Senin, 26 Maret 2012

Real Champ

sebenarnya sudah sangat lama saya ingin berbagi hal ini, tapi saat itu mood menulis saya hilang (dan baru ketemu lagi sekarang). jadi inilah "balas dendam" saya setelah lebih dari 2 bulan vakum dari dunia blogging.

oke, bahasan saya kali ini terinspirasi dari salah satu film box office. pernahkah anda melihat REAL STEEL? keren bukan? bagi saya film ini bukan hanya keren tapi juga mengajarkan bagaimana caranya menjadi seorang juara. saya akan membagikan apa yang saya dapatkan dari menonton film ini (baiknya anda juga menonton film ini). sekedar sinopsis bahwa film ini bercerita mengenai dunia tinju di masa depan. tersebutlah Charlie  seorang mantan petinju yang kini beralih profesi sebagai pengontrol robot tinju. ia selalu kalah hingga suatu hari ia dipertemukan dengan anaknya, Max. cerita makin menarik ketika anaknya memungut atom sebuah robot tua yang bahkan diciptakan bukan untuk bertinju. untuk lebih lanjutnya mungkin anda memang perlu menonton sendiri filmnya.

Juara tidak selalu datang dari tempat yang "baik"
pastinya anda sudah menonton sendiri filmnya, dan oke seperti kita ketahui bahwa atom (tokoh utama) bukanlah robot juara, bahkan atom bukan robot petinju. atom hanyalah sebuah robot latihan tinju generasi 2 (sudah tua) yang dibuang di tempat pembuangan. tidak seperti robot-robot yang sebelumnya dikendalikan Charlie yang notabene punya segudang sejarah. dan nilai pertama yang dapat dipetik adalah bukan masa lalu yang menentukan masa depanmu. ketahuilah bahwa untuk jadi seorang juara kau tidak perlu status, lingkungan yang baik, atau masa lalu yang cerah. bahkan tempat paling gelap dan kelam sekalipun dapat membuatmu menjadi juara. yang terpenting adalah bagaimana anda tahu kesempatan (dipungut) dan memperjuangkan kesempatan itu.

do more and get more
kota roma tidak terbentuk dalam satu malam. ya, begitu pula atom. sebelum menjadi robot petinju yang berani menantang robot terkuat, atom hanya bertanding melawan robot petinju kelas jalanan. segala sesuatu selalu dimulai dari bawah. lakukan lebih maka kau akan mendapat lebih. jika Max, Charlie, dan Atom hanya berhenti pada titik itu, apa yang didapat? selamanya mereka hanya akan menantang robot jalanan. tapi mereka menerima tantangannya dan "naik kelas". pertanyaannya beranikah anda?

tantanglah ketidakmungkinan
siapa lawan Atom di akhir cerita? bukan robot tinju yang seukuran dengannya tapi Zeus, robot kelas berat dan jawara berulang kali. duel keduanya lebih mirip pertarungan klasik antara Daud melawan Goliath. atau di mata saya nampak seperti Chris John melawan Mike Tyson saat masih jadi juara. benar, tidak mungkin. jika anda mau jadi juara maka bukan hanya berani menerima tantangan, hal yang juga anda perlu lakukan adalah menantang. menantang lawan yang sebanding baik namun anda tidak akan berkembang artinya ketika anda menang lawan anda seimbang ketika kalah berarti anda lemah. cobalah untuk menantang ketidakmungkinan. pacu diri anda untuk mengalahkannya, dan eureka!! juara baru akan datang.

give your best shoot
menantang ketidakmungkinan akan memaksa anda untuk melatih diri anda dua kali bahkan berlipat kali lebih berat dari sebelumnya, maka yang harus anda lakukan berikutnya adalah memberikan "pukulan terbaik" dalam menjalani tantangan. sadar atom tidak akan mungkin menang melawan zeus, charlie mencoba melakukan yang terbaik dalam pertandingan akhir, dan kita akan tahu hasil akhirnya di akhir tulisan ini.

tahu kapan harus bertindak
yang unik dari film ini adalah ketika di ronde akhir (saat semua perlengkapan atom sudah rusak dan hanya meninggalkan sensor gerak), Charlie seakan-akan membiarkan zeus membombardir atom dengan pukulan tanpa melawan. yang dilakukannya bukan diam, tapi menunggu saat yang tepat. benar saja, ketika zeus sudah mulai overload, atom yang dikendalikan charlie melakukan serangan balasan yang membuat keadaan berbalik. juara bukan seorang yang bertindak seenaknya, kadang perlu taktik. juara sejati tahu kapan harus mundur, maju, atau bertahan sebelum menyerang.

tidak harus selalu menang
sekalipun dibombardir habis-habisan pada ronde akhir, namun demikian waktu mengakhiri ronde dan berdasarkan keputusan wasit, zeus menang jumlah pukulan. ya atom kalah, namun "pukulan terbaik" di ronde terakhir membuat seluruh penonton yang awalnya membela zeus terkagum pada atom dan berbalik membela atom. oke, intinya juara tidak selalu menang. seorang pemenang adalah juara, namun juara sejati adalah mentalitas bukan prestasi.

jadi begitulah cara menjadi juara versi film ini. saya yakin anda yang belum menyaksikannya akan jadi makin penasaran dan ingin menontonnya. setelah 3 idiots, legend of the guardian, maka inilah film ketiga yang saya rekomendasikan untuk anda.

Tidak ada komentar: