, Ia akan berdemo? 
Menurut saya jika kita mau menemukan jawabannya kita harus mengenang kembali beberapa peristiwa penting yang tercatat di Alkitab. Pertama saya mau ajak saudara untuk melihat peristiwa penyambutan Yesus di Yerusalem. Ada hal menarik yang harus kita perhatikan. Ia mengendarai keledai dan bukan kuda perang seperti apa yang dibayangkan yudas iskariot yang akhirnya memilih mengkhianati-Nya. menurut saya, (dengan tambahan kutipan dari khotbah seorang pendeta) hal ini menandakan bahwa Ia datang memang untuk mengubah hukum lama (melakukan revolusi), namun yang diubah adalah hukum mata ganti mata jadi tampar kanan beri kiri, dan cara dia mengubah bukan dengan menggulingkan kekuasaan (ingat kutipan ayat, berikan pada kaisar yang menjadi bagiannya dan pada Tuhan yang menjadi bagian-Nya). 
Peristiwa penting ke dua adalah ketika Ia ditangkap sebelum disalibkan. Ingat, saat itu petrus menghunus pedang dan memotong telinga salah seorang prajurit romawi. Apa yang dilakukan Yesus? Ia memerintahkan petrus untuk menyarungkan pedang dan bukan terus melawan dengan jalan kekerasan. selain itu Ia menyembuhkan (baca memperbaiki keadaan) telinga prajurit itu. Dari sini ajaran pentingnya ialah, untuk mengubah keadaan yang buruk tidak harus dengan melakukan tindakan fisik (khususnya anarkis) yang notabene akan memicu munculnya kembali mata ganti mata gigi ganti gigi. bayangkan jika anda mahasiswa melihat teman anda dipukuli, reaksi yang terjadi adalah keinginan membalas dan ketika anda membalas anda akan dibalas begitu seterusnya hingga jadi satu sikluls.
Menurut saya ajaran yang ingin dikenalkan oleh Yesus adalah ajaran yang mau menerima sambil (ini poin pentingnya) melakukan hal sederhana yang dapat merubah keadaan atau dengan kata lain beriman dengan benar. 
Maka sampailah kita pada jawabannya, menurut saya, jika Yesus hidup di indonesia saat ini, Dia tidak akan kita temui di garis depan bersama pendemo-pemdemo anarkis, menurut saya Ia akan melakukan hal yang lebih radikal seperti merubah air jadi pertamax dan membagikannya secara gratis pada seluruh warga, sehingga pemerintah sadar akan kelalaiannya tanpa perlu melakukan aksi anarkis untuk menyadarkan mereka. Yah, saya benar-benar berharap Dia ada disini sekarang untuk menyadarkan mereka. Hahaha. 
Bagaimana menurut anda?

Kamis, 29 Maret 2012

Bila BBM Benar-Benar Naik

hal ini sudah menjadi pembicaraan media, apa lagi jika bukan berita hangat mengenai kenaikan harga BBM  yang nantinya akan diikuti dengan naiknya harga kebutuhan lain, dan juga cerita epik mengenai langkanya BBM di detik-detik menjelang kenaikan harganya. ada hal menarik yang selalu dilakukan bangsa kita menyangkut kebijakan, namun karena kali ini berita panas bergulir masalah BBM, maka mungkin ada baiknya saya ikut berkontribusi lewat tulisan ini.
kita mulai dari berita di televisi. satu sore saya melihat politisi dari partai oposisi diwawancara mengenai tanggapannya seputar masalah BBM. tidak bermaksud sentimen terhadap politisi tersebut, sebab saya pribadi lebih memilih golput di pemilu kemarin. lawan politik presiden menyatakan bahwa partainya secara tegas menolak opsi kenaikan harga BBM. beliau tidak mengatakan alasannya namun beliau lebih menekankan pada ungapan demi kepentingan rakyat. dan inilah wajah Indonesia yang pertama. sangat jelas politisi itu "menunggangi" panasnya isu BBM untuk mencari muka. benar, pencitraan adalah hal penting mendekati pemilu, dan politisi hanya berkoar menentang tapi hanya di mulut. semoga kita sadar.
Hal berikutnya yang akan kita lihat adalah kisah tentang seorang pemuda. saya kurang ingat usia atau namanya namun seingat saya dia seusia saya. Apa yang dilakukannya untuk menolak kenaikan harga BBM? Membakar diri dan bahkan dalam keadaannya yang mengalami luka bakar parah ia masih sempat berorasi dan menyatakan teman-temannya harus melakukan hal serupa. bodoh menurut saya. pertama hal ini melukai diri sendiri. mangalami luka parah dan apa? pemerintah tetap tidak menggubris aksinya. kedua, yang menurut saya lucu dia menggunakan bbm untuk aksi bakar dirinya. pertanyaannya kenapa orang yang masih sanggup untuk mandi bensin protes masalah BBM?
yang tidak kalah panas adalah aksi mahasiswa. saya juga seorang mahasiswa tapi apa yang kita lihat di media mengenai aksi mahasiswa justru membuat saya sedikit malu memiliki status itu. mahasiswa adalah agen perubahan, kaum intelektual, harapan bangsa, dan penggerak pembanggunan. namun, apa yang dilakukan justru tidak mencerminkan hal itu. bagaimana mungkin seorang pionir pembangunan menjarah mobil distributor gas LPG? kasus lain, melakukan pengerusakan dan justru tindakan anarkis dalam demonstrasinya, apakah ini yang disebut sebagai intelek? intelek bagi saya adalah seorang yang mampu memikirkan secara matang penyelesaian masalah, namun yang terjadi tidak ada bedanya dengan ormas-ormas yang melakukan aksi anarkis.
saya punya beberapa fakta penting yang mungkin bisa dijadikan acuan dan dasar berpikir sebelum kita protes dan melakukan aksi anarkis parah. Pertama negara ini adalah negara dengan harga BBM yang relatif sangat rendah dibanding negara lainnya (sokongan subsidi besarlah penyebab harganya rendah). memang benar kita adalah penghasil minyak, namun jangan lupa pula kenyataan bahwa kita belum bisa mengolah minyak, sehingga yang kita jual adalah minyak mentah dan kita harus membeli minyak siap pakai yang artinya harganya ditentukan oleh pengolahnya. kedua, sekalipun negara penghasil, tahukah anda bahwa harga minyak di negara kita juga dipengaruhi harga minyak dunia? jika harga minyak internasional naik, otomatis harga minyak di seluruh negara di dunia ikut naik. Hal berikutnya, kita sama-sama tahu berapa besar subsidi di sektor ini. terlepas dari melebihi APBN atau tidak, subsidi besar di sektor ini justru dinikmati oleh pihak yang sebetulnya tidak memerlukan. Jadi mungkin kita harus merefleksikan lagi dalam hati  pertanyaan apakah arif jika kita membiarkan harga BBM naik? jangan lupa bahwa ini adalah salah satu cara kita untuk tidak mengambil hak orang. 
mungkin akan lebih bijak jika sekarang kita memulai berbenah daripada berorasi dan menciptakan anarki. di kampus muncul selebaran tentang menggalang masa untuk menduduki gedung agung di awal bulan besok.   anjuran semacam ini baik, namun apakah hal ini penting untuk dilakukan? pertanyaannya, apakah kita ingin kejadian 1998 terulang lagi? apakah esensi dari reformasi adalah demo besar-besaran dan menduduki pusat pemerintahan lagi? bahwa kenyataannya harga BBM mahal, sekalipun ditekan suatu saat pasti akan naik sebab BBM berasal dari sumber daya yang terbatas. jadi kenapa kita tidak mencoba untuk menemukan dan kemudian menggunakan bahan bakar alternatif? Bila jawabnya sulit maka gunakan langkah kedua, gunakan transportasi umum. Mungkin banyak yang bilang transportasi umum tidak nyaman, tapi saya pikir jika penggunanya banyak pemerintah pasti akan sadar dan mulai memperbaiki strukturnya. 
bila keduanya tidak dapat anda lakukan, maka sayangnya anda tidak merubah keadaan. anda tidak bisa menyumbangkan hal positif. pikirkan lagi, kenapa kita lebih memilih memperkeruh suasana dengan berorasi dan melakukan anarki? berhentilah merengek, alasan kenapa kita bangsa besar namun sulit untuk maju karena kita terlalu banyak merengek untuk banyak hal dan kebijakan. jika kita belum bisa membawa perubahan lewat perbuatan nyata (bukan demo), kenapa kita mencari kesalahan orang lain? mungkin kadang kita harus tahu bagaimana rasanya jadi orang pemerintahan yang disodorkan dua pilihan yang sama-sama mematikan. pikirkan jika kita dalam posisi itu apakah kita bisa berbuat lebih baik? 
sekedar tambahan, bila awalnya 1,1 liter seharga 5 ribu, maka jika 1 liter naik jadi 6,5 ribu dengan uang 5 ribu kita masih mendapat sekitar 0,6 liter. Bukankah penurunan jumlah liternya tidak terlalu signifikan? Lagipula kita tetap bisa membeli bensin dengan harga 5 ribu di SPBU manapun. jadi kenapa harus risau? teman saya pernah bilang "saya lebih suka jalan kaki/naik sepeda karena sehat, hemat bbm, dan ramah lingkungan." yah, mungkin kita juga bisa belajar menggunakan transportasi itu ya? 
Apapun tindakan anarkis yang anda lakukan untuk mencegahnya, BBM akan tetap naik dan mau tidak mau anda akan tetap harus menyesuaikan diri. satu-satunya jalan adalah memikirkan hal yang lebih adaptif untuk dilakukan daripada memikirkan bagaimana menurunkan pemerintah. memangnya jika pemerintah saat ini diturunkan ada jaminan pemerintah berikutnya jadi lebih baik? yah, akhirnya semua kembali kepada bagaimana kita menyikapinya. selamat merenung.

Senin, 26 Maret 2012

Real Champ

sebenarnya sudah sangat lama saya ingin berbagi hal ini, tapi saat itu mood menulis saya hilang (dan baru ketemu lagi sekarang). jadi inilah "balas dendam" saya setelah lebih dari 2 bulan vakum dari dunia blogging.

oke, bahasan saya kali ini terinspirasi dari salah satu film box office. pernahkah anda melihat REAL STEEL? keren bukan? bagi saya film ini bukan hanya keren tapi juga mengajarkan bagaimana caranya menjadi seorang juara. saya akan membagikan apa yang saya dapatkan dari menonton film ini (baiknya anda juga menonton film ini). sekedar sinopsis bahwa film ini bercerita mengenai dunia tinju di masa depan. tersebutlah Charlie  seorang mantan petinju yang kini beralih profesi sebagai pengontrol robot tinju. ia selalu kalah hingga suatu hari ia dipertemukan dengan anaknya, Max. cerita makin menarik ketika anaknya memungut atom sebuah robot tua yang bahkan diciptakan bukan untuk bertinju. untuk lebih lanjutnya mungkin anda memang perlu menonton sendiri filmnya.

Juara tidak selalu datang dari tempat yang "baik"
pastinya anda sudah menonton sendiri filmnya, dan oke seperti kita ketahui bahwa atom (tokoh utama) bukanlah robot juara, bahkan atom bukan robot petinju. atom hanyalah sebuah robot latihan tinju generasi 2 (sudah tua) yang dibuang di tempat pembuangan. tidak seperti robot-robot yang sebelumnya dikendalikan Charlie yang notabene punya segudang sejarah. dan nilai pertama yang dapat dipetik adalah bukan masa lalu yang menentukan masa depanmu. ketahuilah bahwa untuk jadi seorang juara kau tidak perlu status, lingkungan yang baik, atau masa lalu yang cerah. bahkan tempat paling gelap dan kelam sekalipun dapat membuatmu menjadi juara. yang terpenting adalah bagaimana anda tahu kesempatan (dipungut) dan memperjuangkan kesempatan itu.

do more and get more
kota roma tidak terbentuk dalam satu malam. ya, begitu pula atom. sebelum menjadi robot petinju yang berani menantang robot terkuat, atom hanya bertanding melawan robot petinju kelas jalanan. segala sesuatu selalu dimulai dari bawah. lakukan lebih maka kau akan mendapat lebih. jika Max, Charlie, dan Atom hanya berhenti pada titik itu, apa yang didapat? selamanya mereka hanya akan menantang robot jalanan. tapi mereka menerima tantangannya dan "naik kelas". pertanyaannya beranikah anda?

tantanglah ketidakmungkinan
siapa lawan Atom di akhir cerita? bukan robot tinju yang seukuran dengannya tapi Zeus, robot kelas berat dan jawara berulang kali. duel keduanya lebih mirip pertarungan klasik antara Daud melawan Goliath. atau di mata saya nampak seperti Chris John melawan Mike Tyson saat masih jadi juara. benar, tidak mungkin. jika anda mau jadi juara maka bukan hanya berani menerima tantangan, hal yang juga anda perlu lakukan adalah menantang. menantang lawan yang sebanding baik namun anda tidak akan berkembang artinya ketika anda menang lawan anda seimbang ketika kalah berarti anda lemah. cobalah untuk menantang ketidakmungkinan. pacu diri anda untuk mengalahkannya, dan eureka!! juara baru akan datang.

give your best shoot
menantang ketidakmungkinan akan memaksa anda untuk melatih diri anda dua kali bahkan berlipat kali lebih berat dari sebelumnya, maka yang harus anda lakukan berikutnya adalah memberikan "pukulan terbaik" dalam menjalani tantangan. sadar atom tidak akan mungkin menang melawan zeus, charlie mencoba melakukan yang terbaik dalam pertandingan akhir, dan kita akan tahu hasil akhirnya di akhir tulisan ini.

tahu kapan harus bertindak
yang unik dari film ini adalah ketika di ronde akhir (saat semua perlengkapan atom sudah rusak dan hanya meninggalkan sensor gerak), Charlie seakan-akan membiarkan zeus membombardir atom dengan pukulan tanpa melawan. yang dilakukannya bukan diam, tapi menunggu saat yang tepat. benar saja, ketika zeus sudah mulai overload, atom yang dikendalikan charlie melakukan serangan balasan yang membuat keadaan berbalik. juara bukan seorang yang bertindak seenaknya, kadang perlu taktik. juara sejati tahu kapan harus mundur, maju, atau bertahan sebelum menyerang.

tidak harus selalu menang
sekalipun dibombardir habis-habisan pada ronde akhir, namun demikian waktu mengakhiri ronde dan berdasarkan keputusan wasit, zeus menang jumlah pukulan. ya atom kalah, namun "pukulan terbaik" di ronde terakhir membuat seluruh penonton yang awalnya membela zeus terkagum pada atom dan berbalik membela atom. oke, intinya juara tidak selalu menang. seorang pemenang adalah juara, namun juara sejati adalah mentalitas bukan prestasi.

jadi begitulah cara menjadi juara versi film ini. saya yakin anda yang belum menyaksikannya akan jadi makin penasaran dan ingin menontonnya. setelah 3 idiots, legend of the guardian, maka inilah film ketiga yang saya rekomendasikan untuk anda.

Rabu, 29 Februari 2012

Share

tiap hal ada masanya jadi buat apa nunggu sesuatu yang ga pasti? so jadilah kuat, dan mulailah buat tentuin pilihan. inget!! kalo hidup tu pilhan. kalo lu sendiri masih bingung buat jadi tegas n nentuin pilihan, lu ga bakal dapetin apa-apa. yang ada cuma penantian n kekosongan. pertanyaannya, mau sampe kapan lu mau begitu? sampe lu ngrasain dulu ga enaknya jatoh, sakit, putus asa baru mau sadar? emang lu siap? emang lu mampu? jangan buru-buru jawab 'gw pasti mampu', pikirin dulu. bener kalo orang bijak tu orang yang belajar dari pengalaman, tapi jangan lupa kalo orang cerdas bisa belajar dari pengalaman orang laen, jadi dia ga usah ngerasain dulu baru mau belajar.

coba deh buka mata lebar-lebar. bukannya ada hal laen yg lebih berguna daripada terus-terusan fokus di satu titik? fokus itu bagus tapi bukan berarti harus terobsesi pada sesuatu to? kadang lu terlalu fokus sampe-sampe fokus lu berubah jadi obsesi yang percaya ato ga, itu bisa bikin lu sakit pelan-pelan.

lagipula kenapa ga coba buat belajar kenal lebih dalem siapa diri lu, siapa orang-orang di deket lu, bagaimana lingkungan sekitar lu. kenapa lu harus buru-buru? santai aja kali. kalo lu nanya 'harus ya?' jawabanya harus lah. soalnya seberapa persen lu berani untuk menyukai sesuatu, sebesar itu juga lu harus siap sakit. inget!! kadang hal-hal terdeket di hidup lu justru bisa bikin lu luka lebih dalem.

jadi udah ngerti sekarang kenapa ga usah buru-buru? coba renungin lebih dalem lagi. renungin? 'emang ada yang kurang dari gw?' pertanyaan bagus. mungkin ga ada yang salah n ga ada yang kurang dari lu, coba lu pikir, lu kadang ga mau liat ke dalem hati lu lebih lagi, mungkin hubungan lu secara vertikal n horisontal ada masalah.

minta, maka kamu akan diberi. kurang jelas tu kalimat? doa, pandang Tuhan.. jangan berkutat sama logika lu sendiri!! logika lu ga bakal bisa ngerti apalagi nerima apa yang Tuhan rencanain. kalo ada yang bilang indah pada waktunya, jadiin itu pengharapan buat masa depan yang lebih baik.

kalo lu bilang 'gw udah capek denger tuh kalimat.' gw mau bilang ga ada salahnya jenuh sama perkataan dan nasehat, tapi coba pikir lagi. semua yang tertulis diatas pantes buat lu renungin lagi, tapi kalo lu tetep keras hati, mau sepanjang n selebar apapun penjelasan ga bakal ada gunanya. jadi tentuin pilihan lu dengan hati, soalnya hati ga pernah boong.

dan penyelesaian dari semua yang terletak di atas adalah bagaimana lu mandang diri lu sendiri. dasar dari tiap hubungan adalah kasih, maka milikilah kasih, terutama kasih buat Tuhan. 'hah?? buat Tuhan???' kalo lu nanya begitu maka jawabnya, pikirin sebenernya siapa sih yang nyediain semua yang lu butuhin di dunia ini??

nah kalo lu udah dapetin kasih yang sejati baru lu akan ngerti yang namanya ketulusan hati. jadilah kayak anak kecil yang ga pernah pusing mikir ini itu, lu harus punya hati yang simple, terutama kalo liat permasalahan. maka masalah ga bakal jadi beban buat lu lagi.

akhirnya, jangan pernah menyerah. kadang buah dari perbuatan bener dan tulus tu ga selalu manis, tapi itu semua bakal ngukur sejauh mana lu mau setia n bertahan, sekuat apa hati lu, setegar apa jiwa lu, dan kalo lu udah lulus, lu bakal ngerti semuanya. jadi jangan biarin hal yang baik ngalangin hal yang lebih baik dateng di hidup lu, kalo waktunya lepas, lepas aja. terakhir, kalo ada perubahan di hidup lu. pastiin lu ada di sisi yang positif.GBU..

Selasa, 14 Februari 2012

Cinta dan Sang Bijak


suatu hari cinta bertanya pada seorang bijak, katanya 'guru, aku diciptakan begitu hebat. aku dapat satukan musuh, lunakkan hati yang beku, bahkan berikan harapan, namun kenapa ada diciptakan patah hati? oleh karena dia aku disalahkan!' mendengar itu sang bijak tersenyum.

belum lagi selang beberapa lama, cinta kembali bertanya 'guru, sekali lagi aku bertanya, aku diciptakan tulus, penuh bahagia, dan murni, namun kenapa cemburu dan buta selalu ikuti aku? karena mereka aku tak di percaya' mendengar itu sang bijak tak hanya tersenyum. ia menggelengkan kepalanya.

belum lagi sempat ia berhenti, cinta kembali bertanya 'guru.. ada satu lagi yang ingin ku tanyakan. aku adalah rasa tanpa syarat dan aku dijalani tanpa alasan, tapi kenapa orang mencari kesempurnaan dibalik kekuranganku? mereka selalu anggap aku bercela, karenanya aku hanya jadi bualan belaka.' mendengar itu sang bijak merasa iba dan menepuk pundak cinta.

sang cinta tak mengerti maksud orang bijak itu ia pun bertanya, 'apa maksudmu guru?'

sang bijak berujar dengan lembut, katanya 'cinta.. kau tahu bahwa kau dapat lakukan perkara besar, kau mengerti kau tercipta luar biasa, kau tahu bahwa kau dijalani tanpa butuh alasan. namun kau mempertanyakan kenapa benci ikutimu, patah hati sobatmu, buta menuntunmu, dan kesempurnaan menuntutmu.. ketahuilah bahwa tanpa ada cemburu, patah hati, buta mu, atau kesempurnaan yang mereka cari kau tak kan pernah sadar bahwa kau sudah sempurna untuk melihat betapa kasih yang ada padamu dapat sembuhkan hati yang luka.'

mendengar itu cinta merasa gembira. ia akhirnya sadar apa yang selama ini ia sesali adalah mereka yang membantunya temukan jati dirinya. sebelum sempat berterima kasih, sang bijak telah pergi entah kemana.

cinta, ia tercipta untuk sembuhkan luka, namun patah hati buat kita lupa akan itu.

cinta, ia terlahir tulus, namun kecemburuanmu buat kau buta akan ketulusan.

cinta, ia dijalani tanpa alasan, namun apa yang kau harapkan darinya adalah alasan baru untuk mencelanya.

cinta itu ada dan sempurna, namun kita menodainya dengan apa yang kita lakukan. sadarilah bahwa cinta itu anugerah, maka kau tak akan lagi mempertanyakan apa itu cinta.

Rabu, 11 Januari 2012

Jadi Orang Lain

pernah ga sih tiba-tiba kamu ngerasa lebih enak seandainya jadi orang lain? pernah juga ngerasa kok hidup ku ga ada bagus-bagusnya, cuma ada kekurangan yang keluar di pikiran dan ga ada yang positip yang bisa diambil? pernah ga ngerasa cemburu sama orang lain yang mungkin lebih dari pada kita? aku ga tau apa yang bakal aku tulis ini ada benernya, cuma aku mau bagiin apa yang aku dapet.

kita mulai dari cerita ku. kalo kamu ngerasa pernah pengen jadi orang lain, maka kamu ga sendiri, soalnya aku juga pernah ngalamin yang sama. ngerasa kalo orang lain tu lebih beruntung dari aku untuk beberapa urusan sempet bikin aku mikir kalo hidup ku tu akan lebih keren kalo aku jadi si A ato si B. ga sampe situ aja, kadang aku sempet mikir kalo aja mereka hidup di posisiku, mungkinkah mereka bisa jalanin hidup sebaik aku ato mungkin mereka bakal lebih buruk?

emang bikin iri dan putus asa kalo liat orang tu bisanya cuma kritik apa yang kita jalanin. mereka ga pernah jadi kita dan ga pernah ngerasain apa yang kita alamin, tapi gampang banget menghakimi. akhirnya kita ngerasa pasti enak jadi mereka yang tinggal ngeritik yang kita jalanin. trus kita ngerasa seakan kita tu di kasih jalan hidup yang ga enak. kita pengen jadi orang lain dan berusaha berontak ato malah menghindar dari kenyataan bahwa kita tu kita yang sekarang.

kenapa sih aku ga diciptain jadi si A yang punya segalanya ato si B yang rupawan dan berpendidikan? Tuhan kok ga adil sih, kenapa Tuhan kayaknya mempermaikan hidupku yang udah parah ini? Dia tu peduli ga sih? katanya ada rencana di balik hidupku tapi mana? sampe sekarang gini-gini aja tuh. apa bener ya aku diciptain buat tujuan tertentu ato cuma buat maenan doang?

hal pertama yang harus kamu tau dalam hidup mu bahwa kamu tu diciptain luar biasa. terlepas dari kurang dan lebihmu, itulah yang bikin kamu luar biasa. kamu itu unik, ga peduli siapa kamu. kamu tu satu-satunya di dunia ini, ga ada orang lain yang sama kayak kamu. berhentilah mikir mau jadi si A ato si B karena apa yang mereka punya, soalnya sehebat apapun mereka, ada bagian dari mereka yang bikin mereka ga sempurna. ketahuilah kadang mereka yang kamu banggain juga pengen jadi kamu dan iri sama apa yang kamu punya.

terus apa bener Tuhan nyiptain kita dengan satu alasan dan tujuan? kok aku belom tau apa tujuanku? fungsinya hidupku yang ancur ini buat apa? ngomong masalah tujuan aku diciptain dan ngomong masalah kenapa Tuhan kok kayaknya jahat sama aku, aku ga berani ngasih jawaban. cuma satu yang aku imani, pertama sekalipun kita diciptain tanpa tujuan, sekalipun kita diciptain cuma buat jadi mainan, Dia tetep Tuhan. pernah maen The Sims? apa karakter bikinan kita marah waktu kita mengharuskan dia bergerak sesuai dengan apa yang kita pengen? kayaknya ga deh, nah begitulah seharusnya kita.

masih masalah tujuan, sekarang tanya sama tiap pribadi kita, buat apa Tuhan nyiptain kita dengan segala kurangnya kita tanpa tujuan? kalo aku jadi Tuhan sih, males banget dah bikin manusia yang kayak gitu. nah, justru karena ada tujuan dan tujuan itulah yang harus kita cari, makanya jangan menyerah.

kenapa kok kayaknya aku jadi bulan-bulanan nasib ya? soal itu gampangnya gini, pernah liat film motivasi? apakah orang yang memberi motivasi pada orang lain adalah orang yang superior? ternyata nggak, mereka yang kasih motivasi lebih banyak tu mereka yang punya kekurangan atau memulai segala sesuatu dengan segala keterbatasan. mereka di permainkan nasib? o, jelas, tapi bedanya mereka ga nyalahin keadaan dan ga ngerasa lebih baik jadi orang lain. mereka bangga dengan keterbatasan yang mereka punya. mereka bangkit dengan itu dan berdiri melawan keterbatasan.

intinya adalah seburuk apapun dirimu, sebenci apapun kamu akan hidupmu, itu bakal tetep jadi hidup yang harus kamu syukuri dan berhentilah berpikir untuk jadi orang lain, soalnya jadi orang lain berarti mikul tanggung jawab baru. emang siap? manusia ga akan pernah puas dan ketahuilah bahwa jadi orang lain tu ga pernah jadiin hidupmu lebih baik. mereka punya keterbatasan yang sama dengan kamu, cuma aja beda areanya. hehe...

hidupmu berharga, kenapa ga coba syikuri mulai dari itu? sadari kalo kamu tu diciptain bukan cuma sekedar buat menuh-menuhin bumi, pasti ada sesuatu di balik itu. jadilah dirimu apa adanya dan sadari kalo kamu tu luar biasa justru pas kamu punya keterbatasan. alesan Tuhan kasih kamu kekurangan yang kamu punya sekarang soalnya cuma kamu yang bisa menganggungnya dan ada semacem fungsi, Tuhan mau nama-Nya dimuliakan justru lewat kekuranganmu bukan sebaliknya.

so, our life is unique. give thanks for it. God Bless you...

Minggu, 01 Januari 2012

Lepas dan Dapat

seharusnya kita melakukan hal yang lebih besar daripada berkutat pada masa lalu. pernahkah kita merenungkan mengapa terkadang kita masih sering terpaku pada kesempatan yang sudah lewat, pada apa yang telah pergi, atau pada "pintu" yang sudah tertutup? mungkin kita sadar semuanya sia-sia, namun kenapa kita terpaku pada hal itu?

saya tahu akan sangat sulit melepaskan diri dari kebiasaan yang saya sebut dengan "berlama-lama dalam ketidak pastian", tapi saya mau membagikan sesuatu yang mungkin bisa menjadi pembelajaran untuk kita bersama. mulai sekarang belajarlah untuk melepas. benar, lepaslah kenangan buruk, lepaslah "kesempatan" yang sudah tidak mungkin diperjuangkan. satu hal yang kita harus garis-bawahi bahwa melepas bukan melupakan. melepas disini lebih kepada membiarkan apa yang sudah lewat tanpa perlu kita tangisi dan ratapi. bukan berarti tidak boleh kita menangisi sesuatu yang "menyakitkan", namun ada masa dimana kita harus bangkit dan belajar mmerelakan. bila semua dapat kita lalui, percayalah selalu ada hal baru yang akan didapat.

persoalan tebesar adalah ketidak relaan melepas sesuatu (baca : merelakan). bagaimana mengubah rasa "tidak rela" ini? kita harus membuka mata dan sadar, bahwa fokus hanya terpaku pada hal itu saja ketika kita tidak mau melepas, sehingga implikasinya kesempatan baru hilang begitu saja. maka dari itu mulailah untuk belajar melepas dan merelakan sesuatu jika ingin mendapat sesuatu.

mulai sekarang ubahlah cara pandang berlama-lama dalam kesusahan dan belajarlah untuk tidak terfokus pada 'pintu' yang tertutup. sadarilah akan ada lebih banyak pintu terbuka di depan dan yang perlu kita lakukan hanya menanti dengan penuh pengharapan dan keyakinan. belajarlah untuk tidak terpaku pada satu titik dan tinggalkan itu jika tak hasilkan sesuatu. belajarlah untuk terus berjalan ke depan dan akan ada lebih banyak yang kita dapat. mengertilah bahwa melepas akan lebih baik daripada diam di satu titik, sekalipun tidak ada kepastian akan itu.

mudah memang bicara, karena terkadang apa yang sedang di genggam terlalu berharga untuk dilepas dan tidak ada jaminan mendapat yang lebih baik satu saat nanti, tapi mana lebih baik, menunggu tanpa hasil atau dapatkan yang mungkin tak sebaik saat ini, tapi membalas perlakuanmu dengan baik?

akhirnya, sekali lagi saya mau membagikan ini, belajarlah untuk melepas. bukan karena hari esok ada kepastian, tapi karena hari esok pasti lebih baik dan hari esok akan dapati sesuatu yang baru.

lepaslah maka akan kau dapati.