Kamis, 25 Oktober 2012

Pemuda dan Doanya

Suatu hari seorang pemuda berdoa. "Tuhan, kurasa sudah cukup dewasa aku untuk mengenal cinta, bolehkah ku mendekat padanya?" Tuhan memandang wajah penuh ingin pemuda itu. Ia terdiam sejenak dan mengembangkan senyum pada pemuda itu. pemuda itu menjawab, 'Tuhan, kau tersenyum padaku, apakah itu artinya iya? terima kasih Tuhan". tanpa sempat Tuhan membalas, si pemuda terlelap pada rasa gembiranya dan mengejar cinta, sebab pemuda itu berpikir Tuhan telah memberi ijin padanya untuk berperang.

tak lama setelah itu si pemuda kembali berdoa. Tuhan gembira melihatnya kembali. "Tuhan, aku sudah berusaha, tapi kenapa aku gagal mendapatkan cinta? tunjukkan padaku jalan-Mu", doanya.
Tuhan tersenyum melihatnya, dan menunjuk hati pemuda itu. "ternyata gunakan hati, terima kasih Tuhan", katanya berusaha menjawab. tanpa sempat Tuhan menjelaskan sesuatu padanya, si pemuda telah pergi seakan telah mendapat 'pedang dan prisai' dari Tuhan untuk menangkan perang.

tak lama berselang sang pemuda kembali lagi berlutut dan berdoa. Tuhan gembira melihat ia, namun... "Tuhan! apa kurangnya aku? mengapa sulit bagiku dapati cinta itu? segala perintah-Mu ku lakukan, tapi mengapa mereka yang tak berdoa pada-Mu boleh kenal cinta?" mendengar omelan sang pemuda, Tuhan luluh. Ia berikan cinta pada pemuda itu. "Terima kasih Tuhan", jawab si pemuda. tanpa sempat Tuhan memberitahu siapa cinta itu, si pemuda pergi dengan bahagianya, seakan Tuhan telah memenangkan perang baginya.

lama, lama Tuhan menunggu, sang pemuda tak kunjung kembali, akhirnya Tuhan perintahkan cinta untuk menghilang dari pemuda itu. benar saja, tak lama si pemuda datang dan menangis pedih bagai kehilangan nyawa. katanya. "Tuhan, kenapa kau ijinkan aku miliki cinta tapi kau ambil cinta itu? kenapa kau kejam dan tega padaku? aku tak minta harta atau tahta, aku hanya mohon cinta! tapi kenapa kau ambil itu saat aku mulai mencinta? kenapa? jawab aku Tuhan!"

mendengar itu tersenyumlah Tuhan. belum lagi Tuhan menjawab si pemuda menghardik. "aku tak butuh senyum-Mu, kenapa Kau kenalkan aku padanya jika aku harus sakit?" dengan lembut Tuhan berkata, "pernahkah kau dengarkan Aku katakan tunggu nak? tidak, sebab kau pergi melihat senyum-Ku. pernahkah kau dengar Aku berkata mungkin kau sudah dewasa, namun hatimu masih terlalu rapuh? tidak, sebab kau pergi setelah Aku tunjuk hatimu. cinta kusimpan hingga kau kuat, namun kau minta itu, maka itu Kuberikan padamu agar kau sadar, namun kau menjauh." mendengar itu menangis ia sadar betapa ia berdosanya ia.

begitulah kita. kita berdoa, namun sebelum dengar jawab dari-Nya kita pergi seakan telah dapati jawab yang pasti.ketika apa yang kita ingini tak tercapai, kita bertanya, namun belum sempat kita dengar Tuhan jawab kita, kita melangkah dengan argumen kita.
ketika kita putus asa, kita buat Ia iba pada kita, kadang permintaan kita tak sesuai rancangan-Nya, namun luar biasa baiknya Tuhan ia kabulkan itu dengan konsekuensi ubah hidup kita. ketika kita mendapat, kita menjauh dan berpikir tak butuhkan Ia. dan ketika Ia ambil yang kita telah perjuangkan, kita menyalahkannya atas semua itu.
ada pepatah orang bijak tak kan jatuh ke lubang yang sama, tapi apa? kita menyesal untuk kemudian kembali mengulangi kesalahan yang sama, dan celakanya kita bangga akan itu.
Tuhan kita luar biasa baik, tapi Tuhan bukan jin botol yang kabulkan tiap permohonan kita. Tuhan lebih hebat dari itu! Tuhan lebih luar biasa! 
memohonlah pada-Nya namun dengarkan Dia, sebab Dia tahu yang terbaik. pasrahkan hidupmu pada-Nya.

Tidak ada komentar: