Selasa, 10 April 2012

iman bagian II

lagi-lagi aku terinspirasi nulis sesuatu buat di share-kan. terima kasih buat jeff lee yang udah bikin aku terusik buat nulis ini. kok bisa aku?? hehehe, bener jeff, soalnya statusmu bikin aku inget sama salah satu sessi youth camp. mungkin akan sedikit berbeda dengan apa yang dulu pernah dibahas di camp ato akan sangat berbeda dengan maksud jeffrey nulis statusnya, tapi ini yang mau aku bagiin.

kalo kita inget, (kecuali yang ga ikut hehehe) bukan masalah respon dan penggilan, tapi mengenai iman, pembicara saat itu nyuruh kita buat milih, kita tu tipe iman yang kayak apa, telor apa telo? dengan penjelasan lebih baik jika kita memiliki iman seperti telo, kenapa?? sekarang kita ambil telo dan telor dan beri perlakuan yang sama, direbus, maka hasilnya...

jika iman kita seperti telur, awalnya kita lunak dan mudah dibentuk, tapi setelah mendapat cobaan dan ujian pendewasaan iman (direbus) iman kita mengeras. berbeda dengan telo, ketika kita punya iman seperti telo, mungkin awalnya kita keraskan hati kita, tapi setelah di uji dan di dewasakan lewat masalah, kita jadi lunak. (maap kalo ada yang salah hehe)

yang mau aku bagiin kali ini, sebenernya udah lumayan lama mau aku bagiin, tapi kelupaan dan akhirnya di ingetin sama jeffrey lee ( dan terima kasih buat kuliah dari salah satu dosen psikologi). aku dapet satu hal yang menarik, milikilah iman yang seperti kopi. kanapa kopi? kopi di sini bukan biji kopi, tapi kopi bubuk. ambil kopi dan berikan perlakuan sama seperti telo dan telor. hasilnya...

kopi awalnya bubuk, orang yang memiliki iman seperti kopi tidak mengeraskan hatinya, hatinya juga tidak terlalu lunak. ketika masalah dateng, ujian pendewasaan di terima, hasilnya... kita gak akan liat kopi yang mengeras atau melunak. kopi bercampur dengan air mendidih dan memberikan wangi yang enak.

intinya ketika kita menentukan iman percaya kita, jangan hanya punya awal yang baik tapi berakhir mengeras, atau awal yang biasa saja dan berakhir dengan hanya mudah di bentuk, tapi jadilah seperti kopi. awalnya tak pernah keras, mengalami cobaan yang sama, hasilnya, ia tak hanya mudah dibentuk (dijadikan beragam jenis minuman), tapi juga memberi rasa dan aroma pada dunia.

di salah satu KKR, pembicara saat itu berkata ketika kita berbicara di depan orang percaya tentang kebesaran Tuhan, maka hasilnya tidak akan maksimal (inget mereka orang yang juga udah percaya, apapun yang kita omongin tentang Tuhan akan mereka iyakan), tapi pernahkah kita coba bergerak dan berbicara banyak tentang Tuhan kita di hadapan orang yang belum mengaku percaya? bayangkan pendapat mereka, apakah mereka akan sepenuhnya berkata iya??

ingat tugas kita adalah menjadikan seluruh bangsa murid-Nya, dan ingat tuntutan seorang kristiani adalah menjadi garam dan terang dunia. hehe, kayaknya waktu saya nulis ini dan nge-tag ke temen-temen GKI, sama aja aku jilat ludah sendiri, tapi aku rasa hal ini penting buat kita share-kan bersama..

kasih komentar ya, GBU

Tidak ada komentar: