Selasa, 01 Mei 2012

Hal menanti


alkisah seorang pemuda diusir keluar dari sebuah kerajaan oleh seorang raja yang tak senang melihat cinta sang pemuda pada putrinya. namun karena ia yakin sang putri mencintainya, maka ia menanti di depan gerbang.

lama ia menanti hingga datang seorang saudagar. sang saudagar senang melihat bagaimana pemuda itu bertutur. setelah merasa cukup mengenal sang pemuda saudagar itu berkata, "ikutlah aku hai pemuda maka akan ku perkenalkan kau pada anak gadisku dam kau akan mewarisi hartaku." si pemuda acuh dan berkata "aku masih menanti sang putri." mendengar jawab sombong itu, sang saudagar pergi meninggalkan pemuda itu.

lama ia menunggu, hingga lewatlah seorang bijak. senang melihat betapa bijak sang pemuda dan merasa cukup ia mengenalnya, iapun berkata, "ikutlah aku hai pemuda, maka akan ku pertemukan kau dengan muridku. sebab ku rasa ia pantas diperistri pemuda bijak seperti engkau." sang pemuda berkata "aku masih menanti sang putri." jawaban itu melukai sang bijak yang akhirnya pergi meninggalkan pemuda itu.

lama menanti datanglah rombongan putri raja dari negri lain, sang putri terpesona pada pemuda dan tanpa banyak basa-basi ia berkata. "maukah kau memintaku atas ayahandaku? dan memerintah atas kerajaan ayahku kelak" si pemuda tak bergeming dan hanya menanti. membiarkan sang putri lewat.

ia menanti hingga akhirnya ia bosan. dalam kebosanannya ia marah pada Tuhan dan berkata, "Tuhan aku setia menanti, tapi kenapa pintu istana tak dibuka untuk ku? percumakah setiaku?" Tuhan menjawab, "kesetiaanmu telah kujawab. namun kemana kau saat banyak hati Ku buka untuk mu? kemana kau saat Aku berikan padamu banyak pilihan?"

"bukankah itu godaan dari-Mu agar aku berpaling?" sanggah si pemuda. maka jawab Tuhan, "mengapa kau berkutat pada akal sehatmu sendiri? mengapa tak kau serahkan semua pada Ku?"

menanti itu baik, setia itu bagus, tapi terpaku 'pintu' yang dikunci dari dalam ditambah lagi kunci pembuka gembok telah dipatahkan, untuk apa?

pepatah lama mengatakan, janganlah engkau terpaku pada pintu yang telah terkunci bagimu, sebab jika kau lakukan itu kau tak kan pernah sadar ada pintu lain yang telah dibukakan hanya bagimu.

masakan hati lain yang telah terbuka harus tertutup lagi hanya karena kita terpaku pada hati yang beku pada kita?

pikirkan lagi!!

Tidak ada komentar: