Senin, 14 Oktober 2013

Karya Tangan Tuhan

cerita ini sudah lama sekali saya baca, jadi banyak bagian yang saya ubah dan tambah sesuai ingatan saya.

Suatu hari ada seorang yang taat beribadah. Karena ketaatannya Tuhan menampakkan diri padanya dan menanyakan keinginannya yang terdalam. Ia merasa ragu untuk mengungkapkan keinginannya, namun pikirnya kapan lagi ia mendapat kesempatan ini. Ia pun memberanikan diri untuk bilang pada Tuhan, kalau-kalau ia boleh merasakan posisi-Nya barang lima menit.

Tanpa diduga Tuhan mengijinkan. Akhirnya si pemuda dijadikan corpus pada salib di gereja. Syarat yang Tuhan berikan hanya satu, agar si pemuda tetap diam apapun yang terjadi. Pemuda itu pun mengiyakan syarat itu.

Tak lama setelah berada di atas, ada seorang pemuda miskin masuk ke gereja dan berlutut di hadapan salib. Ia berdoa dalam hati dengan sangat khusuk. Disampingnya diletakkan tas berisi uang. Dalam doanya si pemuda miskin berkata, "Tuhan, ini adalah harta hamba yang terakir. Hamba akan pergi ke negri sebrang untuk mencari obat yang mampu menyembuhkan sakit keras ibu hamba. Kiranya Engkau memberkati perjalanan hamba."

Selagi pemuda itu melanjutkan doanya, nampaklah seseorang tua renta masuk ke gereja dengan gelisah. Ia melihat sekeliling, kemudian mengambil tas pemuda tadi dan pergi. Seusai berdoa tampak kebingunganlah pemuda itu. Ia menangis seketika itu juga.

Sekalipun teringat syarat dari Tuhan, namun karena belas kasih, turunlah pemuda itu dari salib. Ia menenangkan si miskin dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

Si miskin menjadi marah, ia mencari dan memukuli pria tua. Setelah itu memenjarakannya dan memulai perjalanan. Si pemuda merasa puas dengan apa yang ia perbuat. Ia membantu si miskin dan menumpas kejahatan.

Tuhan kemudian hadir menegor si pemuda. Pemuda menyanggah ucapan Tuhan dan menceritakan duduk permasalahan karena menurutnya apa yang dilakukannya adalah kebenaran. Kemudian Tuhan menjawab gerutuan pemuda, kata-Nya "ibu si miskin adalah janda yang sakit-sakitan. Aku membiarkan uang si miskin dicuri karena dalam perjalanan kapal si miskin akan dihantam badai dan ia pun mati disana. Jika tadi kau diam, maka si miskin akan mencoba menemukan obat tanpa perlu jauh dari ibunya. Sekarang ia telah berangkat dan ibunya akan menderita dua kali lebih hebat dari sebelumnya."

Pemuda berkilah, "tapi bapak tadi mencuri, dan itu buruk." Tuhan berkata, "mungkin itu buruk, tapi tahukah kau berapa banyak anak yatim-piatu yang ia asuh menunggu untuk diberi makan? Padahal dengan kekuatan yang terbatas ia tidak sanggup?"

Singkat cerita pemuda itu menyesal dan paham bahwa dalam tiap perkara, Tuhan selalu campur tangan.

Siang tadi saat mendengar khotbah, saya terenyuh pada satu kalimat yang bunyinya kira-kira "karya Tuhan ada dalam tiap perkara yang anda alami" pendeta juga berkata bahwa kita kadang merasa karya Tuhan itu hanya sekedar mukjizat, kesembuhan atau kesuksesan. Kita begitu membatasi karya Tuhan dan menganggap hal seperti bernafas, bertemu teman, makan, dan hal kecil lain bukan karya Tuhan. Bahkan mungkin masalah, kecelakaan, dan hal buruk yang terjadi menjadi cara yang Tuhan pakai untuk berkarya dalam hidup kita.

Saya jadi kembali mengungkit kasus ketika laptop saya dicuri orang. Padahal saya yang berstatus mahasiswa tingkat akhir sangat memerlukannya untuk mengerjakan tugas akhir saya. Saya juga mengungkit kejadian dimana adik saya akirnya harus dipanggil menghadap Dia padahal usianya masih sangat muda.

Saya kadang berpikir jika saja ada sosok seperti pemuda tadi, turun dari salib, kemudian menunjukkan pencuri laptop saya. Atau pemuda itu menunjukkan apa yang akan terjadi pada saudara saya, maka mungkin saya dapat mencegah dan menyelesaikan perkara saya, namun pertanyaannya apakah saya bisa menjamin hal itu adalah yang terbaik? Mengingat dalam cerita si pemuda kemudian mati.

Ya, cerita dan potongan khotbah tadi mau mengajarkan dua hal. Pertama, bahwa karya tangan Tuhan terjadi jauh dari dugaan manusia. Ia dapat mengubah kemalangan menjadi media untuk menunjukkan karya-Nya. Yang kita harus pegang teguh adalah, karya-Nya ada dalam setiap perkara yang kita alami. Kedua, bahwa karya tangan Tuhan bukan hanya mengenai perkara besar. Bukan hanya soal hal luar biasa, tapi bahkan dalam hal paling sederhana dalam hidup kita terdapat karya tangan Tuhan dalamnya.

Tidak ada komentar: