Selasa, 10 April 2012

Bila Yesus Hidup di Indonesia Sekarang

BBM dan isu seputarnya memang begitu luar biasa. Semua kalangan membicarakannya dan saya sekalipun tidak terlalu aktif (karena terbatasnya media) mencoba untuk terus memantau perkembangannya. Beberapa hari yang lalu di sebuah situs pertemanan, saya membaca sebuah note. Ya, teman saya membuat sebuah note yang sangat luar biasa mengenai fakta-fakta seputar kenaikan harga BBM. Saya juga membuatnya (lihat postingan sebelumnya), namun isi note kami sangat bertolak belakang. Saya tidak ingin menyalahkan atau membenarkan, sebab perbedaan ideologi itu baik dan lagi saya juga setuju dengan beberapa bagian note nya. 

Yang membuat hati kecil saya tergekitik bukan note yang dibuat teman saya itu, namun justru komentar salah seorang pembaca note itu. Anda pastu penasaran kan? Kira-kira begini bunyinya "Yesus datang dan melakukan revolusi dengan mematahkan ajaran lama (besar kemungkinan merujuk pada hukum taurat). Seandainya Dia ada di indonesia sekarang, mungkin Dia akan ikut berdemo." saya kurang begitu ingat kalimat terakhirnya, namun kira-kira isi kalimat terakhir dari pernyataannya mencoba mempertanyakan umat (dalam hal ini khususnya mahasiswa) nasrani yang katanya pengikut Yesus, tapi tidak revolusioner (dengan tidak berani ikut demo di jalan). 
Pernyataan ini membuat saya merenung. Pertama, karena saya memberi diri di baptis secara Kristen yang artinya saya mengaku diri sebagai Kristiani. Kedua, saya menjadi tergelitik untuk mencari jawaban mengenai apakah benar demikian yang akan terjadi bila Yesus (atau Nabi Isa Almasih) ada di negara kita saat ini. 
Perenungan saya sampai pada dua kesimpulan. Pertama, saya akhirnya sadar bahwa sekalipun saya mengaku sebagai Kristen, saya masih jauh dari Kristen sejati (masih banyak dosa dan pelanggaran yang saya lakukan, bahkan ketika merampungkan tulisan ini). Kedua saya pikir saya bisa berbagi sesuatu dari komentar mengelitik tadi, apakah bila Yesus benar-benar ada di indonesia yang sudah mulai kacau, Ia akan berdemo? 
Menurut saya jika kita mau menemukan jawabannya kita harus mengenang kembali beberapa peristiwa penting yang tercatat di Alkitab. Pertama saya mau ajak saudara untuk melihat peristiwa penyambutan Yesus di Yerusalem. Ada hal menarik yang harus kita perhatikan. Ia mengendarai keledai dan bukan kuda perang seperti apa yang dibayangkan yudas iskariot yang akhirnya memilih mengkhianati-Nya. menurut saya, (dengan tambahan kutipan dari khotbah seorang pendeta) hal ini menandakan bahwa Ia datang memang untuk mengubah hukum lama (melakukan revolusi), namun yang diubah adalah hukum mata ganti mata jadi tampar kanan beri kiri, dan cara dia mengubah bukan dengan menggulingkan kekuasaan (ingat kutipan ayat, berikan pada kaisar yang menjadi bagiannya dan pada Tuhan yang menjadi bagian-Nya). 
Peristiwa penting ke dua adalah ketika Ia ditangkap sebelum disalibkan. Ingat, saat itu petrus menghunus pedang dan memotong telinga salah seorang prajurit romawi. Apa yang dilakukan Yesus? Ia memerintahkan petrus untuk menyarungkan pedang dan bukan terus melawan dengan jalan kekerasan. selain itu Ia menyembuhkan (baca memperbaiki keadaan) telinga prajurit itu. Dari sini ajaran pentingnya ialah, untuk mengubah keadaan yang buruk tidak harus dengan melakukan tindakan fisik (khususnya anarkis) yang notabene akan memicu munculnya kembali mata ganti mata gigi ganti gigi. bayangkan jika anda mahasiswa melihat teman anda dipukuli, reaksi yang terjadi adalah keinginan membalas dan ketika anda membalas anda akan dibalas begitu seterusnya hingga jadi satu sikluls.
Menurut saya ajaran yang ingin dikenalkan oleh Yesus adalah ajaran yang mau menerima sambil (ini poin pentingnya) melakukan hal sederhana yang dapat merubah keadaan atau dengan kata lain beriman dengan benar. 
Maka sampailah kita pada jawabannya, menurut saya, jika Yesus hidup di indonesia saat ini, Dia tidak akan kita temui di garis depan bersama pendemo-pemdemo anarkis, menurut saya Ia akan melakukan hal yang lebih radikal seperti merubah air jadi pertamax dan membagikannya secara gratis pada seluruh warga, sehingga pemerintah sadar akan kelalaiannya tanpa perlu melakukan aksi anarkis untuk menyadarkan mereka. Yah, saya benar-benar berharap Dia ada disini sekarang untuk menyadarkan mereka. Hahaha. 
Bagaimana menurut anda?

Tidak ada komentar: