Senin, 24 Juni 2013

Mengubah Masa Lalu

Tersebutlah seorang pemuda. Ia berada di sebuah pesta pernikahan. Pesta yang dihadirinya kali ini bukanlah pestanya melainkan pesta sahabatnya sedari kecil.

Ia sadar betul jika ia mencintai sahabatnya ini, tapi ia tidak pernah memiliki keberanian untuk mengubgkapkan perasaannya. Ia terlalu angkuh pada dirinya dan ketika ia sadar, ia sudah tidak bisa lagi bersama dengan orang yang disayanginya.

Ia berpikir seandainya saja ia bisa kembali ke masa lalu dan mengubah tiap kejadian buruk antara dirinya dengan sahabatnya, mungkin orang yang akan duduk di sebelah sahabatnya bukan suaminya, tetapi dirinya.

Benar saja, ia mendapat kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Ia menggunakan waktunya dengan baik dan mengubah tiap kejadian buruk menjadi baik.

Namun demikian, sebanyak apapun ia mencoba mengubah keadaan buruk di masa lalu, masa depan tidak berubah. Ia tetap tidak bisa bersama dengan sahabatnya yang disayanginya. Ia tetap tidak mampu memunculkan keajaiban.

Ia baru sadar pada akhir perjalanan, bahwa pintu itu akan tetap tertutup. Ia sadar bahwa dia telah melakukan yang terbaik dan dia tidak menyesal lagi. Sekalipun masa kini tidak berubah, ia menerimanya dan berusaha melakukan yang terbaik yang ia bisa.

Ia akhirnya berpikir untuk bangkit dari masa lalu. Ia sadar bahwa melakukan yang terbaik hari ini akan mengubah masa depan

Kira-kira itu adalah ringkasan dorama berjudul Proposal Daikusen. Sedikit banyak hal ini juga terjadi pada kita. Ada kejadian di masa lalu yang sangat kita sesalkan. Kita ingin mengubahnya, namun tidak bisa. Tapi pernahkah kita memikirkan jika seandainya masa lalu kita ubah akankah berpengaruh pada masa depan kita? Bagaimana jia tidak?

Jawaban terbaik adalah belajar dari masa lalu, menerimanya, dan melakukan yang terbaik di masa kini. Mungkin yang kita lakukan di masa sekarang tidak akan mempengaruhi banyak hal di masa depan, namun setidaknya di masa depan kita tidak hidup dalam penyesalan.

Entah itu cinta, karir, pendidikan, atau apapun itu jalani sebaik yang kita bisa.

Tidak ada komentar: