Selasa, 14 Februari 2012

Cinta dan Sang Bijak


suatu hari cinta bertanya pada seorang bijak, katanya 'guru, aku diciptakan begitu hebat. aku dapat satukan musuh, lunakkan hati yang beku, bahkan berikan harapan, namun kenapa ada diciptakan patah hati? oleh karena dia aku disalahkan!' mendengar itu sang bijak tersenyum.

belum lagi selang beberapa lama, cinta kembali bertanya 'guru, sekali lagi aku bertanya, aku diciptakan tulus, penuh bahagia, dan murni, namun kenapa cemburu dan buta selalu ikuti aku? karena mereka aku tak di percaya' mendengar itu sang bijak tak hanya tersenyum. ia menggelengkan kepalanya.

belum lagi sempat ia berhenti, cinta kembali bertanya 'guru.. ada satu lagi yang ingin ku tanyakan. aku adalah rasa tanpa syarat dan aku dijalani tanpa alasan, tapi kenapa orang mencari kesempurnaan dibalik kekuranganku? mereka selalu anggap aku bercela, karenanya aku hanya jadi bualan belaka.' mendengar itu sang bijak merasa iba dan menepuk pundak cinta.

sang cinta tak mengerti maksud orang bijak itu ia pun bertanya, 'apa maksudmu guru?'

sang bijak berujar dengan lembut, katanya 'cinta.. kau tahu bahwa kau dapat lakukan perkara besar, kau mengerti kau tercipta luar biasa, kau tahu bahwa kau dijalani tanpa butuh alasan. namun kau mempertanyakan kenapa benci ikutimu, patah hati sobatmu, buta menuntunmu, dan kesempurnaan menuntutmu.. ketahuilah bahwa tanpa ada cemburu, patah hati, buta mu, atau kesempurnaan yang mereka cari kau tak kan pernah sadar bahwa kau sudah sempurna untuk melihat betapa kasih yang ada padamu dapat sembuhkan hati yang luka.'

mendengar itu cinta merasa gembira. ia akhirnya sadar apa yang selama ini ia sesali adalah mereka yang membantunya temukan jati dirinya. sebelum sempat berterima kasih, sang bijak telah pergi entah kemana.

cinta, ia tercipta untuk sembuhkan luka, namun patah hati buat kita lupa akan itu.

cinta, ia terlahir tulus, namun kecemburuanmu buat kau buta akan ketulusan.

cinta, ia dijalani tanpa alasan, namun apa yang kau harapkan darinya adalah alasan baru untuk mencelanya.

cinta itu ada dan sempurna, namun kita menodainya dengan apa yang kita lakukan. sadarilah bahwa cinta itu anugerah, maka kau tak akan lagi mempertanyakan apa itu cinta.

Tidak ada komentar: