Senin, 24 Desember 2012

bapak di dunia

lebih kurang dua minggu dari hari ini, saya dan teman kos saya harus datang ke rumah sakit pada dini hari. hal ini dikarenakan salah satu rekan kami mengalami kecelakaan yang sangat parah. ia mengalami patah tulang dan belakangan ia juga divonis mengalami pendarahan pada otak. kejadian itu memang cukup memukul.

tak lama, orang tuanya yang berasal dari luar pulau datang ke kota kami berkuliah. si ibu dan bapak ini dengan penuh kesabaran dan kasih sayang merawat teman kami yang sendang sakit ini. ia berontak. tak jarang makian keluar dari mulutnya. saya coba memahaminya, mungkin dikarenakan luka yang sangat parah dan rasa sakit yang luar biasa, belum lagi sulitnya menerima keadaan mungkin menjadi penyebab dirinya menjadi begitu emosional.

hal yang justru saya soroti bukan pada anak ini, tapi pada ayahnya. disaat saya dan teman-teman menjenguk, saya melihat betapa seorang ayah sangat tegar menghadapi anaknya. jika saya yang berada di posisi si ayah, saya akan marah besar. bagaimana tidak, apa yang terjadi seperti menodai tanggung jawab yang dipercayakan. saya mungkin berpikir, "disekolahin, buat belajar malah main malem, kecelakaan lagi." belum lagi perilaku anak yang berontak kadang memaki dan biaya yang harus ditanggung, pasti membebani secara fisik, finansial, dan psikis. jika saya diposisi itu pasti saya tidak akan sesabar itu.

yah, saya tidak pernah tahu sedalam apa cinta seorang ayah pada anaknya karena toh saya belum punya anak. mungkin nanti ketika saya punya saya akan tahu. tapi yang jelas saya merasakan lewat kejadian itu betapa seorang ayah memiliki kasih sayang yang sangat dalam pada anaknya. ia merangkul bukan mengusir. ia mungkin marah, namun memilih memeluk. mengingatkan saya pada kisah anak yang hilang, salah satu perumpamaan (dalam agama kristen) yang dibuat Yesus.

di momen natal ini, saya mau berbagi dengan saudara. bahwa ayah di bumi bisa sedalam itu mengasihi anaknya, coba anda bayangkan betapa dalamnya kasih Ayah di surga? pastinya sangat dalam. Ia rela menjelma menjadi manusia dan menebus dosa manusia. mematahkan belenggu iblis. dan menjauhkan setiap orang yang percaya pada-Nya dari kematian kekal. luar biasa bukan?

natal, seperti arti katanya yaitu kelahiran merupakan hari yang ditunggu umat Kristiani di seluruh dunia. karena pada momen inilah, Sang Juruselamat dilahirkan, dan nubuat mengenai penebusan dosa digenapi. pada momen inilah, setiap orang akan merasakan betapa besar Kasih Allah, bahkan Yesus mengatakan sendiri, "jika bapa mu di bumi tahu apa yang baik untuk anaknya, lebih lagi Bapamu yang di Sorga". ya, Bapa melakukan sesuatu yang sangat baik, dan kadang perilaku kita tidak jauh beda dengan teman saya tadi, memberontak kadang memaki. atau seperti si bungsu yang menghamburkan uang bapa nya.

pada momen natal ini, kita juga harus berusaha lahir kembali. caranya dengan mencoba mengambil waktu dan tempat tersendiri untuk kita, melihat kembali apa yang terjadi selama ini, merenungkan hal-hal yang masih kurang berkenan, membuat janji dan menepatinya di tahun berikutnya. natal bukan hanya sekedar perayaan, tapi juga perenungan, sudahkah anda, saya, kita semua lahir kembali? sudahkah kita memaknai natal dengan sungguh-sungguh?

selamat natal, Tuhan Yesus memberkati!!